Rabu, 27 Oktober 2010

NEURON BERKOTAK-KOTAK


Kepulan dioksida dari mulut tak’ cukup mengantar keindahan hingga ubun-ubun nurani.
Ada gelisah yang harus dicambuk diantara konflik.
Ada letih yang harus dihina kala mendung menyapa.
Ada hasrat "kobel" yang harus dihempas indahnya tarian bangau.
d...a....n...

Ada persaudaraan yang harus dipupuk dalam keterbukaan di hamparan alam.
j...u...g...a..
Ada kemauan jiwa dalam emosi yang harus diredam ketika ujaran-ujaran mengacungkan rasa menggapai langit.
Tak bisa dipungkiri sejuta neuron dalam detak-detak berkotak-kotak berbentur kala menyampaikan sekelumit gelisah dan harap.
Itu bukan perbedaan,
i…t…u...
k…e…k…a…y…a…n…
bersama.
Oleh Katupuk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...