Karya: DIO PRATAMA*
Satu dekade sudah berlalu, kenangan
itu masih saja melekat dan terpikirkan dalam ingatanku. Mulai dari bermain dan
bercerita, dari bersuka dan berduka. Ada satu hal yang masih kuingat kejadian
dan peristiwa yang membuat aku bersedih. Yaitu dimana persahabatan kita berdua
harus terpisah. Sebelum aku menceritakan peristiwa yang aku alami Perkenalkan
aku: Lisa Syela Budikusuma, aku lahir di Bandung pada 01 Maret 2000. Aku
memiliki 2 Orang adik dan 1 Orang kakak laki-laki. Mereka sangat sayang
kepadaku. Balik kecerita awal, peristiwa yang ku alami adalah 1 orang sahabat
ku yang sangat aku sayangi pergi meninggalkanku, karena orang tuanya harus
bekerja diluar kota. Pada saat kami terakhir kali bersama dia berkata:
"Ini
hanya sementara saja,Lisa." katanya padaku meyakinkanku.
"Apakah kau yakin,kita bisa bertemu lagi?" ucapku membendung air mata.
"Banyak-banyak
berdoa Lisa kepada Tuhan Yang Maha Esa,jika kehendaknya pasti kita dipertemukan
kembali!" ucapnya meyakinkan ku.
Aku hanya bisa menatapnya dengan air
mata yang sedikit demi sedikit keluar dari pelupuk mata ku. Selang beberapa
menit, mobil hitam menjemputnya dan dia segera berpamitan dengan ku.
"Lisa,mobil itu sudah menjemput
ku! Aku harus pergi dan melakukan penerbangan hari ini bersama kedua orangtua
ku." sontak nya kepadaku.
"Baiklah,Dirga hati-hati ya!
Doaku bersama mu dan keluarga mu!" jawabku sambil menitikkan air mata
dengan deras.
Ya,nama nya adalah Dirga dia adalah
anak seorang pengusaha terkenal yaitu Pratama Crop. Aku dan dia sudah bersama
sejak kami kecil, aku sangat menyayanginya dan aku sangat merindukannya. Sudah
cukup kesedihan ini ku pendam, katanya kita pasti bertemu namun hingga sekarang
aku tidak pernah melihat wajah dan batang hidung nya dihadapkan ku. Kabar yang
kuinginkan dari dia juga tak kunjung datang,ketika aku ingin menghubunginya
nomor handphone nya tidak aktif.
"Apakah dia mengganti nomor
handphone nya dengan nomor handphone Amerika?" tanya ku dengan
mengeluarkan suara karena dikamar ku tidak ada orang.
Tapi entahlah,aku selalu berharap
tapi hasilnya Nihil aku tidak pernah bertemu dengannya. Setelah hari itu,aku
berusaha melupakannya ,tapi sangat sulit kurasa. Bayangan matanya selalu
teringat di kepalaku. Suatu pagi ketika aku sedang berjalan disuatu gang,aku
melihat seorang Pria yang sangat mirip dengan Dirga, Pria itu bergegas berjalan
ke arah selatan. Aku menguntit Pria tersebut dan tibalah di suatu jalan
bebatuan yang baru pertama kali aku jelajahi. Tiba-tiba "Brughhhhh",
Aku menabrak seorang Kakek yang berjalan mengenakan tongkat. Aku menoleh dan
panik bergegas ku menolong kakek tersebut.
"Astagfirullah, maafin Saya
Kek!" tuturku sambil ketakutan.
"Iya nak, Kakek tidak
apa-apa" balas kakek itu menenangkan ku.
"Sekali lagi maaf Kek, ada yang
sakit gak?" tanya ku memastikan.
"Alhamdulilah tidak ada, ya
sudah kakek pergi dulu ya, Assalamualaikum!" ucap Kakek sambil
meninggalkan ku.
"Waalaikumsalam,hati-hati ya
kek!" kataku sambil bingung mencari pria tersebut.
Waduh sialnya Aku tidak melihat lagi Pria yang ku untiti tadi,padahal aku
ingin memastikan dia Dirga atau tidak. Setelah berpikir dua kali akhirnya Aku
memutuskan pulang kerumah dengan mood yang sangat kacau. Sebelum pulang aku
melihat Cafe Boba dan mengunjunginya. Mulai lah ku lirik rasa yang akan ku
beli, akhirnya aku memutuskan untuk membeli dua Boba.
"Kak, saya mau Boba Taro dan
Boba Red Velvet nya ya!" pesan ku.
"Oh,baik kak segera
dibuatkan." sambung si kakak penjual Boba.
Aku menunggu sekitar kurang lebih 20
menit untuk mendapatkan Boba yang aku inginkan.
"Ini kak Boba nya sudah
siap."
"Berapa totalnya kak?"
"Rp. 35.000, kak"
"Ini kak uangnya!" ku
sodorkan beberapa lembar duit yang berjumlah Rp.35.000.
Waktu sudah menunjukkan pukul tiga
Sore, aku harus bergegas pulang. Setiba dirumah aku menikmati Boba yang ku beli
tadi, rasanya sungguh enak dan dapat menaikkan mood ku dengan cepat. Aku sangat
suka rasa Taro , setiap aku beli Boba pasti aku selalu membeli rasa Taro .
Selesai minum Boba aku langsung merapikan beberapa bagian rumah ku yang
berantakan seperti: dapur,meja makan,ruang belajar,ruang tengah dan kamar.
Setelah sekitar 1 jam berbenah rumah akhirnya siap dan aku memutuskan ke kamar
mandi lalu setelah itu Tidur.
Suara burung berkicau dan sinar
matahari memancarkan sinarnya lewat ventilasi rumah ku, Aku terkejut ternyata
hari sudah berganti. Dan lagi-lagi aku terlambat, tanpa membuang waktu aku
bergegas ke kamar mandi dan membersihkan tubuh ku. Karena sebentar lagi aku ada
jadwal kelas kuliah,But aku sebenarnya malas hari ini untuk masuk kuliah karena
aku tidak suka pelajaran Kimia English, ya kalian pasti tau Kimia English itu
apa? Ya, Kimia English adalah mata pelajaran Kimia yang 100% menggunakan kata
bahasa Inggris . Oleh karena itu, aku sangat malas masuk di jam itu. Tapi demi
cita-cita aku harus Rela berkorban bukan Cita-Cita yang berkorban dengan ku.
Setelah lama berdumel akhirnya aku
sampai di Kampus. Ya,aku kuliah di Universitas Diponegoro Jurusan Pendidikan
Kimia. Akhirnya waktu yang kutunggu datang juga, aku telah menyelesaikan jam
kuliah untuk mata pelajaran yang tadi aku katakan. Aku terkejut! Aku melihat
kembali seorang Pria yang ku buntuti semalam. Aku bergegas mengejarnya dan
setelah itu aku mendapatkannya lalu memukul pundaknya!. Dan benar ternyata dia
adalah Dirga,sahabatku 10 tahun yang lalu. Aku sangat senang bisa berjumpa
kembali dengan nya. Aku memeluk nya dengan erat begitu juga dia , ternyata dia
tidak melupakan ku.
"Hey,Syela? Apa kabar? Aku
gembira hari ini."
"Dirgaaaa,aku baik. Kamu apa
kabar?"
"Aku juga baik" ucapnya.
Masih belum terobati rasa rindu ku,
aku memutuskan untuk memeluknya lagi. Dia membalas hangat pelukan ku. Setelah
itu kami berdua sepakat untuk melanjutkan cerita kami di Cafe Pratama. Kami
pergi ke Cafe itu! Aku bertanya:
"Dirga,kemana aja kamu selama
ini?" Tanya ku sambil meneteskan air mata.
"5 tahun lalu aku baru
kehilangan ibu ku, maka dari itu aku memutuskan untuk tidak kemana-mana selain
ke makam Mama." Ucapnya sambil mengusap Air Mataku.
"Apa? Innalilahi, kenapa kau
tidak memberi tahu ku kalau Tante Diana sudah meninggal?" Aku menangis
deras.
"Maafkan aku Syela, pada saat
itu aku tidak mau berbicara kepada siapa-siapa,karena aku menganggap Mama masih
ada!"
"Jadi bagaimana keadaan kalian
sekarang?"
"Alhamdulilah keadaan kami sudah
membaik, sudah lah lupakan saja itu"
Tiba-tiba dia memintaku untuk
melupakan percakapan tentang Tante Diana . Aku pun mengangguk begitu saja karna
ku tahu aku takut membuatnya sedih lagi. Sebelum kami pulang kerumah kami,kami
sempat bertukar nomor WhatsApp dan persahabatan kami 1 Dekade yang lalu kini
kembali bersama seperti dulu. Aku sangat bahagia karena bisa bertemu dengannya
lagi.
Kami sering menghabiskan waktu kami
bersama,mulai mengerjakan deadline kuliah hingga nongkrong disuatu cafe. Banyak
yang mengatakan kami adalah dua insan yang sedang jatuh cinta,tapi tebakan
mereka salah kami hanya dua orang yang ingin menjalin kisah pertemanan sejati
tanpa ada keegoisan didalam diri kami. Tapi kita tidak tahu kehendak Tuhan ,
apa mungkin dia jodohku? Kita lihat saja di masa depan nanti.
*Penulis adalah
siswa SMA Negeri 1 Purba

Tidak ada komentar:
Posting Komentar