Karya : Desmina Malau
Kring....
Suara alarm handphone
milikku, Membangunkan ku. Sedikit
tersenyum malu di wajahku mengingat bunga tidur tentang pria tampan itu.
Tubuhku yang masih berbaring di atas kasur kecil masih dengan rasa malas. Melirik
sedikit ke kanan sebuah seragam putih abu-abu tergantung rapi dan bersih
yang menanti ku.
Tak.tak.ta.kk.tak...suara Langkahku yang membawa diriku ke
depan sebuah jendela kecil rumahku.
Membukanya. Sinar matahari dan udara segar yang seketika kudapat dari sebuah
pagi yang sangat cerah. Seragam dengan rambut rapi ku membuatku terlihat lebih
cantik di depan sebuah cermin milikku.berjalan menuju depan pintu kamar . pintu
yang ditutui dengan gorden kuning dengan motif bunga -bunga putih kecil.itu
adalah kamar ibuku.
"Tok...tok....tok...buuu?" Ucap ku dari depan pintu kamar.
"Ya,kenapa." jawab ibu sambil bergegas membuka
pintu.
Pintu terbuka,
melangkah dan Tertawa manja, dengan rayuan sejangkir kopi hangat dan 2 potong
bolu pisang yang kubeli di warung depan
rumah ku,dengan rasa senang aku menyajikannya untuk ibu.Meletakannya,ibu
memakan sedikit dari sepotong bolu pisang itu dan meminum secangkir kopi hangat
itu.
"Eummm sangat enak,berapa yang kau butuhkan." ucap
ibu sambil membuka sebuah dopet hitam besar
miliknya.
"50.000. "jawabku dengan bibir tersenyum.
Aku merasa sangat
senang menerima uang saku itu. Memberikan ciuman di tangan kanannya lalu bergegas
meninggalkan rumah dan berangkat ke sekolah. Sebuah Angkot yang berwarna biru
langit yang akan mengantar ku ke sekolah setiap harinya. Aku menaiki angkot itu lalu duduk di
kursi paling depan.angkot pun bergerak
maju.Angkot itu harus menempuh jarak
yang cukup jauh untuk mengantarkan ku sampai ke sebuah tempat aku menuntut ilmu
itu. Angkot itu berhenti.aku sudah sampai. Di depan gerbang sekolah.sunyi.belum
ada siapa-siapa disana.sepertinya aku datang terlalu pagi.terdiam.
"sekolah ini mirip istana saja!" gumam ku untuk
diri sendiri." Pikirku,kepala sekolah adalah pemimpinnya, guru adalah
panglima nya dan siswa siswi adalah prajurit tempur nya.
Berjalan masuk
melewati sebuah gerbang besar sekolah itu.tiba-tiba Seorang Gadis cantik yang
bernama Riska teman sekelas ku, berteriak kencang dengan melambaikan tangan
mengarah pada diriku.diapun berlari menghampiri
tempat ku berdiri.
"hei berhenti
tunggu aku,aku sudah lelah berlari." ucap riska ambil merangkul ku dengan
lembut.
Tersenyum."Mengapa kau haru berlari?aku takkan
meninggalkan mu."sambil berjalan bersama ke dalam ruangan kelas.
kami pun sampai di ruangan
kelas.penampakan ruangan yang sangat berdebu dan kursi yang tidak
beraturan.masih hanya ada kami berdua di sana.kami pun segera membersihkan
ruangan itu.dengan seiring nya waktu teman sekelas ku datang satu per satu.
dinding menunjukkan pukul 08.00.kring....... Bel berbunyi.bel itu artinya kami
seluruh nya siswa siswi akan memulai pelajaran hari ini. Seorang wanita cantik
dengan kacamata menggunakan tas hitam, masuk ke ruangan kelasku. Semua
terdiam,hening.Di adalah seorang guru yang mengajar mata pelajaran matematika
wajib di sekolah ku. Tatapan tajam, suara yang tegas digunakannya saat mengajar
aku dan temanku sekelas ku.selesai menjelaskan materi wanita itupun memberi Sebuah perintah yang membuat kami menggenggam
sebuah pena dan memaksa otak untuk berpikir keras.terdiam.
"mirip panglima yang memerintahkan bawahannya untuk
berperang saja" gumam ku untuk diriku sendiri.
Suasana ruangan kelas
yang hening,tenrtam dan Jam dinding sudah menunjukkan pukul 10.00.teloleloleng......
Bel pulang pun berbunyi. Artinya pelajaran matematika hari ini sudah berakhir.wanita
berkacamata hitam itupun keluar dari ruangan kelas ku.aku Dengan wajah pucat
memerah ,menghela nafas lega.
"Huuhhh.... akhirnya selesai juga aku sudah ingin mati rasanya."Ucap
Frans teman sekelas ku dengan wajah sedikit pucat.
"Gila....rasanya aku baru saja melawan tentara belanda
sendirian." Ucap jeky sambil menghela nafas lega.
Semua orang bergegas
keluar ruangan.Semua siswa berjalan menuju gerbang besar sekolah itu. Sekali
lagi aku berdiri di depan gerbang besar sekolah itu.diam.tersenyum tipis sambil
menatap sebuah gerbang besar sekolah itu.
"selamat tinggal, aku akan datang lagi besok untuk
bertempur"ucapku pada sebuah gerbang besar itu. Berbalik badan dan berlari
menuju jalan raya.sebuah angkot yang akan mengantarkan ku pulang, sudah
menungguku. Angkot itupun berjalan.tiba-tiba angkot yang mengantar ku pulang
itu seketika berhenti. Penampakan Sebuah pedesaan terpencil. itulah desaku.
aku berjalan sambil
bersenandung, tetangga yang memerhatikan ku tersenyum pada ku.dengan wajah yang
sedikit malu aku membalas senyuman itu. Kreekk....suara pintu ku perlahan
tebuka.suasana yang sunyi, gelap.tidak ada siapa pun.Matahari yang mulai terbenam.duduk
di sebuah kursi,Sebuah surat kecil di atas meja makan tulisan ibuku.
"Tadi pagi ibu pergi keluar kota untuk menyelesaikan
urusan ibu. Kemungkinan akan pulang besok. Ibu sudah siapkan makan malam
untukmu di meja makan.
Ibu.
Terdiam. Sedikit
kecewa dengan keadaan.
" baiklah sepertinya aku akan lebih cepat tidur malam
ini". Gumam ku sekali lagi untuk diriku sendiri." Aku harus bangun
lebih awal besok pagi agar aku tidak terlambat datang ke tempat yang aku
kunjungi pagi tadi. Menutup mata. Tertidur.
Penulis siswa SMA NEGERI 1 PURBA.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar