Rabu, 19 Oktober 2022

KEJADIAN MALAM ITU



Karya : Jovita Ckristiani Panjaitan *

 

Malam itu, pukul 19:30 seorang gadis pergi mengendarai sepeda motor, bersama adiknya yang berusia 9 tahun. Mereka pergi ke sebuah kedai untuk membeli ikan, sayuran, dan bahan lainnya untuk dimasak.

Sesampainya di kedai gadis tersebut membeli belanjaan yang telah dia tulis kan dari rumah. Dan dia juga mengambilkan beberapa jajanan untuk adiknya.

Setelah selesai belanja gadis tersebut kembali mengendarai sepeda motornya untuk pulang ke rumah.

ANAK YATIM PIATU SUKSES JADI JURAGAN PERKEBUNAN / PERTANIAN



*Karya: ANGELINE TURNIP

     Sore hari di sebuah rumah ada kedengaran teriakan ibu yg berteriak meminta tolong karena ingin melahirkan tetapi tidak ada yg mendengar teriakan Ibu tersebut sampai ibu tersebut pingsan, dan tak lama kemudian anaknya pulang dari sekolah. Kemudian anak tersebut Ibu mencuri Ibu dari  pintu masuk dan melihat semua kamar dan tidak menemukan ibunya.

Penyesalan Ibu Tiri



*Karya: Febiyola Haloho*

                                                               

         Di sebuah rumah sakit Jakarta selatan, seorang ibu sedang berjuang melahirkan, di temani oleh suaminya."Ueeee ueeee." Suara tangisan bayi pun terdengar, tapi sayangnya, nafas ibunya berhenti sampai di situ. Suaminya sangat terpuruk kehilangan istri kesayangannya, dia harus membesarkan anaknya dengan sendirian.

        Ia memberi nama anaknya Kesya. Kesya kini berumur sepuluh tahun, tapi sayangnya, ia sering di ejek oleh teman-temannya di sekolah,  karena tidak punya ibu. Hal itu membuat mental Kesya terganggu, saat di sekolah. Karena tidak ingin terus-memerus di ejek oleh teman temannya, Kesya memberi tahu pada ayahnya. Ayah kesya merasa sedih mendengar ucapan anaknya, karena kasiahan kepada Kesya, ia memutus kan untuk menikah lgi dengan gadis yg rupawan, yg bekerja di kantor nya. Akan tetapi gadis rupawan itu tidak mencintai suaminya,

Ketakutan dan Keraguan

 



Karya : Jhonatan Antonius Purba

 

                Disuatu hari malam yang penuh ketakutan, tidak terdengar suara apapun yang ada hanya ketakutan yang malang kedalam hati. Melihat temannya tidak kunjung sadar, ketakutan semakin menguat.

               Langit semakin gelap ditutupi awan hitam. Mereka tidak tau apa yang harus mereka lakukan. Keraguan semakin kuat. Sesaat sebelum kejadian mereka berada disekolah.

"Angga, Ido, Dika, Sera nanti kita pulang bareng ya," ucap Lila.

CINTA DAN PETUALANGAN

 


Karya Oleh Elimanson sipayung

 

       Pada suatu pagi seorang pria bernama Arda yang berumur 20 tahun ,dia sangat suka berpetualangan dengan mendaki gunung dan dia merupakan seorang yang suka dengan kesendirian dan menikmati kesunyian di kala dia mendaki gunung. Pada pagi itu dia bersiap-siap untuk bergegas pergi ke gunung Rinjani untuk mendaki gunung tersebut, setelah dia beres-beres dia berpamitan pada orang tuanya dan memulai perjalanannya dengan sepeda motornya selang waktu berjalan setelah perjalanan 2 jam dari rumahnya diapun tiba di kaki gunung Rinjani tersebut, dia menitipkan sepeda motornya di warung di kaki gunung tersebut dan dia pun memluai perjalanan untuk mendaki gunung tersebut dan membawa semua peralatan yang telah dia persiapkan.

      Selang waktu berjalan diapun sampai di 2 km pertama  gunung tersebut dan bertepatan pada jam 18.00. Ardapun mulai membenahi tenda untuk istirahat, disana diapun mencari kayu bakar untuk membuat api unggun. Tiba-tiba dia mendengar suara yang mengatakan "tolong tolong", dia mengira suara tersebut hanya imajinasinya tetapi suara tersebut terus berkumandang di telinganya dan diapun mencari suara tersebut. Suara itu merupakan seorang wanita yang terjatuh ke lubang sumur di pegunungan tersebut tak pikir lama Arda pun berlari ke tendanya untuk mengambil tali untuk menolong wanita tersebut. Setelah dia berhasil mengeluarkan wanita tersebut diapun berkata.

 “Kamu gak papa kan?"

 "Nggak papa kok cuma kaki kiri ku sepertinya terkilir,”  saut wanita tersebut.

 Lalu Arda pun mengajak perempuan tersebut ke tenda yang telah di siapkan sebelumnya dan dia pun mengobati kaki wanita tersebut dan mereka saling berbincang, sahut Arda.

 "Ngomong-ngomong namaku Arda,” sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan  dan saut wanita tersebut .

"Ooh aku Dinda," sambil membalas jabatan tangan Arda.

 "Kok bisa sih kamu terjebak di lubang sumur itu,"

"Ceritanya gini, tadikan aku sempat kebingungan arah jalan gunung ini, terus aku lihat ada petunjuk jalan yang melekat di pohon karna saking fokusnya melihat petunjuk yang di pohon itu aku nggak lihat ada sumur yang tertutupi dedaunan terus nyungsep deh ke dalam,”

"Ooh makanya kalo eksplor sendirian kudu hati hati neng,"  ucap Arda dengan logat jawanya.

       Setelah Arda mengobati kaki Dinda diapun memasang tenda Dinda untuk tempat Dinda tidur dan beristirahat, selang waktu berjalan mereka pun bergegas untuk tidur di tenda masing masing dan melanjutkan perjalanan mereka di pagi hari mereka berdua merupakan pendaki yang memiliki tujuan yang sama yaitu menuju puncak dari gunung Rinjani tersebut. Keesokan harinya merekapun terbangun di pagi hari ditemani dengan dingin nya pagi itu dan Sunrise, Ardapun membuat sarapan untuk mereka berdua sebelum memulai perjalanannya lagi.  Arda bertanya kepada Dinda,

"Kaki kamu udah baikan kan?"

"Udah baikan kok udah bisa jalan juga ,"

 "Ohh kalo gitu kita siap siap aja dulu terus kita lanjut perjalanan kita,"

"Okeh," saut wanita tersebut dengan penuh semangat.

        Merekapun melanjutkan perjalanan mereka, di sepanjang perjalanan merekapun saling membantu masing-masing dalam melawati rintangan gunung tersebut di perjalanan tersebut mereka mengobrol untuk memperdalam hubungan mereka. Disana mereka tertawa dan bercanda gurau sambil menikmati perjalanan mereka, setelah 7 jam perjalanan mendaki gunung tersebut mereka akhirnya samapai di puncak gunung Rinjani, disana mereka tersenyum lega dan menikmati keindahan sunset di sore itu. Disana Arda mulai merasakan mulainya tumbuh perasaan suka pada wanita yang bernama Dinda tersebut, disana jantungnyq berdebar Karena itu merupakan suasana pertama untuknya  dia berkata pada dirinya.

"Wah perasaan apa ini jantung ku serasa berdetak kencang ketika berada di dekatnya, apakah ini yang di maksud dengan emosional cinta."

Kemudian Dinda menarik tangan Arda dan Mereka berfoto bersama sebagai kenangan bahwa mereka  pernah melakukan perjalanan bersama.

       Selang waktu berjalan waktu mulai gelap merekapun mendirikan tendanya masing masing dan mulai mencari kayu bakar untuk membuat api unggun, setelah api menyala merekapun duduk bersama dan menikmati secangkir teh dan keindahan bintang dan sinar cakrawala di malam hari itu, Arda merasa bahwa wanita yang berada di sampingnya tersebut merupakan seorang yang cocok dengannya karena ketika berada di sampingnya Arda merasa nyaman. Sebelumya Arda merupakan seorang pria yang tidak suka pergaulan dia lebih suka menyendiri dengan menikmati alam namun kini dia sudah merasakan tentang indahnya jika memiliki seorang teman yang benar dia inginkan. Dia berancana ingin mengungkapkan perasaannya kepada Dinda di pagi hari.

      Sesampai di pagi hari dia mulai mengumpulkan keberaniannya untuk mengungkapkan perasaannya, tetapi dia terus berpikir bahwa ketika dia mengungkapkannya dia takut untuk ditolak diapun mengurungkan niatnya untuk mengungkapkan perasaannya tersebut. Selang waktupun Meraka bergegas untuk berangkat pulang dan menuruni gunung tersebut, selama perjalanan Arda terus bertanya tanya dalam hatinya.

"Pria seperti saya mana mungkin layak untuk wanita secantik dia,saya hanya seorang yang memiliki keluarga sederhana sedangkan dia merupakan seorang yang berasal dari keluarga ternama,"

       Dia mengatakan tersebut karena mereka telah berbincang satu sama lain tentang status dan keluarga mereka masing masing meskipun Arda tau bawha Dinda merupakan seorang wanita yang singel, tetapi Arda merasa malu untuk mengungkapkan perasaannya akibat status mereka yang berbeda jauh, selama perjalanan Arda hanya terdiam dan merenung tentang perasaan yang iya rasakan dia terus bertanya dalam hatinya apakah dia akan mengungkapkannya atua hanya memendamnya sampai perpisahan yang akan mereka jalani, sedangkan Dinda terus bercerita tentang masa smanya dulu yang penuh dengan kenangan. Arda hanya menganggukk dan merespon cerita Dinda dengan singkat.

Setelah perjalanan selama 6 jam merekapun tiba di kaki gunung Rinjani tersebut, tetapi hari mulai gelap dan merekapun berencana mendirikan tendanya masing masing di samping warung yang berada di kaki gunung tersebut setelah mereka menyiapkan tendanya tersebut merekapun beristirahat dan melanjut perjalanan di pagi hari. Keesokan paginya Mereke berencana untuk pulang ke rumah masing-masing, suasana Dinda menunggu kakaknya untuk menjemput, kakaknya merupakan pemilik sebuah penginapan di daerah pegunungan tersebut.

 Ardapun melihat Dinda sendiri menunggu kakaknya, diapun menemani sang wanita yang dia sukai tersabut, diasana mereka saling mengucapkan kata perpisahan sebelum mereka pulang ketujuannya masing masing. Diasana Arda benar benar ingin mengutarakan perasaannya dia mengumpulkan semua niatnya dan mengatakan dalam hatinya.

"Akan kulakukan sekarang atau tidak sama sekali."

 Diapun berjalan ke arah Dinda dengan perasaan grogi dan mengucapkan,

"Dinda aku menyukaimu aku memendam perasaan ini sejak kita berada di puncak gunung itu. Ini merupakan kali pertamanya aku mengutarakan perasaan kepada seorang wanita, aku hanya ingin mengutarakan apa yang ada dalam hatiku kalopun kau tidak membalasnya tidak apa apa kok itu keputusanmu sendiri. Sekian dan terima kasih atas hal yang telah kita lakukan bersama selama 2 hari terakhir ini, pengalaman ini merupakan hal yang berarti untukku akan ku ingat ini selamanya."

Ardapun menjabat tangan Dinda dan mengucapkan selamat tinggal kepadanya , diapun menuju sepeda motornya dan bergegas untuk pulang. Tak lama kemudian Arda merasa ada yang memegang punggungnya dan dia menoleh ke belakang dan itu merupakan Dinda yang tersenyum manis kepadanya dan mengucapkan

"Aku terima kok perasaan kamu lagian kamu itu orangnya asik meskipun kamu itu lugu, dan hal lain yang aku sukai dari kamu itu adalah kamu itu pria yang suka dengan kesunyian kan kita sama sama memiliki kebiasaan yang sama tersebut  mulai sekarang kita akan menikmati suasan tersebut bersama."

 Arda pun tersenyum dan memeluk Dinda dengan erat dan tertawa dengan lega dan di penuhi perasaan gembira. Sejak saat itu merekapun menjalin hubungan sebagai pacar dan mereka sering melakukan pendakian bersama sama.

     Ada dua hal yang dapat kita simpulkan dari cerita tersebut yang pertama yaitu,

"Bahwa kesendirian itu terkadang menyenangkan dan damai tetapi terkadang juga dapat menimbulkan kesepian, untuk itu kita perlu seseorang yang benar benar mau menemani kita di kesunyian tersebut."

Yang kedua adalah

"Jika kamu memendam perasaan kepada seseorang ungkapkan saja karena jika tidak maka kamu akan bertanya tanya selamanya."

 

Editor: Jhon Hermanto Purba

Penulis adalah siswa SMA N 1 PURBA

 

VARRO'S STORY

 


Karya Helen J V Purba*

 

       Di Minggu pagi yang cerah, seorang anak laki-laki dengan tubuh gagahnya dan kulitnya yang berwarna sawo matang sedang melakukan olahraga kecil untuk meregangkan otot-ototnya yang kaku, karena dia baru saja bangun dari tidurnya yang nyenyak malam tadi.

Di saat menuruni anak tangga, dia sudah disambut oleh ibunya yang sedang berada di dapur.

KEJUJURAN

        


                

                                                      Karya : Mia Engie Bestari Saragih

 

                 Malam begitu tenang, langit dihiasi oleh bintang-bintang bertebaran menemani gagahnya raja malam yang bersinar terang menebar cahaya berkilauan. Sesekali terdengar suara jangkrik dan burung malam memecah keheningan. Udara terasa dingin dan menyegarkan membuat diriku yang sedang belajar tetap fokus dan semangat di meja belajarku.

             Materi yang telah di ajarkan guru kupelajari kembali, aku bersungguh-sungguh dalam  mempelajari materi pelajaran ini agar aku bisa menjawab ujian harian besok dengan nilai yang paling  tinggi. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 23:00 WIB.

New Universe : LABUHAN MASA DEPAN

 



Karya : Gryfia Munthe

 

Aku Nafasha Stichler. Saat ini, umurku 15 tahun. Aku duduk di bangku kelas XI SMA. Sejak SD, aku sudah ikut kelas akselarasi yang menetapkan sistem 4 bulan per semester.

Saat aku masih kecil, Pamanku yang adalah direktur NASA di Washington, menitipkanku pada Budeku. Aku yang tidak mau lebih lama merepotkan Bude, memilih untuk tinggal sendiri. Aku akan tinggal di rumah orangtuaku, yang sudah meninggal karna kecelakaan pesawat.

Pemuda Kaya Yang Tinggi Hati

 


Karya: Reza Imelia Simbolon.

 

"Nak,sedekah nak..."

"Sedekah kamu bilang,kamu kirain cari uang itu gak payah? Seenaknya aja kamu minta sedekah, kerja lah, biar bisa makan, bukan tau nya hanya minta minta aja."

"Nenek sudah tidak makan 1 minggu ini nak, berilah nenek sedikit sedekah nak, biar nenek tidak kelaparan lagi."

"Itu bukan urusan saya, biar nenek rasain dulu gimana susahnya cari uang. ucap si pemuda kaya."

Si pemuda pun langsung pergi meninggalkan nenek yang meminta sedekah sama dia, Dan si nenek pun berkata :

"Semoga kelak, kamu akan merasakan apa yang saya rasakan saat ini."

Si pemuda kaya pun tidak mendengarkan ucapan si nenek dan melanjutkan perjalanan nya saja, tanpa rasa kasihan sedikit pun.

JANJI SUCI SEORANG PERWIRA



Pengarang:Gloria Damanik

 

Di sebuah desa hiduplah keluarga yang sederhana dan tidak sombong.

Salah satu dari anggota keluarga pak sari terlahir sebagai perwira angkatan Darat yang bernama leo. Leo adalah seorang perwira angkatan Darat yang rendah hati dan suka menolong, iya juga memiliki banyak tanggung jawab selain untuk adik adik nya iya juga memiliki tanggung jawab yang begitu besar ya itu untuk negaranya.

𝗠𝗲𝘀𝗶𝗻 𝗪𝗮𝗸𝘁𝘂



ᴏʟᴇʜ: ᴀʀᴅᴏ ꜱᴀᴘᴜᴛʀᴀ ꜱɪʟᴀʟᴀʜɪ

 

"Apakah aku bisa kembali ke masa Lalu?"

 "Jika iya apa yg akan terjadi? apakah hidupku akan berubah?" ucapku dalam hati. 

"Memangnya Ini Doraemon?, yang punya mesin waktu di meja belajar  Nobita apa?" gumamku.

         Termenung dan saat itu memori masa lalu terputar kembali di kepalaku

"Kringggg... saatnya istirahat pertama diimulai," begitulah suara bel  SMPku dulu.

"Do kantin gas?" tanya Andre temanku."

"Ayok haus pula aku  pengen beli es pino," sahutku.

"Aku ikut la ..bareng kita tapi, ke toilet dulu yok," ujar Thomas

"Ayoklah akupun mending ke toilet dulu sebelum makan es, nanti sakit perut pulak, repot lagi."

Kami pun pergi ke toilet yang tidak jauh dari kelas kami 9C (Sembilan C).

Sabtu, 27 November 2021

BELLA REMAJA

 


Maria Lingga

 

    Aku menjalani hariku setiap hari aku menikmati cerita yang selalu bertambah setiap harinya namun aku tak bisa menjelaskan seperti apa hari hari yang ku nikmati itu. Senin itu aku berangkat sekolah ditemani pagi yang cerah dengan matahari yang indah, menyinari ceritaku setiap hari.

"De mau kesekolah kah? ayo naik!" ucap seorang tukang beccak.

        "Ohh iya bang," ucapku sambil menaiki beccaknya dengan senyuman tipis.

        "Mau langsung diantar ke dalam de?"

        "Sampe sini aja bang, makasih." balasku sambil  berjalan menuju lapangan.

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...