Rabu, 19 Oktober 2022

𝗠𝗲𝘀𝗶𝗻 𝗪𝗮𝗸𝘁𝘂



ᴏʟᴇʜ: ᴀʀᴅᴏ ꜱᴀᴘᴜᴛʀᴀ ꜱɪʟᴀʟᴀʜɪ

 

"Apakah aku bisa kembali ke masa Lalu?"

 "Jika iya apa yg akan terjadi? apakah hidupku akan berubah?" ucapku dalam hati. 

"Memangnya Ini Doraemon?, yang punya mesin waktu di meja belajar  Nobita apa?" gumamku.

         Termenung dan saat itu memori masa lalu terputar kembali di kepalaku

"Kringggg... saatnya istirahat pertama diimulai," begitulah suara bel  SMPku dulu.

"Do kantin gas?" tanya Andre temanku."

"Ayok haus pula aku  pengen beli es pino," sahutku.

"Aku ikut la ..bareng kita tapi, ke toilet dulu yok," ujar Thomas

"Ayoklah akupun mending ke toilet dulu sebelum makan es, nanti sakit perut pulak, repot lagi."

Kami pun pergi ke toilet yang tidak jauh dari kelas kami 9C (Sembilan C).

Sehabis dari toilet kami pun langsung pergi ke kantin untuk mengisi perut.

"Kak es pino beku ada? sama roti kacang ijonya dua ya."

"Ada dek es pino beku 2 ribu ya sama roti 2 ribu juga, total 4 ribu ya."

"Oke kak makasih," ujarku kepada kakak kantin.

"Andre sama Thomas kok lama ya, ini kantin rame juga jadi pengap."

"Oi Do!.. ayo ke tempat makan," sambil menepuk pundakku.

"Lah si Thomas mana? kok ga ditunggu?" tanyaku.

"Ayo ke tempat makan ngapain bengong?" tiba tiba thomas sudah di sampingku.

"Astaga tom kek ninja aja kau tiba-tiba spawn," ujarku sambil tertawa kecil.

"Ada bakat jadi maling ini anak hahahahhah ..." sembari tertawa kami pergi makan.

" Kringgggg... Jam pelajaran ke empat akan segera dimulai," bunyi bel.

"Haduh udah masuk aj cepat kali ah.. Dre, Tom ayo masuk ke kelas."

"ayo," sahut mereka bersamaan.

Jam ke empat pun dimulai. Yahhh...pelajaran kali ini adalah IPA satu dari tiga pelajaran     yang aku kurang suka. Diurutan pertama ada matematika dan yang kedua ada prakarya, pengeluaran biaya yang kurang efisien dan berturut-turut buat beli bahan praktek aku kurang suka. Disaat yang membosankan itu Iyan sebangkuku bertanya

"Do gimana hubunganmu sama doi mu? Lancar?"

"Biasa lancar-lancar aja, kau udah selesai praktek prakarya?" tanyaku mengalihkan topik.

"Oh yang membuat miniatur rumah adat kan? belum lah."

"Gimana kalo bareng kita buatnya nanti? beli di apri kita bahannya," ajakku.

"Biaya nya gimana? Pasti banyak lah beli bahannya kan?"

"Ga banyak cuma 15 ribu kok santai, udah ku perhitungkan biayanya," ucapku meyakinkannya.

"Okelah nanti sepulang sekolah mampir di toko Apri kita ya."

"Yang lain gmna ga kita ajak? Andre, Thomas, Rido, Irvan?" tanyaku.

"Itu urusan nanti lah yang penting jadi dulu ntar kita ajak orang itu," ucapnya.

         Tanpa kami sadari bu RL yang dari tadi sibuk menerangkan materi mendengar obrolan kami.

"Ardo Iyan kalo pelajaran ipa dibahas itu pelajaran ipa jangan yang lain-lain," ucapnya.

"Apa susahnya memperhatikan pelajaran ibu, setidaknya kalo ga ngerti cukup diam dan dengarkan jangan malah ngobrol disitu!"

 "Haduhh mulailah nih jurus ngomel seribu bahasa andalan bu RL," gumamku.

      Dan berlanjutlah jurus omelan bu RL yang no counter hingga tidak terasa les 4-6 selesai begitu saja.

"Kringgg..istirahat kedua dimulai..." bunyi bel.

Aku yang bosan setelah di omeli memutuskan untuk mengajak teman-temanku.

"Kita usahakan dulu lah ya biar seru bareng² gitu."

"Okeee.." jawab kami serempak

        Ujian kelulusan pun tiba , janji hanyalah sekedar ucapan yang tidak bisa kami tepati.

Thomas sekolah di Medan, Andre,Paldi,Rido sekolah di Seribudolok. Irvan dan Iyan di siantar.

Dan aku yaaahh.. Sendiri di Tigarunggu ini hehe.Bertemu teman teman baru dan memulai hubungan baru . Disini aku bertemu beberapa teman yang memiliki memori bersama

Sepintas terputar di kepalaku beberapa kejadian di Sma.

"Ting tong .. Saatnya istirahat," bel yang sedari tadi ku tunggu akhirnya berbunyi juga .

"Blan, Yon ayo ke toilet," ajakku.

"Ayo aku juga pengen ke toilet," jawab Deon.

"Aku disini aja ga pengen ke toilet, kalian berdua aja," jawab Blan.

"Okee.." jawab kami berdua.

Di perjalanan ke toilet kami ngobrol.

"Yon tadi mtk kau paham ga pemaparan ibu itu?" tanyaku.

"Apa pula paham aku pun tidur nya tadi ehehehhe."

"Ahahahha gila masa tidur ah emang ga ketahuan bu MA?"

"Nggak lah aku kan udah profesional soal gitu."

"Hoki ajanya itu ga ketahuan bu MA kalo ketahuan abis ntar."

"Ngga lah aku udh terlalu profesional kok."

"Berbakat jadi DPR lah ya ahhhhaahhaha."

"Ahahhaha kok DPR lah apa karna tukang tidur emang? Hahaahaha."

"Eh cepatlah biar ke kelas kita, si Blan udah nunggu itu."

"Okeee.." jawabnya.

      Setelah itu kami kembali ke kelas. Seperti biasa kami membawa bekal dari rumah dan mulai makan. 10 menit berlalu kami selesai makan dan les ke 7-8 dimulai.

 Pembelajaran selanjutnya dimulai yaitu Agama. Pembelajaran yang aku cukup sukai soalnya guru yang mengajar suka bercerita hingga membuatku tertidur hahahahha.

"Kringgg pembelajaran hari ini telah selesai," bunyi bel.

Aku dan teman-temanku pun beranjak pergi meninggalkan kelas

" Ngopi dulu yok ke puncak nyantai-nyantai besok libur kan aman," ajak Elo temanku.

"Yaahhh aku si ikut-ikut aja," jawab Deon.

" Samaaa.." jawabku dan blan serempak.

"Simson jangan lupa diajak ya," ucap lambok.

"Yaudah ayo ke kelas simson," ajak Elo.

"Son ayo ngopi ke puncak?" ajakku.

"Ayo tapi tunggu bentar aku piket ya."

"Okeee.." jawab kami serempak.

        Kami pergi ke puncak mengendarai sepeda motor yang memakan waktu kurang lebih 15 menit. Sesampainya disana kami memesan kopi dan roti.

" Kak kopimix nya enam ya sama rotinya juga," ucapku.

"Oke dek," jawabnya.

"Udah ku pesan bentar lagi selesai sabar ya."

"Okee.." jawab mereka.

        Kopi kami pun disajikan beserta rotinya, cuaca yang dingin membuat roti yang disertai kopi hangat memasuki tenggorokan mengisi perut menaikkan suhu badan kami.

"Ujian kelulusan udah dekat nih , udah ada rencana kalian mau kemana?" tanya blan.

"Ayo bareng kuliah di UGM? Soalnya kalo bareng pasti seru kan," ucap Deon.

       Aku terdiam dan merasa Deja Vu terhadap suasana dan ucapan itu, sepertinya aku pernah mengalami kejadian ini fikirku.

"Kuliah bareng itu mungkin susah yon kita beda beda tujuan soalnya jadi fokus ke jalan masing-masing aja lah ya semoga sukses di pilihan masing masing," ucapku.

"Okelah ...kemanapun tujuan kita semoga semua berhasil sehat sehat dan tujuan tercapai."

"Cheerss..." klanggg.

Ujian akhir sekolah sudah kami lalui, kami semua lulus dengan nilai memuaskan. Masa Sma ku akhirnya selesai, semuanya mulai fokus mengejar goals masing-masing.

 "Eh do udah lama nunggu disini ?" ucap seseorang yang kukenal menggubyar kesadaranku

"Eh belum kok baru nyampe juga haha," jawabku.

       Sosok itu adalah Simson yang baru sampai di kafe tempat kami janjian bertemu setelah sekian lama. Tidak lama kemudian muncullah Deon, Blan, Elo, Lambok

"Wuihhh pake seragam datangnya ya keren-keren hahahahhahaha," ucapku

"Yoi lah, apa kabar do  pak dosen hahahhah," ucap Blan sambil menyalim.

"Puji Tuhan baik yaudah ayo ayo duduk dulu pesan minum."

        Obrolan kami pun berlangsung lama kafe di jalan merdeka menjadi tempat kami melepas rindu setelah sekian lama berpisah setelah kelulusan SMA.

Teman teman ku yang dulunya cuma anak anak polos sekarang sudah menjadi orang orang yang hebat yah..  Deon dan Lambok Menjadi Tentara, Blan dan Elo menjadi polisi, Simson mendalami karirnya sebagai atlet sepakbola yang hebat. Dan aku menjadi Dosen di ITB

Sungguh proses yang tidak disangka kerja keras disertai doa dan dukungan membuat kami seperti ini.

"Ahhhh ingin rasanya aku kembali ke masalalu dan spoiler ke diri kita di masa SMA seperti apa kita sekarang," ucapku.

"Ada ada aja kau do mana bisa juga apa karna jadi dosen jadi maniak kuantum?"

"Ahahahhahahahhahha..." tawa kami Semua.

 

Begitulah kehidupan selalu ada perubahan, perubahan yang sudah pasti terjadi mau kita siap tidak siap, perubahan yang kita dapatkan sesuai dengan kerja keras kita baik itu perubahan yang baik maupun sebaliknya. Untuk mendapatkan tujuan yang diinginkan diperlukan persiapan yang matang. Dan tentang kenangan? kenangan tidak dapat diulang kembali jika bisa ya..harus menggunakan mesin waktu, namun di peradaban seperti sekarang itu adalah hal yang mustahil. Apa kita harus menunggu sampai abad ke 22 seperti Doraemon untuk mendapatkan mesin waktu? Ya siapa yang tau hahahaha namun, kenangan dapat kita simpan berupa gambar atau foto disaat kita melihat kembali foto tentang suatu kenangan kita maka kita akan teringat kembali akan hal hal yang terjadi di suatu masa yang kita lalui dahulu.

                  Penulis adalah siswa SMA Negeri 1 Purba 2022

 

 

 

 

 

     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...