Minggu, 24 Oktober 2010

TUNAS TERATAI

Oleh Rudi Hartono Saragih
Untuk Inisiatif dan Taman Madya Tamsis T.Tinggi

Dalam hening seisi surau,
bertabur kesucian tak terukur,
pelangi mengukir cinta di pucuk teratai,
menggores ranah intelektual, dalam nurani kala cahaya lahir.


Jiwaku berbentuk taman di masa datang,
telah tersemai bibit untuk hari yang cerah,
di kemudian waktu, kita kelak bersama menuai buah hari kemarin,
tidak pernah aku ingkari,
tamansiswa menganugrahkan pengalaman dan kompas kehidupan.

Aku telah ada di tubuhmu, ketika jiwamu tersimpul di relung jiwaku,
tak lagi aku lupa hari kebesaranmu,
tak lagi aku lupa segala kisah dari pagi hingga aku pulang sekolah,
tak lagi aku lupa nasehat dan segala petuahmu,
kini aku merindukan reuni di masa datang,
hingga duduk bersila bersama segenap pucuk dan tunas teratai
yang tersebar di seluruh nusantara.

Pada hari ulang tahun,
telah aku buang semua ego,
hingga aku suci, dan berucap:
terimakasih.

Hari ini dan hari kemarin,
telah aku kecap mulianya dedikasimu.

Ranah Kompak,
17 Juli 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...