Karya: Claudia Panjaitan
Suatu hari, ada gadis bernama Arthena sedang berjalan jalan ditaman. Ia bertemu lelaki yang menurutnya tampan dan langsung jatuh hati. Lelaki itupun mendapati Arthena sedang memandang dirinya dan mendatangi Arthena lalu menyodorkan tangan nya dan berkata "Theo" katanya dengan dingin. Arthena tidak menyangka bahwa Theo mendatanginya, ia tertegun sejenak.
Lalu Arthena pun menjabat tangan Theo dan berkata "Aku Arthena, salam kenal ya!" tanpa basa basi Theo pun meminta kontak Arthena dan langsung diberikan oleh Arthena. Di malam hari, Theo menghubungi Arthena, mereka pun berbincang bincang untuk mengenal lebih dalam satu sama lain. Beberapa hari telah berlalu, dan hubungan mereka juga semakin dekat dan akhirnya Theo meminta Arthena untuk menjadi kekasih nya,tetapi ditolak oleh Arthena karena Arthena juga masih ragu dengan Theo. Mereka baru dekat beberapa hari, tidak mungkin Arthena mau menjadi kekasih nya walaupun ia sudah lebih dulu jatuh hati dari pada Theo, dia juga harus berhati hati untuk memilih pasangan, karna zaman sekarang ini banyak buaya berkeliaran.
Theo pun tidak menyerah begitu saja, ia terus mendekati Arthena dan membuatnya nyaman agar ia mau menjadi kekasih nya. Untuk kedua kalinya Theo meminta Arthena untuk menjadi kekasihnya tetapi masih saja ditolak oleh Arthena. Theo tidak langsung menyerah,ia terus berusaha mendapatkan Arthena dan akhirnya Theo mendapatkan Arthena, meskipun Arthena masih ragu tapi tidak ada salah nya dicoba pikir Arthena.
Theo dan Arthena sudah resmi sebagai sepasang kekasih, Arthena merasa sangat nyaman dengan Theo, Arthena berfikir bahwa Theo sangat mencintai dirinya. Hingga suatu saat Theo menghilang tanpa jejak dan tanpa kabar sekalipun. Arthena sedih, tapi tidak terlalu memikirkannya karna sudah menduga bahwa hal itu akan terjadi. Berbulan bulan Theo menghilang ia kembali pada Arthena, Arthena juga mau menerima Theo meskipun bisa dikatakan bahwa Theo menghosting dia. Kisah mereka berlanjut sampai tak berselang lama, Theo mengenalkan temannya pada Arthena dan diterima baik oleh Arthena.Lama kelamaan Arthena merasa cemburu dengan kedekatan Theo dan Jessy yang tak lain adalah teman Theo. Ia pun berdebat dengan Theo bahwa Arthena tidak suka atau bisa dibilang cemburu dengan kedekatan Theo dan Jessy.Akhirnya Theo pun mengikuti keinginan Arthena untuk menjauhi Jessy, tapi tak selang beberapa minggu Jessy dan Theo kembali dekat,hingga akhirnya Arthena tidak tahan lagi dan berbicara langsung dengan Jessy, "Kenapa kamu selalu meminta Theo untuk membantu mu!?
Kamu kan punya cowo ngapainn kamu selalu meminta Theo untuk membantu mu? Kamu gabisa menghargai aku sebagai pasangan Theo? dimana rasa malu mu?kita sama sama perempuan loh, harusnya kamu tau gimana perasaan aku!!" Kata Arthena dengan mata berkaca-kaca. Dengan santainya Jessy menjawab "Kan cwo mu juga ga masalah kok, kamu kok marah?"tak habis pikir Arthena pun pergi dan meninggalkan Jessy. Hubungan Arthena dan Theo juga tak baik baik saja, dingin menjalani hubungan mereka, Theo juga semakin sering bersama Jessy, dan pada akhirnya Arthena mencoba mencari tau lebih dalam lagi tentang Theo. Seminggu kemudian akhirnya Arthena mengetahui semua yang terjadi selama Theo menghilang dari Arthena. Ternyata saat Theo menghilang dia mempunyai kekasih, dia sudah mempunyai kekasih baru,dan waktu Theo meminta Arthena untuk menjadi kekasihnya dia sudah mempunyai dua pacar sebelumnya dan Arthena dijadikannya sebagai kekasih nya yang ketiga.
Arthena pun terkejut, sedih dan bingung semua bercampur aduk. Ia tak habis pikir dengan kelakuan Theo, karena dia melihat perlakuan Theo terhadap dirinya seolah-olah mencintai Arthena ternyata semua itu palsu. Tidak hanya itu Theo juga telah berpacaran dengan Jessy. Hati Arthena hancur dan ia tidak tau harus berbuat apa dan memutuskan untul mengakhiri hubungannya dengan Theo. Akan tetapi Theo tak mau mengakhiri hubungan mereka, Arthena tidak peduli dengan keinginan Theo, hingga akhirnya Theo pun mau mengakhiri hubungan nya dengan Arthena. Arthena merasa hancur, karna Theo bisa tanpa nya, tetapi Arthena tidak bisa tanpa Theo. Keseharian Arthena pun terasa hampa, tetapi Arthena akhirnya berdamai keadaan dan lebih berhati-hati ketika memilih.
Penulis adalah siswa SMA Negeri 1 Purba
Editor: Larson Johansen Haloho

Tidak ada komentar:
Posting Komentar