Sabtu, 11 Februari 2023

Perjalanan Menimba Ilmu

   Karya: Larson Johansen Haloho



      Larson Johansen Haloho biasanya dipanggil Larson, adalah seorang anak yang tumbuh dikeluarga yang sederhana ibu berprofesi sebagai Guru dan ayah berprofesi sebagai petani untuk mencukupi kebutuhan sehari hari.

Larson mulai bersekolah di umur 4 tahun yaitu di TK Harapan Bangsa Tigarunggu dia adalah anak yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan juga anak yg aktif, dimasa TK keseharian setiap hari seperti anak anak usianya pasti sangat ingin bermain terus menerus, pada saat TK dia mempunyai sopir yang biasa dipanggilnya”Pak payung(Bapak Sipayung) yang selalu mengantarnya setiap hari.

Pada suatu hari Larson pernah menangis karena ditinggalkan kedua orangtuanya saat ingin pergi kesekolah dan dia menunggu mobil jemputan didepan rumahnya karena terlalu lama dia menangis karena ketakutan maklum saja anak kecil seperti usianya pasti ketakutan saat sendiri apalagi orangtuanya pergi pada saat itu, tidak lama kemudian pak payung itu datang dengan mobil nya untuk menjemput lalu pak payung membujuk agar larson agar tidak menangis dan mau berangkat kesekolah,bukti bahwa bapak itu saat peduli kepada larson pada saat itu.

Larson mempunyai satu teman akrab yaitu Bryan yang merupakan anak dari pak payung tadi, Bryan ini adalah anak yg memiliki tubuh yg cukup tinggi diatas rata rata teman seusianya,dia adalah orang yg baik,ramah dan peduli kepada teman temannya tetapi sangat disayangankan suatu hari dia dikabarkan meninggal,bermula saat giginya goyang dan ingin dicabut, dia mengatakan kepada ibunya agar ibunya mencabut giginya tetapi mungkin pada saat itu ibunya sedang sibuk, Bryan yg tidak sabar mengambil sebuah “Tang” di luar rumahnya yg sudah berkarat lalu dia mencabut giginya dengan tang tersebut, dia mungkin mencabut giginya dengan kuat dan secara paksa tapi malah membuat gusi dari giginya mengalami pendarahan dan infeksi lalu dia lansung dilarikan ke rumah sakit terdekat tetapi dokter mengatakan gusinya mengalami infeksi berat dikarekan luka yg disebabkan Tang tersebut. Tidak lama kemudian Bryan dikabarkan meninggal dan kejadian ini membuat pak payung mentalnya terganggu dan dia memilih untuk berhenti menjadi supir pada saat itu. Lalu 1 bulan berikutnya akhirnya Larson wisuda dari TK Harapan Bangsa.

Larson melanjutkan Pendidikan di SD Negeri 091351 Pematang Purba pada saat kelas 1 mendapat lingkungan baru pastinya takut,tidak ingin jauh dari orangtua tetapi ayahnya mengatakan kalo belum kenal pasti takut jadi Larson berkenalan dengan semua teman temannya pada saat itu di hari dia hanya diantarkan ayahnya saja berbeda dengan teman temannya yg lain yg masih ditemani orangtuanya didalam kelas. Mulai dari situ Larson menjadi orang yg suka berteman, dari kelas 1-6 Larson adalah siswa berprestasi yg selalu masuk rangking 3 besar dan dia juga disukai guru-guru disekolah.

Setelah lulus dari SD Larson melanjutkan Pendidikan di SMP Negeri 1 Purba pada saat kelas 7 dia bertemu beberapa teman temannya kembali pada saat SD dia adalah pribadi yg selalu akrab dengan teman temannya pada saat kelas 7 dia berprestasi menjadi rangking 3 dikelasnya tepatnya di kelas 7-4 memiliki teman yg baik dan peduli terhadap sesama setelah 1 semester berakhir pada semester 2 saat Ujian Tengah Semester dilaksanakan ada pengumuman dari Guru bidang kesiswaan bahwa siswa diliburkan 2 minggu akibat penularan virus Covid- 19 pada saat itu siswa dan guru berpikir bahwa Covid-19 tidak akan sampai ke wilayah Simalungun tetapi libur 2 minggu tersebut menjadi 2 tahun.Setelah covid 19 semakin parah dan masuk ke wilayah simalungun pembelajaran dilakukan secara daring mulai dari kelas 7 Semester 2 Sampai Kelas 9 belajarnya semua dirumah tentu sangat membosankan tetapi ada yg membuat siswa bahagia yg itu bisa tidur sepuasnya, Setelah covid sedikit mereda Akhirnya siswa diperbolehkan datang kesekolah meskipun dengan Sesi yg berbeda untuk mengatasi kerumunan. Pada saat pembelajaran dengan sesi semuanya sangat bahagia dikarenkan rindu kepada teman sudah hampir 2 tahun tidak berjumpa, setelah itu siswa diwajibkan menggunakan masker dan Cuci tangan, Kemudian akhirnya semester 1 berakhir,pada semester 2 pemerintah membuat sebuah kebijakan siswa dapat berkumupul disekolah tanpa menggunakan sesi tetapi membatasi jarak dan menghindari kerumunan, disitu Larson sangat senang karena semunya bisa berkumpul lagi, semuanya dilalui dengan baik dan bisa bermain dan belajar bersama sama lagi dengan teman. Di akhir semester kedua tepatnya 2 minggu sebelum USBN suasana kelas takut berpisah dan semuanya pasti suka memoto atau menvidiokan kegiatan dikelas. Pada saat akhir kelulusan semuanya terharu dan tidak ingin berpisah tetapi itulah hidup “disetiap pertemuan pasti ada perpisahan” Setelah Lulus beberapa teman teman memutuskan untuk melanjutkan SMA/SMK diluar lingkungan tempat tinggalnya. Masa SMP adalah masa yg bisa dikatakan sebagai masa terbaik meskipun ada virus covid-19 tetapi disanalah keakraban dan pertemanan yg sangat sangat erat.

Setelah Tamat SMP Larson sebenarnya bingung mau bersekolah dimana, ada yg menyarankan di Bintang Timur, Budi Mulia Atau Methodist saja tetapi dia berpikir untuk tidak jauh dari orang tua, lalu memutuskan untuk melanjutkan Pendidikan di SMA Negeri 1 Purba kebetulan ibunya menjadi salah satu Guru di sekolah tersebut yaitu Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris. Diawal masuk SMA kembali ke lingkungan baru meskipun masih ada teman teman dari SMP. Pada saat MPLS(Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) Larson mendapatkan pengarahan dari Bapak/Ibu guru dan kakak-kakak OSIS ,saling berkenalan dan mulai akrab dengan teman-teman, pada saat pembagian kelas Bapak JRS memberikan Pernyataan bahwa akan dilakukan Ujian Tes minat dan bakat.Saat tes tersebut diberikan Larson mengisinya dengan penuh ambisi dan percaya diri. Hari terakhir MPLS Pak Rudi mengatakan bahwa kelas 10 Tahun Ajaran 2022-2023 akan menggunakan Kurikulum terbaru yaitu kurikulum merdeka. Setelah itu dilakukan pembagian kelas dan Larson masuk ke kelas X-1 yang isinya ada beberapa teman sewaktu di SMP,keesokan harinya Pak Nababan dan Pak JRS mengumuman Pemenang Tes Minat dan Bakat, Larson Mendaptkan Juara 2 Umum MPLS, tentunya hati Bahagia dan sangat senang

Mulai dari saat itu Larson Menjadi orang yg sangat mempunyai ambisi yg tinggi untuk meraih prestasi, Pada saat tanggal 14 Agustus 2022 Larson memutuskan untuk pindah dari SMA Negeri 1 Purba ke SMA Swasta Sultan Agung Pematang Siantar dikarenakan mungkin ingin mencari lingkungan,tantangan baru dan juga mencoba sekolah di Swasta yg memiliki Fasilitas yg cukup memadai karena mulai dari Sd-Smp selalu bersekolah di Negeri,di Sultan Agung Larson bertemu suasana yg sangat berbeda 360 derajat berbeda yg membuat menjadi sedikit sadar diri dengan kualitas teman teman yg memiliku value yg sangat cerdas dan mapan tetapi itu tidak menjadi penghalang untuk semangat belajar.Setelah 1 Minggu Larson dipanggil kembali ke SMA 1 Purba atas perintah Kepala Sekolah pada hal Larson sudah nyaman meskipun memiliki hidup yg mandiri .Ibu mengatakan” gpp kan bang balik lgi ke SMA Purba’ dan Larson menjawabnya “yaudah lah gpp besok aku balik lgi”. Mulai dari situ Larson menjadi orang yg ditempatkan dimana saja harus bisa dan memacu semangat belajar untuk semakin giat lgi. Jadi pelajarannya dari cerpen “Pengalaman” ini  dimanapun/kapan pun kita ditempatkan kita harus selalu siap dan selalu bersyukur.

"Kehidupan akan terus melangkah tanpa bertanya apakah kita siap atau tidak.”

 

Penulis adalah siswa SMAN Purba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...