Karya : Sepanya saragih
Kemah Di bukit gundul. Berjalan melewati
pos satu ke pos berikut nya. Dan disitu
kita bisa melihat mana teman
yang egois dan yang tidak egois. Yang cape akan beristirahat yang masih kuat
akan terus lanjut dan yang haus akan minum sendiri.
“Aagh....
Kenapa teman ku begitu egois ya.” bisik ku dalam hati.
“Rizal, ayo kita lanjutkan perjalanan.” bentak
Riko Yang masi kuat berjalan.
Dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos ke 2 dengan muka yang lesu, kelihatan tidak bersemangat. Sesampainya di pos 2 aku bersama teman mulai merasakan cape sekali karna pos, ke pos itu berjarak sekitar 800 m.
Tiba tiba hujan turun saat kami masi beristirahat tanpa mendirikan tenda. “Ah..
Sial sakali kita belum sampai udah basah basah an.” ucap Riko dengan
muka lesu.
“Ayolah kita bisa nyalakan
api sesudah nyampe atas.” ucap ku kepada teman.
Kami
pun melanjutkan perjalanan menuju ke atas dengan semangat walau pun semua sudah
basah kuyut serta kedinginan yg sangat sangat dingin. Dengan keadaan seperti
itu aku bersama teman teman tetap semangat melanjutkan perjalanan karna usaha
tidak pernah menghianati hasil.
Sesampe nya di atas gunung semua rombongan
pendaki beristirahat sejenak sambil
melihat pemandangan yang sangat sangat indah. Sesudah beristirahat kami mulai
mendirikan tenda kemah kami masing masing
karna hari sudah mulai malam kami membagi tugas masing masing.
“bantu aku mencari kayu bakar.” ucapku kepada
teman teman.
“kita mendirikan tenda dulu baru sama sama
mencari.” bentak riko kepadaku.
Sesudah siap mengerjakan semua tugas
masing masing kami tinggal memasak makanan malam sambil mengeringkan pakaian
yang basah. Semua teman pendaki bersama
bersama bernyanyi untuk menghilangkan rasa lelah sambil menunggu makan malam
masak. Sesudah makan malam sudah masak, karna kami juga semua sudah merasakan
lapar, kami bergegas mengambil makanan masing masing dan makan bersama di tenda
dengan muka gembira.
“Ternyata begini kemah bersama.” ucapku dalam
hati.
“Ga nyesal kan kau ikut sama kami berkemah.”
ucap riko kepadaku.
“Yah lumayan lah semua kelelahan terbayarkan
dengan keindahan pemandangan dan kebersamaan kita.” ucapku dengan muka yang
gembira.
Sesudah makan malam siap kami semua
rombongan ingin merayakan kemerdekaan Indonesia di tengah malam yaitu pas di
jam 00:01 pagi, Semuarombongan kemah ikut menyanyikan lagu kebangsaan INDONESIA
RAYA di iringi dengan Gitar dengan semangat, setelah siap kami pun pergi ke
tenda masing masing untuk beristirahat.
*Penulis
Siswa SMA NEGERI 1 PURBA
KELAS XII MIA3 2021

Tidak ada komentar:
Posting Komentar