Sabtu, 11 Februari 2023

JEREMIA DI TANJAKAN BAH SIGARI

KARYA: JEREMIA F.F SILALAHI

 


Jeremia Frans Fernando Silalahi lahir 2007  bulan 07 tanggal 15 ,anak yang lahir di keluarga sederhana yang memiliki satu saudara kandung yang bernama Jhonhanrisman Frans Nataldo Silalahi. Ibu mereka berprofesi sebagai petani dan ayah mereka berprofesi sebagai sopir bus antar provinsi untuk mencukupi kebutuhan keluarga nya sehari hari.

Jeremia adalah anak yang pendiam dan juga pemalu , dan tidak suka dengan keramaian, tetapi Jeremia sangat suka dengan hewan,seperti kucing ,dan anjing. Jeremia mulai bersekolah saat dia berusia 6 tahun pada saat itu dia duduk di bangku kelas 1 SD, Dia mulai bersekolah di SD Negeri 091348 Tigarunggu.Pada hari pertama bersekolah ,Jeremia duduk di bangku ke dua dari sebelah pintu  kelas

Pada saat perkenalan Jeremia sangat irit dengan suaranya ,dia berbicara sangat pelan dan tidak terlalu banyak bicara , sehingga teman teman sekelasnya menertawakan dia ,tetapi dia tidak menghiraukannya. Jeremia memiliki sebangku yang bernama Peri. Peri memiliki kelainan pada kulitnya dari dia lahir ,yaitu memiliki sisik di seluruh bagian tubuh nya.Karena kekurangan nya itu ,banyak orang yang menjauhinya,tetapi Jeremia tidak menjauhi dia dan malah mau berbicara bersama nya. Mereka berdua pun menjadi teman yang akrab pada saat itu.

 

Singkat cerita Jeremia sudah mulai akrab dengan teman teman sekelas nya, dia mulai banyak bicara  dan sudah mulai mau bergaul,singkat  cerita  pada suatu hari  ketika jam istirahat Jeremia bersama temannya yang bernama Arya pergi ke kamar mandi , sesampai nya di sana mereka heran meliat sekumpulan abang kelas mereka yang sedang berkerumun  di belakang kelas. Karena penasaran mereka pun  mendatangi sekumpulan abang kelas itu,dan mereka pun  tiba di  sana  dengan muka yang sangat  terkejut  karena melihat dua orang sedang berkelahi dan saling mukul.  Mereka pun pergi meninggalkan tempat itu karena guru agama datang dari kantor menuju  ke tempat tersebut sambil membawa sebilah bambu di tangan nya

,mereka pun berlari dari belakang kelas agar tidak di lihat oleh guru tersebut ,mereka pun sampai di dalam kelas dengan raut muka yang ketakutan.

 

Beberapa tahun kemudian,Jeremia yang dulu  masih kecil  sekarang sudah duduk  di bangku kelas 5 SD. Pada saat kelas 5 SD Jeremia sangat rajin belajar dan sangat suka pelajaran matematika. Singkat cerita pada saat pemilihan raport semester 1 Jeremia berhasil meraih juara 3 kelas dan itu pertama kali dia juara semasa SD. Dia sangat senang dan tidak percaya bahwa dia bisaa mendapatkan juara 3  dan mengalahkan juara bertahan mereka, namun kebahagiaan itu hanya bertahan sampai di situ. Pada semester 2 Jeremia mulai menurun, dia mulai malas belajar dan juga suka pergi ke warnet saat pulang sekolah. Suatu hari pada hari libur  Jeremia pergi ke  rumah Tulang nya untuk  menemui Lae nya (Abang) dia mau ikut bersama Lae nya untuk melangsir pupuk/kompos. Sebelum berangkat Jeremia tidak di kasih ikut oleh Lae nya ,karena tidak di perbolehkan ibu nya, namun Jeremia sangat keras kepala


dan tidak mau mendengarkan perkataan ibu nya dan mereka pun pergi menuju  tempat untuk mengantar kan kompos tersebut. Singkat cerita mereka pun  sampai di  tempat tersebut, mereka pun menurunkan muatan nya dari mobil mereka. Setelah selesai menurunkan muatan mereka istirahat sejenak untuk melepas penat.

 

Singkat cerita pada saat perjalanan pulang mereka mengalami musibah yang hampir merenggut  nyawanya tetapi tuhan berkata  lain , Jeremia  masih di  beri  keselamatan dan masih bisa beraktivitas seperti biasa sampai saat ini.

Kecelakaan itu terjadi di tanjakan Bah sigari yang berada di buttu parilahan (SINAR PARDOMUAN) sebelum kejadian teman Lae nya Jeremia berbicara sembarangan, sementara di tempat itu kita harus menjaga ucapan dan perbuatan. Namun naas  nyaa saat mendapat kan tanjakan Bah sigari mobil mereka tidak sanggu menanjak ,dan malah mundur,sialnya lagi rem mobil mereka blong. Dan Jeremia sangat panik , dan mereka di suruh melompat oleh Lae nya dan Jeremia pun melompat. Saat melompat tangan Jeremia tersangkut pada besi mobil tersebut sehingga  dia jatuh dan terguling ke bawah jalan , karena kondisi jalan tanjakan Jeremia pun  terguling beberapa meter ke bawah,  kemudian teman Jeremia yang bernama Juan mengulurkan tangannya untuk  Jeremia, dan Jeremia pun berhasil di selamatkan oleh Juan. Setelah Jeremia berdiri dia belum  sadar bahwa kulit kepalanya sudah terkelupas, dan setelah beberapa menit  Lae nya baru sadar bahwa kepala Jeremia terluka Lae nya pun memberikan  jaket untuk  menutupi kepala nya karena  pada saat  kejadian kondisi cuaca sedang hujan. Kemudian Lae Jeremia menelpon kawannya untuk menjemput mereka.

 

Singkat cerita, Jeremia pun  di bawa ke puskesmas oleh lae nya bersama teman nya yang bernama alm. Natal, kemudian Jeremia di bawa ke dalam ruangan untuk membersihkan luka luka nya dan juga menjahit luka yang ada di kepala nya. Kemudian kawan Lae nya menjemput ibu  Jeremia, ketika ibu  nya datang Jeremia menangis ,bukan karena kesakitan melainkan karena takut di marahi ibu nya. Setelah selesai di obati, Jeremia di berikan teh manis agar tubuh  nya hangat. Setelah itu  mereka pun  pulang ke  rumah nya, sesampainya di  rumah Jeremia diberikan telor ayam kampung mentah.

 

 

SEKIAN CERPEN DARI SAYA.

 

 

(Jeremia F. F. Silalahi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...