KARYA
: ELYANA SRAGIH
Disore hari hujan sangat turun deras, tampak
suara hujan yang berjatuhan kebumi dengan suara petik yang kuat bergemuruh seperti membelah langit dan kilat-kilat serasa
menyatat bumi.
Aku termangu dikamar, hal apa yang akan bisa
kulakukan kalau hal yang seperti sekarang ini. aku melamun panjang sampai-
sampai suara ibu tak terdengar memanggil namaku.
"El,El ,El !" panggilnya dengan
suara agak marah.
"Iya ma,
ada apa?"
"Kamu
dipanggil- panggil tak menjawab,apa yang kamu lakukan dikamar hingga tak dengar?"
"Aku
melamun hingga hampir tertidur" gumamku sambil tertawa dan garut- garut
kepala.
"Ya
sudah, bantuin memasak!" dengan raut yang agak kesal.
"Oke mak, dengan senang hati."
Keesokan paginya,seperti biasa aku berangkat
kesekolah,oh iya, Namaku Elyana kelas 12 Ipa 1 hobby main game dan selalu
cerita dengan cita-cita bisa bangun perusahaan dan bisa buat sebuah aplikasi
game ditambah lagi angan-angan yang berlebihan bisa ikut turnamen MPL Mobile
Legends dan bertemu dengan Lemon sungguh impian yang luar biasa.
"Tin,tin
!" suara klakson mobil terdengar,
"Awas
kak!" akupun tersadar dari lamunanku.
"Eh
astaga,maaf." Ucapku sambil meminta maaf kepada si pengemudi itu,mobilnya
pun melaju meninggalkan tempat tadi.
"Karna
keenakan melamun hampir saja jiwaku terbang, aku harap tidak akan pernah
terjadi lagi." gumamku dalam hati.
Keesokan harinya ibuku membangunkanku
karena aku bangun kesiangan lagi, ini
adalah sebuah penyakit dalam diriku setiap harinya, susah bangun, ada alarm
kadang tidak terbangun juga dan pada akhirnya akupun diantar kesekolah,aku
turun dipersimpangan mobil.
"Hay El!"
"Gimana
kamarmu dan harimu?" tanya Funi sahabat baikku
"Seperti
yang kamu lihat, cerah cemerlang" jawabku sambil menaikkan alusi dan muka sedikit
sombong.
Kami
berjalan menuju kesekolah dengan jalan yang santai.
"Btw
tugas senimu sudah siap belum?"
"Ya
kali Aku kerajinan hehehe."
"Ya
Tuhan mudah-han aku kak punya teman pemalas kaya dia ya Tuhan, hilangkanlah dia
dari hidupku".
"Ya elah
gitu amat" jawabku sedikit kecewa.
"Canda
" sambutnya sambil tertawa.
Ting -ting suara bel pulang pun berbunyi,
Funi pun menghampiriku untuk pulang bersama.
"Tadi
dikelasku guru ceramah lama banget"
"Hmm
ceramah apa?" tanyaku.
"Ya
ceramah lulus sekolah ini mau kemana?, kita kan udah kelas 3 jadi harus
dipikirkan mulai sekarang"
"Aku
juga masih bingung tentang itu."
"Oh iya
lupa, cita-citamu kan ingin jadi proplayer, biar diundang keacara MPL sesuai
dengan hobbymu " ucapnya sambil tertawa lebar.
"Itu
juga sebagian cita-citaku tapi bukan itu cita-cita intinya"
"Kamu sebagai
teman baikku harus ikut ambil bagian untuk cita-cita terbesarku" tanpa
sadar aku mengangkat kedua tanganku sambil tersenyum bahagia.
"Ya, ya
ya, akuborang pertama yang akan mendampingi sampai kau menikah nanti"
sambil tertawa terbahak - bahak. pandangan aliskupun naik muncul tepat
dimatanya.
"Bukan
bukan lelucon !" jawabku kesal.
Sampai dirumah, aku langsung masuk
kekamarku, merebahkan tubuhku disadur yang empuk, hari ini sangat lelah kurasa,
aku membuka kedua mataku sambil memandang Keatas, lalu aku berpikir
"Selesai tamat SMA ini aku kemana?"
tanyaku pada diriku.
" LAkan
kemana nanti aku?" hitungan bulan lagi
aku akan out dari sekolah.
Aku membuka
ponselku dan mulai mencari website internet jurusan apa yang akan kupilih Sebangku
kuliah nantinya. Aku nggak mau mimpiku hancur gara-gara pilihanku sendiri, karna
pepatah pernah mengatakan hidup adalah pilihan. Dan mulai sekarang harus bisa sendiri,
meskipun aku punya kakak tetapi tidak selamanya bisa bergantung kepada mereka,
aku bangun memikirkan tentang itu.
"Huh !"
ucap ku menghela nafas.
"Aku
akan melupakannya sejenak."
Seperti biasa, aku tidak pernah lupa
untuk hal ini, login seperti biasanya, karma kalau ingin jadi pro player juga
harus butuh latihan. Aku membuka aplikasi game ku, sambil menunggu loading game,
aku sempat teringat dengan seseorang, Dia adalah teman bajuku diganti, kami bertemu
disengaja permainan dengan menit pertandingan untuk menang hanya 15 menit,
sungguh permainan yang sangat singkat untuk mendapatkan sebuah ucapan Victory.
Aku sangat
mengagumi dia, sempat merasa kalau aku sudah bertemu dengan Lemon, Mulai sejak
itu, kami menjadi teman sampai sahabat, kami selalu bermain bersama, tidak
disangka juga dia sama seperti, sama-sama seorang pelajar.
Lambat laun tidak lagi, Selalu ada kata
"pertemuan pasti ada perpisahan" dengan kesibukan masing-masing, kami
sudah jarang saling sapa lagi walaupun lewat virtual saja, yang sukunya begitu
dekat, bahkan curhat suka maupun duka selalu tertulis dikotak pesan game itu.
Aku tidak
pernah melihat Dia online lagi, mungkin dia sudah tidak bermain game lagi, atau
dia sibuk dan fokus untuk belajarnya, atau mungkin saja dia sudah mendapatkan
teman yang lebih menyenangkan dibanding diriku.
Tetapi aku
selalu ingat ucapannya:
"Kalo
ingin jadi pro player, harus tetap latihan dan pantang menyerah" kata-kata motivasi itu akan selalu ku ingat
dan Satu lagi.
"Jangan
buta map!" kata -kata itu selalu membuat tersenyum.
"Gong-gong!!"
terdengar suara anjung dari luar yang membangunkan tidurku. Mimpi ku yang masih
panjang itu kini berhenti. Sampai aku lupa kalau login game tadi sudah selesai karna
ketiduran Tidak bisa bermain.
"Ternyata
aku mimpi?" gumamku sambil membuka mataku yang masih mengantuk dan mulutku
yang masih ingin menguap.
Banyak cita-cita
cita yang ingin ku wujudkan satu per satu, aku yakin selagi kita mau berjuang
dan pantang menyerah, kita pasti bisa.
"Rekanku
sampai meraih tujuanku akan selalu berpegang pada jalanmu dan tidak akan melepasnya.
Jadi apapun yang Terjadi, aku tidak akan mudah menyerah dan pasrah" Gumamku
dalam hati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar