Rabu, 03 November 2021

JEMIMA



 Oleh Lia Kristiani Manihuruk

 

            Jemima Athena Belladona, seorang wanita yang biasa-biasa saja menurut dirinya sendiri tetapi tidak menurut mata orang yang melihatnya. Nama Jemima sebenarnya memiliki arti merpati kecil sedangkan Athena diambil dari nama Dewi Athena, dan Belladona yang sebenarnya merupakan sebuah jenis bunga beracun yang dapat merusak saraf. Jemi begitu orang biasanya memanggilnya, dia anak yang memiliki mata cokelat yang indah, tinggi, kulit putih bersih, dan postur tubuh yang bagus. Dia benar-benar anak yang  introvert. Pendiam dan juga cerdas. Sangkin introvert nya dia tidak memiliki satu teman dekat pun selama hampir dua tahun dia SMA, dia tinggal di sebuah kota kecil.

            Kehidupan remaja Jemi sebenarnya baik-baik saja hingga akan ada satu hari dimana semuanya akan berubah. Pagi itu Jemima berangkat ke sekolah seperti biasanya, sangat pagi. Kenapa dia berangkat sangat pagi? Ya, jelas aja untuk menghindari siswa-siswa lain saat dia berjalan menuju kelasnya. Suasana kelas benar-benar tenang hingga teman-teman lain berdatangan dan mengobrol satu sama lain. Dan duarrrr........... sebuah tangan menggeplak meja guru dengan keras. Dia adalah Joy anak perempuan terheboh dikelas.

Selasa, 02 November 2021

Motivasi: Menjadi Tampil Terampil

Oleh Rudi Saragih

Walau anda gagal, suatu saat nanti anda lebih senang mengingatnya. Penyesalan baru yang lebih besar akan timbul karena tidak melakukan sesuatu di masa lalu.

 

Kadang kala tidak terpikir apabila waktunya belum lewat. Tetapi jika pada tahapan mengingat, seseorang akan lebih senang (lebih berkesan) mengingat kegagalan daripada mengingat bahwa dirinya tidak pernah mencoba. Itu adalah kondisi paling parah, gagal. Bagaimana jika berhasil? Artinya seseorang akan menyesalkan hal-hal yang tidak pernah dilakukan dari pada hal yang telah dilakukan pada masa lalu.

Keluarga kecilku


                                                             karya : wellpina w. Silalahi

 

 Rumah yang tadinya sepi seketika menjadi riuh karena teriakan abangku. Aku dan ibu yang kebingungan hanya menatapnya heran.

"Aku punya berita bagus..." katanya dengan semangat.

Kami hanya diam menunggunya melanjutkan ucapannya.

"Abang di terima di UNIMAD jurusan Hukum!"

"Wah selamat ya bang!" Kata ibu sambil memeluk Abang. Sepertinya Ibu senang sekali. Tapi aku hanya diam, Aku tidak tahu harus sedih atau senang.

DUNIA PERPISAHAN

 


                                                      Karya:Rotua Yesefine Beatrix Damanik

 

Kehidupan 4 bersaudara Deri, Doni, Vita, dan Mora.

Keluarga ini yang dulunya keluarga harmonis dimana orang tua dari 4 bersaudara ini saling menyayangi sesama mereka.

Suatu ketika kedua orang tua mereka meninggal  dengan secara mengenaskan. semenjak kepergian orang tuanya keharmonisan keluarga mereka mulai dilanda keretakan.

Dimana Mora mulai tidak menyukai adiknya Doni.

‘’Hey Doni…. Kamu kira Karena kamu anak paling bungsu sehingga semua yang ada disini menjadi hak milik kamu!!’’

Mencintai Dalam Diam





Karya : Setianna Sinaga


       Disuatu pagi yang sejuk, aku berjalan menyusuri Jalan raya di sambut dengan angin pagi yang sangat sejuk.

     Sedikit tentangku, aku duduk di bangku SMA kelas 12. Namaku Ana, Banyak yang mengatakan kisah di bangku SMA itu menyenangkan dan itu memang kuakui benar, tapi aku punya kisah yang sedikit memalukan diriku di dalam SMA ku.

     Suatu pagi, bel berbunyi tanda pembelajaran akan segera dimulai. Kelas yang berpenghuni 27 orang ini sudah sangat antusias menerima pelajaran yang akan di sampaikan guru PKN kami.

  Dalam  pembelajaran yang satu ini aku sangat bersemangat karna aku sangat menyukai Pkn saat mulai dari kelas 10.

Diary Ungu

 

 


 Karya: Regita Saragih


27 Agustus 1993. SMA Negeri 1 Purba. Cuaca hari ini sangat cerah sekali. Matahari sangat menghangatkan, sayang terlalu  menyengat di kulit, bahkan di pagi hari seperti ini. Nampak seorang gadis dengan saragam putih abu-abunya yang rapi. Rambutnya yang panjang diikatnya dengan begitu rapi tidak lupa dengan tas slempang merahnya yang begitu  feminim. Begitu sederhana dia, namun sudah cukup menggambarkan  bahwa dia salah satu siswi teladan di sekolah ini. Wajahnya yang tegap dan tegas namun tetap terlihat lemah lembut. Sungguh anggun.

Dia memiliki postur tubuh yang tinggi di kalangan siswi di sekolah ini. 163 cm. Langkahnya panjang, tak butuh waktu lama baginya untuk melewati koridor sekolah menuju ke ruang kelasnya XII IPA-A.

Kelas itu ternyata sudah ramai. Dimasukinya kelas itu dan  melangkah menuju meja kedua paling pojok dekat dengan jendela.

1 DEKADE

 



Karya: DIO PRATAMA*

 

Satu dekade sudah berlalu, kenangan itu masih saja melekat dan terpikirkan dalam ingatanku. Mulai dari bermain dan bercerita, dari bersuka dan berduka. Ada satu hal yang masih kuingat kejadian dan peristiwa yang membuat aku bersedih. Yaitu dimana persahabatan kita berdua harus terpisah. Sebelum aku menceritakan peristiwa yang aku alami Perkenalkan aku: Lisa Syela Budikusuma, aku lahir di Bandung pada 01 Maret 2000. Aku memiliki 2 Orang adik dan 1 Orang kakak laki-laki. Mereka sangat sayang kepadaku. Balik kecerita awal, peristiwa yang ku alami adalah 1 orang sahabat ku yang sangat aku sayangi pergi meninggalkanku, karena orang tuanya harus bekerja diluar kota. Pada saat kami terakhir kali bersama dia berkata:

 

"Ini hanya sementara saja,Lisa." katanya padaku meyakinkanku.

"Apakah kau yakin,kita bisa bertemu lagi?" ucapku membendung air mata.

SEPENGGAL KISAH

 


 Karya : Geby Debora Damanik

 

Malam semakin larut ditambah guyuran hujan yang kian menderas. Jendela yang belum tertutup sepenuhnya menampakkan seorang gadis kecil berumur 10 tahun sedang melamun di meja belajarnya. Sepertinya langit juga tau ia sedang tidak baik-baik saja. Dia sedang merindukan seseorang yang amat ia sayangi.

            Malam ini aku sedang merindukan nenekku. Ya, aku memang tinggal bersama nenek dan kakekku sejak umur 3 tahun. Ayahku telah meninggal sejak aku berumur 7 bulan dan Ibu, aku tidak tau dimana. Sudah satu minggu nenek pergi ke luar kota. Ia sedang ada urusan keluarga. Aku ingin sekali ikut dengannya, namun bagaimana dengan sekolahku?

            Sebenarnya aku tidak bisa berjauhan dengan nenek lama-lama. Aku sangat merindukannya. Nenek berjanji akan pulang hari ini. Namun sepertinya tidak jadi. Entah karena apa aku tidak tau. Tiba-tiba ponsel kakekku berdering. Aku tidak bisa menyembunyikan senyumku lagi mendengar suara seseorang di seberang sana.

KAKEK DAN SECANGKIR KOPI

 


Oleh Deygo Rivaldo Haloho

 

 

Sesaat setelah berhentinya hujan itu, dingin, sekujur tubuhku menggigil, mengapa tidak hujan sudah turun hampir setiap hari di bulan Oktober ini.

"Uhuk..uhuk." terdengar suara batuk yang sayup-sayup yang tidak lain dari seorang Kakek yang sudah berumur 76 tahun itu.

"Kek, mau dibuatkan minum?" ucapku.

"Teh tawar saja." balas Kakekku dengan malas.

Cita-Cita

 



Karya: Hotmarta Silaban

 

       Seorang anak perempuan yang bernama cia yg berumur 18 tahun dan dia duduk di kelas 12  sma.

      Dipagi hari jam 05.00 cia bangun dari tempat tidur nya , dan sebelum berangkat kesekolah dia membereskan tempat tidur nya, dan dan membereskan rumah sebelum mandi.

       Tidak lama kemudian dia melihat jam , jam itu menunjukkan jam 06.00 itu waktunya dia harus bergegas mandi dan membereskan pakaian yang akan di pakai nya , setelah dia mandi  dia berganti pakaian dan bersiap -siap untuk pergi kesekolah dan tidak lupa juga dia makan.

"Sesorang Bangun dari tempat tidur,dan ternyata itu Mama nya "

"Cia apa kamu sudah makan sebelum berangkat kesekolah ?"

Senin, 01 November 2021

Angan-Angan

Jones E Panjaitan



Angan angan adalah sebuah keinginan yang terkadang hanya terjadi dalam khayalan. Bisa juga dalam kenyataan.  Kemaren, sore hari. Aku sedang berbaring memandang matahari yang akan terbenam. Sambil terbayang akan angan-anganku. Yaaa angan angan ku ini memang cukup membuatku takut. Kenapa? Tentu karna aku takut tak bisa kuraih. Seketika itu Ana sahabatku mendatangiku.

"Jon??,  Jon?? Kamu ngapain Jon?"  Dia memanggilku dengan tergesa gesa berlari ke arahku.

"Hmmm, aku sedang istirahat na". Kujawab sembari kuangkat badanku yang berbaring dan duduk bersamanya. 

Jumat, 29 Oktober 2021

SAHABAT


Karya : Devira Sinaga

         


                       

 


Kringgg............. 

Bunyi alarm membangunkanku dari tidur, aku Memandang ke arah jendela sepertinya matahari mulai menunjukkan dirinya pertanda Pagi sudah kembali, aku Turun dari tempat tidur lalu membereskan Kasurku dan bergegas mandi, setelah mandi aku berjalan menuju dapur menghampiri ibuku yang sedang memasak untuk sarapan kami.

 "Pagi bu." aku menyapa ibuku sambil mengambil segelas air dan meneguknya sampai habis.

 "Pagi juga," ibuku melirik ke arah ku dan lanjut memasak sarapan untuk kami, setelah selesai memasak kami pun serapan bersama, saatsedang makan aku teringat dengan rencana bersama temanku yang akan pergi jalan jalan ke sebuah pantai.

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...