Rabu, 29 Desember 2010

Omong-omong cerita pendek


Pengertian
Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.
Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan parallel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur, dengan contoh-contoh dalam cerita-cerita karya E.T.A. Hoffmann dan Anton Chekhov.

Unsur dan ciri khas
Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel. Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, mencakup jangka waktu yang singkat.
Dalam bentuk-bentuk fiksi yang lebih panjang, ceritanya cenderung memuat unsur-unsur inti tertentu dari struktur dramatis: eksposisi (pengantar setting, situasi dan tokoh utamanya), komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik dan tokoh utama); komplikasi (peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik); aksi yang meningkat, krisis (saat yang menentukan bagi si tokoh utama dan komitmen mereka terhadap suatu langkah); klimaks (titik minat tertinggi dalam pengertian konflik dan titik cerita yang mengandung aksi terbanyak atau terpenting); penyelesaian (bagian cerita di mana konflik dipecahkan); dan moralnya.
Karena pendek, cerita-cerita pendek dapat memuat pola ini atau mungkin pula tidak. Sebagai contoh, cerita-cerita pendek modern hanya sesekali mengandung eksposisi. Yang lebih umum adalah awal yang mendadak, dengan cerita yang dimulai di tengah aksi. Seperti dalam cerita-cerita yang lebih panjang, plot dari cerita pendek juga mengandung klimaks, atau titik balik. Namun demikian, akhir dari banyak cerita pendek biasanya mendadak dan terbuka dan dapat mengandung (atau dapat pula tidak) pesan moral atau pelajaran praktis.
Seperti banyak bentuk seni manapun, ciri khas dari sebuath cerita pendek berbeda-beda menurut pengarangnya.
Cerpen juga memiliki [unsur intrinsik] cerpen.

Cerita-cerita pendek modern
Cerita-cerita pendek modern muncul sebagai genrenya sendiri pada awal abad ke-19. Contoh-contoh awal dari kumpulan cerita pendek termasuk Dongeng-dongeng Grimm Bersaudara (1824–1826), Evenings on a Farm Near Dikanka (1831-1832) karya Nikolai Gogol, Tales of the Grotesque and Arabesque (1836), karya Edgar Allan Poe dan Twice Told Tales (1842) karya Nathaniel Hawthorne. Pada akhir abad ke-19, pertumbuhan majalah dan jurnal melahirkan permintaan pasar yang kuat akan fiksi pendek antara 3.000 hingga 15.000 kata panjangnya. Di antara cerita-cerita pendek terkenal yang muncul pada periode ini adalah "Kamar No. 6" karya Anton Chekhov.
Pada paruhan pertama abad ke-20, sejumlah majalah terkemuka, seperti The Atlantic Monthly, Scribner's, dan The Saturday Evening Post, semuanya menerbitkan cerita pendek dalam setiap terbitannya. Permintaan akan cerita-cerita pendek yang bermutu begitu besar, dan bayaran untuk cerita-cerita itu begitu tinggi, sehingga F. Scott Fitzgerald berulang-ulang menulis cerita pendek untuk melunasi berbagai utangnya.
Permintaan akan cerita-cerita pendek oleh majalah mencapai puncaknya pada pertengahan abad ke-20, ketika pada 1952 majalah Life menerbitkan long cerita pendek Ernest Hemingway yang panjang (atau novella) Lelaki Tua dan Laut. Terbitan yang memuat cerita ini laku 5.300.000 eksemplar hanya dalam dua hari.
Sejak itu, jumlah majalah komersial yang menerbitkan cerita-cerita pendek telah berkurang, meskipun beberapa majalah terkenal seperti The New Yorker terus memuatnya. Majalah sastra juga memberikan tempat kepada cerita-cerita pendek. Selain itu, cerita-cerita pendek belakangan ini telah menemukan napas baru lewat penerbitan online. Cerita pendek dapat ditemukan dalam majalah online, dalam kumpulan-kumpulan yang diorganisir menurut pengarangnya ataupun temanya, dan dalam blog.

Gambar  penguak inspirasi! 
gambar apakah ini? 





Peraga materi cerita pendek
katupuk.blogspot.com

Rabu, 17 November 2010

TEMPATKAN KEKELUARGAAN PADA TEMPAT YANG TEPAT

Oleh Rudi Saragih*

Jika sampah dibuang pada tempatnya, mengapa nepotisme tidak diperlakukan serupa? Pilih bulu itu boleh, tapi harus sesuai dengan situasi dan kondisi. Memang salah, jika menyamakan antara hak-hak publik dan hak-hak pribadi. Tidak bisa dipungkiri, budaya dan nilai rasa kekeluargaan masyarakat Indonesia yang sangat tinggi. Itu identitas bangsa, itu kekayaan budaya bangsa.
Rasa kekeluargaan yang negatif tinggi inilah yang memicu tingginya nepotisme. Tentunya setiap orang menginginkan keluarga dan orang-orang terdekatnya sukses. Siapa sih yang gak mau balas budi? Siapa coba yang enggan menolong orang-orang terdekatnya? Itu baik. Itu khasanah budaya. Namun, tentunya ada hal sisi yang buruk di samping sisi yang baik.
Ada tempat kekeluargaan yang tepat. Tentunya tidak salah jika kita menempatkan anak kita menjadi manejer, memilih seseorang dengan pertimbangan pribadi untuk menempati suatu posisi di perusahaan pribadi.
Yang menjadi masalah besar adalah menganggap perusahaan publik menjadi seperti milik pribadi. Mungkin biar ‘dianggap jago’, sehingga sesuka hati mengambil tindakan. Padahal, ada instrumen penilaian terhadap sesuatu objek yang telah ditetapkan dalam perusahaan/instansi pemerintah (publik). Pemegang jabatan cukup melaksanakan.
Nah dalam hal ini, perlu adanya profesionalitas menempatkan kekeluargaan. Harus berani berlawanan dengan hati nurani ‘kekeluargaan sisi negatif’, jika ingin  menjadi pelayan publik. Hilangkan penyakit mengakar di negeri ini!


Kamis, 11 November 2010

Apa itu tidak ilmiah?


Wah, mendengar kata-kata ilmiah terasa berat sekali. Sepertinya di dalam otak terdapat beban besar. Kata ilmiah sepertinya sebagai momok sehingga membuat kita sungkan melakukan hal-hal yang ilmiah. Sebenarnya  tidak seberat apa yang kita pikirkan.
Berikut adalah cirri-ciri yang tidak ilmiah.
1.       Tidak akurat dan bersifat terbatas
2.       Cenderung digeneralisasikan ke tingkat yang lebih umum
3.       Sulit dipisahkan dari hal-hal subjektif
4.       Masih memberi peluang bagi nuansa mistik 

Semoga bermanfaat!

Kamis, 04 November 2010

Maningon Pistar Do Hita Anak Simalungun


Assalamualaikum, Wm. Wb.
Horas…! Horas…! Horas…!

Naparlobei, diateitupa ma hubani naibata namambere hagoluhan hubani hita bei. Sonai homa hubani hita haganup na roh i jon, sai anjanah sangap-sangap ma hita das hu pudi ari.
I jon, i tanoh Simalungun on, domma maju. Jaman sonari on bahat do salian perkembangan na dong. Janah halak na pistar ma na boi mambaen goluh ni salih madear. Humbani ai, ase boi hita pistar maningon bahat do mambasa buku. Maningon rajin do homa marsikolah, sonai homa makkorjahon PR na ibere guru.
Jaman sonari on ro rayoh na do anak-anak manuntut ilmu. Dearan do bi sadea marguro-guro. Padahal anggo sadea pistar ro bahat na do boi ihorjahon. Janah ro dearni ma hagoluhanni haduan. Humbani aima ase porlu do tumang rajin-rajin marsikolah.  Songon uppasa ni halak simalungun
“Halambir ni sindamak, ikuhur dop ibolah.
Sonaha pe nini halak, ulang lupa marsikolah.”
Ibagas uppasa ai, age sondiha pangayob ni hasoman lao marguro-guro, na parlobei ma tong horjahon horja na madear. Ibagas ma ai makhorjahon PR na ibaen guru, ibagas ma ai mangurupi namatoras ni bei, pakon ibagas ma ai mambasa.
Namambaen jolma pistar, salah sada ma ai mambasa. Seng boi sasada jolma pistar anggo rayoh do ia mambasa. Halani ai, porlu do salian i biasahon namambasa on. Porlu ni ai ase boi mamppagok parbinotoh lao manghadapi hamajuon jaman sonarion. Maningon rajin do mambasa nian anak-anak sonarion. Maningon rajin do marlajar anak simalungun ase roh dearni simalungun ta on.
Anggo rayoh-rayoh do hita marlajar, na laho marsikkor do andohar. Tapi anggo rajin do hita marlajar, salih raja ma hita i tanoh simalungun on. Naima nini hata ni uppasa,
“Roba sipissarpissar, parsidingan ni leto.
Mardohar anggo pistar marsikkor anggo oto.”
Sonai ma porlu ni salian na marlajar on. Anggo lang hita marlajar, anggo hita pelang mamajuhon tanoh hatubuhon ta on, seng adong halak na legan na ra humbani ai. Anggo rayoh-rayoh do hita, salih babu ma akin hita i tanoh hatubuhan ta on.
Maningon malo-malo do homa hita manorih parubahan na adong i tanoh simalungun on. Halani gok do parubahan na lang sosok hubi adat ni simalungun. Halani ai, maningon rajin do hita marlajar, songon diha do satong-tongna ada ni simalungun. Aima nini ase ulang ikatahon lupa bona.
Nai pe nini hata ai haganupan, seng boi tarlaksana hapistaron ni halak simalungun anggo lang di dukung haganupan. Sai andohar ma mintor maju hita haganupan halak simalungun. Sai pistar-pistar ma hita anak-anak simalungun.
Na songon manutup hata on, dong sada uppasa namadear.
Boras sabur-saburan, iboban ni pinggan pasu.  Horas hita ganupan, sai jumpahan pasu-pasu.” Sonai ma lobei.
Horas Simalungun. Horas… Horas… Horas…!
Assalamualaikum, Wm. Wb.

Senin, 01 November 2010

REKRUITMEN KELUARGA "KOMPAK"

“MEMINTAL KATA PENUH SEMANGAT
MERAJUT KARYA PENUH MARTABAT.”

Gali potensimu dalam bidang kepenulisan
Aku, kamu, kita memiliki mimpi
dan salah satu mimpi terbaik adalah menjadi penulis

 bersama
KOMUNITAS PENULIS ANAK KAMPUS (KOMPAK)


KOMPAK: FESTIVAL PUISI DAN CERITA PENDEK INDONESIA


KOMUNITAS PENULIS ANAK KAMPUS
(KOMPAK)

Kompak Festival Puisi dan Cerita Pendek Indonesia
“Menggali Potensi dan Kreativitas Generasi Muda dalam Bersastra”
25-27 November 2010

Gedung Pameran Taman Budaya Sumatera Utara
Daftarkan Diri Sahabat-Sahabat Segera mulai 10 Agustus-15 November 2010
Sekretariat Taman Baca
Jln. Perintis Kemerdekaan No.33, Medan, 20236
Acara:

  1. Cipta Cerpen khusus anggota KOMPAK                                     
       Persyaratan:
-          Banyak naskah 5000-8000 karakter
-          Tema budaya lokal
  1. Cipta Cerpen untuk umum (usia 15-25 tahun)
Persyaratan:
-          Banyak naskah 5000-8000 karakter
-          Tema bebas
-          Uang pendaftaran Rp. 15000,

Rabu, 27 Oktober 2010

NEURON BERKOTAK-KOTAK


Kepulan dioksida dari mulut tak’ cukup mengantar keindahan hingga ubun-ubun nurani.
Ada gelisah yang harus dicambuk diantara konflik.
Ada letih yang harus dihina kala mendung menyapa.
Ada hasrat "kobel" yang harus dihempas indahnya tarian bangau.
d...a....n...

Senin, 25 Oktober 2010

Ejaan Jiwa



Kau baru saja mengungkapkan ilmu padi diantara orang kerdil
Dalam malam guratan evaluasi terpahat kemilau, sahabat
Dari jiwa-jiwa sedih hari kemarin
Kita telah membubut kebersamaan

Cakap-cakap Tentang Esai [Katanya]



Tulisan prosa berupa pendapat seseorang tentang suatu permasalahan ditinjau secara subyektif dari berbagai aspek / bidang kehidupan. Tulisan ini mengambil angle dari beberapa disiplin ilmu, dengan analisis, sintesis dan kesimpulan yang khas dari penulisnya.

Langkah-langkah membuat Esai

1. Mulailah dengan Semangat! Dan jangan melemahkan diri anda katakana pada diri anda
    “Ayo … (sebutkan nama anda) kamu pasti bisa!” opsssssss.... tetap senyum....

Minggu, 24 Oktober 2010

TUNAS TERATAI

Oleh Rudi Hartono Saragih
Untuk Inisiatif dan Taman Madya Tamsis T.Tinggi

Dalam hening seisi surau,
bertabur kesucian tak terukur,
pelangi mengukir cinta di pucuk teratai,
menggores ranah intelektual, dalam nurani kala cahaya lahir.

Kamis, 21 Oktober 2010

Mulai Cegah Korupsi Dari Hal Kecil!


Kegagalan pembangunan dan personalisasi hak-hak orang banyak mengantarkan Indonesia ke peringkat ketiga tertinggi angka korupsi di dunia. Sebuah hal yang  memprihatinkan, negara yang beragama dan terkenal dengan keramahannya mencoreng mukanya sendiri dengan korupsi.  Kejahatan korupsi mengakar di masyarakat Indonesia. Kejahatan ini memiliki sistem yang abstrak. Pemotongan dana dari atasan hingga bawahan, sehingga alokasi pelaksanaan program dalam pembangunan tinggal sisa-sisa pembagian para pejabat yang tidak bertanggung jawab. Hidup dalam Negara seperti permainan yang tidak memiliki sistem yang ketat. Kekuatan hukum dibolak-balik semena-mena oleh penegak hukum.

Rabu, 11 Agustus 2010

Universitas yang Sesungguhnya

Rudi Hartono Saragih

“Nanti lama tamatnya.” Kata-kata itu yang selalu terucap dari mahasiswa yang tidak ingin mengecap organisasi di kampus. Cara pandang ini mengkambinghitamkan organisasi sebagai penyebab lamanya menyelesaikan studi. Tidakkah terpikir bahwa semua itu sangat erat kaitannya dengan manajemen pribadi dalam menjalankan tugas akademisi?
Momok ini memang terbentuk ketika mengetahui lama tamatnya para organisator yang sering disebut aktivis. Namun perlu dikaji ulang latar belakang penyebab masalah tersebut. Tidak hanya itu, ketakutan dipersulit dosen juga tidak terenyahkan oleh orang yang disebut agen perubahan ini.

Pro atau Kontra Rektorat?

(Rudi Hartono Saragih, Mantan Litbang Pers Mahasiswa Kreatif UNIMED, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.)
           
            Fungsi pers kampus sebagai kontrol sosial terletak pada esensi berita yang disajikan. Keberadaannya di kampus menuai berbagai reaksi. Jika beritanya mengangkat nama baik seseorang/kelompok civitas akademika akan ada suguhan senyuman. Sebaliknya, wajah masam akan menjadi kebiasaan apabila menyajikan berita yang mengkritik. Padadasarnya hal itu bukan mengkritik namun hanya menyajikan pemberitaan yang akurat dan menarik. Dan ini sebuah kesalahpahaman antara pers mahasiswa dengan civitas akademika.

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...