Selasa, 23 November 2021

GERBANG SEKOLAH

 


Karya : Desmina Malau

Kring....

 Suara alarm handphone milikku,  Membangunkan ku. Sedikit tersenyum malu di wajahku mengingat bunga tidur tentang pria tampan itu. Tubuhku yang masih berbaring di atas kasur kecil masih dengan rasa malas. Melirik sedikit ke kanan sebuah seragam putih abu-abu tergantung rapi dan bersih yang  menanti ku.

Tak.tak.ta.kk.tak...suara Langkahku yang membawa diriku ke depan  sebuah jendela kecil rumahku. Membukanya. Sinar matahari dan udara segar yang seketika kudapat dari sebuah pagi yang sangat cerah. Seragam dengan rambut rapi ku membuatku terlihat lebih cantik di depan sebuah cermin milikku.berjalan menuju depan pintu kamar . pintu yang ditutui dengan gorden kuning dengan motif bunga -bunga putih kecil.itu adalah kamar ibuku.

"Tok...tok....tok...buuu?" Ucap ku dari depan pintu kamar.

"Ya,kenapa." jawab ibu sambil bergegas membuka pintu.

 Pintu terbuka, melangkah dan Tertawa manja, dengan rayuan sejangkir kopi hangat dan 2 potong bolu pisang  yang kubeli di warung depan rumah ku,dengan rasa senang aku menyajikannya untuk ibu.Meletakannya,ibu memakan sedikit dari sepotong bolu pisang itu dan meminum secangkir kopi hangat itu.

"Eummm sangat enak,berapa yang kau butuhkan." ucap ibu sambil membuka sebuah  dopet hitam besar miliknya.

"50.000. "jawabku dengan bibir tersenyum.

 Aku merasa sangat senang menerima uang saku itu. Memberikan ciuman di tangan kanannya lalu bergegas meninggalkan rumah dan berangkat ke sekolah. Sebuah Angkot yang berwarna biru langit yang akan mengantar ku ke sekolah setiap harinya.  Aku menaiki angkot itu lalu duduk di kursi  paling depan.angkot pun bergerak maju.Angkot itu  harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mengantarkan ku sampai ke sebuah tempat aku menuntut ilmu itu. Angkot itu berhenti.aku sudah sampai. Di depan gerbang sekolah.sunyi.belum ada siapa-siapa disana.sepertinya aku datang terlalu pagi.terdiam.

"sekolah ini mirip istana saja!" gumam ku untuk diri sendiri." Pikirku,kepala sekolah adalah pemimpinnya, guru adalah panglima nya dan siswa siswi adalah prajurit tempur nya.

 Berjalan masuk melewati sebuah gerbang besar sekolah itu.tiba-tiba Seorang Gadis cantik yang bernama Riska teman sekelas ku, berteriak kencang dengan melambaikan tangan mengarah pada diriku.diapun berlari  menghampiri tempat ku berdiri.

"hei  berhenti tunggu aku,aku sudah lelah berlari." ucap riska ambil merangkul ku dengan lembut.

Tersenyum."Mengapa kau haru berlari?aku takkan meninggalkan mu."sambil berjalan bersama ke dalam ruangan kelas.

 kami pun sampai di ruangan kelas.penampakan ruangan yang sangat berdebu dan kursi yang tidak beraturan.masih hanya ada kami berdua di sana.kami pun segera membersihkan ruangan itu.dengan seiring nya waktu teman sekelas ku datang satu per satu. dinding menunjukkan pukul 08.00.kring....... Bel berbunyi.bel itu artinya kami seluruh nya siswa siswi akan memulai pelajaran hari ini. Seorang wanita cantik dengan kacamata menggunakan tas hitam, masuk ke ruangan kelasku. Semua terdiam,hening.Di adalah seorang guru yang mengajar mata pelajaran matematika wajib di sekolah ku. Tatapan tajam, suara yang tegas digunakannya saat mengajar aku dan temanku sekelas ku.selesai menjelaskan materi wanita itupun memberi  Sebuah perintah yang membuat kami menggenggam sebuah pena dan memaksa otak untuk berpikir keras.terdiam.

"mirip panglima yang memerintahkan bawahannya untuk berperang saja" gumam ku untuk diriku sendiri.

 Suasana ruangan kelas yang hening,tenrtam dan Jam dinding sudah menunjukkan pukul 10.00.teloleloleng...... Bel pulang pun berbunyi. Artinya pelajaran matematika hari ini sudah berakhir.wanita berkacamata hitam itupun keluar dari ruangan kelas ku.aku Dengan wajah pucat memerah ,menghela  nafas lega.

"Huuhhh.... akhirnya selesai juga aku sudah ingin mati rasanya."Ucap Frans teman sekelas ku dengan wajah sedikit pucat.

"Gila....rasanya aku baru saja melawan tentara belanda sendirian." Ucap jeky sambil menghela nafas lega.

 Semua orang bergegas keluar ruangan.Semua siswa berjalan menuju gerbang besar sekolah itu. Sekali lagi aku berdiri di depan gerbang besar sekolah itu.diam.tersenyum tipis sambil menatap sebuah gerbang besar sekolah itu.

"selamat tinggal, aku akan datang lagi besok untuk bertempur"ucapku pada sebuah gerbang besar itu. Berbalik badan dan berlari menuju jalan raya.sebuah angkot yang akan mengantarkan ku pulang, sudah menungguku. Angkot itupun berjalan.tiba-tiba angkot yang mengantar ku pulang itu seketika berhenti. Penampakan Sebuah pedesaan terpencil. itulah desaku.

 aku berjalan sambil bersenandung, tetangga yang memerhatikan ku tersenyum pada ku.dengan wajah yang sedikit malu aku membalas senyuman itu. Kreekk....suara pintu ku perlahan tebuka.suasana yang sunyi, gelap.tidak ada siapa pun.Matahari yang mulai terbenam.duduk di sebuah kursi,Sebuah surat kecil di atas meja makan tulisan ibuku.

"Tadi pagi ibu pergi keluar kota untuk menyelesaikan urusan ibu. Kemungkinan akan pulang besok. Ibu sudah siapkan makan malam untukmu di meja makan.

Ibu.

Terdiam.  Sedikit kecewa dengan keadaan.

" baiklah sepertinya aku akan lebih cepat tidur malam ini". Gumam ku sekali lagi untuk diriku sendiri." Aku harus bangun lebih awal besok pagi agar aku tidak terlambat datang ke tempat yang aku kunjungi pagi tadi. Menutup mata. Tertidur.

Penulis siswa SMA NEGERI 1 PURBA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...