Dhimas Krisna
Dimalam yang dingin diselimuti
kegelapan, aku dan teman ku duduk disamping api unggun. Kami merencanakan untuk
membuat meriam bambu untuk merayakan pergantian tahun. Kami sangat senang
dengan segala rencana kami pada malam itu. Sampai - sampai tidak terasa jam
sudah menunjukkan pukul 00:00. Keesokan harinya aku mengajak teman-teman ku
untuk mengambil bambu, untuk bahan membuat meriam. Itu masih pagi, embun masih
menyelimuti rerumputan yang kami lalui, sehingga celana kami basah kuyup.
"We
dingin kali pun." kata teman ku agak menggigil.
"Ayok lah biar cepat siap!" ucap ku padanya.
