Rabu, 19 Oktober 2022

Pemuda Kaya Yang Tinggi Hati

 


Karya: Reza Imelia Simbolon.

 

"Nak,sedekah nak..."

"Sedekah kamu bilang,kamu kirain cari uang itu gak payah? Seenaknya aja kamu minta sedekah, kerja lah, biar bisa makan, bukan tau nya hanya minta minta aja."

"Nenek sudah tidak makan 1 minggu ini nak, berilah nenek sedikit sedekah nak, biar nenek tidak kelaparan lagi."

"Itu bukan urusan saya, biar nenek rasain dulu gimana susahnya cari uang. ucap si pemuda kaya."

Si pemuda pun langsung pergi meninggalkan nenek yang meminta sedekah sama dia, Dan si nenek pun berkata :

"Semoga kelak, kamu akan merasakan apa yang saya rasakan saat ini."

Si pemuda kaya pun tidak mendengarkan ucapan si nenek dan melanjutkan perjalanan nya saja, tanpa rasa kasihan sedikit pun.

JANJI SUCI SEORANG PERWIRA



Pengarang:Gloria Damanik

 

Di sebuah desa hiduplah keluarga yang sederhana dan tidak sombong.

Salah satu dari anggota keluarga pak sari terlahir sebagai perwira angkatan Darat yang bernama leo. Leo adalah seorang perwira angkatan Darat yang rendah hati dan suka menolong, iya juga memiliki banyak tanggung jawab selain untuk adik adik nya iya juga memiliki tanggung jawab yang begitu besar ya itu untuk negaranya.

𝗠𝗲𝘀𝗶𝗻 𝗪𝗮𝗸𝘁𝘂



ᴏʟᴇʜ: ᴀʀᴅᴏ ꜱᴀᴘᴜᴛʀᴀ ꜱɪʟᴀʟᴀʜɪ

 

"Apakah aku bisa kembali ke masa Lalu?"

 "Jika iya apa yg akan terjadi? apakah hidupku akan berubah?" ucapku dalam hati. 

"Memangnya Ini Doraemon?, yang punya mesin waktu di meja belajar  Nobita apa?" gumamku.

         Termenung dan saat itu memori masa lalu terputar kembali di kepalaku

"Kringggg... saatnya istirahat pertama diimulai," begitulah suara bel  SMPku dulu.

"Do kantin gas?" tanya Andre temanku."

"Ayok haus pula aku  pengen beli es pino," sahutku.

"Aku ikut la ..bareng kita tapi, ke toilet dulu yok," ujar Thomas

"Ayoklah akupun mending ke toilet dulu sebelum makan es, nanti sakit perut pulak, repot lagi."

Kami pun pergi ke toilet yang tidak jauh dari kelas kami 9C (Sembilan C).

Sabtu, 27 November 2021

BELLA REMAJA

 


Maria Lingga

 

    Aku menjalani hariku setiap hari aku menikmati cerita yang selalu bertambah setiap harinya namun aku tak bisa menjelaskan seperti apa hari hari yang ku nikmati itu. Senin itu aku berangkat sekolah ditemani pagi yang cerah dengan matahari yang indah, menyinari ceritaku setiap hari.

"De mau kesekolah kah? ayo naik!" ucap seorang tukang beccak.

        "Ohh iya bang," ucapku sambil menaiki beccaknya dengan senyuman tipis.

        "Mau langsung diantar ke dalam de?"

        "Sampe sini aja bang, makasih." balasku sambil  berjalan menuju lapangan.

Diri Sendiri

 



Karya: Mari Artha Purba

 

     Aku terbangun lagi di antara sepi hanya pikiran yang ramai. Hari ini adalah hari yang aku rasa istimewa namun tak aku suka, tak boleh lupa kalau hari ini sekolah. Hari ini disambut dengan cuaca mendung dan berkabut yang membuat udara begitu dingin. Ingin aku berkata kasar namun tak bisa.

     Terkadang aku merasa sekolah itu tak menyenangkan dan sangat membosankan. Tapi demi masa depan yang cerah aku harus tetap semangat. Walaupun kurang menyenangkan.

     Aku adalah gadis desa yang di lahirkan dan di besarkan di keluarga petani.Hidup sederhana adalah kebahagiaan diriku dan keluargaku. Hidup dengan ekonomi lebih kurangnya cukup bagi kami. Orang tuaku selalu mengajarkan kami anak-anaknya untuk tetap bersyukur dalam apapun itu. Orang tua kami tak menuntut anak-anaknya pintar, namun orang tua kami menuntut kami agar bertanggung jawab dari apa yang kami perbuat. Aku adalah kakak dari adik-adik ku. Nama ku adalah Mari Artha Purba biasa di panggil dengan sebutan Artha.

Daring

 



Oleh: Via Senjelin purba

    

                                     

Semenjak Covid 19 datang dunia bahkan sampai ke tanah air. Hampir semua aktivitas terbengkalai. jangankan yang bekerja kantoran sekolah saja harus melalui smartphone atau laptop.

Saya dan teman teman saya merasa kesulitan dalam menerima pelajaran yang di berikan oleh guru. Apalagi dalam masalah mengirim tugas. Nama nya juga di perkampungan pastinya masalah jaringan lelet.

"Oi Ges... emm udah siap tugas video bahasa Inggris mu?" tanya  Via.

"Hai.. Vi belum materinya aja belum ku buat." jawab Ges

MERIAM BAMBU

 


Dhimas Krisna


           Dimalam yang dingin diselimuti kegelapan, aku dan teman ku duduk disamping api unggun. Kami merencanakan untuk membuat meriam bambu untuk merayakan pergantian tahun. Kami sangat senang dengan segala rencana kami pada malam itu. Sampai - sampai tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 00:00. Keesokan harinya aku mengajak teman-teman ku untuk mengambil bambu, untuk bahan membuat meriam. Itu masih pagi, embun masih menyelimuti rerumputan yang kami lalui, sehingga celana kami basah kuyup.

"We dingin kali pun." kata teman ku agak menggigil.

"Ayok lah biar cepat siap!" ucap ku padanya.

BINGUNG

                                            


                                                              

                                                               KARYA : ELYANA SRAGIH

 

 

           Disore hari hujan sangat turun deras, tampak suara hujan yang berjatuhan kebumi dengan suara petik yang kuat bergemuruh  seperti membelah langit dan kilat-kilat serasa menyatat bumi.

 

           Aku termangu dikamar, hal apa yang akan bisa kulakukan kalau hal yang seperti sekarang ini. aku melamun panjang sampai- sampai suara ibu tak terdengar memanggil namaku.

  "El,El ,El !" panggilnya dengan suara agak marah.

"Iya ma, ada apa?"

"Kamu dipanggil- panggil tak menjawab,apa yang kamu lakukan dikamar hingga tak dengar?"

"Aku melamun hingga hampir tertidur" gumamku sambil tertawa dan garut- garut kepala.

"Ya sudah, bantuin memasak!" dengan raut yang agak kesal.

"Oke mak, dengan senang hati."

Dihari Itu

 


By: Desy Ananda Gultom

 

   Cittt.. cittt...

   Suara burung terdengar dari dahan pohon dekat rumah. Aku bangun dan melihat ke arah jam,

 "Astaga, Sedikit lagi aku akan terlambat."  dalam benak.

Segera aku memberesi tempat tidur dan bergegas  mengganti seragam sekolah.

"Des.. Desyyy..." Suara terdengar dari luar sangat lantang.Aku bergegas membukakan pintu dan melihat siapa yang memanggil namaku, ternyata Devira.

"Cepat." ucapnya sedikit kesall.

Aku bergegas mengambil tas dan kami berangkat.

" Tumben hari ini cepat?" ucap kami berdua sambil ngos ngosan.

"Kalian yang lama, cepat naik!" Ucap abng Beca sambil tertawa kecil.

  Lagi pula disana nanti kita masih menunggu teman Kalian yang lain. Kamipun pergi, ternyata betul kami menunggu mereka.

Membantu Ayah dan Ibu

 


Karya  Juni Suprianto Damanik

 

Saya tau hidup ini sangat keras. Saya tau hidup ini menginginkan perjuangan yang sangat keras. Bahkan saya sadar hidup ini menuntut agar setiap manusia mampu memperkuat perjuangannya masing masing. Hidup ini sangat sangat keras. Siapa yang tidak berjuang dalam mencapai suatu kebutuhan hidup nya maka dia akan menderita. Maka untuk itu saya menuliskan suatu karangan saya yang tidak begitu sempurna ini dan saya akan memulainya.

Pada awalnya saya menceritakan kehidupan saya yang sederhana. Pada setiap hari saya harus membantu orang tua saya. Orang tua saya adalah petani. Saya anak pertama dari lima bersaudara. Setiap hari saya bangun pagi dengan cepat. Pada dasarnya saya setiap hari sekolah. Pada suatu hari saya berbincang dengan orang tua saya yaitu ayah saya. Saya pun bertanya.

"Pak.. Bagaimana sih kebijakan yang harus kita perbuat agar perekonomian kita berubah?" 

LIBURAN KE TARUTUNG

 



Karya:Aldi Hamonangan Pangaribuan


      Halo perkenalkan namaku Aldi Hamonangan Pangaribuan aku akan menceritakan jalan-jalan ke Tarutung.           

       Pada hari Selasa, tanggal 29 Januari 2018 kami berencana jalan-jalan ke Tarutung ke rumah bou saudara  bapak. Pada pagi harinya kami bangun jam 5 pagi untuk beres-beres barang dan cuci muka karena perjanjian kami berangkat pukul 07.00. Tidak lama kami beres-beres, mobil rentalan datang,kami pun mengangkat barang-barang sebagian keluar. Pak sopir buka bagasi mobil, sambil masukkan barang-barang yang kami angkat yg keluar tadinya. kami balik lagi ke rumah ngambil barang-barang yang tadi belum diangkat sambil hati gembira, penuh semangat, barang-barangnya karena di benak pikiran kami hanya jalan-jalan. sesudah kami masukkan barang ke dalam bagasi mobil kami pun masuk kedalam mobil semua dan berangkat menuju tujuan. Setengah jam di perjalanan aku merasakan udara jalan Simarjarunjung yang sejuk pada pagi hari dan sunyi, yang tidak ada kendaraan yang lewat.

PULANG KAMPUNG KE SAMOSIR


 

Oleh: Agustinus Delon sitompul

                         

        Pada suatu hari pada tanggal 21 Oktober 2014 aku bersama teman sekampungku ingin pulang kampung ke Samosir. Pertama-tama kami pergi ke loket amplas yang berada di amplas Medan disana kami langsung ditanya oleh supir bussnya.

"Mau kemana kalian dek?" kata bapaknya bertanya sambil meminta ongkos orang yang berada di samping kami.

 Lalu kami menjawab, "Ke Anjibata pak!" ucap kami serentak lalu dia pun meminta ongkos kami seharga Rp45.000rupiah per orang lalu bus pun berangkat pada jam 08:30 wib menuju anjibata diperjalanan kami langsung tidur.

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...