Jumat, 12 November 2021

MASA SEKOLAHKU


 

Karya: Andreas M.Gulo

 

Di suatu pagi yang sangat dingin dan matahari belum hadir menyapa, tiba-tiba suara alarm berbunyi. Aku pun terbangun sembari merapikan tempat tidurku dan  bergegas untuk bersiap-siap  pergi ke sekolah. Aku pergi dengan menggunakan sepeda motor. Jarak antara rumah ke sekolahku sangat jauh. Tak lupa aku pun berpamitan kepada kedua orang tuaku.

Sampailah aku di persimpangan jalan menuju sekolahku. Aku bertemu dengan teman ku  si Erwin

"Lagi ngapain bro disini? Belum mau pergi ke sekolah kah?" tanyaku padanya.

"Lagi nunggu kawan, tadi di suruh mamaknya dia ngantar pesanan," ujar  si Erwin.

"Ooh duluan ya bro."

"Yoi, lanjut."

Sampailah di sekolah aku pun memasuki ruangan kelas dan melihat lantai yang begitu kotor. Tak seorang pun yang memperhatikan suasana kelas itu. Aku melihat temanku si Natalia lalu aku menyuruhnya untuk membersihkan kelas.

"Lihat klian dulu kotornya kelas ini!" ujarku sambil meneriaki seisi kelas.

"Kaulah yang bersihkan, jangan ngatur aja tau!" ujar temanku yang terlihat kesal.

Setelah perdebatan itu, akhirnya temanku yang membersihkan kelas tersebut. Sebelum kelas selesai dibersihkan, guru yang akan mengajarkan materi pembelajaran pun telah tiba di depan pintu masuk kelas. Ia melihat suasana kelas yang tidak mendukung, guru pun kesal dan memarahi seluruh siswa di ruangan itu.

"Memang kalian ini gak ada niat kalian mau belajar, kelas apa ini sampai sekotor ini!" ujar guru tersebut.

Lalu kami bersama-sama membersihkan ruang kelas tersebut. Setelah itu jam pembelajaran di mulai, guru tersebut meminta tugas minggu lalu. Aku terdiam karena tugasku belum selesai. Lalu guru tersebut berjalan ke arahku dan meminta tugas tersebut.

"Coba tunjukkan tugasmu."

"Hmm lupa Bu, kukira hari ini  nggak ada tugas."

"Banyak kali alasanmu, maju kau kedepan."

Guru tersebut pun memberi hukuman kepadaku dan temanku yang tidak mengerjakan tugas tersebut, juga disuruh ke depan untuk diberikan hukuman, setelah sampai di depan kami pun di hukum untuk membersihkan toilet sekolah. Sebagian temanku  ada yang tidak mau membersihkan toilet dan hanya duduk dan menonton kami saat mengerjakan hukuman tersebut. Di karenakan aku tidak terima melihat temanku yang hanya duduk saja, setelah selesai mengerjakan hukuman tersebut, aku pun langsung bergegas untuk memberitahukan hal tersebut ke pada guru. Mereka yang tidak mengerjakan hukuman tersebut pun di beri hukuman yang lebih berat lagi.

Tak terasa telah pergantian jam, kami pun menunggu guru yang akan mengajar berikutnya, namun tak kunjung datang kami pun bermain-main di dalam kelas dan ada yang pergi ke luar kelas.Tiba-tiba siswa yang siswa yang keluar  ditegur oleh guru piket dan siswa tersebut pun langsung berlari ke dalam kelas dan duduk di tempat duduknya, dan guru piket tersebut pun datang untuk bertanya kekelas kami.

"pelajaran apa kalian sekarang?"

"Pelajaran Geografi pak!" jawab kami serentak.

"Dimana gurunya?"

"Nggak tau pak, karena tidak ada di kabari." jawab ketua kelas kami.

"Ya sudahlah, jangan ribut ya ditunggu gurunya datang, jangan ada yang keluar-keluar kelas!"

"Baik pak!"

Tak lama berselang waktu, bell sekolah berbunyi pertanda proses pembelajaran di sekolah telah selesai. Kami pun bersorak ke girangan dan bergegas menyusun buku dan peralatan sekolah lainnya. Kami pun keluar dari sekolah.

Gerbang sekolah itu dipenuhi oleh siswa-siswi yang keluar dari gerbang tersebut. Aku bergegas keluar dan menuju kendaraanku, aku pun langsung pergi  mengendarai sepeda motorku dengan sangat kencang, supaya cepat  sampai ke rumah. Akan tetapi, belum jauh dari sekolah aku tidak terlalu berhati-hati dalam membawa kendaraan dan tidak memperhatikan kondisi jalanan yang lumayan padat.  Beberapa kendaraan lain yang searah denganku masih memberikan peluang untuk saya dapat mendahului, tetapi ada bus yang cukup besar di depanku dan susah untuk mendahului bus tersebut. Di saat itulah aku harus merem kendaraanku dengan mendadak. Kendaraan yang baru saja aku dahului juga harus merem sepeda motor nya dengan mendadak, tetapi karena kendaraan yang dibelakangku sudah terlalu dekat sehingga mengenai belakang kendaraanku. Hal tersebut mengakibatkan patah sayap belakang pada kendaraanku. Kendaraan yang di belakang ku tadi meminta maaf, lalu kami pun mendahului bus tersebut setelah kondisi memungkinkan.

Di bawah teriknya matahari aku mengendarai sepeda motorku hingga sampai di rumahku tanpa singgah ke tempat lain. Begitulah keseharianku saat di sekolah.

 

Penulis dari SMAN 1 Purba

Kelas XII IPS 1 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...