Karya: Andreas M.Gulo
Di suatu pagi yang sangat dingin dan matahari belum hadir
menyapa, tiba-tiba suara alarm berbunyi. Aku pun terbangun sembari merapikan
tempat tidurku dan bergegas untuk
bersiap-siap pergi ke sekolah. Aku pergi
dengan menggunakan sepeda motor. Jarak antara rumah ke sekolahku sangat jauh.
Tak lupa aku pun berpamitan kepada kedua orang tuaku.
Sampailah aku di persimpangan jalan menuju sekolahku. Aku
bertemu dengan teman ku si Erwin
"Lagi ngapain bro disini? Belum mau pergi ke sekolah kah?" tanyaku padanya.
"Lagi nunggu kawan, tadi di
suruh mamaknya dia ngantar pesanan," ujar
si Erwin.
"Ooh duluan ya bro."
"Yoi, lanjut."
Sampailah di sekolah aku pun memasuki ruangan kelas dan
melihat lantai yang begitu kotor. Tak seorang pun yang memperhatikan suasana
kelas itu. Aku melihat temanku si Natalia lalu aku menyuruhnya untuk
membersihkan kelas.
"Lihat klian dulu kotornya kelas
ini!" ujarku sambil meneriaki seisi kelas.
"Kaulah yang bersihkan, jangan
ngatur aja tau!" ujar temanku yang terlihat kesal.
Setelah perdebatan itu, akhirnya temanku yang membersihkan
kelas tersebut. Sebelum kelas selesai dibersihkan, guru yang akan mengajarkan
materi pembelajaran pun telah tiba di depan pintu masuk kelas. Ia melihat
suasana kelas yang tidak mendukung, guru pun kesal dan memarahi seluruh siswa
di ruangan itu.
"Memang kalian ini gak ada niat
kalian mau belajar, kelas apa ini sampai sekotor ini!" ujar guru tersebut.
Lalu kami bersama-sama membersihkan ruang kelas tersebut.
Setelah itu jam pembelajaran di mulai, guru tersebut meminta tugas minggu lalu.
Aku terdiam karena tugasku belum selesai. Lalu guru tersebut berjalan ke arahku
dan meminta tugas tersebut.
"Coba tunjukkan tugasmu."
"Hmm lupa Bu, kukira hari ini nggak ada tugas."
"Banyak kali alasanmu, maju kau
kedepan."
Guru tersebut pun memberi hukuman kepadaku dan temanku yang
tidak mengerjakan tugas tersebut, juga disuruh ke depan untuk diberikan
hukuman, setelah sampai di depan kami pun di hukum untuk membersihkan toilet sekolah.
Sebagian temanku ada yang tidak mau membersihkan
toilet dan hanya duduk dan menonton kami saat mengerjakan hukuman tersebut. Di
karenakan aku tidak terima melihat temanku yang hanya duduk saja, setelah
selesai mengerjakan hukuman tersebut, aku pun langsung bergegas untuk
memberitahukan hal tersebut ke pada guru. Mereka yang tidak mengerjakan hukuman
tersebut pun di beri hukuman yang lebih berat lagi.
Tak terasa telah pergantian jam, kami pun menunggu guru yang
akan mengajar berikutnya, namun tak kunjung datang kami pun bermain-main di
dalam kelas dan ada yang pergi ke luar kelas.Tiba-tiba siswa yang siswa yang
keluar ditegur oleh guru piket dan siswa
tersebut pun langsung berlari ke dalam kelas dan duduk di tempat duduknya, dan
guru piket tersebut pun datang untuk bertanya kekelas kami.
"pelajaran apa kalian
sekarang?"
"Pelajaran Geografi pak!"
jawab kami serentak.
"Dimana gurunya?"
"Nggak tau pak, karena tidak ada
di kabari." jawab ketua kelas kami.
"Ya sudahlah, jangan ribut ya
ditunggu gurunya datang, jangan ada yang keluar-keluar kelas!"
"Baik pak!"
Tak lama berselang waktu, bell sekolah berbunyi pertanda
proses pembelajaran di sekolah telah selesai. Kami pun bersorak ke girangan dan
bergegas menyusun buku dan peralatan sekolah lainnya. Kami pun keluar dari
sekolah.
Gerbang sekolah itu dipenuhi oleh siswa-siswi yang keluar
dari gerbang tersebut. Aku bergegas keluar dan menuju kendaraanku, aku pun
langsung pergi mengendarai sepeda
motorku dengan sangat kencang, supaya cepat
sampai ke rumah. Akan tetapi, belum jauh dari sekolah aku tidak terlalu
berhati-hati dalam membawa kendaraan dan tidak memperhatikan kondisi jalanan
yang lumayan padat. Beberapa kendaraan
lain yang searah denganku masih memberikan peluang untuk saya dapat mendahului,
tetapi ada bus yang cukup besar di depanku dan susah untuk mendahului bus
tersebut. Di saat itulah aku harus merem kendaraanku dengan mendadak. Kendaraan
yang baru saja aku dahului juga harus merem sepeda motor nya dengan mendadak,
tetapi karena kendaraan yang dibelakangku sudah terlalu dekat sehingga mengenai
belakang kendaraanku. Hal tersebut mengakibatkan patah sayap belakang pada kendaraanku.
Kendaraan yang di belakang ku tadi meminta maaf, lalu kami pun mendahului bus
tersebut setelah kondisi memungkinkan.
Di bawah teriknya matahari aku mengendarai sepeda motorku hingga
sampai di rumahku tanpa singgah ke tempat lain. Begitulah keseharianku saat di
sekolah.
Penulis
dari SMAN 1 Purba
Kelas
XII IPS 1 2021

Tidak ada komentar:
Posting Komentar