Kepulan dioksida dari mulut tak’ cukup mengantar keindahan hingga ubun-ubun nurani.
Ada gelisah yang harus dicambuk diantara konflik.
Ada letih yang harus dihina kala mendung menyapa.
Ada hasrat "kobel" yang harus dihempas indahnya tarian bangau.
d...a....n...
Ada persaudaraan yang harus dipupuk dalam keterbukaan di hamparan alam.
j...u...g...a..
Ada kemauan jiwa dalam emosi yang harus diredam ketika ujaran-ujaran mengacungkan rasa menggapai langit.
Tak bisa dipungkiri sejuta neuron dalam detak-detak berkotak-kotak berbentur kala menyampaikan sekelumit gelisah dan harap.
Itu bukan perbedaan,
i…t…u...
k…e…k…a…y…a…n…
bersama.
Oleh Katupuk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar