Rabu, 10 November 2021

Membantu Ayah dan Ibu

 


Karya. Juni suprianto damanik

 

Saya tau hidup ini sangat keras. Saya tau hidup ini menginginkan perjuangan yang sangat keras. Bahkan saya sadar hidup ini menuntut agar setiap manusia mampu memperkuat perjuangannya masing masing. Hidup ini sangat sangat keras. Siapa yang tidak berjuang dalam mencapai suatu kebutuhan hidup nya maka dia akan menderita. Maka untuk itu saya menuliskan suatu karangan saya yang tidak begitu sempurna ini dan saya akan memulainya.

Pada awalnya saya menceritakan kehidupan saya yang sederhana. Pada setiap hari saya harus membantu orang tua saya. Orang tua saya adalah petani. Saya anak pertama dari lima bersaudara. Setiap hari saya bangun pagi dengan cepat. Pada dasarnya saya setiap hari sekolah. Pada suatu hari saya berbincang dengan orang tua saya yaitu ayah saya. Saya pun bertanya.

"Pak.. Bagaimana sih kebijakan yang harus kita perbuat agar perekonomian kita berubah?"

Ayah saya pun menjawab.

"Gini nak. Ya kita harus bekerja keras. Nanam tanamanan yang banyak dan kita kelola dan urus bersama dengan baik nak."

"Wah ide bagus tuh pak. Saya setuju pak."

"Nah... Kalo gitu nak mulai sekarang bantu bapak kerja agar impian kita itu dapat terkabulkan "

"Baik pak.tapi adakah modal kita pak?"

"Ada nak. "

"Oke pak... " sambil saya tersenyum bersemangat.

"Kamu hari ini sekolah ngak? "

"Sekolah dong Pak. "

"Lok kok lama? Pigi lah."

"Iya pak."

Disaat saya diperintahkan untuk berangkat sekolah saya pun langsung bergegas. Saya mandi. Lalu saya perpakaian seragam sekolah yang rapi. Saya serapan dan saya pun berangkat kesekolah. Saya pun pergi kesekolah dengan mengendarai sepeda motor. Ya walaupun masih sepeda motor orang tua saya. Tapi saya bangga karna saya masih diberi kepercayaan untuk membawa sepeda motor tersebut ke sekolah. Sesampainya di sekolah saya belajar dengan biasanya bersama sama dengan teman teman saya.lalu sepulangnya sekolah saya langsung meluncur pulang menuju rumah. Sesampainya dirumah saya langsung merganti pakaian. Saya lihat ke lemari makanan ternyata nasi dan lauk dibawa semua keladang. Lalu saya langsung meluncur menuju ladang. Karna laparnya saya langsung makan. Karna ayah ibu dan adik saya sudah Makan semua. Hanya saya yang belum makan. Karna laparnya saya pun menghabiskan semua nasi dan lauk nya. Ya karna nasi dan lauknya memang sudah sedikit yang mereka sisai pada saya.

Lalu setelah selesai makan saya pun langsung menghampiri ayah dan ibu saya.

"Pak. Apa kerja ku? "

"Itu nak, yang itu pinggiran ladang kita ini tolong bersihkan dulu. Kerjakan dengan baik agar ladang kita ini bersih."

"Loh, buat apa pak?"

"kamu ngak tau apa memang bodoh?

"Ya dua duanya pak.. Heheheh."

"Itu lo, agar ngak masuk tikus nanti dimakani tanaman kita ini"

"O... Gitu ya pak. "

"Iya."

"Oke pak.... Akan saya laksanakan."

Saya pastinya bersemangat agar pekerjaan saya itu dapat cepat selesai. Saya sangat berambisi agar saya dan keluarga saya dapat cepat keluar dari zona kemiskinan. Saya tetap berambisi dan berambisi. Karna kami telah lama banget di landas oleh kemiskinan. Saya selalu berharap agar kami tidak di kucilkan dalam suatu kelompok masyarakat.

Lalu dengan tidak terasanya karna terlalu bersemangat dalam menyelesaikan pekerjaan yang di suruh orang tua saya itu pun langsung saya siapkan dengan baik. Waktu pun menunjukkan waktu untuk pulang ke rumah. Saya pun langsung mengajukan perkataan agar kami pulang ke rumah.

"Pak.. Ayok lah pulang.udah sore nih!"

"Sabar nak. Kerjaan bapak ada sikit lagi nih."

"Iya yah... "

"Bantukan lah dulu ini. Agar cepat kita pulang. "

"Iya pak! "

Setelah selesai pekerjaan ayah dan ibu saya. Kami pun pulang kerumah dengan baik dan damai. Sekian dan terima kasih.

 

Penulis dari SMAN 1 Purba

Kelas XII MIA 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...