Karya: Larson Johansen Haloho
Larson Johansen
Haloho biasanya dipanggil Larson, adalah seorang anak yang tumbuh
dikeluarga yang sederhana ibu berprofesi sebagai Guru dan ayah berprofesi
sebagai petani untuk mencukupi kebutuhan sehari hari.
Larson mulai bersekolah di umur 4 tahun yaitu di TK Harapan Bangsa Tigarunggu dia adalah anak yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan juga anak yg aktif, dimasa TK keseharian setiap hari seperti anak anak usianya pasti sangat ingin bermain terus menerus, pada saat TK dia mempunyai sopir yang biasa dipanggilnya”Pak payung(Bapak Sipayung) yang selalu mengantarnya setiap hari.
Pada suatu hari Larson pernah menangis karena ditinggalkan kedua orangtuanya saat ingin pergi kesekolah dan dia menunggu mobil jemputan didepan rumahnya karena terlalu lama dia menangis karena ketakutan maklum saja anak kecil seperti usianya pasti ketakutan saat sendiri apalagi orangtuanya pergi pada saat itu, tidak lama kemudian pak payung itu datang dengan mobil nya untuk menjemput lalu pak payung membujuk agar larson agar tidak menangis dan mau berangkat kesekolah,bukti bahwa bapak itu saat peduli kepada larson pada saat itu.Larson mempunyai satu teman akrab yaitu Bryan yang merupakan anak dari pak payung tadi,
Bryan ini adalah anak yg memiliki tubuh yg cukup tinggi diatas rata rata teman seusianya,dia adalah orang yg baik,ramah
dan peduli kepada teman temannya tetapi sangat
disayangankan suatu hari dia dikabarkan meninggal,bermula saat giginya goyang dan ingin dicabut,
dia mengatakan kepada ibunya agar ibunya mencabut giginya tetapi mungkin
pada saat itu ibunya sedang
sibuk, Bryan yg tidak sabar mengambil sebuah
“Tang” di luar rumahnya yg sudah berkarat lalu dia mencabut
giginya dengan tang tersebut, dia mungkin mencabut giginya dengan kuat dan secara paksa tapi malah membuat gusi
dari giginya mengalami pendarahan dan infeksi lalu dia lansung
dilarikan ke rumah sakit terdekat
tetapi dokter mengatakan gusinya mengalami infeksi
berat dikarekan luka yg disebabkan Tang tersebut. Tidak lama kemudian
Bryan dikabarkan meninggal dan kejadian ini membuat pak payung
mentalnya terganggu dan dia memilih
untuk berhenti menjadi
supir pada saat itu. Lalu 1 bulan
berikutnya akhirnya Larson wisuda dari TK
Harapan Bangsa.
Larson melanjutkan Pendidikan di SD Negeri 091351 Pematang
Purba pada saat kelas 1 mendapat lingkungan baru pastinya takut,tidak ingin jauh dari orangtua tetapi ayahnya mengatakan kalo belum kenal pasti takut jadi Larson berkenalan dengan semua teman temannya
pada saat itu di hari dia hanya diantarkan ayahnya saja berbeda dengan teman temannya yg lain yg masih ditemani
orangtuanya didalam kelas.
Mulai dari situ Larson menjadi
orang yg suka berteman, dari kelas 1-6 Larson adalah siswa berprestasi
yg selalu masuk rangking 3 besar dan dia juga disukai
guru-guru disekolah.
Setelah lulus dari SD Larson melanjutkan Pendidikan di
SMP Negeri 1 Purba pada saat kelas 7
dia bertemu beberapa teman temannya kembali pada saat SD dia adalah pribadi yg selalu akrab dengan teman temannya pada
saat kelas 7 dia berprestasi menjadi
rangking 3 dikelasnya tepatnya di
kelas 7-4 memiliki teman yg baik dan peduli terhadap sesama setelah 1 semester berakhir pada semester 2 saat Ujian Tengah Semester
dilaksanakan ada pengumuman dari Guru bidang kesiswaan bahwa siswa diliburkan 2 minggu
akibat penularan virus Covid- 19 pada
saat itu siswa dan guru berpikir bahwa Covid-19 tidak akan sampai ke wilayah Simalungun tetapi libur 2 minggu tersebut
menjadi 2 tahun.Setelah covid 19 semakin parah
dan masuk ke wilayah simalungun pembelajaran dilakukan secara daring
mulai dari kelas 7 Semester 2 Sampai
Kelas 9 belajarnya semua dirumah tentu sangat membosankan tetapi ada yg membuat siswa bahagia yg itu bisa tidur sepuasnya, Setelah covid sedikit
mereda Akhirnya siswa diperbolehkan datang kesekolah
meskipun dengan Sesi yg berbeda untuk mengatasi kerumunan. Pada saat pembelajaran dengan sesi semuanya sangat
bahagia dikarenkan rindu kepada
teman sudah hampir
2 tahun tidak berjumpa, setelah
itu siswa diwajibkan menggunakan masker
dan Cuci tangan, Kemudian akhirnya semester 1 berakhir,pada semester 2
pemerintah membuat sebuah kebijakan
siswa dapat berkumupul disekolah tanpa menggunakan sesi tetapi membatasi jarak dan menghindari
kerumunan, disitu Larson sangat senang karena semunya bisa berkumpul lagi,
semuanya dilalui dengan
baik dan bisa bermain dan belajar bersama
sama lagi dengan teman. Di
akhir semester kedua tepatnya 2 minggu sebelum USBN suasana kelas takut berpisah dan semuanya pasti suka memoto
atau menvidiokan kegiatan
dikelas. Pada saat akhir kelulusan
semuanya terharu dan tidak ingin berpisah tetapi itulah hidup “disetiap pertemuan pasti ada
perpisahan” Setelah Lulus beberapa teman teman memutuskan untuk melanjutkan SMA/SMK diluar lingkungan tempat tinggalnya. Masa SMP adalah masa yg bisa dikatakan sebagai masa terbaik meskipun
ada virus covid-19 tetapi disanalah keakraban dan pertemanan yg sangat
sangat erat.
Setelah Tamat SMP Larson sebenarnya bingung mau bersekolah dimana, ada yg menyarankan di Bintang Timur,
Budi Mulia Atau Methodist saja tetapi dia berpikir untuk
tidak jauh dari orang tua,
lalu memutuskan untuk melanjutkan Pendidikan di SMA Negeri 1 Purba kebetulan ibunya menjadi salah satu Guru
di sekolah tersebut yaitu Guru Mata Pelajaran
Bahasa Inggris. Diawal masuk SMA kembali ke lingkungan baru meskipun
masih ada teman teman dari SMP. Pada saat MPLS(Masa
Pengenalan Lingkungan Sekolah)
Larson mendapatkan pengarahan
dari Bapak/Ibu guru dan kakak-kakak OSIS ,saling berkenalan dan mulai akrab dengan teman-teman, pada saat pembagian
kelas Bapak JRS memberikan Pernyataan bahwa akan dilakukan Ujian Tes minat dan bakat.Saat tes tersebut diberikan Larson mengisinya
dengan penuh ambisi dan percaya diri. Hari terakhir MPLS Pak Rudi mengatakan bahwa
kelas 10 Tahun Ajaran 2022-2023
akan menggunakan Kurikulum
terbaru yaitu kurikulum merdeka. Setelah itu dilakukan
pembagian kelas dan Larson masuk ke kelas X-1
yang isinya ada beberapa teman sewaktu di SMP,keesokan harinya Pak
Nababan dan Pak JRS mengumuman
Pemenang Tes Minat dan Bakat, Larson Mendaptkan Juara 2 Umum MPLS, tentunya
hati Bahagia dan sangat
senang
Mulai dari saat itu Larson
Menjadi orang yg sangat mempunyai ambisi yg tinggi
untuk meraih prestasi, Pada saat tanggal
14 Agustus 2022 Larson memutuskan untuk pindah dari SMA Negeri 1 Purba ke SMA Swasta Sultan
Agung Pematang Siantar dikarenakan mungkin ingin
mencari lingkungan,tantangan baru dan juga mencoba sekolah di Swasta yg
memiliki Fasilitas yg cukup memadai
karena mulai dari Sd-Smp selalu bersekolah di Negeri,di Sultan Agung Larson
bertemu suasana yg sangat berbeda 360 derajat berbeda yg membuat menjadi sedikit
sadar diri dengan
kualitas teman teman
yg memiliku value yg sangat cerdas dan mapan tetapi
itu tidak menjadi
penghalang untuk semangat
belajar.Setelah 1 Minggu
Larson dipanggil kembali ke SMA 1 Purba atas perintah
Kepala Sekolah pada hal Larson sudah nyaman meskipun
memiliki hidup yg mandiri .Ibu mengatakan” gpp kan bang balik lgi ke SMA Purba’ dan Larson menjawabnya “yaudah lah gpp besok aku balik lgi”. Mulai dari situ Larson
menjadi orang yg ditempatkan dimana saja harus bisa dan memacu semangat belajar untuk semakin giat
lgi. Jadi pelajarannya dari cerpen “Pengalaman” ini dimanapun/kapan pun kita ditempatkan kita
harus selalu siap dan selalu
bersyukur.
"Kehidupan akan terus melangkah tanpa bertanya apakah kita siap atau tidak.”
Penulis adalah siswa SMAN Purba

Tidak ada komentar:
Posting Komentar