Rabu, 27 Oktober 2010

NEURON BERKOTAK-KOTAK


Kepulan dioksida dari mulut tak’ cukup mengantar keindahan hingga ubun-ubun nurani.
Ada gelisah yang harus dicambuk diantara konflik.
Ada letih yang harus dihina kala mendung menyapa.
Ada hasrat "kobel" yang harus dihempas indahnya tarian bangau.
d...a....n...

Senin, 25 Oktober 2010

Ejaan Jiwa



Kau baru saja mengungkapkan ilmu padi diantara orang kerdil
Dalam malam guratan evaluasi terpahat kemilau, sahabat
Dari jiwa-jiwa sedih hari kemarin
Kita telah membubut kebersamaan

Cakap-cakap Tentang Esai [Katanya]



Tulisan prosa berupa pendapat seseorang tentang suatu permasalahan ditinjau secara subyektif dari berbagai aspek / bidang kehidupan. Tulisan ini mengambil angle dari beberapa disiplin ilmu, dengan analisis, sintesis dan kesimpulan yang khas dari penulisnya.

Langkah-langkah membuat Esai

1. Mulailah dengan Semangat! Dan jangan melemahkan diri anda katakana pada diri anda
    “Ayo … (sebutkan nama anda) kamu pasti bisa!” opsssssss.... tetap senyum....

Minggu, 24 Oktober 2010

TUNAS TERATAI

Oleh Rudi Hartono Saragih
Untuk Inisiatif dan Taman Madya Tamsis T.Tinggi

Dalam hening seisi surau,
bertabur kesucian tak terukur,
pelangi mengukir cinta di pucuk teratai,
menggores ranah intelektual, dalam nurani kala cahaya lahir.

Kamis, 21 Oktober 2010

Mulai Cegah Korupsi Dari Hal Kecil!


Kegagalan pembangunan dan personalisasi hak-hak orang banyak mengantarkan Indonesia ke peringkat ketiga tertinggi angka korupsi di dunia. Sebuah hal yang  memprihatinkan, negara yang beragama dan terkenal dengan keramahannya mencoreng mukanya sendiri dengan korupsi.  Kejahatan korupsi mengakar di masyarakat Indonesia. Kejahatan ini memiliki sistem yang abstrak. Pemotongan dana dari atasan hingga bawahan, sehingga alokasi pelaksanaan program dalam pembangunan tinggal sisa-sisa pembagian para pejabat yang tidak bertanggung jawab. Hidup dalam Negara seperti permainan yang tidak memiliki sistem yang ketat. Kekuatan hukum dibolak-balik semena-mena oleh penegak hukum.

Rabu, 11 Agustus 2010

Universitas yang Sesungguhnya

Rudi Hartono Saragih

“Nanti lama tamatnya.” Kata-kata itu yang selalu terucap dari mahasiswa yang tidak ingin mengecap organisasi di kampus. Cara pandang ini mengkambinghitamkan organisasi sebagai penyebab lamanya menyelesaikan studi. Tidakkah terpikir bahwa semua itu sangat erat kaitannya dengan manajemen pribadi dalam menjalankan tugas akademisi?
Momok ini memang terbentuk ketika mengetahui lama tamatnya para organisator yang sering disebut aktivis. Namun perlu dikaji ulang latar belakang penyebab masalah tersebut. Tidak hanya itu, ketakutan dipersulit dosen juga tidak terenyahkan oleh orang yang disebut agen perubahan ini.

Pro atau Kontra Rektorat?

(Rudi Hartono Saragih, Mantan Litbang Pers Mahasiswa Kreatif UNIMED, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.)
           
            Fungsi pers kampus sebagai kontrol sosial terletak pada esensi berita yang disajikan. Keberadaannya di kampus menuai berbagai reaksi. Jika beritanya mengangkat nama baik seseorang/kelompok civitas akademika akan ada suguhan senyuman. Sebaliknya, wajah masam akan menjadi kebiasaan apabila menyajikan berita yang mengkritik. Padadasarnya hal itu bukan mengkritik namun hanya menyajikan pemberitaan yang akurat dan menarik. Dan ini sebuah kesalahpahaman antara pers mahasiswa dengan civitas akademika.

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...