Tampilkan postingan dengan label SMA Negeri 1 Purba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMA Negeri 1 Purba. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 November 2023

Script Film Pendek: PEMUDA MERAH PUTIH

 

SCRIPT FILM PENDEK

 

PEMUDA MERAH PUTIH

Written By

Rudi Saragih

 

 

Sinopsis:

Pemuda dari berbagai daerah menghuni sebuah asrama. Tokohnya memiliki berbagai karakter masing-masing. Sebagian besar dari mereka ternyata memiliki jiwa nasionalis yang kuat namun jiwa kedaerahannya tetap melekat. Obrolannya sepertinya spele, tetapi memiliki makna yang kuat.

 

Tokoh dan Karakter

1.     Gery          => Gokil, ekspresif dan nasionalis

2.    Ivan           => Berjiwa tenang dan Pintar

3.    David         => Reseh, cerdik dan berlogat batak

4.    Firman       => Ramah dan berlogat jawa

5.    Ardi           => Dungu, Baik, pakai kacamata tebal dan hobi gadget

6.    Winda       => Crewet

7.    Kevin         => Disiplin (just by phone)

8.    Evi              => Cuek (just by phone)

 

 

FADE IN

 

SCENE  1 Interior (INT) Kamar Asrama 1

Cast: Gery, Hugo

 

SETTING: Suasana kamar asrama sedikit berserak. Beberapa buku terletak di atas meja dan setengah gelas kopi. Gery sedang menempel Poster Soekarno. Ivan tiduran sambil membaca di kasur tingkat II.

 

Rabu, 19 Oktober 2022

𝗠𝗲𝘀𝗶𝗻 𝗪𝗮𝗸𝘁𝘂



ᴏʟᴇʜ: ᴀʀᴅᴏ ꜱᴀᴘᴜᴛʀᴀ ꜱɪʟᴀʟᴀʜɪ

 

"Apakah aku bisa kembali ke masa Lalu?"

 "Jika iya apa yg akan terjadi? apakah hidupku akan berubah?" ucapku dalam hati. 

"Memangnya Ini Doraemon?, yang punya mesin waktu di meja belajar  Nobita apa?" gumamku.

         Termenung dan saat itu memori masa lalu terputar kembali di kepalaku

"Kringggg... saatnya istirahat pertama diimulai," begitulah suara bel  SMPku dulu.

"Do kantin gas?" tanya Andre temanku."

"Ayok haus pula aku  pengen beli es pino," sahutku.

"Aku ikut la ..bareng kita tapi, ke toilet dulu yok," ujar Thomas

"Ayoklah akupun mending ke toilet dulu sebelum makan es, nanti sakit perut pulak, repot lagi."

Kami pun pergi ke toilet yang tidak jauh dari kelas kami 9C (Sembilan C).

Sabtu, 27 November 2021

BELLA REMAJA

 


Maria Lingga

 

    Aku menjalani hariku setiap hari aku menikmati cerita yang selalu bertambah setiap harinya namun aku tak bisa menjelaskan seperti apa hari hari yang ku nikmati itu. Senin itu aku berangkat sekolah ditemani pagi yang cerah dengan matahari yang indah, menyinari ceritaku setiap hari.

"De mau kesekolah kah? ayo naik!" ucap seorang tukang beccak.

        "Ohh iya bang," ucapku sambil menaiki beccaknya dengan senyuman tipis.

        "Mau langsung diantar ke dalam de?"

        "Sampe sini aja bang, makasih." balasku sambil  berjalan menuju lapangan.

Diri Sendiri

 



Karya: Mari Artha Purba

 

     Aku terbangun lagi di antara sepi hanya pikiran yang ramai. Hari ini adalah hari yang aku rasa istimewa namun tak aku suka, tak boleh lupa kalau hari ini sekolah. Hari ini disambut dengan cuaca mendung dan berkabut yang membuat udara begitu dingin. Ingin aku berkata kasar namun tak bisa.

     Terkadang aku merasa sekolah itu tak menyenangkan dan sangat membosankan. Tapi demi masa depan yang cerah aku harus tetap semangat. Walaupun kurang menyenangkan.

     Aku adalah gadis desa yang di lahirkan dan di besarkan di keluarga petani.Hidup sederhana adalah kebahagiaan diriku dan keluargaku. Hidup dengan ekonomi lebih kurangnya cukup bagi kami. Orang tuaku selalu mengajarkan kami anak-anaknya untuk tetap bersyukur dalam apapun itu. Orang tua kami tak menuntut anak-anaknya pintar, namun orang tua kami menuntut kami agar bertanggung jawab dari apa yang kami perbuat. Aku adalah kakak dari adik-adik ku. Nama ku adalah Mari Artha Purba biasa di panggil dengan sebutan Artha.

Daring

 



Oleh: Via Senjelin purba

    

                                     

Semenjak Covid 19 datang dunia bahkan sampai ke tanah air. Hampir semua aktivitas terbengkalai. jangankan yang bekerja kantoran sekolah saja harus melalui smartphone atau laptop.

Saya dan teman teman saya merasa kesulitan dalam menerima pelajaran yang di berikan oleh guru. Apalagi dalam masalah mengirim tugas. Nama nya juga di perkampungan pastinya masalah jaringan lelet.

"Oi Ges... emm udah siap tugas video bahasa Inggris mu?" tanya  Via.

"Hai.. Vi belum materinya aja belum ku buat." jawab Ges

MERIAM BAMBU

 


Dhimas Krisna


           Dimalam yang dingin diselimuti kegelapan, aku dan teman ku duduk disamping api unggun. Kami merencanakan untuk membuat meriam bambu untuk merayakan pergantian tahun. Kami sangat senang dengan segala rencana kami pada malam itu. Sampai - sampai tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 00:00. Keesokan harinya aku mengajak teman-teman ku untuk mengambil bambu, untuk bahan membuat meriam. Itu masih pagi, embun masih menyelimuti rerumputan yang kami lalui, sehingga celana kami basah kuyup.

"We dingin kali pun." kata teman ku agak menggigil.

"Ayok lah biar cepat siap!" ucap ku padanya.

BINGUNG

                                            


                                                              

                                                               KARYA : ELYANA SRAGIH

 

 

           Disore hari hujan sangat turun deras, tampak suara hujan yang berjatuhan kebumi dengan suara petik yang kuat bergemuruh  seperti membelah langit dan kilat-kilat serasa menyatat bumi.

 

           Aku termangu dikamar, hal apa yang akan bisa kulakukan kalau hal yang seperti sekarang ini. aku melamun panjang sampai- sampai suara ibu tak terdengar memanggil namaku.

  "El,El ,El !" panggilnya dengan suara agak marah.

"Iya ma, ada apa?"

"Kamu dipanggil- panggil tak menjawab,apa yang kamu lakukan dikamar hingga tak dengar?"

"Aku melamun hingga hampir tertidur" gumamku sambil tertawa dan garut- garut kepala.

"Ya sudah, bantuin memasak!" dengan raut yang agak kesal.

"Oke mak, dengan senang hati."

Jumat, 26 November 2021

KEMAH DI BUKIT GUNDUL


                                               

                          Karya : Sepanya saragih

 

     Kemah Di bukit gundul. Berjalan melewati pos satu ke pos berikut nya. Dan disitu

kita bisa melihat mana teman yang egois dan yang tidak egois. Yang cape akan beristirahat yang masih kuat akan terus lanjut dan yang haus akan minum sendiri.

 “Aagh....  Kenapa teman ku begitu egois ya.” bisik ku dalam hati.

 “Rizal, ayo kita lanjutkan perjalanan.” bentak Riko Yang masi kuat berjalan.

     Dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos ke 2 dengan muka yang lesu, kelihatan tidak bersemangat. Sesampainya di pos 2 aku bersama teman mulai merasakan cape sekali karna pos, ke pos itu berjarak sekitar 800 m.

Selasa, 23 November 2021

GERBANG SEKOLAH

 


Karya : Desmina Malau

Kring....

 Suara alarm handphone milikku,  Membangunkan ku. Sedikit tersenyum malu di wajahku mengingat bunga tidur tentang pria tampan itu. Tubuhku yang masih berbaring di atas kasur kecil masih dengan rasa malas. Melirik sedikit ke kanan sebuah seragam putih abu-abu tergantung rapi dan bersih yang  menanti ku.

Tak.tak.ta.kk.tak...suara Langkahku yang membawa diriku ke depan  sebuah jendela kecil rumahku. Membukanya. Sinar matahari dan udara segar yang seketika kudapat dari sebuah pagi yang sangat cerah. Seragam dengan rambut rapi ku membuatku terlihat lebih cantik di depan sebuah cermin milikku.berjalan menuju depan pintu kamar . pintu yang ditutui dengan gorden kuning dengan motif bunga -bunga putih kecil.itu adalah kamar ibuku.

"Tok...tok....tok...buuu?" Ucap ku dari depan pintu kamar.

KONCO

 Oleh: Binsar Purba 



  Hari mulai gelap. Mentari pun mulai tenggelam disebelah barat. Akupun mulai bergegas meninggalkan pantai.

  "Apakah kita akan pulang?"

 Tanya seorang temanku yg datang menghampiriku seolah olah belum puas menunjukkan kebolehannya. Sebut saja namanya namanya Makesa. Makesa adalah satu dari sekian temanku yang hobbynya suka berenang. Setiap kali pergi berenang senangnya bukan main. Tak heran jika dia bertanya begitu.

  "Apa lagi yang akan kita lakukan, hari sudah mulai gelap sedangkan kampung kita masih jauh." balasku seakan akan tidak tau perasaan Makesa.

Jumat, 12 November 2021

MASA SEKOLAHKU


 

Karya: Andreas M.Gulo

 

Di suatu pagi yang sangat dingin dan matahari belum hadir menyapa, tiba-tiba suara alarm berbunyi. Aku pun terbangun sembari merapikan tempat tidurku dan  bergegas untuk bersiap-siap  pergi ke sekolah. Aku pergi dengan menggunakan sepeda motor. Jarak antara rumah ke sekolahku sangat jauh. Tak lupa aku pun berpamitan kepada kedua orang tuaku.

Sampailah aku di persimpangan jalan menuju sekolahku. Aku bertemu dengan teman ku  si Erwin

"Lagi ngapain bro disini? Belum mau pergi ke sekolah kah?" tanyaku padanya.

Selasa, 02 November 2021

Mencintai Dalam Diam





Karya : Setianna Sinaga


       Disuatu pagi yang sejuk, aku berjalan menyusuri Jalan raya di sambut dengan angin pagi yang sangat sejuk.

     Sedikit tentangku, aku duduk di bangku SMA kelas 12. Namaku Ana, Banyak yang mengatakan kisah di bangku SMA itu menyenangkan dan itu memang kuakui benar, tapi aku punya kisah yang sedikit memalukan diriku di dalam SMA ku.

     Suatu pagi, bel berbunyi tanda pembelajaran akan segera dimulai. Kelas yang berpenghuni 27 orang ini sudah sangat antusias menerima pelajaran yang akan di sampaikan guru PKN kami.

  Dalam  pembelajaran yang satu ini aku sangat bersemangat karna aku sangat menyukai Pkn saat mulai dari kelas 10.

Diary Ungu

 

 


 Karya: Regita Saragih


27 Agustus 1993. SMA Negeri 1 Purba. Cuaca hari ini sangat cerah sekali. Matahari sangat menghangatkan, sayang terlalu  menyengat di kulit, bahkan di pagi hari seperti ini. Nampak seorang gadis dengan saragam putih abu-abunya yang rapi. Rambutnya yang panjang diikatnya dengan begitu rapi tidak lupa dengan tas slempang merahnya yang begitu  feminim. Begitu sederhana dia, namun sudah cukup menggambarkan  bahwa dia salah satu siswi teladan di sekolah ini. Wajahnya yang tegap dan tegas namun tetap terlihat lemah lembut. Sungguh anggun.

Dia memiliki postur tubuh yang tinggi di kalangan siswi di sekolah ini. 163 cm. Langkahnya panjang, tak butuh waktu lama baginya untuk melewati koridor sekolah menuju ke ruang kelasnya XII IPA-A.

Kelas itu ternyata sudah ramai. Dimasukinya kelas itu dan  melangkah menuju meja kedua paling pojok dekat dengan jendela.

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...