KARYA: JEREMIA F.F SILALAHI
Jeremia Frans Fernando Silalahi lahir 2007 bulan 07 tanggal 15 ,anak yang lahir di keluarga sederhana yang memiliki satu saudara kandung yang bernama Jhonhanrisman Frans Nataldo Silalahi. Ibu mereka berprofesi sebagai petani dan ayah mereka berprofesi sebagai sopir bus antar provinsi untuk mencukupi kebutuhan keluarga nya sehari hari.
Jeremia adalah anak yang pendiam dan juga pemalu , dan tidak suka dengan keramaian, tetapi Jeremia sangat suka dengan hewan,seperti kucing ,dan anjing. Jeremia mulai bersekolah saat dia berusia 6 tahun pada saat itu dia duduk di bangku kelas 1 SD, Dia mulai bersekolah di SD Negeri 091348 Tigarunggu.Pada hari pertama bersekolah ,Jeremia duduk di bangku ke dua dari sebelah pintu kelas.
Pada saat perkenalan Jeremia sangat irit dengan suaranya ,dia berbicara sangat pelan dan tidak terlalu banyak bicara , sehingga teman teman sekelasnya menertawakan dia ,tetapi dia tidak menghiraukannya. Jeremia memiliki sebangku yang bernama Peri. Peri memiliki kelainan pada kulitnya dari dia lahir ,yaitu memiliki sisik di seluruh bagian tubuh nya.Karena kekurangan nya itu ,banyak orang yang menjauhinya,tetapi Jeremia tidak menjauhi dia dan malah mau berbicara bersama nya. Mereka berdua pun menjadi teman yang akrab pada saat itu.Singkat cerita Jeremia sudah mulai akrab dengan teman teman sekelas nya, dia mulai banyak bicara dan sudah mulai mau bergaul,singkat cerita pada suatu hari ketika jam istirahat Jeremia bersama temannya yang bernama Arya pergi ke kamar mandi ,
sesampai nya di sana mereka heran meliat sekumpulan abang kelas mereka yang sedang berkerumun
di belakang kelas. Karena penasaran mereka pun
mendatangi sekumpulan abang kelas itu,dan mereka pun tiba di sana dengan muka yang sangat terkejut
karena melihat dua orang sedang berkelahi dan saling mukul.
Mereka pun pergi meninggalkan tempat itu karena guru agama datang dari kantor menuju ke tempat tersebut sambil membawa sebilah bambu di tangan nya
,mereka pun berlari dari belakang kelas agar tidak di lihat oleh guru tersebut ,mereka pun sampai di dalam kelas dengan raut muka yang ketakutan.
Beberapa tahun kemudian,Jeremia yang dulu masih kecil
sekarang sudah duduk di bangku kelas 5 SD. Pada saat kelas 5 SD Jeremia sangat rajin belajar dan sangat suka pelajaran matematika. Singkat cerita pada saat pemilihan raport semester 1 Jeremia berhasil meraih juara 3 kelas dan itu pertama kali dia juara semasa SD. Dia sangat senang dan
tidak percaya bahwa dia bisaa mendapatkan juara 3
dan mengalahkan juara bertahan mereka, namun kebahagiaan itu hanya bertahan sampai di situ. Pada semester 2 Jeremia mulai menurun, dia mulai malas belajar dan juga suka pergi ke warnet saat pulang sekolah. Suatu hari pada hari libur Jeremia pergi ke rumah Tulang nya untuk
menemui Lae nya (Abang) dia mau ikut bersama Lae nya untuk melangsir pupuk/kompos. Sebelum berangkat Jeremia tidak di kasih ikut oleh Lae nya ,karena tidak di perbolehkan ibu nya, namun Jeremia sangat keras kepala
dan tidak mau mendengarkan perkataan ibu nya dan
mereka pun pergi menuju tempat untuk mengantar kan kompos tersebut. Singkat cerita mereka pun sampai di tempat tersebut, mereka pun menurunkan muatan nya dari mobil mereka. Setelah selesai menurunkan muatan mereka istirahat sejenak untuk melepas penat.
Singkat cerita pada saat perjalanan pulang mereka mengalami musibah yang hampir merenggut nyawanya tetapi tuhan berkata lain ,
Jeremia masih di beri keselamatan dan masih bisa beraktivitas seperti biasa sampai saat ini.
Kecelakaan itu terjadi di tanjakan Bah sigari yang berada di buttu parilahan (SINAR PARDOMUAN) sebelum kejadian teman Lae nya Jeremia berbicara sembarangan, sementara di tempat itu kita harus menjaga ucapan dan perbuatan. Namun naas nyaa saat mendapat kan tanjakan Bah sigari mobil mereka tidak sanggu menanjak ,dan malah mundur,sialnya lagi rem mobil mereka blong. Dan Jeremia sangat panik , dan mereka di suruh melompat oleh Lae nya dan Jeremia pun melompat. Saat melompat tangan Jeremia tersangkut pada besi mobil tersebut sehingga dia jatuh dan terguling ke bawah jalan ,
karena kondisi jalan tanjakan Jeremia pun terguling beberapa meter ke bawah, kemudian teman Jeremia yang bernama Juan mengulurkan tangannya untuk Jeremia, dan Jeremia pun berhasil di selamatkan oleh Juan. Setelah Jeremia berdiri dia belum sadar bahwa kulit kepalanya sudah terkelupas, dan setelah beberapa menit Lae nya baru sadar bahwa kepala Jeremia terluka Lae nya pun memberikan jaket untuk menutupi kepala nya karena pada saat kejadian kondisi cuaca sedang hujan. Kemudian Lae Jeremia menelpon kawannya untuk menjemput mereka.
Singkat cerita, Jeremia pun di bawa ke puskesmas oleh lae nya bersama teman nya yang bernama alm. Natal, kemudian Jeremia di bawa ke dalam ruangan untuk membersihkan luka luka nya dan juga menjahit luka yang ada di kepala nya. Kemudian kawan Lae nya menjemput ibu Jeremia, ketika ibu nya datang Jeremia menangis ,bukan karena kesakitan melainkan karena takut di marahi ibu nya. Setelah selesai di obati, Jeremia di berikan teh manis agar tubuh
nya hangat. Setelah itu mereka pun pulang ke rumah nya, sesampainya di
rumah Jeremia diberikan telor ayam kampung mentah.
SEKIAN CERPEN DARI SAYA.

(Jeremia F. F. Silalahi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar