Karya: Trie Indah Purba
Dingin sekali. Udara berhembus. Bersama Sonya, Ketrin, Tasya, dan api
unggun. Ketika jam sudah menunjuk 21.00 api unggun sundah mulai meredup dan
akan mati. Sehingga aku dan temanku masuk ke tenda dan tidur.
“Saya
tidak bisa tidur.” kata sonya.
“Kenapa?” tanya Tasya.
“Menyeramkan
dan dingin masuk kedalam tubuhku.”
Saya pun terbawa kedalam suasana tersebut tiba-tiba terdengar suara sura
aneh dari dalam semak yang berasa di samping tenda kami. Suasana menegangkan
dan suara tersebut makin keras kami ketakutan dan saling berpelukan tiba-tiba
babi hutan melompat dari semak tersebut dan kami berteriak.
“Aaaaaaaaaaa......aaaa....aaaa....!!!!!!”











