Pengarang:Gloria Damanik
Di sebuah desa
hiduplah keluarga yang sederhana dan tidak sombong.
Salah satu dari anggota keluarga pak sari terlahir sebagai perwira angkatan Darat yang bernama leo. Leo adalah seorang perwira angkatan Darat yang rendah hati dan suka menolong, iya juga memiliki banyak tanggung jawab selain untuk adik adik nya iya juga memiliki tanggung jawab yang begitu besar ya itu untuk negaranya.
Pada satu sisi,
leo menerima kabar bahwa iya akan di tugaskan di perbatasan papua dan
Indonesia. Berat rasanya meninggalkan keluarga dan kekasihnya yang sedang
menempuh pendidikan dengan jurusan hukum.
Mau tidak mau, leo
harus pergi karena itu adalah tugas mulia bagi seorang perwira Tnl.
Selang beberapa
hari setelah leo mendapatkan kabar bahwa iya akan segera berangkat, iya pun
berpamitan kepada keluarga dan kekasihnya yaitu bunga. Berat rasanya
meninggalkan orang orang yang dia sayang karena iya tidak tau kapan iya akan
kembali intah itu hidup ataw mati namun itu sudah menjadi sumpah untuk menjaga
negaranya.
Hari itu pun tiba
dimana leo pergi di barengi dengan keluarga kecil dan sang kekasihnya bunga ke
dermaga. Se sampainya di dermaga, leo memeluk semua keluarganya dengan harapan
dapat bertemu dengan mereka.
Singkat percakapan
leo dan bunga saat berada di dermaga.
"Leo, apakah
engkaw akan melupakan aku dan semua kenangan kita?, apakah kau tidak akan
merindukan ku?. Leo! Satu harapan ku untukmu pulanglah dengan selamat tanpa
kekurangan satu apapun " Ujar bunga.
Aku tidak akan
melupakan orang yang sudah menemaniku dari nol sampai pada saat ini hanya karna
orang baru.
"Pergilah
untuk negara dan kau pulang karena cintamu "
Dan beberapa saat
sebelum leo pergi iya berjanji untuk menikahi bunga pada saat iya pulang nanti
karna pada saat itu bunga juga sudah selesai kuliah. "Atas dermaga ini aku
berjanji akan menikahimu, tunggu aku kembali".
Bunga pun menangis
memeluk leo karena iya tau hanya ada dua harapan untuk kekasihnya leo.
Setelah berpamitan
kepada keluarga dan kekasihnya, leo pun naik ke kapal bersama dengan tentara
lainnya dan melambaikan tangan kepada keluarga dan kekasihnya. Berat rasanya
bagi bunga tapi ini udh menjadi tanggung jawabnya dan iya akan menunggu leo
kembali.
Singkat cerita,
dihari kelulusan bunga iya berharap bahwa leo akan mengucapkan selamat atas
kelulusan bunga kepada bunga dan iya sangat menunggu itu. Tapi itu semua itu
terbalik bunga malah menerima kabar buruk bahwa kekasihnya leo telah meninggal
dunia. Hati bunga begitu hancur mendengar kabar tersebut iya tidak percaya
bahwa kekasihnya yang berjanji untuk selalu ada kini pergi tanpa sebuah pesan
dan tak merasa bersalah atas melukai hati bunga.
"Tidak.....
Ini.. Tidak mungkin semua ini hanya mimpiku saja aku sungguh tidak percaya
dengan semua ini " Ucapnya dengan suara terbata bata dan menangis
sekencang nya.
Iya pun menangis
bersama dengan keluarga dari leo beserta kerabatnya di rumah orang tua leo.
Hari demi hari bunga lalui kini iya sudah mulai kembali bekerja meski masih
memikirkan leo dan iya berharap bahwa
kekasihnya masih hidup. Lalu di sela waktu yang luang, bunga pergi ke dermaga
dimana leo pernah berjanji padanya. Sesampainya di sana bersama sahabatnya
rindu mereka duduk dan sejenak bunga terdiam dan seketika iyaenangis dengan
sekencang kencangnyalalu iya berkata" Leo apakah ini balasan dari semua
apa yang tlah kita lewati? setelah aku menunggu mu sekian lama dengan semua
harapan yang pernah kau titipkan? kau tau, dermaga ini adalah saksi bisu bahawa
kau pernah berjanji akan kembali lalu kau akan
menikahiku? Mana.... Mana janji yang pernah ucapkan? Leo kau pembohong kukira
kau obat ternyata luka terhebat pernah berhayal bahwa kita akan bersama
selamanya namun sakit yang ku dapat. Lalu rindu pun memeluk bunga dengan erat
sambil menangis lalu rindu pun berkata" Bunga, sudahlah iklas kan saja leo
agar iya tenang " Dengan wajah sedikit tersenyum. Lalu merekapun kebali
kerumah. Hari pun berlajut iya mulai bersengat untuk menjalani hari harinya
bersma sahabat nya yang selalu ada untuknya. Di sela sela pada saat jam
istirahat, seseorang dokter mengunjungi mereka ternyata dokter itu adalah salah
satu dokter yang ikut bersama leo ke perbatasan Indonesia satu tahun lalu.
"Hai maaf
mengganggu aku ingin menceritakan semua yang kami alami selama di sana, kamu
kenal aku kan " Ujarnya pada bunga.
"Iya aku
mengenalmu kamu adalah salah satu dokter yang ikut bersma pasukan tentara 1
tahun lalu kan?"
"Iya betul
sekali"
Lalu dokter
tersebut pun menjelaskan semuanya tentang leo kepada bunga dan iya menegaskan
bahwa leo yang mati pada saat itu adalah tentara lain hanya saja nama mereka
sama bungapun begitu terkejut dan saking
bahagianya iya sampai pingsan dan tak lama saat iya terbangun dari pingsannya
seseorang tentara duduk di sampingnya dengan membawa bunga yang ternyata leo
kekasihnya dan iya pun memeluk leo dengan begitu erat. Semua orang yang ada di
sana sangat terharu melihat mereka. Sesuai janjiku aku akan menikahimu dan
menjadikan mu tuan putri satu satunya di hidupku ujar leo. Singkat cerita
mereka pun menikah dan hidup bahagia.
Setelah mereka
menikah leo dan bunga kini tak lagi terikat dengan kata pacaran melainkan suami
istri. Beberapa bulan setelah menikah dan semenjak mereka menikah ada hal yang
membuat bungabegitu sedih yaitu omongan orang orang yang selalu saja menanyakan
kapan bunga akan memiliki keturunan. Tentu saja hal ini akan membuat iya sedih.
Di sela sela waktu yang sedikit luang, leo menjemput bunga dari kantornya
karena pada saat itu leo sudah di pindah tugaskan dan iya pun menunggu bunga.
Selang beberapa saat setelah leo menunggu, bunga pun akhirnya keluar dari
kantornya dan pergi menghampiri leo yang berada di parkiran mobil karena pada
saat itu bunga tidak membawa mobil.
"Mengapa
wajahmu begitu merah sepertinya kamu bari saja menangis? Apa yang terjadi
bisakah kau cerita,?" ucap leo .
"Aku tidak
apa apa hanya saja tugasku akhir akhir ini menumpuk"
Tapi leo tidak
yakin dengan alasan bunga dan kembali menanyakan hal itu lagi kepada bunga
" Aku ini
suamimu bisakah kau cerita apa saja masalahmu dan aku yakin ada sesuatu yang
kau sembunyikan dari ku "
""Aku..
Aku.. " Dengan suara terbata bata dan menangis sehingga membuat leo cemas
"Ada apa
cobalah untuk cerita apa yang terjadi"
"Tadi pagi sebelum
aku berangkat ke kantor seorang ibu ibu dan menantunya lewat dari depan rumah
dan bertanya kepadaku kapan aku akan sama seperti menantunya karena pada saat
itu menantunya sedang hamil aku kan ya tersenyum dan berhata yang menentukan
takdir bukan kita tapi Tuhan lalu menantunya memberiku semangat lalu aku pergi
ke mobil dan berangkat ke kantor "
"Sudahlah
intinya kita sudah berusaha dan jangan lupa berdoa" Ucap leo .
Lalu leo pun
mengusap air mata bunga dan memeluk bunga namun iya juga berharap segera
mendapatkan karunia dari Tuhan. Sebenarnya hati lep pun begitu sedih melihat
bunga yang selalu di pertanyakan kapan iya akan hamil namun iya tidak ingin
membuat bunga semakin sedih. Hari pun terus berlanjut saat itu bunga
mendapatkan undangan di salah satu kantor sahabatnya yang lain bahwa sahabatnya
mengadakan acara dengan senang hati bunga pergi ke sana dan menemui sahabat nya
yang lain dengan hati yang gorang berangkat dari rumah tapi tak lama setelah
iya sampai di kantor sahabatnya salah satu sahabatnya menanyakan mengapa bunga
belum kunjung hamil hal ini membuat bunga kembali memikirkan hal itu namun
sahabatnya rindu melarang sahabatnya yang lain menanyakan hal itu.
"Hey jangan
menanyakan hal itu kepadanya dia juga ingin merasakan hal yang kalian pertanyakan
kepadanya ayo minta maaf lah " Lalu sahabatnya pun meminta maaf dan
memeluk bunga dengan harapan apa yang mereka bahas menjadi kenyataan. Hari pun
terus berlanjut sekitar seminggu setelah pesta itu iya lalui tiba tiba iya
merasa badanya begitu lemas dan pucat dan iya terjatuh di kantornya pada saat
iya bekerja dan karyawan lainya membawanya ke rumah sakit dan ada juga yang
menghubungi leo bahwa istrinya pingsan di kantor. Leo pun bergegss pergi ke
rumah sakit untuk menghampiri istrinya yang sedang di periksa oleh dokter dan
menanyakan kenapa semua ini sampai terjadi lalu dokter pun menjelaskan bahwa
bunga mengalami kelelahan dan yang membuat mereka begitu senang mendengar
perkataan dokter adalah bahwa bunga tengah mengandung anak leo yang berusia 2 minggu tentu saja mereka
begitu senang dan memberitahukan kabar ini kepada orang utara mereka dan
sahabat bunga , saking senangnya, bunga sampai menangis memeluk leo karena
saking bahagianya atas berkat Tuhan yang selama ini mereka nantikan. Lalu mereka
kembali ke rumah.
Hari pun terus
berlalu kini mereka tidak sabar akan kelahiran anaknya saking tidak sabarnya di
usia 6 bulan kandungan bunga mereka sudah mempersiapkan segala perlengkapan
bayi nya mulai dari baju, kaus kaki dan kau tangan, tempat tidur dan lain
sebagainya bunga begitu berhati hati menjaga pola makan dan tidak semua makanan
iya makan pada saat iya belum hamil dan leo pun tidak lupa untuk rutin membawa
bunga ke rumah sakit untuk preksa kandungan. Bulan pun berganti bulan kini
sudah waktunya bunga untuk melahirkan pada saat melahirkan suasana sedikit
mencekam dimana bunga sempat lemas dan pucat tapi leo selalumemberikan semangat
dan selalu berada di dekat bunga selama persalinan di laksanakan dan waktu itu pun bisa di lewatkan bunga
melahirkan seorang anak perempuan yang begitu cantik dan imut . Kini apa yang
mereka impikan telah terwujud untuk memiliki anak tanpa harus mengadopsi . Semua keluarga, sahabat ikut bahagia atas
kelahiran seorang putri dari bunga setelah sekian lama menantikan momongan dan
akhirnya terkabul juga.
Mereka pun menamai
anak itu dengan nama putri merah yang artinya putri pemberani .
Singkat cerita,
mereka pun hidup bahagia bersama putri merah selamanya .
TAMAT..
Karya siswi SMA Negeri 1 purba tahun 2022
Kelas:12 ips³

Tidak ada komentar:
Posting Komentar