Selasa, 02 November 2021

1 DEKADE

 



Karya: DIO PRATAMA*

 

Satu dekade sudah berlalu, kenangan itu masih saja melekat dan terpikirkan dalam ingatanku. Mulai dari bermain dan bercerita, dari bersuka dan berduka. Ada satu hal yang masih kuingat kejadian dan peristiwa yang membuat aku bersedih. Yaitu dimana persahabatan kita berdua harus terpisah. Sebelum aku menceritakan peristiwa yang aku alami Perkenalkan aku: Lisa Syela Budikusuma, aku lahir di Bandung pada 01 Maret 2000. Aku memiliki 2 Orang adik dan 1 Orang kakak laki-laki. Mereka sangat sayang kepadaku. Balik kecerita awal, peristiwa yang ku alami adalah 1 orang sahabat ku yang sangat aku sayangi pergi meninggalkanku, karena orang tuanya harus bekerja diluar kota. Pada saat kami terakhir kali bersama dia berkata:

 

"Ini hanya sementara saja,Lisa." katanya padaku meyakinkanku.

"Apakah kau yakin,kita bisa bertemu lagi?" ucapku membendung air mata.

"Banyak-banyak berdoa Lisa kepada Tuhan Yang Maha Esa,jika kehendaknya pasti kita dipertemukan kembali!" ucapnya meyakinkan ku.

 

Aku hanya bisa menatapnya dengan air mata yang sedikit demi sedikit keluar dari pelupuk mata ku. Selang beberapa menit, mobil hitam menjemputnya dan dia segera berpamitan dengan ku.

 

"Lisa,mobil itu sudah menjemput ku! Aku harus pergi dan melakukan penerbangan hari ini bersama kedua orangtua ku." sontak nya kepadaku.

"Baiklah,Dirga hati-hati ya! Doaku bersama mu dan keluarga mu!" jawabku sambil menitikkan air mata dengan deras.

 

Ya,nama nya adalah Dirga dia adalah anak seorang pengusaha terkenal yaitu Pratama Crop. Aku dan dia sudah bersama sejak kami kecil, aku sangat menyayanginya dan aku sangat merindukannya. Sudah cukup kesedihan ini ku pendam, katanya kita pasti bertemu namun hingga sekarang aku tidak pernah melihat wajah dan batang hidung nya dihadapkan ku. Kabar yang kuinginkan dari dia juga tak kunjung datang,ketika aku ingin menghubunginya nomor handphone nya tidak aktif.

"Apakah dia mengganti nomor handphone nya dengan nomor handphone Amerika?" tanya ku dengan mengeluarkan suara karena dikamar ku tidak ada orang.

 

Tapi entahlah,aku selalu berharap tapi hasilnya Nihil aku tidak pernah bertemu dengannya. Setelah hari itu,aku berusaha melupakannya ,tapi sangat sulit kurasa. Bayangan matanya selalu teringat di kepalaku. Suatu pagi ketika aku sedang berjalan disuatu gang,aku melihat seorang Pria yang sangat mirip dengan Dirga, Pria itu bergegas berjalan ke arah selatan. Aku menguntit Pria tersebut dan tibalah di suatu jalan bebatuan yang baru pertama kali aku jelajahi. Tiba-tiba "Brughhhhh", Aku menabrak seorang Kakek yang berjalan mengenakan tongkat. Aku menoleh dan panik bergegas ku menolong kakek tersebut.

"Astagfirullah, maafin Saya Kek!" tuturku sambil ketakutan.

"Iya nak, Kakek tidak apa-apa" balas kakek itu menenangkan ku.

"Sekali lagi maaf Kek, ada yang sakit gak?" tanya ku memastikan.

"Alhamdulilah tidak ada, ya sudah kakek pergi dulu ya, Assalamualaikum!" ucap Kakek sambil meninggalkan ku.

"Waalaikumsalam,hati-hati ya kek!" kataku sambil bingung mencari pria tersebut.

Waduh sialnya Aku tidak melihat  lagi Pria yang ku untiti tadi,padahal aku ingin memastikan dia Dirga atau tidak. Setelah berpikir dua kali akhirnya Aku memutuskan pulang kerumah dengan mood yang sangat kacau. Sebelum pulang aku melihat Cafe Boba dan mengunjunginya. Mulai lah ku lirik rasa yang akan ku beli, akhirnya aku memutuskan untuk membeli dua Boba.

"Kak, saya mau Boba Taro dan Boba Red Velvet nya ya!" pesan ku.

"Oh,baik kak segera dibuatkan." sambung si kakak penjual Boba.

 

Aku menunggu sekitar kurang lebih 20 menit untuk mendapatkan Boba yang aku inginkan.

"Ini kak Boba nya sudah siap."

"Berapa totalnya kak?"

"Rp. 35.000, kak"

"Ini kak uangnya!" ku sodorkan beberapa lembar duit yang berjumlah Rp.35.000.

 

Waktu sudah menunjukkan pukul tiga Sore, aku harus bergegas pulang. Setiba dirumah aku menikmati Boba yang ku beli tadi, rasanya sungguh enak dan dapat menaikkan mood ku dengan cepat. Aku sangat suka rasa Taro , setiap aku beli Boba pasti aku selalu membeli rasa Taro . Selesai minum Boba aku langsung merapikan beberapa bagian rumah ku yang berantakan seperti: dapur,meja makan,ruang belajar,ruang tengah dan kamar. Setelah sekitar 1 jam berbenah rumah akhirnya siap dan aku memutuskan ke kamar mandi lalu setelah itu Tidur.

 

Suara burung berkicau dan sinar matahari memancarkan sinarnya lewat ventilasi rumah ku, Aku terkejut ternyata hari sudah berganti. Dan lagi-lagi aku terlambat, tanpa membuang waktu aku bergegas ke kamar mandi dan membersihkan tubuh ku. Karena sebentar lagi aku ada jadwal kelas kuliah,But aku sebenarnya malas hari ini untuk masuk kuliah karena aku tidak suka pelajaran Kimia English, ya kalian pasti tau Kimia English itu apa? Ya, Kimia English adalah mata pelajaran Kimia yang 100% menggunakan kata bahasa Inggris . Oleh karena itu, aku sangat malas masuk di jam itu. Tapi demi cita-cita aku harus Rela berkorban bukan Cita-Cita yang berkorban dengan ku.

Setelah lama berdumel akhirnya aku sampai di Kampus. Ya,aku kuliah di Universitas Diponegoro Jurusan Pendidikan Kimia. Akhirnya waktu yang kutunggu datang juga, aku telah menyelesaikan jam kuliah untuk mata pelajaran yang tadi aku katakan. Aku terkejut! Aku melihat kembali seorang Pria yang ku buntuti semalam. Aku bergegas mengejarnya dan setelah itu aku mendapatkannya lalu memukul pundaknya!. Dan benar ternyata dia adalah Dirga,sahabatku 10 tahun yang lalu. Aku sangat senang bisa berjumpa kembali dengan nya. Aku memeluk nya dengan erat begitu juga dia , ternyata dia tidak melupakan ku.

 

"Hey,Syela? Apa kabar? Aku gembira hari ini."

"Dirgaaaa,aku baik. Kamu apa kabar?"

"Aku juga baik" ucapnya.

 

Masih belum terobati rasa rindu ku, aku memutuskan untuk memeluknya lagi. Dia membalas hangat pelukan ku. Setelah itu kami berdua sepakat untuk melanjutkan cerita kami di Cafe Pratama. Kami pergi ke Cafe itu! Aku bertanya:

"Dirga,kemana aja kamu selama ini?" Tanya ku sambil meneteskan air mata.

"5 tahun lalu aku baru kehilangan ibu ku, maka dari itu aku memutuskan untuk tidak kemana-mana selain ke makam Mama." Ucapnya sambil mengusap Air Mataku.

"Apa? Innalilahi, kenapa kau tidak memberi tahu ku kalau Tante Diana sudah meninggal?" Aku menangis deras.

"Maafkan aku Syela, pada saat itu aku tidak mau berbicara kepada siapa-siapa,karena aku menganggap Mama masih ada!"

"Jadi bagaimana keadaan kalian sekarang?"

"Alhamdulilah keadaan kami sudah membaik, sudah lah lupakan saja itu"

 

Tiba-tiba dia memintaku untuk melupakan percakapan tentang Tante Diana . Aku pun mengangguk begitu saja karna ku tahu aku takut membuatnya sedih lagi. Sebelum kami pulang kerumah kami,kami sempat bertukar nomor WhatsApp dan persahabatan kami 1 Dekade yang lalu kini kembali bersama seperti dulu. Aku sangat bahagia karena bisa bertemu dengannya lagi.

 

Kami sering menghabiskan waktu kami bersama,mulai mengerjakan deadline kuliah hingga nongkrong disuatu cafe. Banyak yang mengatakan kami adalah dua insan yang sedang jatuh cinta,tapi tebakan mereka salah kami hanya dua orang yang ingin menjalin kisah pertemanan sejati tanpa ada keegoisan didalam diri kami. Tapi kita tidak tahu kehendak Tuhan , apa mungkin dia jodohku? Kita lihat saja di masa depan nanti.

 

*Penulis adalah siswa SMA Negeri 1 Purba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...