Jumat, 26 November 2021

KEMAH DI BUKIT GUNDUL


                                               

                          Karya : Sepanya saragih

 

     Kemah Di bukit gundul. Berjalan melewati pos satu ke pos berikut nya. Dan disitu

kita bisa melihat mana teman yang egois dan yang tidak egois. Yang cape akan beristirahat yang masih kuat akan terus lanjut dan yang haus akan minum sendiri.

 “Aagh....  Kenapa teman ku begitu egois ya.” bisik ku dalam hati.

 “Rizal, ayo kita lanjutkan perjalanan.” bentak Riko Yang masi kuat berjalan.

     Dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos ke 2 dengan muka yang lesu, kelihatan tidak bersemangat. Sesampainya di pos 2 aku bersama teman mulai merasakan cape sekali karna pos, ke pos itu berjarak sekitar 800 m.

Tiba tiba hujan turun saat kami masi beristirahat tanpa mendirikan tenda.

 “Ah..  Sial sakali kita belum sampai udah basah basah an.” ucap Riko dengan muka lesu.

“Ayolah kita bisa nyalakan api sesudah nyampe atas.” ucap ku kepada teman.

     Kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke atas dengan semangat walau pun semua sudah basah kuyut serta kedinginan yg sangat sangat dingin. Dengan keadaan seperti itu aku bersama teman teman tetap semangat melanjutkan perjalanan karna usaha tidak pernah menghianati hasil.

     Sesampe nya di atas gunung semua rombongan pendaki  beristirahat sejenak sambil melihat pemandangan yang sangat sangat indah. Sesudah beristirahat kami mulai mendirikan tenda kemah kami masing masing  karna hari sudah mulai malam kami membagi tugas masing masing.

 “bantu aku mencari kayu bakar.” ucapku kepada teman teman.

 “kita mendirikan tenda dulu baru sama sama mencari.” bentak riko kepadaku.

     Sesudah siap mengerjakan semua tugas masing masing kami tinggal memasak makanan malam sambil mengeringkan pakaian yang basah. Semua teman  pendaki bersama bersama bernyanyi untuk menghilangkan rasa lelah sambil menunggu makan malam masak. Sesudah makan malam sudah masak, karna kami juga semua sudah merasakan lapar, kami bergegas mengambil makanan masing masing dan makan bersama di tenda dengan muka gembira.

 “Ternyata begini kemah bersama.” ucapku dalam hati.

  “Ga nyesal kan kau ikut sama kami berkemah.” ucap riko kepadaku.

  “Yah lumayan lah semua kelelahan terbayarkan dengan keindahan pemandangan dan kebersamaan kita.” ucapku dengan muka yang gembira.

     Sesudah makan malam siap kami semua rombongan ingin merayakan kemerdekaan Indonesia di tengah malam yaitu pas di jam 00:01 pagi, Semuarombongan kemah ikut menyanyikan lagu kebangsaan INDONESIA RAYA di iringi dengan Gitar dengan semangat, setelah siap kami pun pergi ke tenda masing masing untuk beristirahat.

 

                                                                         

                                                                                                      *Penulis Siswa SMA NEGERI 1 PURBA

                                                                                                        KELAS XII MIA3 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...