Rabu, 19 Oktober 2022

VARRO'S STORY

 


Karya Helen J V Purba*

 

       Di Minggu pagi yang cerah, seorang anak laki-laki dengan tubuh gagahnya dan kulitnya yang berwarna sawo matang sedang melakukan olahraga kecil untuk meregangkan otot-ototnya yang kaku, karena dia baru saja bangun dari tidurnya yang nyenyak malam tadi.

Di saat menuruni anak tangga, dia sudah disambut oleh ibunya yang sedang berada di dapur.

KEJUJURAN

        


                

                                                      Karya : Mia Engie Bestari Saragih

 

                 Malam begitu tenang, langit dihiasi oleh bintang-bintang bertebaran menemani gagahnya raja malam yang bersinar terang menebar cahaya berkilauan. Sesekali terdengar suara jangkrik dan burung malam memecah keheningan. Udara terasa dingin dan menyegarkan membuat diriku yang sedang belajar tetap fokus dan semangat di meja belajarku.

             Materi yang telah di ajarkan guru kupelajari kembali, aku bersungguh-sungguh dalam  mempelajari materi pelajaran ini agar aku bisa menjawab ujian harian besok dengan nilai yang paling  tinggi. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 23:00 WIB.

New Universe : LABUHAN MASA DEPAN

 



Karya : Gryfia Munthe

 

Aku Nafasha Stichler. Saat ini, umurku 15 tahun. Aku duduk di bangku kelas XI SMA. Sejak SD, aku sudah ikut kelas akselarasi yang menetapkan sistem 4 bulan per semester.

Saat aku masih kecil, Pamanku yang adalah direktur NASA di Washington, menitipkanku pada Budeku. Aku yang tidak mau lebih lama merepotkan Bude, memilih untuk tinggal sendiri. Aku akan tinggal di rumah orangtuaku, yang sudah meninggal karna kecelakaan pesawat.

Pemuda Kaya Yang Tinggi Hati

 


Karya: Reza Imelia Simbolon.

 

"Nak,sedekah nak..."

"Sedekah kamu bilang,kamu kirain cari uang itu gak payah? Seenaknya aja kamu minta sedekah, kerja lah, biar bisa makan, bukan tau nya hanya minta minta aja."

"Nenek sudah tidak makan 1 minggu ini nak, berilah nenek sedikit sedekah nak, biar nenek tidak kelaparan lagi."

"Itu bukan urusan saya, biar nenek rasain dulu gimana susahnya cari uang. ucap si pemuda kaya."

Si pemuda pun langsung pergi meninggalkan nenek yang meminta sedekah sama dia, Dan si nenek pun berkata :

"Semoga kelak, kamu akan merasakan apa yang saya rasakan saat ini."

Si pemuda kaya pun tidak mendengarkan ucapan si nenek dan melanjutkan perjalanan nya saja, tanpa rasa kasihan sedikit pun.

JANJI SUCI SEORANG PERWIRA



Pengarang:Gloria Damanik

 

Di sebuah desa hiduplah keluarga yang sederhana dan tidak sombong.

Salah satu dari anggota keluarga pak sari terlahir sebagai perwira angkatan Darat yang bernama leo. Leo adalah seorang perwira angkatan Darat yang rendah hati dan suka menolong, iya juga memiliki banyak tanggung jawab selain untuk adik adik nya iya juga memiliki tanggung jawab yang begitu besar ya itu untuk negaranya.

𝗠𝗲𝘀𝗶𝗻 𝗪𝗮𝗸𝘁𝘂



ᴏʟᴇʜ: ᴀʀᴅᴏ ꜱᴀᴘᴜᴛʀᴀ ꜱɪʟᴀʟᴀʜɪ

 

"Apakah aku bisa kembali ke masa Lalu?"

 "Jika iya apa yg akan terjadi? apakah hidupku akan berubah?" ucapku dalam hati. 

"Memangnya Ini Doraemon?, yang punya mesin waktu di meja belajar  Nobita apa?" gumamku.

         Termenung dan saat itu memori masa lalu terputar kembali di kepalaku

"Kringggg... saatnya istirahat pertama diimulai," begitulah suara bel  SMPku dulu.

"Do kantin gas?" tanya Andre temanku."

"Ayok haus pula aku  pengen beli es pino," sahutku.

"Aku ikut la ..bareng kita tapi, ke toilet dulu yok," ujar Thomas

"Ayoklah akupun mending ke toilet dulu sebelum makan es, nanti sakit perut pulak, repot lagi."

Kami pun pergi ke toilet yang tidak jauh dari kelas kami 9C (Sembilan C).

Sabtu, 27 November 2021

BELLA REMAJA

 


Maria Lingga

 

    Aku menjalani hariku setiap hari aku menikmati cerita yang selalu bertambah setiap harinya namun aku tak bisa menjelaskan seperti apa hari hari yang ku nikmati itu. Senin itu aku berangkat sekolah ditemani pagi yang cerah dengan matahari yang indah, menyinari ceritaku setiap hari.

"De mau kesekolah kah? ayo naik!" ucap seorang tukang beccak.

        "Ohh iya bang," ucapku sambil menaiki beccaknya dengan senyuman tipis.

        "Mau langsung diantar ke dalam de?"

        "Sampe sini aja bang, makasih." balasku sambil  berjalan menuju lapangan.

Diri Sendiri

 



Karya: Mari Artha Purba

 

     Aku terbangun lagi di antara sepi hanya pikiran yang ramai. Hari ini adalah hari yang aku rasa istimewa namun tak aku suka, tak boleh lupa kalau hari ini sekolah. Hari ini disambut dengan cuaca mendung dan berkabut yang membuat udara begitu dingin. Ingin aku berkata kasar namun tak bisa.

     Terkadang aku merasa sekolah itu tak menyenangkan dan sangat membosankan. Tapi demi masa depan yang cerah aku harus tetap semangat. Walaupun kurang menyenangkan.

     Aku adalah gadis desa yang di lahirkan dan di besarkan di keluarga petani.Hidup sederhana adalah kebahagiaan diriku dan keluargaku. Hidup dengan ekonomi lebih kurangnya cukup bagi kami. Orang tuaku selalu mengajarkan kami anak-anaknya untuk tetap bersyukur dalam apapun itu. Orang tua kami tak menuntut anak-anaknya pintar, namun orang tua kami menuntut kami agar bertanggung jawab dari apa yang kami perbuat. Aku adalah kakak dari adik-adik ku. Nama ku adalah Mari Artha Purba biasa di panggil dengan sebutan Artha.

Daring

 



Oleh: Via Senjelin purba

    

                                     

Semenjak Covid 19 datang dunia bahkan sampai ke tanah air. Hampir semua aktivitas terbengkalai. jangankan yang bekerja kantoran sekolah saja harus melalui smartphone atau laptop.

Saya dan teman teman saya merasa kesulitan dalam menerima pelajaran yang di berikan oleh guru. Apalagi dalam masalah mengirim tugas. Nama nya juga di perkampungan pastinya masalah jaringan lelet.

"Oi Ges... emm udah siap tugas video bahasa Inggris mu?" tanya  Via.

"Hai.. Vi belum materinya aja belum ku buat." jawab Ges

MERIAM BAMBU

 


Dhimas Krisna


           Dimalam yang dingin diselimuti kegelapan, aku dan teman ku duduk disamping api unggun. Kami merencanakan untuk membuat meriam bambu untuk merayakan pergantian tahun. Kami sangat senang dengan segala rencana kami pada malam itu. Sampai - sampai tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 00:00. Keesokan harinya aku mengajak teman-teman ku untuk mengambil bambu, untuk bahan membuat meriam. Itu masih pagi, embun masih menyelimuti rerumputan yang kami lalui, sehingga celana kami basah kuyup.

"We dingin kali pun." kata teman ku agak menggigil.

"Ayok lah biar cepat siap!" ucap ku padanya.

BINGUNG

                                            


                                                              

                                                               KARYA : ELYANA SRAGIH

 

 

           Disore hari hujan sangat turun deras, tampak suara hujan yang berjatuhan kebumi dengan suara petik yang kuat bergemuruh  seperti membelah langit dan kilat-kilat serasa menyatat bumi.

 

           Aku termangu dikamar, hal apa yang akan bisa kulakukan kalau hal yang seperti sekarang ini. aku melamun panjang sampai- sampai suara ibu tak terdengar memanggil namaku.

  "El,El ,El !" panggilnya dengan suara agak marah.

"Iya ma, ada apa?"

"Kamu dipanggil- panggil tak menjawab,apa yang kamu lakukan dikamar hingga tak dengar?"

"Aku melamun hingga hampir tertidur" gumamku sambil tertawa dan garut- garut kepala.

"Ya sudah, bantuin memasak!" dengan raut yang agak kesal.

"Oke mak, dengan senang hati."

Dihari Itu

 


By: Desy Ananda Gultom

 

   Cittt.. cittt...

   Suara burung terdengar dari dahan pohon dekat rumah. Aku bangun dan melihat ke arah jam,

 "Astaga, Sedikit lagi aku akan terlambat."  dalam benak.

Segera aku memberesi tempat tidur dan bergegas  mengganti seragam sekolah.

"Des.. Desyyy..." Suara terdengar dari luar sangat lantang.Aku bergegas membukakan pintu dan melihat siapa yang memanggil namaku, ternyata Devira.

"Cepat." ucapnya sedikit kesall.

Aku bergegas mengambil tas dan kami berangkat.

" Tumben hari ini cepat?" ucap kami berdua sambil ngos ngosan.

"Kalian yang lama, cepat naik!" Ucap abng Beca sambil tertawa kecil.

  Lagi pula disana nanti kita masih menunggu teman Kalian yang lain. Kamipun pergi, ternyata betul kami menunggu mereka.

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...