Sabtu, 27 November 2021

Diri Sendiri

 



Karya: Mari Artha Purba

 

     Aku terbangun lagi di antara sepi hanya pikiran yang ramai. Hari ini adalah hari yang aku rasa istimewa namun tak aku suka, tak boleh lupa kalau hari ini sekolah. Hari ini disambut dengan cuaca mendung dan berkabut yang membuat udara begitu dingin. Ingin aku berkata kasar namun tak bisa.

     Terkadang aku merasa sekolah itu tak menyenangkan dan sangat membosankan. Tapi demi masa depan yang cerah aku harus tetap semangat. Walaupun kurang menyenangkan.

     Aku adalah gadis desa yang di lahirkan dan di besarkan di keluarga petani.Hidup sederhana adalah kebahagiaan diriku dan keluargaku. Hidup dengan ekonomi lebih kurangnya cukup bagi kami. Orang tuaku selalu mengajarkan kami anak-anaknya untuk tetap bersyukur dalam apapun itu. Orang tua kami tak menuntut anak-anaknya pintar, namun orang tua kami menuntut kami agar bertanggung jawab dari apa yang kami perbuat. Aku adalah kakak dari adik-adik ku. Nama ku adalah Mari Artha Purba biasa di panggil dengan sebutan Artha.

Daring

 



Oleh: Via Senjelin purba

    

                                     

Semenjak Covid 19 datang dunia bahkan sampai ke tanah air. Hampir semua aktivitas terbengkalai. jangankan yang bekerja kantoran sekolah saja harus melalui smartphone atau laptop.

Saya dan teman teman saya merasa kesulitan dalam menerima pelajaran yang di berikan oleh guru. Apalagi dalam masalah mengirim tugas. Nama nya juga di perkampungan pastinya masalah jaringan lelet.

"Oi Ges... emm udah siap tugas video bahasa Inggris mu?" tanya  Via.

"Hai.. Vi belum materinya aja belum ku buat." jawab Ges

MERIAM BAMBU

 


Dhimas Krisna


           Dimalam yang dingin diselimuti kegelapan, aku dan teman ku duduk disamping api unggun. Kami merencanakan untuk membuat meriam bambu untuk merayakan pergantian tahun. Kami sangat senang dengan segala rencana kami pada malam itu. Sampai - sampai tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 00:00. Keesokan harinya aku mengajak teman-teman ku untuk mengambil bambu, untuk bahan membuat meriam. Itu masih pagi, embun masih menyelimuti rerumputan yang kami lalui, sehingga celana kami basah kuyup.

"We dingin kali pun." kata teman ku agak menggigil.

"Ayok lah biar cepat siap!" ucap ku padanya.

BINGUNG

                                            


                                                              

                                                               KARYA : ELYANA SRAGIH

 

 

           Disore hari hujan sangat turun deras, tampak suara hujan yang berjatuhan kebumi dengan suara petik yang kuat bergemuruh  seperti membelah langit dan kilat-kilat serasa menyatat bumi.

 

           Aku termangu dikamar, hal apa yang akan bisa kulakukan kalau hal yang seperti sekarang ini. aku melamun panjang sampai- sampai suara ibu tak terdengar memanggil namaku.

  "El,El ,El !" panggilnya dengan suara agak marah.

"Iya ma, ada apa?"

"Kamu dipanggil- panggil tak menjawab,apa yang kamu lakukan dikamar hingga tak dengar?"

"Aku melamun hingga hampir tertidur" gumamku sambil tertawa dan garut- garut kepala.

"Ya sudah, bantuin memasak!" dengan raut yang agak kesal.

"Oke mak, dengan senang hati."

Dihari Itu

 


By: Desy Ananda Gultom

 

   Cittt.. cittt...

   Suara burung terdengar dari dahan pohon dekat rumah. Aku bangun dan melihat ke arah jam,

 "Astaga, Sedikit lagi aku akan terlambat."  dalam benak.

Segera aku memberesi tempat tidur dan bergegas  mengganti seragam sekolah.

"Des.. Desyyy..." Suara terdengar dari luar sangat lantang.Aku bergegas membukakan pintu dan melihat siapa yang memanggil namaku, ternyata Devira.

"Cepat." ucapnya sedikit kesall.

Aku bergegas mengambil tas dan kami berangkat.

" Tumben hari ini cepat?" ucap kami berdua sambil ngos ngosan.

"Kalian yang lama, cepat naik!" Ucap abng Beca sambil tertawa kecil.

  Lagi pula disana nanti kita masih menunggu teman Kalian yang lain. Kamipun pergi, ternyata betul kami menunggu mereka.

Membantu Ayah dan Ibu

 


Karya  Juni Suprianto Damanik

 

Saya tau hidup ini sangat keras. Saya tau hidup ini menginginkan perjuangan yang sangat keras. Bahkan saya sadar hidup ini menuntut agar setiap manusia mampu memperkuat perjuangannya masing masing. Hidup ini sangat sangat keras. Siapa yang tidak berjuang dalam mencapai suatu kebutuhan hidup nya maka dia akan menderita. Maka untuk itu saya menuliskan suatu karangan saya yang tidak begitu sempurna ini dan saya akan memulainya.

Pada awalnya saya menceritakan kehidupan saya yang sederhana. Pada setiap hari saya harus membantu orang tua saya. Orang tua saya adalah petani. Saya anak pertama dari lima bersaudara. Setiap hari saya bangun pagi dengan cepat. Pada dasarnya saya setiap hari sekolah. Pada suatu hari saya berbincang dengan orang tua saya yaitu ayah saya. Saya pun bertanya.

"Pak.. Bagaimana sih kebijakan yang harus kita perbuat agar perekonomian kita berubah?" 

LIBURAN KE TARUTUNG

 



Karya:Aldi Hamonangan Pangaribuan


      Halo perkenalkan namaku Aldi Hamonangan Pangaribuan aku akan menceritakan jalan-jalan ke Tarutung.           

       Pada hari Selasa, tanggal 29 Januari 2018 kami berencana jalan-jalan ke Tarutung ke rumah bou saudara  bapak. Pada pagi harinya kami bangun jam 5 pagi untuk beres-beres barang dan cuci muka karena perjanjian kami berangkat pukul 07.00. Tidak lama kami beres-beres, mobil rentalan datang,kami pun mengangkat barang-barang sebagian keluar. Pak sopir buka bagasi mobil, sambil masukkan barang-barang yang kami angkat yg keluar tadinya. kami balik lagi ke rumah ngambil barang-barang yang tadi belum diangkat sambil hati gembira, penuh semangat, barang-barangnya karena di benak pikiran kami hanya jalan-jalan. sesudah kami masukkan barang ke dalam bagasi mobil kami pun masuk kedalam mobil semua dan berangkat menuju tujuan. Setengah jam di perjalanan aku merasakan udara jalan Simarjarunjung yang sejuk pada pagi hari dan sunyi, yang tidak ada kendaraan yang lewat.

PULANG KAMPUNG KE SAMOSIR


 

Oleh: Agustinus Delon sitompul

                         

        Pada suatu hari pada tanggal 21 Oktober 2014 aku bersama teman sekampungku ingin pulang kampung ke Samosir. Pertama-tama kami pergi ke loket amplas yang berada di amplas Medan disana kami langsung ditanya oleh supir bussnya.

"Mau kemana kalian dek?" kata bapaknya bertanya sambil meminta ongkos orang yang berada di samping kami.

 Lalu kami menjawab, "Ke Anjibata pak!" ucap kami serentak lalu dia pun meminta ongkos kami seharga Rp45.000rupiah per orang lalu bus pun berangkat pada jam 08:30 wib menuju anjibata diperjalanan kami langsung tidur.

Jumat, 26 November 2021

JALAN JALAN KELILING PARAPAT

 


 

Karya: Natasya Agustina Girsang

 

     Parapat merupakan salah Satu tempat wisata yang ada di Sumatera utara yang dapat di kunjungi. Siapa pun dan kapan pun, baik dari warga negara lokal. Maupun warga negara luar. Banyak orang yang menyukai tempat wisata ini terutama dari manca negara. Sehingga banyak turis yang datang berwisata ke Parapat. Jika jalan-jalan berkeliling parapat kita dapat menikmati Indahnya pemandangan Danau Toba dan pemandangan pulau Samosir dan kita juga dapat melihat Batu gantung, bukan cuman itu kita dapat merasakan keindahan Alam.

 "Kenapa setelah keliling Parapat rasanya seru sekali." kata Christin.

K E M A H

 

Karya: Trie Indah Purba

                                             

         Dingin sekali. Udara berhembus. Bersama Sonya, Ketrin, Tasya, dan api unggun. Ketika jam sudah menunjuk 21.00 api unggun sundah mulai meredup dan akan mati. Sehingga aku dan temanku masuk ke tenda dan tidur.

       Saya tidak bisa tidur.” kata sonya.

       Kenapa?” tanya Tasya.

       Menyeramkan dan dingin masuk kedalam tubuhku.”

          Saya pun terbawa kedalam suasana tersebut tiba-tiba terdengar suara sura aneh dari dalam semak yang berasa di samping tenda kami. Suasana menegangkan dan suara tersebut makin keras kami ketakutan dan saling berpelukan tiba-tiba babi hutan melompat dari semak tersebut dan kami berteriak.

       “Aaaaaaaaaaa......aaaa....aaaa....!!!!!!”

PELANTIKAN KACU



                                                        Karya : Rizal P Girsang

 

     Dibawah matahari yang terik udara sangat panas, saya mengikuti kegiatan Pramuka. Dimana kegiatan tersebut diharuskan di ikuti oleh semua siswa siswa baru di SMA N 1 Purba. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari. Dan sangat banyak peraturan dan aturan yg harus di ikuti. Akan tetapi dalam kegiatan tersebut, ada juga yg menyenangkan hati. Seperti uji mental nembak cewek, itu sangat menguji mental sekali. Tapi kalau di pikir pikir menyenangkan juga.

     Hari pertama berlangsung nya kegiatan Pramuka, seluruh siswa baru disuruh baris. Dan sayang nya, saya terlambat masuk barisan. Saya disuruh jalan jongkok oleh sanggah kerja, sejauh 30 meter.

BERKEMAH

                                


  Karya : Rinaldi

 

     Pada tanggal 15 Oktober 2021, saya dan 3 teman saya sedang berencana menghabiskan waktu libur sekolah kami. Akan tetapi kami masih bingung ingin pergi ke mana. Sepulang dari sekolah, kami mengadakan pertemuan di sebuah taman. Tepat pukul 1 siang saya pun tiba di taman yang telah kami janjikan tadi sewaktu di sekolah. Saya menunggu teman teman saya. Setelah sekian lama menunggu teman teman saya pun tiba. Tepat pula ada seorang penjual es krim lewat. Teman saya Adi pun memanggil tukang es krim tersebut.

 “Es.......” Ujar Adi dengan suara keras.

Seketika penjual es krim tersebut berhenti.

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...