Rabu, 10 November 2021

HIDUPKU TERASA HAMPA

 



Karya: Gresya V Haloho

                                       

         Namaku Gresya Haloho. Ini kisahku. Dimana saat itu aku masih duduk di kelas 2 SMP dengan usia 13 tahun. Aku anak pertama dari 5 bersaudara. Nama adikku yang pertama, Jhon Fadli Haloho. Dia berusia 11 tahun duduk dikelas 6 SD. Nama adikku yang kedua, Chilvia Haloho, masih TK dan berusia 6 tahun. Adikku ketiga bernama Jhon Kedro Haloho dengan usianya 3 tahun. Dan adik bungsuku bernama Airin Haloho, usianya masih 2 tahun. Kami anak dari pasangan inisial J.Haloho dan L.Silaban. Kami terlahir dalam keluarga yang sederhana.

       Orangtuaku bekerja sebagai petani. Setiap hari mereka sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami.

PERSAHABATAN, SEKOLAH, DAN KEHIDUPAN


By : Desi Madarispa Purba



     Suatu hari disekolah dalam kelas ada tiga orang murid yang sedang berbincang bincang, anak-anak ini mempunyai geng bernama tralalatrilili, yaitu Tara, Lala, Tri, dan Lili, maka dari itu mereka menamakan gengnya "TRALALATRILILI".

      Dengan ceria Tara, Lala, dan tri masuk ke kelas, mereka merasa ada yang kurang mereka sangat kebingungan apa yg menurut mereka yang kurang.

  "Oh.....ya Lili, pantas saja sepi banget biasanya kan dia yang paling bawel." ucap Tri.

Membantu Ayah dan Ibu

 


Karya. Juni suprianto damanik

 

Saya tau hidup ini sangat keras. Saya tau hidup ini menginginkan perjuangan yang sangat keras. Bahkan saya sadar hidup ini menuntut agar setiap manusia mampu memperkuat perjuangannya masing masing. Hidup ini sangat sangat keras. Siapa yang tidak berjuang dalam mencapai suatu kebutuhan hidup nya maka dia akan menderita. Maka untuk itu saya menuliskan suatu karangan saya yang tidak begitu sempurna ini dan saya akan memulainya.

Pada awalnya saya menceritakan kehidupan saya yang sederhana. Pada setiap hari saya harus membantu orang tua saya. Orang tua saya adalah petani. Saya anak pertama dari lima bersaudara. Setiap hari saya bangun pagi dengan cepat. Pada dasarnya saya setiap hari sekolah. Pada suatu hari saya berbincang dengan orang tua saya yaitu ayah saya. Saya pun bertanya.

"Pak.. Bagaimana sih kebijakan yang harus kita perbuat agar perekonomian kita berubah?"

SAHABAT

 



By: Inha Parhusip



         Di sebuah kampung ada tiga teman  yang mulai dari kecil selalu bermain bersama. Canda tawa yang bahagia. Tiga sekawan ini selalu tolong menolong mulai dari kecil. Nama tiga sekawan ini adalah Irwan, Tono,  dan Aldo. Tiga teman ini hidup dari keluarga yang berbeda. Irwan dari keluarga sederhana, Tono dan Aldo bisa dibilang lumayanlah. Persahabatan mereka dimulai dari TK. Dimana mereka tidak pernah saling mengejek.

         Mereka pun melewati masa masa sekolah bersama SD, SMP, dan SMA. Mereka melewati masa-masa susah senang bersama. Namun hal buruk menimpa keluarga Irwan karena ayah nya meningal dunia karena sakit paru-paru. Teman-temannya pun turut berdukacita.

CERITA IBUKU


Karya: Grace Christine Malau

 

Zahra POV

  Disuatu sore, aku dan adikku sedang duduk di teras depan rumah. Kami berbincang-bincang dengan ibu, sambil menunggu ayah pulang dari tempat kerjanya. Kami bersama sama memandang indahnya langit sore yang berwarna jingga. Aku berfikir, betapa beruntungnya aku mempunyai keluarga yang bahagia serta harmonis. Ah andai ayah sudah ada disini. Akupun jadi teringat dan berfikir bagaimana dulu hubungan ayah dengan ibu. Oh ya, sebelumnya perkenalkan, namaku Zahra, aku mempunyai adik bernama Zahwa dan mempunyai orang tua yang sangat menyayangi kami. Ayahku bernama Zaidan dan ibuku bernama Zahara. Yahh inisial nama kami dari huruf Z semua hehe.

"Ibu, ayo ceritakan bagaimana kisah ibu dengan ayah dulu. Bagaimana kalian bisa berhubungan sampai menikah saat ini?" pintaku  pada ibu.

"PERJALANAN MENJANDI TENTARA"

 By: Jenrio Pakpahan

 


 

Ibuku merupakan tulang punggung bagi hampir disetiap keluarga. Di usianya yang sudah senja ibuku tetap mencari nafkah bagi aku,  kakek dan nenekku. Ibuku merupakan seorang kowad (Tentara wanita), namun tidak seperti kebanyakan yang kowad lakukan, seperti menjaga perdamaian, menjaga perbatasan, dan bahkan dikirim ke daerah yang sedang terjadi konglik, ibuku bekerja di bagian jasmani tentara yang biasanya melatih para tentara agar dapat naik pangkat dan juga mengurusi kegiatan tersebut, nyatanya tidak, kadang ibuku sering melakukan kegiatan yang menguras waktu dan tenaga sehingga harus kerja lembur yang akhirnya ibuku tidak dapat pulang ke "rumah ", karena aku dan kakek, nenekku dipisahkan oleh jarak, aku dan kakek, nenekku tinggal di Huta tongah dan ibu tinggal di siantar. Cukup sekian bagian dari orientasi, dari sini saya akan bercerita tentang perjalanan hidup ibu saya dimulai dari sekolah hingga sekarang menjadi perwira Karir, dan kata "Ibu" diganti menjadi "Aku".

Jumat, 05 November 2021

TERSESAT

 


 Karya: Lidia Ayu Sinaga

 

Aku masih ingat saat menghirup udara sejuk di desa kecil itu. Desa itu berada di sebuah pedalaman dan di sepanjang jalannya di penuhi pohon-pohon rindang. Saat berjalan di sepanjang jalan kita seakan di sambut oleh pepohonan yang melambai-lambai di hembus oleh angin. Desa itu adalah tempat tinggal temanku, Nina. Banyak pengalaman yang kami dapatkan saat berkunjung ke rumah Nina bersama empat orang temanku.

Liburan sekolah akhir semester pun telah tiba, ini waktu yang di tunggu-tunggu. Kami berencana menginap di rumah Nina, sebab kedua orang tuanya sedang ke suatu acara dalam satu Minggu ini. Rumah Nina cukup jauh dari rumahku,tapi kami bertekad membawa sepeda motor.Tidak lama dari  itu kami pun sampai di rumah Nina. Rumahnya sangat sederhana terbuat dari papan yang disusun rapi dan bunga-bunga indah yang menghiasi halaman rumah itu.

Jerit Payah Seorang Gadis untuk Mencapai Sarjana



 By: Adeliani Purba

 

        Seorang gadis ini memiliki impian untuk mencapai gelar Sarjana. Gadis ini bernama Alya, dia anak semata wayang, dan dia hanya mempunyai kedua orang tuanya itu pun orang tuanya udah tua, Sekarang Alya sedang menduduki bangku SMA.

        Dengan adanya niat, Alya tak pernah mengeluh tentang masalah yg pernah dihadapi dalam belajar, Ia terus berjuang  dan belajar dengan giat sehingga Ia memperoleh kejuaraan di kelasnya namun di sisi lain, temannya tak menyukai dia. Terkadang Alya sering di hina dan dijuluki sebagai cewek caper dikelasny namun dia tidak peduli dengan omongan teman-temannya.

K E M A H



Trie Indah Purba


         Dingin sekali. Udara berhembus. Bersama Sonya, Ketrin, Tasya, dan api unggun. Ketika jam sudah menunjuk 21.00 api unggun sundah mulai meredup dan akan mati. Sehingga aku dan temanku masuk ke tenda dan tidur.

       Saya tidak bisa tidur.” kata sonya.

       Kenapa ?” tanya Tasya.

       Menyeramkan dan dingin masuk kedalam tubuh ku.”

          Saya pun terbawa kedalam suasana tersebut tiba-tiba terdengar suara sura aneh dari dalam semak yang berasa di samping tenda kami. Suasana menegangkan dan suara tersebut makin keras kami ketakutan dan saling berpelukan tiba-tiba babi hutan melompat dari semak tersebut dan kami berteriak;

       “ Aaaaaaaaaaa......aaaa....aaaa....!!!!!!”

BERKEMAH DI RUMAH BOLON PEMATANG PURBA

    


Karya Suryati Sanita Sinaga*

    

     Pagi yang cerah matahari bersinar seperti biasanya ayam berkokok menandakan hari sudah pagi, saya bangun dari tempat tidur dan melakukan aktivitas mengerjakan kegiatan dirumah, setelah selesai tiba tiba hp saya berdering bertanda bahwa ada yang sedang menelepon, ternyata itu adalah salah satu teman saya yang bernama Aldo.

 “Halo,” ucap Sani.

 “Halo Sani apakah kamu ingat hari ini adalah hari ulang tahun Rina?” ucap Aldo.

 “Benarkah? aku benar benar melupakanya.”

KEJADIAN DI KELAS

  


                                                                Karya: Rohliani Sinaga

Siswa siswa di kelas gelisah. Mungkin karena hari ini ada ulangan matematika. Detak suara sepatu guru pun terdengar dari dalam kelas. Panik. Deg-degan. Mungkin karena siswa belum siap untuk mengikuti ulangan matematika hari ini.

     “Buka bukunya halaman 81 kemudian kerjakan nomor 6.” kata guru.

     Semua siswa sibuk membuka bukunya masing-masing. Ada siswa yang tidak membawa buku latihan matematika.

     “Harus pake buku latihan?” tanya Darlis kepada Rizal.

Bukit Indah Simarjarunjung

 



Karya Rosemmi Wati Saragih

        

Bukit indah simarjarunjung atau sering kita kenal dengan kata BIS. Ya, seperti namanya indah. Bukit Indah Simarjarunjung atau BIS, merupakan sebuah bukit yang memiliki keindahan panorama Danau Toba serta alam yang ada di sekitarnya dan disponsori oleh bukit-bukit yang indah. Berbaris sejajar dan disertai dengan pemandangan danau toba yang luas. Tempat yang tentram, sejuk, dan damai. Di sini telah menjadi destinasi wisatawan dari beberapa kota.

"Semmi...hari Minggu jalan jalan yok...?" tanya Sani, seorang Mahasiswa jurusan Farmasi Di Medan, dan bertempat Tinggal di Saribudolok.

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...