Selasa, 02 November 2021

DUNIA PERPISAHAN

 


                                                      Karya:Rotua Yesefine Beatrix Damanik

 

Kehidupan 4 bersaudara Deri, Doni, Vita, dan Mora.

Keluarga ini yang dulunya keluarga harmonis dimana orang tua dari 4 bersaudara ini saling menyayangi sesama mereka.

Suatu ketika kedua orang tua mereka meninggal  dengan secara mengenaskan. semenjak kepergian orang tuanya keharmonisan keluarga mereka mulai dilanda keretakan.

Dimana Mora mulai tidak menyukai adiknya Doni.

‘’Hey Doni…. Kamu kira Karena kamu anak paling bungsu sehingga semua yang ada disini menjadi hak milik kamu!!’’

Tanpa disadari Doni menjawab pembicaraan dari kakaknya.

‘’Saya tidak berkata bahwa peninggalan dari orang tua kita menjadi hak milik saya’’

Ooh iya!! Jika kaka tidak  nyaman tinggal dirumah ini lebih baik kaka pergi saja.

‘’Oke saya akan pergi,’’ ujar Mora.

                                Deri dan vita melerai pertengkaran mereka tetapi Deri dan Vita  tidak mampu

membujuk kakaknya dimana kakaknya yang keras kepala.

Semenjak kepergian Mora, keluarga yang dulunya harmonis kini sudah menjadi keretakan

persaudaraannya. Doni merasa bersalah kepada kakaknya .

Doni yang sebenarnya orang yang penyayang entah bagaimana kata-kata itu terucap dari bibirnya.

Doni berusaha tegar untuk menerima itu dan mencoba untuk membicarakan hal itu kepada kedua saudaranya Deri dan Vita.

‘’Kak maafkan  Doni ya, tidak seharusnya Doni berkata seperti itu kepada kak Mora.’’

‘’Kakak udah maafin kamu, ini semua juga tidak salah kamu,’’ ujar kakaknya Vita.

‘’Kak Deri gimana, apa kaka marah dengan saya?’’

‘’Kakak tidak marah ,bagaimana jika temui Mora dan kamu minta maaf dengan dia?’’

‘’Baiklah ayok kita pergi  kak.’’

 

Mereka bertiga pergi menemui Mora ke kontrakannya.

Tok-tok-tok (suara ketukan pintu)

‘’Siapa ya?’’ ucap  Mora dari dalam rumah.

‘’Ini kami kak adik-adikmu.’’

Mora pun  tidak ingin membuka pintu ketika mengetahui yang datang adalah saudaranya dan Mora pun berteriak dari dalam rumahnya dan berkata:

‘’Ngapain lagi kalian kesini?’’

Mulai hari ini saya tidak ingin memiliki saudara seperti kalian.

                Vita berusaha membujuk kakanya Mora agar mau membuka pintu rumahnya.tetapi kakanya Mora tetap tidak ingin membuka pintunya dan dia juga melempar foto keluarga mereka melalui jendela.

Trang-trang-trang (suara pecahanan kaca foto keluarganya).

Doni menangis melihat foto keluarganya yang terbuang  ditanah dan doni berbicara kepada kakaknya Mora.

‘’Terimakasih kak buat semuanya, kakak tidak menghargai orang tua kita lagi dengan cara kakak membuang ini.’’

"Baiklah jika ini memang ini mau kakak biarlah tanah yang akan mempersatukan kita."

(Sambil menangis senggugukan)

 

 Selesai berbicara Doni dan kedua kakanya beranjak pergi dari rumah Mora dan menahan rasa sakit di dada.

Beberapa tahun kemudian pertengkaran antara bersaudara tetap berlanjut yang dimana Mora bersikeras tidak mau kembali kerumah peninggalan orang tuanya.

Dan suatu ketika Mora Juga bersikeras untuk menuntut kebahagiaan dari harta orangtuanya.

Akhirnya Doni dan kedua kakaknya memberikan sebahagian agar tidak mempersulit masalah lagi.

"Ini dokumen -dokumen tanah yang kakak minta." ucap Doni pada Mora.

"Oke....terimakasih dan mulai hari ini aku tidak memiliki hubungan darah dengan kalian lagi." ucap mora.

                             Dan sambil beranjak pergi Mora dengan bengisnya berkata kepada adik-adiknya dasar saudara tidak tau diri.

Dengan rasa kecewa Doni dan kedua kakaknya menahan pedihnya ucapan dari kakaknya.

                            Suatu ketika Doni jatuh sakit, dan dokter memvonis umur dari Doni tidak lama lagi. mendengar ucapan dari dokter kedua kakaknya menangis.

Dan kakaknya berinisiatif untuk pergi menemui Mora untuk datang menjenguk adiknya Doni yang sedang sekarat.

Namun sesampainya di rumah Mora, jawaban darinya tidak sesuai dengan dugaannya Vita.

"Ooh.... Maaf saya tidak memiliki saudara namanya Doni." ucap mora

"Jangan seperti ini kak,bagaimanapun dia adik kita kak." ujar Vita.

"Jika dia menganggap saya kakaknya biarkan dia yang meminta maaf kepada saya." Ucap Mora

      Dengan rasa kecewa Vita pergi dari rumah kakaknya dan beranjak ke rumah sakit. tiba dirumah sakit Vita berbicara kepada adiknya Doni

"Don maafkan kakakmu Mora berdamailah dengannya."

"Saya tidak berbuat salah kak,lupain dia kak dia sendiri yang mengatakan bahwa kita tidak sedarah lagi dengannya."

           Mendengar ucapan dari adiknya, Vita dan Deri hanya diam membisu.     Beberapa hari kemudian kondisi tidak tertolong lagi dan menghembuskan nafas di hari ulang tahunnya.

Vita dan Deri tidak sanggup menahan air matanya melihat kepergian adik kesayangannya.

            Tiba hari penguburannya, Mora datang tetapi hanya datang seperti tamu biasa dan tidak setetes pun. Akhirnya kepergian adiknya itu tetap tidak akan mempersatukan mereka dan hubungan persaudaraan mereka hanya akan bersatu di tanah merah.


*Penulis adalah siswa SMA Negeri 1 Purba


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...