Senin, 20 Februari 2023

Menghilang ditelan jarak

                                                         



                                                       Karya:Chelsi Sitanggang

Dalam sebuah kisah dimulainya cerita, dan cerita tersebut akan sama saja seperti senja semuanya hanya sementara. Jangankan untuk bertahan mengenal saja susah untuk dilaksanakan, dan pada akhirnya semua sudah selesai.

Banyak dari kita pasti memiliki awal yang indah tanpa kita sadari semuanya hanya sementara sudah tau pun masih saja berharap akan bahagia. Ini adalah cerita awalnya kita yang tak bisa bersama dan pada akhirnya berpisah. Ibarat kan "sebuah epilog tanpa prolog" kisah yang tak pernah dimulai namun sudah berakhir tanpa kata selesai

 

 28 October 2022 hari  sumpah pemuda, seperti pada umumnya dilaksanakan upacara dengan terik matahari, pasukan pembawa bendera dengan suara kerasnya berteriak dengan penuh wibawa mengatur anggotanya, badan tegap wajah yang berseri menambah kesan cool kalau kata orang-orang. Pertama kali aku mengetahui kamu ada di sekolah, tanpa tau siapa kamu dengan bangganya aku memuji. Bahagia atau gembira rasanya hari itu entah bagaimana apa karena harinya yang menyenangkan atau karena bertemu dengan kamu. Sejak saat itu kita sering berpapasan namun tak ada sepucuk kata bahkan tak terlintas untuk sekedar tegur sapa. Itu adalah awal dimulainya cerita tentang mereka yaitu pengagum rahasia "CIA" dengan dia "Raiden".

Dulu tak pernah terpikirkan untuk mengenal,namun seperti istilah"dunia itu sempit", kita pun semakin sering bertemu di situasi tertentu, misalnya dilapangan, di ekstra Pramuka,dan di jalan ketika pulang sekolah. Disaat itu diri ini sangat membenci dia, dimana dia yang bertingkah seolah seorang yang hebat, dekat dengan banyak perempuan. Namun benar kata pepatah benci adalah awal dari percintaan entah bagaimana atau kenapa bisa rasa ini bertumbuh dengan seiring waktu apa karena aku sering melihatmu disekolah atau karena berpapasan dijalan atau karena kamu ada di ekstra Pramuka, rasa ini! rasa dimana saat melihatmu ingin rasanya tersenyum selalu,hati yang bergetar disaat berada didekatmu apa ini rasa cinta? Diam aku terdiam kubiarkan saja rasa ini terpendam tanpa tau kejelasannya terkubur dihati dalam, berharap menghilang tetapi rasa hampa yang datang mengisi hati kosong seharian.

Takut aku terluka kubiarkan rasa ini tanpa memberitahu teman lain bahkan tidak juga untuk teman dekat ku. menatap mu dari jauh, mengagumi mu selalu, menjadi penyemangat sekolah,dan selalu berharap kamu menatap kembali padaku. Kalo kata orang aku itu kegeeran, selalu merasa dilihatmu,dan ketika kamu melihat aku,aku menganggap kamu mengenal aku dan semakin berat rasa ini. Semakin besar hingga melihatmu  dekat bersama  teman perempuanmu sakit sekali rasanya padahal kita tak saling mengenal. Aku terlalu lama,tak ada tindakan dan selalu diam,lihat ternyata teman sekelas ku  menyukaimu juga, kecewa rasanya pada saat itu kuberikan dukungan kepadanya, kubiarkan rasa ini terdiam terus menerus namun rasa kecewa tak terbendung hingga entah bagaimana teman dekat ku mengetahui semuanya, sehingga kesedihan tak berlangsung lama karena teman ku selalu memberikan dukungan. Kembali lagi ku bersemangat menjalani hari seperti biasa dan tetap kamu jadi penyemangat ku.Kujalani hari-hari seperti biasanya mengagumi dari jauh,tapi terkadang rasa ini pudar karena tak sering kutemui dan rasa kembali bergejolak saat bertemu dengan mu lagi.

 Saat itu ketika pulang sekolah entah itu takdir atau kebetulan, kita bertemu didepan gerbang sekolah, mata itu saling bertubrukan seolah mengatakan apa yg sudah tertahan,namanya juga manusia pasti gengsi, mulut terkatub rapat seolah tak memberi akses ingin sekedar tersenyum. Namun aku selalu kalah, aku tersenyum didepan dia begitu juga dengan dia

"Hai, apa kabar?" Tanyanya sambil tersenyum dengan wajah hingga telinganya juga ikut memerah. "Hai juga,aku baik kalau kamu? Balas ku juga ikut tersenyum-senyum. Hari itu hari dimana satu kalimat saja yg dia ucapkan menambah rasa kepercayaan diri untuk mendapatkannya semakin besar, hari itu kusebut hari terbahagia dimana itu adalah pertemuan resmi setelah mengenal nya.

Sangkin bahagia nya dengan hari itu,jiwa dan pikiran ku berhasil direbut oleh dia, jiwa yang terasa melayang dengan pikiran ter awang-awang. Lihatlah manusia ini! padahal dia menyapa hanya untuk formalitas sesama manusia bukan karena suka sama kamu, begini nih cewek, baru disapa doang mikirnya nikah nanti mau adat apa. Aku lupa didunia tidak ada yang menetap sama halnya dengan senja semuanya hanya sementara.pada suatu ketika ,aku masih ingat dengan hari itu, dimalam Minggu pada tanggal 28 Januari entah bujukan darimana tangan ini ingin rasanya membuka storymu. Disaat itu dunia terasa sangat amat hampa, seolah-olah memang sudah di janjikan, jangkrik yang berhenti berbunyi menambah sunyi yang hinggap semakin dalam.

Kecewa,hancur,sakit hati,jiwa terasa mati, hingga tak ada lagi air mata dan tangisan, sesak didalam dada sehingga menolak keluarnya air mata,semuanya seolah berhenti bergerak . Kulihat lagi storymu semakin besar lara yang tak bisa tertutupi, hari itu adalah hari terbenci yang kurasakan, dia akhirnya menunjukkan bahwa dia selama ini tidak sendirian. Aku tak tau mengapa aku sakit hati, apa karna aku kecewa dengan dia, atau karena aku kecewa dengan diri ku sendiri karena telah menyukai milik orang lain. Aku yakin pada saat itu yang paling dominan adalah opsi ke 2. Sejak hari itu aku memilih berhenti dan menjauh, tak ada lagi rasa percaya diri, bahkan tak ada lagi kata "menyukai tidak harus memiliki" semuanya seolah  sudah lenyap

Aku memilih berhenti dan kubiarkan kali ini engkau bahagia walaupun ada seorang yang Nestapa, semuanya sudah berakhir, ku ikuti saja alurnya biarlah tuhan tentukan jalan untuk semuanya

 Jangan pernah berharap lebih, terkadang Tuhan mendatangkan seseorang dalam hidup ini hanya sebagai pengalaman hidup,bukan teman hidup. Bagaimana bisa aku mencintaimu mu seterang bintang sedangkan kau saja tidak suka pada cahaya. Bagaimana bisa aku mencintaimu sederas hujan sedangkan kau saja tidak suka pada hujan. Hujannya sudah reda tapi banjirnya masih terasa, kisah sudah selesai namun kenangannya masih ada

Demikian cerpen saya ,mohon maaf karena masih terdapat banyak kekurangan, saya harap saran dan kritikan teman² dapat membantu saya untuk semakin lebih baik kedepannya. Saya ucapkan terimakasih banyak

   Penulis adalah siswa SMA Negeri 1  Purba

   Editor: Larson Johansen Haloho

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...