Jumat, 26 November 2021

K E M A H

 

Karya: Trie Indah Purba

                                             

         Dingin sekali. Udara berhembus. Bersama Sonya, Ketrin, Tasya, dan api unggun. Ketika jam sudah menunjuk 21.00 api unggun sundah mulai meredup dan akan mati. Sehingga aku dan temanku masuk ke tenda dan tidur.

       Saya tidak bisa tidur.” kata sonya.

       Kenapa?” tanya Tasya.

       Menyeramkan dan dingin masuk kedalam tubuhku.”

          Saya pun terbawa kedalam suasana tersebut tiba-tiba terdengar suara sura aneh dari dalam semak yang berasa di samping tenda kami. Suasana menegangkan dan suara tersebut makin keras kami ketakutan dan saling berpelukan tiba-tiba babi hutan melompat dari semak tersebut dan kami berteriak.

       “Aaaaaaaaaaa......aaaa....aaaa....!!!!!!”

PELANTIKAN KACU



                                                        Karya : Rizal P Girsang

 

     Dibawah matahari yang terik udara sangat panas, saya mengikuti kegiatan Pramuka. Dimana kegiatan tersebut diharuskan di ikuti oleh semua siswa siswa baru di SMA N 1 Purba. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari. Dan sangat banyak peraturan dan aturan yg harus di ikuti. Akan tetapi dalam kegiatan tersebut, ada juga yg menyenangkan hati. Seperti uji mental nembak cewek, itu sangat menguji mental sekali. Tapi kalau di pikir pikir menyenangkan juga.

     Hari pertama berlangsung nya kegiatan Pramuka, seluruh siswa baru disuruh baris. Dan sayang nya, saya terlambat masuk barisan. Saya disuruh jalan jongkok oleh sanggah kerja, sejauh 30 meter.

BERKEMAH

                                


  Karya : Rinaldi

 

     Pada tanggal 15 Oktober 2021, saya dan 3 teman saya sedang berencana menghabiskan waktu libur sekolah kami. Akan tetapi kami masih bingung ingin pergi ke mana. Sepulang dari sekolah, kami mengadakan pertemuan di sebuah taman. Tepat pukul 1 siang saya pun tiba di taman yang telah kami janjikan tadi sewaktu di sekolah. Saya menunggu teman teman saya. Setelah sekian lama menunggu teman teman saya pun tiba. Tepat pula ada seorang penjual es krim lewat. Teman saya Adi pun memanggil tukang es krim tersebut.

 “Es.......” Ujar Adi dengan suara keras.

Seketika penjual es krim tersebut berhenti.

KEMAH DI BUKIT GUNDUL


                                               

                          Karya : Sepanya saragih

 

     Kemah Di bukit gundul. Berjalan melewati pos satu ke pos berikut nya. Dan disitu

kita bisa melihat mana teman yang egois dan yang tidak egois. Yang cape akan beristirahat yang masih kuat akan terus lanjut dan yang haus akan minum sendiri.

 “Aagh....  Kenapa teman ku begitu egois ya.” bisik ku dalam hati.

 “Rizal, ayo kita lanjutkan perjalanan.” bentak Riko Yang masi kuat berjalan.

     Dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos ke 2 dengan muka yang lesu, kelihatan tidak bersemangat. Sesampainya di pos 2 aku bersama teman mulai merasakan cape sekali karna pos, ke pos itu berjarak sekitar 800 m.

Selasa, 23 November 2021

SAYUR RAJUT

KARYA: MAY CLARA SARAGIH

Kring........

Alarm handphoneku berbunyi. Pagi sudah tiba. Saya bangun dan saya langsung cucu muka ke kamar mandi.

 Selesai ditemukan saya langsung pergi ke dapur, mengambil sepiring nasi dengan lauk. Saya pun sarapan. Selesai sarapan saya langsung bergegas mengambil pisau dan rajut. Saya pun pergi ke ladang. Memotong sayur yang ada di ladang. Sampai di ladang, saya langsung memotong sayur dengan cepat supaya bapak saya tidak marah karena menunggu terlalu lama. Jam menunjukkan jam 12.30. Ayah saya pun datang dari rumahMenemui saya di ladang. Ayah saya bun tiba di ladang.

"Nak apakah sudah selesai." berjalan mendekati saya.

PESTA PORA RESAHKU

 



Karya: MARIA EVI FANI PURBA

 

***

          Berdenyut seperti nadi, berdetak seperti jantung demikian hati ini yang tak kunjung temukan kedamaian.  Aku Whis Ania, gadis yang barusaja menjejalkan kaki di bangku kuliah dengan jurusan sastra Indonesia disalah satu universitas swasta di daerah ini. Panggil saja aku Whis, si pengagum bintang yang bertebar cantik di angkasa.

          Malam ini hujan turun sangat lebat, membasahi tanah yang kering kerontang. Ini bukan hujan pertama bulan ini, bukan juga hujan terakhir bulan September ini, ini hanya hujan yang sama dengan hujan-hujan lainnya. Tak ada yang istimewa. Namun entah mengapa rasanya ada yang salah. Gelisah melanda jiwa, pikiran pun tak tenang juga. Seakan hati ini punya kendali sendiri di luar nalar dan logika.

GERBANG SEKOLAH

 


Karya : Desmina Malau

Kring....

 Suara alarm handphone milikku,  Membangunkan ku. Sedikit tersenyum malu di wajahku mengingat bunga tidur tentang pria tampan itu. Tubuhku yang masih berbaring di atas kasur kecil masih dengan rasa malas. Melirik sedikit ke kanan sebuah seragam putih abu-abu tergantung rapi dan bersih yang  menanti ku.

Tak.tak.ta.kk.tak...suara Langkahku yang membawa diriku ke depan  sebuah jendela kecil rumahku. Membukanya. Sinar matahari dan udara segar yang seketika kudapat dari sebuah pagi yang sangat cerah. Seragam dengan rambut rapi ku membuatku terlihat lebih cantik di depan sebuah cermin milikku.berjalan menuju depan pintu kamar . pintu yang ditutui dengan gorden kuning dengan motif bunga -bunga putih kecil.itu adalah kamar ibuku.

"Tok...tok....tok...buuu?" Ucap ku dari depan pintu kamar.

KONCO

 Oleh: Binsar Purba 



  Hari mulai gelap. Mentari pun mulai tenggelam disebelah barat. Akupun mulai bergegas meninggalkan pantai.

  "Apakah kita akan pulang?"

 Tanya seorang temanku yg datang menghampiriku seolah olah belum puas menunjukkan kebolehannya. Sebut saja namanya namanya Makesa. Makesa adalah satu dari sekian temanku yang hobbynya suka berenang. Setiap kali pergi berenang senangnya bukan main. Tak heran jika dia bertanya begitu.

  "Apa lagi yang akan kita lakukan, hari sudah mulai gelap sedangkan kampung kita masih jauh." balasku seakan akan tidak tau perasaan Makesa.

Jumat, 12 November 2021

MASA SEKOLAHKU


 

Karya: Andreas M.Gulo

 

Di suatu pagi yang sangat dingin dan matahari belum hadir menyapa, tiba-tiba suara alarm berbunyi. Aku pun terbangun sembari merapikan tempat tidurku dan  bergegas untuk bersiap-siap  pergi ke sekolah. Aku pergi dengan menggunakan sepeda motor. Jarak antara rumah ke sekolahku sangat jauh. Tak lupa aku pun berpamitan kepada kedua orang tuaku.

Sampailah aku di persimpangan jalan menuju sekolahku. Aku bertemu dengan teman ku  si Erwin

"Lagi ngapain bro disini? Belum mau pergi ke sekolah kah?" tanyaku padanya.

Rabu, 10 November 2021

HIDUPKU TERASA HAMPA

 



Karya: Gresya V Haloho

                                       

         Namaku Gresya Haloho. Ini kisahku. Dimana saat itu aku masih duduk di kelas 2 SMP dengan usia 13 tahun. Aku anak pertama dari 5 bersaudara. Nama adikku yang pertama, Jhon Fadli Haloho. Dia berusia 11 tahun duduk dikelas 6 SD. Nama adikku yang kedua, Chilvia Haloho, masih TK dan berusia 6 tahun. Adikku ketiga bernama Jhon Kedro Haloho dengan usianya 3 tahun. Dan adik bungsuku bernama Airin Haloho, usianya masih 2 tahun. Kami anak dari pasangan inisial J.Haloho dan L.Silaban. Kami terlahir dalam keluarga yang sederhana.

       Orangtuaku bekerja sebagai petani. Setiap hari mereka sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami.

PERSAHABATAN, SEKOLAH, DAN KEHIDUPAN


By : Desi Madarispa Purba



     Suatu hari disekolah dalam kelas ada tiga orang murid yang sedang berbincang bincang, anak-anak ini mempunyai geng bernama tralalatrilili, yaitu Tara, Lala, Tri, dan Lili, maka dari itu mereka menamakan gengnya "TRALALATRILILI".

      Dengan ceria Tara, Lala, dan tri masuk ke kelas, mereka merasa ada yang kurang mereka sangat kebingungan apa yg menurut mereka yang kurang.

  "Oh.....ya Lili, pantas saja sepi banget biasanya kan dia yang paling bawel." ucap Tri.

Membantu Ayah dan Ibu

 


Karya. Juni suprianto damanik

 

Saya tau hidup ini sangat keras. Saya tau hidup ini menginginkan perjuangan yang sangat keras. Bahkan saya sadar hidup ini menuntut agar setiap manusia mampu memperkuat perjuangannya masing masing. Hidup ini sangat sangat keras. Siapa yang tidak berjuang dalam mencapai suatu kebutuhan hidup nya maka dia akan menderita. Maka untuk itu saya menuliskan suatu karangan saya yang tidak begitu sempurna ini dan saya akan memulainya.

Pada awalnya saya menceritakan kehidupan saya yang sederhana. Pada setiap hari saya harus membantu orang tua saya. Orang tua saya adalah petani. Saya anak pertama dari lima bersaudara. Setiap hari saya bangun pagi dengan cepat. Pada dasarnya saya setiap hari sekolah. Pada suatu hari saya berbincang dengan orang tua saya yaitu ayah saya. Saya pun bertanya.

"Pak.. Bagaimana sih kebijakan yang harus kita perbuat agar perekonomian kita berubah?"

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...