Karya: Joko R. Girsang
Saya mempunyai teman bernama Tommy Sebayang
dia orang yang sangat, bandal, bodoh, jorok, bau, dan selalu bikin onar, dia
tidak mempunyai banyak teman kecuali saya itu pun saya berteman karna kasihan
kepadanya.
Sebenernya dia sangat memprihatinkan keadaannya di dunia ini seperti hama bagi orang lain, tepat nya pada hari Jumat saya melihat nya termenung sendiri kemudian saya menjumpai dia, dan mengajak dia berbicara dia pun bercerita keluh kesah nya yang sangat di kucilkan oleh orang lain,aku pun merasakan derita yang dialami nya, dan aku mencoba memberi dia semangat.
Beberapa
hari kemudian,seorang pengusaha kaya bernama pak Ahmad purba,datang ke desa
dalam hal keperluan bisnis, kemudian Tommy pun langsung menghampiri bapak itu,
beruntung bapak itu baik, sehingga Tommy pun bercerita keluh kesah nya, Tommy pun
menceritakan semua nya dengan hati yang sangat sedih,dari pertama aku lahir, dari
kecil aku sudah di bully karena hitam dan jelek, pembuat onar, tidak ada yang
mau berteman dengan ku,di situ aku pun sakit hati dan ada perasaan balas dendam kepada semua
orang yang mengucilkan ku, dan aku pun semakin membuat onar di manapun,
sehingga semakin banyak orang yang membenci ku, dan saya pun merasa hidup saya
tidak berguna di dunia ini.
Tetapi saya tetap membuat onar dan
membuat masalah sehingga semakin banyak orang yang ribut karna saya. Suatu saat
warga pun berencana untuk mengusir saya, jauh jauh pergi dari desa. Sampai
orang orang pun mencari-cari saya sehingga saya harus lari mencari tempat aman,
hingga saya pun menghilang beberapa hari dari desa, untuk menghindari kejaran
warga.pada saat malam hari saya merasa sangat kelaparan tapi saya harus menahan,
karna saya tau tidak ada satupun orang yang akan menolong saya karena semua
telah membenci saya, akhirnya saya pun menahan lapar yang sangat luar biasa, selama
5 hari, dan saya pun berusaha sekuat tenaga dengan keadaan badan yang lemah
untuk mencari apa saja yang dapat dimakan di dalam Hutan, sehingga saya berburu
dengan harapan mendapatkan sesuatu, saya pun mendapat hewan yang di buru,
kemudian saya membakar dan mencari air bersih di sungai, saya pun memakan, untuk
mengganjal perut beberapa hari ke depan, setelah beberapa hari saya memutuskan
untuk pulang ke desa, dan saya pun memberanikan diri untuk pulang,tetapi setelah
saya sampai, saya langsung ditangkap dan dipukuli hingga badan saya babak
belur, untung ada teman saya yang menolong bernama Joko, dia membawa saya ke
rumah nya, dan merawat saya dan memberi saya makan beberapa hari sampai saya pilih.
Lalu kami keluar dan duduk sambil berbincang itu lah cerita Tommy kepada pak Ahmad
Purba.
Kemudian setelah mendengar cerita Tommy,
pak Ahmad pun merasa sedih mendengar cerita saya dan kami pun berbincang, pak Ahmad
berkata dia ingin membawa saya pergi bersama nya, memberikan saya pekerjaan,dan
rumah, kepada saya dan membiayai hidup saya. Tepatnya hari Minggu saya pun berangkat
dengan pak Ahmad ke kota yaitu Jakarta, semua warga desa senang dan bersukacita
karena saya pergi,tapi tidak dengan Joko.
Setelah 20 Tahun saya meninggalkan desa,
tiba tiba terjadi bencana besar di desa saya dulu, desa saya di guncang gempa
bumi dengan kekuatan 8,7 skala Richter, semua isi desa hancur tak berdaya semua
rumah warga hancur, dan beberapa korban luka-luka, dan 12 orang meninggal
dunia, semua harta warga sudah lenyap,dan mereka pun tak mempunyai tempat
tinggal lagi, mereka harus mengungsi. Tommy pun mendengar kabar tersebut dan
dia pun datang ke tempat pengungsian dan memberi bantuan berupa sembako,dana yang
besar, dan membiayai seluruh keperluan warga desanya yang mengungsi.
Sontak semua pun terdiam karna menanggung
malu,dan menyesal karna Tommy dulu anak yang selalu di bully menjadi seorang dermawan yang
sangat baik hati, yang berhati mulia, dia tidak membalaskan dendam nya ,tapi
dia malah menolong, sungguh mulia hari Tommy. Dan yang paling berkesan,dia
memberikan 10 M pada desa ini, untuk membangun rumah semua rumah warga yang
hancur akibat gempa bumi. Sontak semua warga desa kaget, menangis bercampur
bahagia, dan berlomba memeluk Tommy sebayang sang dermawan.
Malam hari nya saya pun menjumpai Tommy
yang berada di pengungsian,kamu pun saling menatap dan terharu, karena berjumpa
kembali dengan keadaan yang sangat istimewa. Kami pun bercerita dengan gembira,
saya bertanya, bagaimana kamu bisa menjadi pengusaha sukses yang kaya raya saat
ini?
"Kisah saya di perantauan sangat
panjang dan menarik,tapi karna kamu meminta aku bercerita,aku pun bersedia dengan
syarat kita harus menjadi sahabat terbaik sampai ajal menjemput," ujar Tommy.
Kami pun tertawa riang dan sangat gembira,
Tommy pun mulai bercerita, pak Ahmad yang dulu seorang pengusaha kaya yang membawa
nya pergi dari desa,dia adalah tokoh utama yang membuat saya jadi orang sukses seperti
sekarang. Dia sangat lah baik, dia yang membiayai seluruh kebutuhan saya di kota.
Dia telah membimbing ku, supaya menjadi pribadi yang lebih baik lagi, mengajari
ku untuk menjadi pengusaha sukses yang jujur, bertanggung jawab dan amanah
dalam hal apapun,dan bekerja keras setiap saat. Pada hari itu lah puncaknya, pak
Ahmad pun dipanggil oleh yang maha kuasa, saya tidak tahu, entah apa yang di
lihat almarhum selama hidupnya kepada saya, sebelum meninggal dia, ingin
memberikan 60 persen kekayaannya pada ku,dia sudah menganggap aku seperti anak
kandung nya, saya pun terharu, sambil merasakan kesedihan. Dan akhirnya saya
membuat usaha dari modal yang sudah diberikan pak Ahmad, dan aku sangat bersyukur
usaha itu berkembang pesat, melebihi dari usaha pak Ahmad dahulu, saya pun
menjalankan usaha selama puluhan tahun, dan Puji Tuhan harta saya tak
terbatas,saya berprinsip bahwa harta di dunia ini adalah hanya lah titipan dari
Tuhan. Jadi saya selalu berbagi Dimana dan kapanpun sampe aku mati nanti, haha
seperti itu lah cerita nya." Ujar Tommy pada sahabat nya Joko.
“Sungguh hebat kisahmu kawan sehingga membuat
saya terharu dan makin semangat lagi dalam bekerja dan berbuat baik dalam hidup
ini. " Ujar Joko.
"Hahaha begitu lah kisah ku,aku
hanya ingin memberikan pesan, hendak nya jangan lah kita saling menghina
/membuly orang yang mempunyai kekurangan,karna tidak semua di lihat dari
kekurangan tetapi setiap manusia memiliki kelebihannya masing-masing, dan kita
tidak tau apa yang terjadi pada setiap orang di masa depan nanti, tetaplah
menghargai sesama, dan menciptakan kedamaian dimana pun berada," ujar
Tommy.
“Sungguh banyak pelajaran yang saya
ambil dari kejadian ini.aku hanya mengucapkan Terimakasih yang sangat besar
pada mu sahabat ku, semoga kita sehat selalu,dan menjadi orang yang taat pada Tuhan
,dan berguna bagi siapapun," ujar ku dengan hati yang tenang.
Editor : Rafael P.Saragih
Penulis adalah Siswa SMA N 1 PURBA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar