Sabtu, 27 November 2021

Dihari Itu

 


By: Desy Ananda Gultom

 

   Cittt.. cittt...

   Suara burung terdengar dari dahan pohon dekat rumah. Aku bangun dan melihat ke arah jam,

 "Astaga, Sedikit lagi aku akan terlambat."  dalam benak.

Segera aku memberesi tempat tidur dan bergegas  mengganti seragam sekolah.

"Des.. Desyyy..." Suara terdengar dari luar sangat lantang.Aku bergegas membukakan pintu dan melihat siapa yang memanggil namaku, ternyata Devira.

"Cepat." ucapnya sedikit kesall.

Aku bergegas mengambil tas dan kami berangkat.

" Tumben hari ini cepat?" ucap kami berdua sambil ngos ngosan.

"Kalian yang lama, cepat naik!" Ucap abng Beca sambil tertawa kecil.

  Lagi pula disana nanti kita masih menunggu teman Kalian yang lain. Kamipun pergi, ternyata betul kami menunggu mereka.

"Coba telepon dulu, siapa tau dia tidak sekalah!" Ucap salah satu dari kami.

Akupun menelponnya.  Tuttt... tuttt...

"Hallo." Terdengar dari telepon.

"Tungguu.!" Ucapnya tergesa gesa, Ternyata dia lari lari dari rumahnya. Diapun sampai dan naik,

"Hahhhh... Capekkk."

  Dia naik dan kamipun pergi. Di perjalanan menuju sekolah kami bercerita tentang materi atau tugas tugas yang sudah kami pelajari dan kerjakan. Karena kami beda beda kelas, kami saling berbagi cerita sampai sekolah,kami menuju kelas masing masing.

Bel sekolah pun berbunyi, kami melakukan pelajar dikasla masing masing. Kami memulai pelajaran dari jam 08.00 WIB hingga jam 10.00WIB.

Bel sekolah berbunyi, itu artinya pulang. Kami berkumpul di depan kelas dan menunggu yang lainnya datang. Di perjalanan kami bercerita materi atau tugas yang kami pelajari hari itu. Ditengah tengah cerita Devira ingin mengajak aku dan Desmina untuk jalan jalan ke ladangnya.akan tetapi jalan yang ditempuh ke sana sangatlah jauh sekitar 1 jam, karena kami jalan kaki.

"Emangnya kalian kuat nanti soalnya ini benar benar jauh." Ucap Devira.

"Tidak masalah," Ucap kami berdua dengan serentak.

Sesampai di rumah aku bersiap siap untuk berangkat dan berpamitan kepada kakak. Sebelum kami berangkat kami membeli makan untuk nanti di jalan.

Lalu aku dan Devira pergi ke rumah desmina untuk menjemputnya.

"Tok tok tok... Desmina." ayokk ucap kami dengan serentak.

"Sebentar." Dia membukakan pintu dan membawa barang yang dia bawa.

 "Ayo jajan" Ucap Desmina.

"Kami sudah jajan tadi." ucap kami dengan serentak.

"Yahhh.. ayok lah." 

Lalu kami menemani dia buat beli.

Di perjalanan mereka bercerita masa kanak kanak yang penuh canda dan tawa. Setiap tempat yang kami lewati banyak kenangan yang membuat perjalanan tidak terasa cape.

"Kalian lihat ladang yang disana, yang ada pohon pinus?"

"Iyaa" ucap kami dengan serentak dan bersemangat. Kami pikir ladang yang ditunjuk itu adalah ladangnya.

"Nahh, masih jauh lagi di sana."  Ucap Devira dengan tawa kecil.

Kami melanjutkan perjalanan.

"Sudah capek?" Ucap Devira sedikit ngos-ngosan.

"Belumm." Ucap kami dengan serentak.

"Hehh.. biasanya aku dijemput oleh ayahku."

"Sekali-kali jalan biar sehat."ucap Desmina dengan tawa kecil.

Bismillah mengatakan itu karena dia jarang ke ladang, kalau dia di rumah sepulang sekolah dia membaca wattpad.

Beberapa menit kemudian, dia mengulangi pertanyaan yang sama. Jalan yang berbelok belok seakanakan perjalanan yang kami tempuh sangat jauh.

Di perjalanan kami bertemu dengan ibu ibu yang pulang dari ladang.

"Kenapa Bou cepat pulang?" Ucap Desmina dengan senyum senyum.

"Tadi Bou cuman bersihin bawah jagung, lalu Kalian mau pergi ke mana? " Ucapnya.

"Hmm Kami mau pergi ke ladangnya Devira." Ucap Desmina.

Sejenak kami diam.

"Ya sudah kalian hati hati di jalan."

" Iya bou " ucap kami dengan serentak.

Lalu kami melanjutkan perjalanan kami. Beberapa menit kemudian Devira menanyakan pertanyaan yang sama, karena dia sudah bosan dan capek.

"Ternyata gubuk yang di sana masih bagus." ucap Desmina.dengan kagum.

Dia bercerita tentang tempat itu, sebelum mereka pindah ke tempat yang sekarang, dulu sewaktu kecil dia tinggal di sana hampir 2 tahun. Dia bercerita terdapat kolam kecil yang berisikan ikan lele, mujahir. Di sana juga terdapat kandang ayam yang sangat bagus.

"Dulu kalau tidak ada lauk makan kami memotong ayam." Ucap Desmina dengan tawa kecil.

"Wahh enak juga ya." Ucapku dengan kagum.

Lalu kami pun melanjutkan perjalanan kami.

"Kalian lihat ladang yang disana, itu yang ada jeruk nya."

" Hmmm."  Ucap kami berdua dengan bersemangat. Kami pikir ladang yang ditunjuknya itu adalah ladangnya.

" Hahah  itulah ladangnya Novita. Ucapnya.

kami hening sejenak dan melanjutkan perjalanan.

" Barang yang kutunjuk itu kan ladangnya Novita, lalu kalau radang kami sudah dekat dari sana." Ucap Devira dengan raut wajah serius.

 melanjutkan perjalanan kami dan bercerita tak terasa kami sampai.

Sesampai di sana  kami beristirahat sejenak dan kami lapar, kami memasak indomie. Selesai kami makan kami bergegas membersihkan padi. Saat membersihkan padi Ayah temanku datang lalu ayahnya berteriak

" Apakah kalian belum pulang?" Ucap Ayah temanku

"Belum, emang sudah jam berapa?" Ucap Devira.

"Sudah pukul 16.00 WIB" lalu Devira melirik kepada kami, seolah mengatakan apakah kita sudah bisa pulang, lalu kamipun mengangguk.

" Baik lah yah, kami akan segera pulang." Saat akan kami akan pulang tiba tiba Desmina berteriak

"Dess... Apakah kita tidak ber foto?" Tanya Desmina.

"Ayokk." Ucapku dengan semangat.

Lalu kami mencari tempat yang bagus untuk berfoto.

Ckrek... ckrek.. bunyi cipratan kamera terdengar berulang kali. Kami terus berfoto agar mendapat hasil yang menakjubkan.

"Apakah ini sudah bagus?" Tanya Desmina pada ku sembari menunjukkan hasil foto yang di ambilnya tadi.

"Yaaa cukup bagus."

Karena hari sudah semakin sore, kami memutuskan untuk segera pulang. Saat hendak pulang kami memutuskan memetik jeruk kami mengambilnya hanya sedikit, karena kami membawanya sambil berjalan. Saat sampai di rumahnya Devi kami duduk di teras rumahnya dan aku memutuskan untuk pulang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...