Rabu, 19 Oktober 2022

JANJI SUCI SEORANG PERWIRA



Pengarang:Gloria Damanik

 

Di sebuah desa hiduplah keluarga yang sederhana dan tidak sombong.

Salah satu dari anggota keluarga pak sari terlahir sebagai perwira angkatan Darat yang bernama leo. Leo adalah seorang perwira angkatan Darat yang rendah hati dan suka menolong, iya juga memiliki banyak tanggung jawab selain untuk adik adik nya iya juga memiliki tanggung jawab yang begitu besar ya itu untuk negaranya.

Pada satu sisi, leo menerima kabar bahwa iya akan di tugaskan di perbatasan papua dan Indonesia. Berat rasanya meninggalkan keluarga dan kekasihnya yang sedang menempuh pendidikan dengan jurusan hukum.

Mau tidak mau, leo harus pergi karena itu adalah tugas mulia bagi seorang perwira Tnl.

Selang beberapa hari setelah leo mendapatkan kabar bahwa iya akan segera berangkat, iya pun berpamitan kepada keluarga dan kekasihnya yaitu bunga. Berat rasanya meninggalkan orang orang yang dia sayang karena iya tidak tau kapan iya akan kembali intah itu hidup ataw mati namun itu sudah menjadi sumpah untuk menjaga negaranya.

Hari itu pun tiba dimana leo pergi di barengi dengan keluarga kecil dan sang kekasihnya bunga ke dermaga. Se sampainya di dermaga, leo memeluk semua keluarganya dengan harapan dapat bertemu dengan mereka.

Singkat percakapan leo dan bunga saat berada di dermaga.

"Leo, apakah engkaw akan melupakan aku dan semua kenangan kita?, apakah kau tidak akan merindukan ku?. Leo! Satu harapan ku untukmu pulanglah dengan selamat tanpa kekurangan satu apapun " Ujar bunga.

Aku tidak akan melupakan orang yang sudah menemaniku dari nol sampai pada saat ini hanya karna orang baru.

"Pergilah untuk negara dan kau pulang karena cintamu "

Dan beberapa saat sebelum leo pergi iya berjanji untuk menikahi bunga pada saat iya pulang nanti karna pada saat itu bunga juga sudah selesai kuliah. "Atas dermaga ini aku berjanji akan menikahimu, tunggu aku kembali".

Bunga pun menangis memeluk leo karena iya tau hanya ada dua harapan untuk kekasihnya leo.

Setelah berpamitan kepada keluarga dan kekasihnya, leo pun naik ke kapal bersama dengan tentara lainnya dan melambaikan tangan kepada keluarga dan kekasihnya. Berat rasanya bagi bunga tapi ini udh menjadi tanggung jawabnya dan iya akan menunggu leo kembali.

Singkat cerita, dihari kelulusan bunga iya berharap bahwa leo akan mengucapkan selamat atas kelulusan bunga kepada bunga dan iya sangat menunggu itu. Tapi itu semua itu terbalik bunga malah menerima kabar buruk bahwa kekasihnya leo telah meninggal dunia. Hati bunga begitu hancur mendengar kabar tersebut iya tidak percaya bahwa kekasihnya yang berjanji untuk selalu ada kini pergi tanpa sebuah pesan dan tak merasa bersalah atas melukai hati bunga.

"Tidak..... Ini.. Tidak mungkin semua ini hanya mimpiku saja aku sungguh tidak percaya dengan semua ini " Ucapnya dengan suara terbata bata dan menangis sekencang nya.

Iya pun menangis bersama dengan keluarga dari leo beserta kerabatnya di rumah orang tua leo. Hari demi hari bunga lalui kini iya sudah mulai kembali bekerja meski masih memikirkan leo dan  iya berharap bahwa kekasihnya masih hidup. Lalu di sela waktu yang luang, bunga pergi ke dermaga dimana leo pernah berjanji padanya. Sesampainya di sana bersama sahabatnya rindu mereka duduk dan sejenak bunga terdiam dan seketika iyaenangis dengan sekencang kencangnyalalu iya berkata" Leo apakah ini balasan dari semua apa yang tlah kita lewati? setelah aku menunggu mu sekian lama dengan semua harapan yang pernah kau titipkan? kau tau, dermaga ini adalah saksi bisu bahawa kau pernah berjanji akan kembali lalu kau akan  menikahiku? Mana.... Mana janji yang pernah ucapkan? Leo kau pembohong kukira kau obat ternyata luka terhebat pernah berhayal bahwa kita akan bersama selamanya namun sakit yang ku dapat. Lalu rindu pun memeluk bunga dengan erat sambil menangis lalu rindu pun berkata" Bunga, sudahlah iklas kan saja leo agar iya tenang " Dengan wajah sedikit tersenyum. Lalu merekapun kebali kerumah. Hari pun berlajut iya mulai bersengat untuk menjalani hari harinya bersma sahabat nya yang selalu ada untuknya. Di sela sela pada saat jam istirahat, seseorang dokter mengunjungi mereka ternyata dokter itu adalah salah satu dokter yang ikut bersama leo ke perbatasan Indonesia satu tahun lalu.

"Hai maaf mengganggu aku ingin menceritakan semua yang kami alami selama di sana, kamu kenal aku kan " Ujarnya pada bunga.

"Iya aku mengenalmu kamu adalah salah satu dokter yang ikut bersma pasukan tentara 1 tahun lalu kan?"

"Iya betul sekali"

Lalu dokter tersebut pun menjelaskan semuanya tentang leo kepada bunga dan iya menegaskan bahwa leo yang mati pada saat itu adalah tentara lain hanya saja nama mereka sama  bungapun begitu terkejut dan saking bahagianya iya sampai pingsan dan tak lama saat iya terbangun dari pingsannya seseorang tentara duduk di sampingnya dengan membawa bunga yang ternyata leo kekasihnya dan iya pun memeluk leo dengan begitu erat. Semua orang yang ada di sana sangat terharu melihat mereka. Sesuai janjiku aku akan menikahimu dan menjadikan mu tuan putri satu satunya di hidupku ujar leo. Singkat cerita mereka pun menikah dan hidup bahagia.

Setelah mereka menikah leo dan bunga kini tak lagi terikat dengan kata pacaran melainkan suami istri. Beberapa bulan setelah menikah dan semenjak mereka menikah ada hal yang membuat bungabegitu sedih yaitu omongan orang orang yang selalu saja menanyakan kapan bunga akan memiliki keturunan. Tentu saja hal ini akan membuat iya sedih. Di sela sela waktu yang sedikit luang, leo menjemput bunga dari kantornya karena pada saat itu leo sudah di pindah tugaskan dan iya pun menunggu bunga. Selang beberapa saat setelah leo menunggu, bunga pun akhirnya keluar dari kantornya dan pergi menghampiri leo yang berada di parkiran mobil karena pada saat itu bunga tidak membawa mobil.

"Mengapa wajahmu begitu merah sepertinya kamu bari saja menangis? Apa yang terjadi bisakah kau cerita,?" ucap leo .

"Aku tidak apa apa hanya saja tugasku akhir akhir ini menumpuk"

Tapi leo tidak yakin dengan alasan bunga dan kembali menanyakan hal itu lagi kepada bunga

" Aku ini suamimu bisakah kau cerita apa saja masalahmu dan aku yakin ada sesuatu yang kau sembunyikan dari ku "

""Aku.. Aku.. " Dengan suara terbata bata dan menangis sehingga membuat leo cemas

"Ada apa cobalah untuk cerita apa yang terjadi"

"Tadi pagi sebelum aku berangkat ke kantor seorang ibu ibu dan menantunya lewat dari depan rumah dan bertanya kepadaku kapan aku akan sama seperti menantunya karena pada saat itu menantunya sedang hamil aku kan ya tersenyum dan berhata yang menentukan takdir bukan kita tapi Tuhan lalu menantunya memberiku semangat lalu aku pergi ke mobil dan berangkat ke kantor "

"Sudahlah intinya kita sudah berusaha dan jangan lupa berdoa" Ucap leo .

Lalu leo pun mengusap air mata bunga dan memeluk bunga namun iya juga berharap segera mendapatkan karunia dari Tuhan. Sebenarnya hati lep pun begitu sedih melihat bunga yang selalu di pertanyakan kapan iya akan hamil namun iya tidak ingin membuat bunga semakin sedih. Hari pun terus berlanjut saat itu bunga mendapatkan undangan di salah satu kantor sahabatnya yang lain bahwa sahabatnya mengadakan acara dengan senang hati bunga pergi ke sana dan menemui sahabat nya yang lain dengan hati yang gorang berangkat dari rumah tapi tak lama setelah iya sampai di kantor sahabatnya salah satu sahabatnya menanyakan mengapa bunga belum kunjung hamil hal ini membuat bunga kembali memikirkan hal itu namun sahabatnya rindu melarang sahabatnya yang lain menanyakan hal itu.

"Hey jangan menanyakan hal itu kepadanya dia juga ingin merasakan hal yang kalian pertanyakan kepadanya ayo minta maaf lah " Lalu sahabatnya pun meminta maaf dan memeluk bunga dengan harapan apa yang mereka bahas menjadi kenyataan. Hari pun terus berlanjut sekitar seminggu setelah pesta itu iya lalui tiba tiba iya merasa badanya begitu lemas dan pucat dan iya terjatuh di kantornya pada saat iya bekerja dan karyawan lainya membawanya ke rumah sakit dan ada juga yang menghubungi leo bahwa istrinya pingsan di kantor. Leo pun bergegss pergi ke rumah sakit untuk menghampiri istrinya yang sedang di periksa oleh dokter dan menanyakan kenapa semua ini sampai terjadi lalu dokter pun menjelaskan bahwa bunga mengalami kelelahan dan yang membuat mereka begitu senang mendengar perkataan dokter adalah bahwa bunga tengah mengandung anak leo  yang berusia 2 minggu tentu saja mereka begitu senang dan memberitahukan kabar ini kepada orang utara mereka dan sahabat bunga , saking senangnya, bunga sampai menangis memeluk leo karena saking bahagianya atas berkat Tuhan yang selama ini mereka nantikan. Lalu mereka kembali ke rumah.

Hari pun terus berlalu kini mereka tidak sabar akan kelahiran anaknya saking tidak sabarnya di usia 6 bulan kandungan bunga mereka sudah mempersiapkan segala perlengkapan bayi nya mulai dari baju, kaus kaki dan kau tangan, tempat tidur dan lain sebagainya bunga begitu berhati hati menjaga pola makan dan tidak semua makanan iya makan pada saat iya belum hamil dan leo pun tidak lupa untuk rutin membawa bunga ke rumah sakit untuk preksa kandungan. Bulan pun berganti bulan kini sudah waktunya bunga untuk melahirkan pada saat melahirkan suasana sedikit mencekam dimana bunga sempat lemas dan pucat tapi leo selalumemberikan semangat dan selalu berada di dekat bunga selama persalinan di laksanakan  dan waktu itu pun bisa di lewatkan bunga melahirkan seorang anak perempuan yang begitu cantik dan imut . Kini apa yang mereka impikan telah terwujud untuk memiliki anak tanpa harus mengadopsi  . Semua keluarga, sahabat ikut bahagia atas kelahiran seorang putri dari bunga setelah sekian lama menantikan momongan dan akhirnya terkabul juga.

Mereka pun menamai anak itu dengan nama putri merah yang artinya putri pemberani .

Singkat cerita, mereka pun hidup bahagia bersama putri merah selamanya .

       

 

                                       TAMAT..                                 Karya siswi SMA Negeri 1 purba tahun 2022

                                                                                        Kelas:12 ips³

 

                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...