Sabtu, 27 November 2021

BINGUNG

                                            


                                                              

                                                               KARYA : ELYANA SRAGIH

 

 

           Disore hari hujan sangat turun deras, tampak suara hujan yang berjatuhan kebumi dengan suara petik yang kuat bergemuruh  seperti membelah langit dan kilat-kilat serasa menyatat bumi.

 

           Aku termangu dikamar, hal apa yang akan bisa kulakukan kalau hal yang seperti sekarang ini. aku melamun panjang sampai- sampai suara ibu tak terdengar memanggil namaku.

  "El,El ,El !" panggilnya dengan suara agak marah.

"Iya ma, ada apa?"

"Kamu dipanggil- panggil tak menjawab,apa yang kamu lakukan dikamar hingga tak dengar?"

"Aku melamun hingga hampir tertidur" gumamku sambil tertawa dan garut- garut kepala.

"Ya sudah, bantuin memasak!" dengan raut yang agak kesal.

"Oke mak, dengan senang hati."

 

         Keesokan paginya,seperti biasa aku berangkat kesekolah,oh iya, Namaku Elyana kelas 12 Ipa 1 hobby main game dan selalu cerita dengan cita-cita bisa bangun perusahaan dan bisa buat sebuah aplikasi game ditambah lagi angan-angan yang berlebihan bisa ikut turnamen MPL Mobile Legends dan bertemu dengan Lemon sungguh impian yang luar biasa.

"Tin,tin !" suara klakson mobil terdengar,

"Awas kak!" akupun tersadar dari lamunanku.

"Eh astaga,maaf." Ucapku sambil meminta maaf kepada si pengemudi itu,mobilnya pun melaju meninggalkan tempat tadi.

"Karna keenakan melamun hampir saja jiwaku terbang, aku harap tidak akan pernah terjadi lagi." gumamku dalam hati.

 

       Keesokan harinya ibuku membangunkanku karena aku bangun kesiangan lagi,  ini adalah sebuah penyakit dalam diriku setiap harinya, susah bangun, ada alarm kadang tidak terbangun juga dan pada akhirnya akupun diantar kesekolah,aku turun dipersimpangan mobil.

"Hay El!"

"Gimana kamarmu dan harimu?" tanya Funi sahabat baikku

"Seperti yang kamu lihat, cerah cemerlang" jawabku sambil menaikkan alusi dan muka sedikit sombong.

Kami berjalan menuju kesekolah dengan jalan yang santai.

"Btw tugas senimu sudah siap belum?"

"Ya kali Aku kerajinan hehehe."

"Ya Tuhan mudah-han aku kak punya teman pemalas kaya dia ya Tuhan, hilangkanlah dia dari hidupku".

"Ya elah gitu amat" jawabku sedikit kecewa.

"Canda " sambutnya sambil tertawa.

 

          Ting -ting suara bel pulang pun berbunyi, Funi pun menghampiriku untuk pulang bersama.

 

"Tadi dikelasku guru ceramah lama banget"

"Hmm ceramah apa?" tanyaku.

"Ya ceramah lulus sekolah ini mau kemana?, kita kan udah kelas 3 jadi harus dipikirkan mulai sekarang"

"Aku juga masih bingung tentang itu."

"Oh iya lupa, cita-citamu kan ingin jadi proplayer, biar diundang keacara MPL sesuai dengan hobbymu " ucapnya sambil tertawa lebar.

"Itu juga sebagian cita-citaku tapi bukan itu cita-cita intinya"

"Kamu sebagai teman baikku harus ikut ambil bagian untuk cita-cita terbesarku" tanpa sadar aku mengangkat kedua tanganku sambil tersenyum bahagia.

"Ya, ya ya, akuborang pertama yang akan mendampingi sampai kau menikah nanti" sambil tertawa terbahak - bahak. pandangan aliskupun naik muncul tepat dimatanya.

"Bukan bukan lelucon !" jawabku kesal.

 

         Sampai dirumah, aku langsung masuk kekamarku, merebahkan tubuhku disadur yang empuk, hari ini sangat lelah kurasa, aku membuka kedua mataku sambil memandang Keatas, lalu aku berpikir

 "Selesai tamat SMA ini aku kemana?" tanyaku pada diriku.

" LAkan kemana  nanti aku?" hitungan bulan lagi aku akan out dari sekolah.

Aku membuka ponselku dan mulai mencari website internet jurusan apa yang akan kupilih Sebangku kuliah nantinya. Aku nggak mau mimpiku hancur gara-gara pilihanku sendiri, karna pepatah pernah mengatakan hidup adalah pilihan. Dan mulai sekarang harus bisa sendiri, meskipun aku punya kakak tetapi tidak selamanya bisa bergantung kepada mereka, aku bangun memikirkan tentang itu.

 

"Huh !" ucap ku menghela nafas.

"Aku akan melupakannya sejenak."

 

       Seperti biasa, aku tidak pernah lupa untuk hal ini, login seperti biasanya, karma kalau ingin jadi pro player juga harus butuh latihan. Aku membuka aplikasi game ku, sambil menunggu loading game, aku sempat teringat dengan seseorang, Dia adalah teman bajuku diganti, kami bertemu disengaja permainan dengan menit pertandingan untuk menang hanya 15 menit, sungguh permainan yang sangat singkat untuk mendapatkan sebuah ucapan Victory.

 

Aku sangat mengagumi dia, sempat merasa kalau aku sudah bertemu dengan Lemon, Mulai sejak itu, kami menjadi teman sampai sahabat, kami selalu bermain bersama, tidak disangka juga dia sama seperti, sama-sama seorang pelajar.

 

       Lambat laun tidak lagi, Selalu ada kata "pertemuan pasti ada perpisahan" dengan kesibukan masing-masing, kami sudah jarang saling sapa lagi walaupun lewat virtual saja, yang sukunya begitu dekat, bahkan curhat suka maupun duka selalu tertulis dikotak pesan game itu.

Aku tidak pernah melihat Dia online lagi, mungkin dia sudah tidak bermain game lagi, atau dia sibuk dan fokus untuk belajarnya, atau mungkin saja dia sudah mendapatkan teman yang lebih menyenangkan dibanding diriku.

Tetapi aku selalu ingat ucapannya:

"Kalo ingin jadi pro player, harus tetap latihan dan pantang menyerah"  kata-kata motivasi itu akan selalu ku ingat dan Satu lagi.

"Jangan buta map!" kata -kata itu selalu membuat tersenyum.

 

"Gong-gong!!" terdengar suara anjung dari luar yang membangunkan tidurku. Mimpi ku yang masih panjang itu kini berhenti. Sampai aku lupa kalau login game tadi sudah selesai karna ketiduran Tidak bisa bermain.

"Ternyata aku mimpi?" gumamku sambil membuka mataku yang masih mengantuk dan mulutku yang masih ingin menguap.

 

Banyak cita-cita cita yang ingin ku wujudkan satu per satu, aku yakin selagi kita mau berjuang dan pantang menyerah, kita pasti bisa.

 

"Rekanku sampai meraih tujuanku akan selalu berpegang pada jalanmu dan tidak akan melepasnya. Jadi apapun yang Terjadi, aku tidak akan mudah menyerah dan pasrah" Gumamku dalam hati.

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...