By: Desy Ananda Gultom
Cittt.. cittt...
Suara burung terdengar dari dahan pohon dekat
rumah. Aku bangun dan melihat ke arah jam,
"Astaga, Sedikit lagi aku akan terlambat." dalam benak.
Segera aku memberesi
tempat tidur dan bergegas mengganti seragam
sekolah.
"Des.. Desyyy..."
Suara terdengar dari luar sangat lantang.Aku bergegas membukakan pintu dan
melihat siapa yang memanggil namaku, ternyata Devira.
"Cepat."
ucapnya sedikit kesall.
Aku bergegas
mengambil tas dan kami berangkat.
"
Tumben hari ini cepat?" ucap kami berdua sambil ngos ngosan.
"Kalian
yang lama, cepat naik!" Ucap abng Beca sambil tertawa kecil.
Lagi pula disana nanti kita masih menunggu teman Kalian yang lain. Kamipun pergi, ternyata betul kami menunggu mereka.
"Coba telepon
dulu, siapa tau dia tidak sekalah!" Ucap salah satu dari kami.
Akupun menelponnya. Tuttt... tuttt...
"Hallo."
Terdengar dari telepon.
"Tungguu.!"
Ucapnya tergesa gesa, Ternyata dia lari lari dari rumahnya. Diapun sampai dan naik,
"Hahhhh...
Capekkk."
Dia naik dan kamipun pergi. Di perjalanan menuju
sekolah kami bercerita tentang materi atau tugas tugas yang sudah kami pelajari
dan kerjakan. Karena kami beda beda kelas, kami saling berbagi cerita sampai
sekolah,kami menuju kelas masing masing.
Bel sekolah
pun berbunyi, kami melakukan pelajar dikasla masing masing. Kami memulai
pelajaran dari jam 08.00 WIB hingga jam 10.00WIB.
Bel sekolah
berbunyi, itu artinya pulang. Kami berkumpul di depan kelas dan menunggu yang
lainnya datang. Di perjalanan kami bercerita materi atau tugas yang kami
pelajari hari itu. Ditengah tengah cerita Devira ingin mengajak aku dan Desmina
untuk jalan jalan ke ladangnya.akan tetapi jalan yang ditempuh ke sana
sangatlah jauh sekitar 1 jam, karena kami jalan kaki.
"Emangnya
kalian kuat nanti soalnya ini benar benar jauh." Ucap Devira.
"Tidak
masalah," Ucap kami berdua dengan serentak.
Sesampai di
rumah aku bersiap siap untuk berangkat dan berpamitan kepada kakak. Sebelum
kami berangkat kami membeli makan untuk nanti di jalan.
Lalu aku dan
Devira pergi ke rumah desmina untuk menjemputnya.
"Tok
tok tok... Desmina." ayokk ucap kami dengan serentak.
"Sebentar."
Dia membukakan pintu dan membawa barang yang dia bawa.
"Ayo jajan" Ucap Desmina.
"Kami
sudah jajan tadi." ucap kami dengan serentak.
"Yahhh..
ayok lah."
Lalu kami
menemani dia buat beli.
Di
perjalanan mereka bercerita masa kanak kanak yang penuh canda dan tawa. Setiap
tempat yang kami lewati banyak kenangan yang membuat perjalanan tidak terasa
cape.
"Kalian
lihat ladang yang disana, yang ada pohon pinus?"
"Iyaa"
ucap kami dengan serentak dan bersemangat. Kami pikir ladang yang ditunjuk itu
adalah ladangnya.
"Nahh,
masih jauh lagi di sana." Ucap
Devira dengan tawa kecil.
Kami
melanjutkan perjalanan.
"Sudah
capek?" Ucap Devira sedikit ngos-ngosan.
"Belumm."
Ucap kami dengan serentak.
"Hehh..
biasanya aku dijemput oleh ayahku."
"Sekali-kali
jalan biar sehat."ucap Desmina dengan tawa kecil.
Bismillah
mengatakan itu karena dia jarang ke ladang, kalau dia di rumah sepulang sekolah
dia membaca wattpad.
Beberapa
menit kemudian, dia mengulangi pertanyaan yang sama. Jalan yang berbelok belok
seakanakan perjalanan yang kami tempuh sangat jauh.
Di
perjalanan kami bertemu dengan ibu ibu yang pulang dari ladang.
"Kenapa
Bou cepat pulang?" Ucap Desmina dengan senyum senyum.
"Tadi
Bou cuman bersihin bawah jagung, lalu Kalian mau pergi ke mana? " Ucapnya.
"Hmm
Kami mau pergi ke ladangnya Devira." Ucap Desmina.
Sejenak kami
diam.
"Ya
sudah kalian hati hati di jalan."
" Iya
bou " ucap kami dengan serentak.
Lalu kami
melanjutkan perjalanan kami. Beberapa menit kemudian Devira menanyakan
pertanyaan yang sama, karena dia sudah bosan dan capek.
"Ternyata
gubuk yang di sana masih bagus." ucap Desmina.dengan kagum.
Dia
bercerita tentang tempat itu, sebelum mereka pindah ke tempat yang sekarang,
dulu sewaktu kecil dia tinggal di sana hampir 2 tahun. Dia bercerita terdapat
kolam kecil yang berisikan ikan lele, mujahir. Di sana juga terdapat kandang
ayam yang sangat bagus.
"Dulu
kalau tidak ada lauk makan kami memotong ayam." Ucap Desmina dengan tawa
kecil.
"Wahh
enak juga ya." Ucapku dengan kagum.
Lalu kami
pun melanjutkan perjalanan kami.
"Kalian
lihat ladang yang disana, itu yang ada jeruk nya."
"
Hmmm." Ucap kami berdua dengan
bersemangat. Kami pikir ladang yang ditunjuknya itu adalah ladangnya.
"
Hahah itulah ladangnya Novita. Ucapnya.
kami hening
sejenak dan melanjutkan perjalanan.
"
Barang yang kutunjuk itu kan ladangnya Novita, lalu kalau radang kami sudah
dekat dari sana." Ucap Devira dengan raut wajah serius.
melanjutkan perjalanan kami dan bercerita tak
terasa kami sampai.
Sesampai di
sana kami beristirahat sejenak dan kami
lapar, kami memasak indomie. Selesai kami makan kami bergegas membersihkan
padi. Saat membersihkan padi Ayah temanku datang lalu ayahnya berteriak
"
Apakah kalian belum pulang?" Ucap Ayah temanku
"Belum,
emang sudah jam berapa?" Ucap Devira.
"Sudah
pukul 16.00 WIB" lalu Devira melirik kepada kami, seolah mengatakan apakah
kita sudah bisa pulang, lalu kamipun mengangguk.
" Baik
lah yah, kami akan segera pulang." Saat akan kami akan pulang tiba tiba
Desmina berteriak
"Dess...
Apakah kita tidak ber foto?" Tanya Desmina.
"Ayokk."
Ucapku dengan semangat.
Lalu kami
mencari tempat yang bagus untuk berfoto.
Ckrek...
ckrek.. bunyi cipratan kamera terdengar berulang kali. Kami terus berfoto agar
mendapat hasil yang menakjubkan.
"Apakah
ini sudah bagus?" Tanya Desmina pada ku sembari menunjukkan hasil foto
yang di ambilnya tadi.
"Yaaa
cukup bagus."
Karena hari
sudah semakin sore, kami memutuskan untuk segera pulang. Saat hendak pulang
kami memutuskan memetik jeruk kami mengambilnya hanya sedikit, karena kami
membawanya sambil berjalan. Saat sampai di rumahnya Devi kami duduk di teras
rumahnya dan aku memutuskan untuk pulang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar