Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Juni 2013

Puisi: Ibu Juga Pendidik




Universitas Negeri Medan
Desember 2011

Ibu Juga Pendidik
Oleh Rudi Hartono Saragih

Dan,
Kurangkai rindu dalam ranah esok hari,
menitih harap,
menggapai asa,
meraih cita-cita.

kutahu, berbakti itu hakiki insan,
kusadar, mengabdi itu kemuliaan jiwa yang tegar


ibu,
sebentar lagi anakmu akan mengabdi kepada anak bangsa,
memuliakan insan-insan kelu di sudut negeri ini,
membatik fajar untuk masa depan kita dan bangsa ini,

Rabu, 09 November 2011

SEORANG PETANI MENATAP KAMPUS KEBENARAN


Karya Antilan Purba

Dari desa aku melihat samar keanggunan, kekukuhan rumahmu
Katanya, kami dan turunan kami dapat tinggal bersamamu
Aku tak tahu
Aku tak punya cerita dari leluhur
Tak pernah merasakannya

Berangan aku  di istana kebenaran engkau berada anakku
Dalam doa pagi, siang, malamku harapku padaNya,
Engkau sampai nanti
Menggali kesusahan kita
Menerangi kegelapan
Membangun rumah masa depan kita

Rabu, 13 April 2011

AKU



Maafku kepada daun semilir tunas yang telah tumbuh.
 Bukan  tidak mungkin yang neuron menderu bersebab hati gundah menapaki jiwa yang goyah.
Terimalah sehelai gumam yang menelurkan bahwa aku sedih melihat ini.
Lantas dalam perjalanan kemarin, kuakui ada ketedeledoranku memutar gerigi perputaran waktu.
Jika aku ingin melepas dahaga, beri aku waktu.
Akan ku sulam hari kemarin untuk menebus air mata yang kau endapkan di ujung diskusi hari itu.
 Ah, tidak juga aku mungkin menepuk dada sambil tersipu melihat butir peluhmu.
Semoga.
Berikan aku ijinmu wahai Maha Pencipta.

Rabu, 27 Oktober 2010

NEURON BERKOTAK-KOTAK


Kepulan dioksida dari mulut tak’ cukup mengantar keindahan hingga ubun-ubun nurani.
Ada gelisah yang harus dicambuk diantara konflik.
Ada letih yang harus dihina kala mendung menyapa.
Ada hasrat "kobel" yang harus dihempas indahnya tarian bangau.
d...a....n...

Senin, 25 Oktober 2010

Ejaan Jiwa



Kau baru saja mengungkapkan ilmu padi diantara orang kerdil
Dalam malam guratan evaluasi terpahat kemilau, sahabat
Dari jiwa-jiwa sedih hari kemarin
Kita telah membubut kebersamaan

Minggu, 24 Oktober 2010

TUNAS TERATAI

Oleh Rudi Hartono Saragih
Untuk Inisiatif dan Taman Madya Tamsis T.Tinggi

Dalam hening seisi surau,
bertabur kesucian tak terukur,
pelangi mengukir cinta di pucuk teratai,
menggores ranah intelektual, dalam nurani kala cahaya lahir.

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...