SCRIPT FILM
PENDEK
PEMUDA MERAH PUTIH
Written By
Rudi
Saragih
Sinopsis:
Pemuda dari berbagai daerah menghuni
sebuah asrama. Tokohnya memiliki berbagai karakter masing-masing. Sebagian
besar dari mereka ternyata memiliki jiwa nasionalis yang kuat namun jiwa
kedaerahannya tetap melekat. Obrolannya sepertinya spele, tetapi memiliki makna
yang kuat.
Tokoh dan Karakter
1. Gery =>
Gokil, ekspresif dan nasionalis
2. Ivan =>
Berjiwa tenang dan Pintar
3. David =>
Reseh, cerdik dan berlogat batak
4. Firman =>
Ramah dan berlogat jawa
5. Ardi =>
Dungu, Baik, pakai kacamata tebal dan hobi gadget
6. Winda =>
Crewet
7. Kevin =>
Disiplin (just by phone)
8. Evi => Cuek (just by phone)
FADE IN
SCENE
1 Interior (INT) Kamar Asrama 1
Cast: Gery, Hugo
SETTING: Suasana kamar asrama sedikit berserak.
Beberapa buku terletak di atas meja dan setengah gelas kopi. Gery sedang
menempel Poster Soekarno. Ivan tiduran sambil membaca di kasur tingkat II.
CAMERA CLOSE UP:
Martil dan tangan yang sedang menempel poster.
GERY:
(Bernyanyi) “Tanah Air ku tidak kulupakan, kan ku
kenang selama hidupku….”
CAMERA ZOOM OUT:
Poster Soekarno dan seisi kamar.
Geri mengambil poster tulisan “Berikan Akoe seorang Pemoeda, maka akan koegocang dunia” dari meja
dan menempelkannya di bawah poster Soekarno.
CAMERA MOVE:
Setelah menempel, Gery mendekat kepada Hugo
GERY:
“Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncang
dunia.”
CAMERA ZOOM IN:
wajah Gery yang berteriak kembali di dekat Hugo yang sedang asyik baca buku.
CAMERA ZOOM OUT:
HUGO:
“Kalau ngefans sama seseorang jangan merugikan orang
lain dong.”
GERY:
“Maaf bang, maaf mas bro. Itu bercanda. Sudahlah,
jangan terlalu rajin baca, kau takkan pernah bisa seperti Bung Hatta.”
Hugo:
“Maksudmu?”
GERY:
(Seperti ngejek/gokil) “Ya, karena Bung Karno dan
Bung Hattalah yang memproklamasikan kemerdekaan RI. Kamu kan gak mungkin lagi.
Iya toh…”
CUT TO: Gery
berbalik sambil meneruskan ujarannya.
GERY:
“Coba kalau mereka masih hidup. Pasti, Hmmmm”
“Kalau Soekarno mengatakan ‘Dari Sabang sampai
merauke merupakan satu kesatuan kebangsaan,’ maka aku akan menambahkan ‘Dari
Mianggas sampai route merupakan satu kesatuan Misi Kesejahteraan!’”
CUT TO:
Scene 2 Int. Lorong Asrama
Cast: Gery
SETTING: Lorong
asrama (disesuaikan). Gery keluar dari kamarnya dan ingin ngobrol ke kamar
David. Pintu ditutup, ditarik dan dihempas.
CAMERA CLOSE UP:
Pintu kamar Gery, bertuliskan nama dan asal daerah Gery dan Hugo yang
bergoyang-goyang.
CUT TO: Wajah
Gery yang sedang melihat/membaca tulisan yang ada di pintu kamar David.
CUT TO:
Scene 3 Int. Kamar Asrama 2
Cast: Gery,
David, Ardi dan Firman
SETTING: Kamar David sepertinya sunyi, namun
ternyata mereka David, Ardi dan Firman asyik menonton di dalam.
CAMERA LONG
SHOT: Gery langsung masuk tanpa salam dan mengejutkan Ardi, David dan Firman
yang asyik menonton youtube. Ada sebuah majalah dinding yang tertempel di
dinding tepatnya di atas meja belajar.
GERY:
“BOOM. Kamu ini masuk gak pake salam.”
CAMERA CLOSE UP: Wajah Ardi. Ardi melihat Gery,
mengusap mata dan kembali melihat geri dengan jelas)
ARDI:
“Yang masuk siapa, yang gak pake salam siapa.”
DAVID:
“Kau ganggu aja pun….”
GERY:
“Hayooo, kalian nonton apaan tu…?”
FIRMAN:
“Masih ngetren, pemuda jaman sekarang ini pikirannya kotor…”
ARDI:
(Sambil menunjuk monitor labtop)
“Ternyata Indonesia itu miniatur dunia coi.
FIRMAN:
“Baru tau ya? Masa’, pemudah jaman sekarang itu pun
gak tau.”
DAVID:
“Betul bro, Gurun pasir ada di Parangtritis. Gletser
ada di Puncak Jaya. Steva dan Savana ada di Taman Nasional Baluran. Raja Ampat is Beauty. Hutan Kalimantan like
Amazon Forest. Kan gak percuma Indonesia dijuluki Jamrud Khatulistiwa, Surga
dari Asia, Ebiet bilang tanah surga.”
ARDI:
“Ya, Indonesia kaya, sama juga dengan korupsinya. Hehee”
FIRMAN:
“Iya, betul, tapi pemuda jaman sekarang tidak boleh
meniru koruptor. Pantang. Gak berkah itu. Ajab itu.”
CAMERA MOVE TO:
Gery sambil duduk
GERY:
“Besok
upacara mulai pukul berapa ya?”
DAVID:
“Sudahlah, gak perlu upacara bendera, Gak dipaksa
kok.”
GERY:
“kok?”
DAVID:
“Ya Iyalah, Sekarang upacara memperingati hari besar
cuma seremonial belaka. Setelah upacara, semua pada lupa. Yang langgar
hukumlah, yang langgar kode etik lah, yang langgar lampu merahlah, yang penting
melanggar deh. Melanggar tuhan juga.”
FIRMAN:
“Sifat itulahyang harus diubah pemuda jaman sekarang
ini. Jangan Cuma main Facebook aja.”
ARDI:
“Iya betul itu. Sekarang ini anak-anak di kampung
saya taunya facebook, twitter, BB dan semualah, padahal Kalau anak-anak dulu
bisanya main klereng, karet, petak umpet dll.”
CUT TO:
Scene 4 Eksterior (EKS) Luar Asrama
Cast: Winda,
Gery, Firman, Ardi, David, Hugo
SETTING: Halaman
asrama. Winda dan David sedang gelisah menunggu kawan-kawannya. Firman Asyik
melap sepedamotornya sekalian menunggu.
WINDA:
“Is, lama kali orang ini. Susah ya, bangun tidur
cepat. Memang gak niat ya.”
DAVID:
(Memanggil dengan suara keras)
“Ei, Coi, Bro… Ayo cepatan dong…”
WINDA:
“Cepatan sana Vid, jemput ke kamar masing-masing.”
FIRMAN:
“Sabar, kita tunggu aja dulu. Kadang Pemuda jaman
sekarang seperti itu. Nasionalismenya udah terkikis karna teknologi.”
CUT TO:
Scene 5 Int. Kamar Asrama 1
Cast: Gery dan
Hugo
SETTING:
(Seperti scene 1).
CAMERA SHOT:
Hugo sedang asyik main Facebook. Tiba-tiba Gery masuk. Dia baru saja selesai
mandi.
GERY:
“Lho masih OL Go? Cepat sana mandi. Nanti kita
terlambat loh.”
HUGO:
“Sebentar lagi…”
GERY:
“Wah kalau gini ni, para pejuang pasti kecewa
melihat kita ni. Cepatan sana!”
(Memijitkan tombol off labtop Hugo)
CAMERA CLOSE UP:
Monitor labtop tiba-tiba gelap.
CUT TO:
Scene 6 Eks,
Halaman Asrama (sambungan
Scene 4)
Cast: Ardi, Winda, Gery, Firman, David, Hugo, Kevin,
Evi
CAMERA LONG
SHOT: Ardi datang menemui teman-temannya yang sudah di halaman. Dengan
keluguannya dan kacamatanya dia juga terlihat santai.
ARDI:
“Belum Hadir semua ya?”
WINDA:
“Dasar, orang tu gak niat ya? Ayo kita tinggalkan
ajalah”
Tiba-tiba Gery
datang dan menghampiri Ardi.
GERY:
“Kamu pasti punya gratisan pulsa kan. Minta dong.”
CAMERA CLOSE UP:
Tangan Gery langsung mengambil HP dari kantong depan Ardi.
ARDI:
“Taunya minta aja.”
GERY:
“Namanya juga mahasiswa. Suka Gratisan.”
“Hmmmm, mau nelpon siapa ya?”
(Memijit tombol HP dan mendengar dering memanggil.)
“Hallo bang…”
KEVIN:
(dari HP)
“Iya, Ada apa Ger?”
GERY:
“Bgmn kabar abg di papua? Apa kegiatan hari ni”?
KEVIN:
“Nanti kita ngobrol ya, udah mau upacara ni.”
CAMERA MOVE TO: Telepon
langsung terputus, Gery sedikit kesal
ARDI:
“Mari HP ku.”
GERY:
“Tunggu dulu, kamu kan masih banyak gratisan. Aku
masih mau nelpon Guru SM3T. yang di Pulau Mentawai.”
(Sambil memijit tombol)
CAMERA CLOSE UP: Dua kali ditelepon, dua kali
dimatikan. Tidak berapa lama kemudian datang SMS. Bertuliskan.
“Lg Mndngar Amanat Upacara, jgn diganggu!”
WINDA:
“Kalian ngapain sih, dekat-dekatan sesama laki-laki.
Bukannya mempercepat orang itu”
David dan Hugo
Serentak muncul. Mereka semua langsung berangkat bersama.
DAVID dan HUGO:
Ayo…, Go… Go…
Go…, biar jangan terlambat.
GERY:
“Tidak ada kata terlambat, ayo Semangat!”
FIRMAN:
“Nah ini dia. Ini baru namanya pemuda jaman
sekarang. Ini yang diharapkan Ini yang diinginkan.”
GERY:
(Sambil menunjuki teman-temannya)
“Aceh, siap! Padang, OK! Jabar, Hadir! Manado,
Lanjut! Papua, siap!”
DAVID:
“Medan juga siap Bro! Semua Siap! Ayo, kita gerak!”
(Berjalan bersama ke luar lokasi halaman asramaa)
CAMERA CLOSE UP:
Kea rah mereka berjalan semuanya, muncullah CEDIT TITLE ‘Pemuda harus jalan dan maju bersama’
CAMERA ZOOM IN:
Ke tas gendong Gery dan tampaklah bacaan, ‘[Berikan
aku sepuluh pemuda maka akan kugoncang dunia -Soekarno]’
CREDIT TITLE: Pemain, Kru dan Sponsor
FADE OUT
***Selesai***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar