Karya: Reza Imelia Simbolon.
"Nak,sedekah nak..."
"Sedekah kamu bilang,kamu kirain cari
uang itu gak payah? Seenaknya aja kamu minta sedekah, kerja lah, biar bisa
makan, bukan tau nya hanya minta minta aja."
"Nenek sudah tidak makan 1 minggu ini
nak, berilah nenek sedikit sedekah nak, biar nenek tidak kelaparan lagi."
"Itu bukan urusan saya, biar nenek
rasain dulu gimana susahnya cari uang. ucap si pemuda kaya."
Si pemuda pun langsung pergi meninggalkan
nenek yang meminta sedekah sama dia, Dan si nenek pun berkata :
"Semoga kelak, kamu akan merasakan apa
yang saya rasakan saat ini."
Si pemuda kaya pun tidak mendengarkan ucapan si nenek dan melanjutkan perjalanan nya saja, tanpa rasa kasihan sedikit pun.
Sesampainya di rumah...
"Pa, gedung dan toko kita mengalami
kebakaran, ucap karyawan kepercayaan si pemuda kaya."
"Apa? Kenapa gudung dan toko bisa
kebakaran?"
"Terjadi karena salah satu kelalaian
karyawan kita yang sedang mengantuk dan tidak sengaja menjatuhkan air dan
terkena kabel pa."
"Dasar kalian, memang sangat ceroboh
saat bekerja."
Si pemuda dengan rasa cemas, dia dan
karyawan kepercayaan nya berlari menuju
toko dan gedung nya yang mengalami kebakaran, kebutulan toko dan gedung nya dekat dengan rumah si
pemuda tersebut.
Sesampainya di tempat kejadian...
"Kenapa nasip ku harus seperti ini?
Mengapa engkau berikan cobaan seberat ini kepada saya tuhan? Apa kesalahan
saya?"
"Sabar pa, sabar, ini mungkin ujian
yang tuhan berikan kepada bapak."
"Semua nya hangus, hangus semua harta
saya"
"Harta dan kekayaan bisa di cari pa, asalkan
kita semua selamat dari kejadian ini, Ucap karyawan kepercayaan si
pemuda."
Setelah kejadian tersebut si pemuda hanya
terdiam dan menatapi nasipnya seperti apa kedepanya, karena aset aset yang dia
punya sudah dijaminkan ke BANK untuk modal usahanya. Dan dalam situasi duka tersebut seorang
penagih utang datang dan mendatangi si pemuda itu.
"Permisi pak.."
"Iya ada apa ya pa?"
"Begini pa, setelah 5 bulan bapak
menunggak pinjaman BANK, maka rumah, mobil akan kami sita! Jadi kami berikan
waktu kepada bpk agar segera membereskan pakaian dan angkat kaki dari rumah
ini."
"Baik pa, berikan saya waktu sebentar
untuk membereskan pakaian saya."
Setelah selesai membereskan pakaian, dia
pun pergi dari rumahnya dan terlantang di jalanan ,karna uang yang dia punya
tidak mencukupi untuk menyewa kost"an. Akhirnya dia memutuskan untuk
tinggal d jalan saja.
Karna pas di samping nya ada seorang
pengemis yang bisa makan walaupun dengan seadanya, dia memutuskan untuk
mengemis agar dia bisa makan.
"Sedekah pa, bu."
"Masih muda kok ngemis, dasar pemalas."
"Benar juga apa kata mereka,
seharusnya aku nggak nyerah dan berputus asa dan mengemis dijalanan seperti
ini. Aku harus bekerja, kerja apa pun itu akan ku lakukan."
"Tapi, berikan lah saya sedikit uang
bu, agar saya bisa makan dan mencari pekerjaan bu, biar tenaga saya ada mencari
pekerjaan bu."
"Itu bukan urusan saya."
Dan dengan sesat dia memikirkan sesuatu,
"Dulu, waktu seorang nenek minta
sedekah sama saya, saya memperlakukan dia sama seperti yang saya alami sekarang
ini. Berarti seperti ini rasanya mengemis.? Ucap si pemuda itu.
Setelah kejadian itu, dia mencari kerja.
Kerja apapun saja itu, dia akan melaksanakannya.
Dan waktu dia mencari perkerjaan di salah
satu toko yang sangat besar, kebutulan toko itu membutuhkan salah satu karyawan
sebagai seorang kuli. Dan tidak berpikir panjang, dia langsung menerima
pekerjaan itu.
"Kapan saya bisa mulai bekerja
pa?"
"Kamu boleh bekerja mulai hari ini
y."
"Oh, baik pa."
Setelah si pemuda beberapa lama si pemuda
miskin itu bekerja di toko yang mau menerima dia, dan disaat itu juga pemilik
toko memikirkan sesuatu tentang dia...
"Ternyata gak salah saya
memperkerjakan dia sebagai karyawan saya, kerja nya rapi dan bagus, juju lagi, dan
sopan terhadap para pembeli di toko
saya. Ucap si penjaga toko."
Setelah beberapa bulan bekerja, si pemilik
toko sangat puas dengan kerjaan si pemuda itu. Dan karna si pemilik toko sudah tua, dan dia juga tidak mempunyai
anak dia ingin memutuskan memberi kepercayaan kepada si pemuda untuk meneruskan
toko nya itu.
"Hei kamu.."
"Saya pa??"
"Iya kamu, kemari sebentar."
"Ada apa pa?"
"Jadi begini, setelah saya lihat cara
bekerja kamu sangat memuaskan, dan kamu jujur, saya memtuskan kamu yang akan
melanjutkan toko saya ini."
"Apa pa? Saya bekerja baru beberapa
bulan di sini pa, dan bapak langsung mempercayakan saya untuk meneruskan toko
bapak ini."
"Saya tau itu, tapi kamu sangat jujur
dalam bekerja, dan cara kamu kerja kamu itu sangat bagus, dan kamu selalu ramah
kepada para pembeli karna itu saya memberi kepercayaan ini kepada kamu.
" Tapi pa, saya baru bekerja di sini
masih berapa bulan pa, dan bapak langsung memberikan kepercayaan sebesar ini
kepada saya."
"Tidak ada tapi tapi lagi, mulai sekarang
saya serahkan toko ini kepada kamu."
"Apa bapak yakin dengan keputusan
bapak ini dengan memberikan toko sebesar ini kepda saya pa.?"
"Iya, saya sangat yakin kepada kamu
dan mempercayai kamu. Dan saya sudah menganggap kamu seperti anak saya sendiri.
Jadi, kamu jaga baik baik toko kita ini."
" Mm... Baik pa, terima kasih banyak
pa, karna bapak sudah mempercayai saya untuk meneruskan tokon usaha bapak
ini."
"Iya sama sama, kamu urus dengan benar
toko ini ya.!"
"Baik pa, akan saya jaga semampu saya
pa."
Setelah beberapa bulan berlangsung, si
pemilik toko itu pun meninggal. Dan si pemuda itu pun melanjutkan usaha bapak
itu seperti yg sudah ia katakan beberapa bulan lalu.
Setelah kejadian itu, toko itu pun sangat
berkembang dan sampai membuka 3 cabang.
Dan disuatu saat ada seorang anak kecil..
"Pa, sedekah pa..."
"Kamu belum makan yah nak?"
"Belum pa, mulai 3 hari yang lewat
saya belum makan pa."
"Tunggu sebentar yah, Ucap pemuda
tersebut."
"Baik pa."
Pemuda itu pun pergi sebentar ke toko nya
untuk mengambil makanan dan uang.
"Nak, ini ada makanan. Makan aja biar
kamu gak kelaparan."
"Terima kasih banyak pa."
"Emang orang tua kamu dimana nak, kok
kamu hanya sendirian aja.?
"Orang tua saya sudah meninggal dunia
pa sejak saya umur 2 tahun pa. Dan beginilah kehidupan saya mengemis di jalanan
agar saya bisa makan."
"Kasihan sekali kamu nak, y udah kamu
makan aja biar kamu gak kelaparan nak."
"Makasih pak, akhirnya saya bisa makan
juga."
"Iya nak, sama sama, dan ini ada
sedikit tambahan uang agar kamu bisa makan untuk besok."
"Tidak, tidak usah pa. Makanan yang
bapa beri kepada saya ini, saya sudah sangat beruntung dan berterima kasih,
karna saya sudah bisa makan berkat makanan yang bapak beri ini."
"Tidak nak, lagian bapak hari ini
mendapatkan rezeki lebih, dan bapak dengan iklas memberikan uang ini kepada
kamu. Anggap aja kamu mendapatkan rezeki hari ini nak."
"Terimah kasih banyak pa, semoga tuhan
melancarkan rezeki bapak."
"Amin amin makasih ya nak."
"Baik pa, saya pergi dulu y pak, dan
terima kasih sekali lagi saya ucapkan pa".
Si anak pun pergi dengan senang karna telah
mendapat makanan dan uang.
"Setelah semua kejadian yang saya
lewati,akhirnya saya mersakan kehidupan saya yang dulu lagi,dan terima kasih
kepada bapak toko yang telah memberi saya toko ini untuk melanjutkannya,semoga
bapak tenang di alam sana ya pak. Ucap pemuda itu..."
TAMAT
Di buat oleh : SISWA SMA N.1.PURBA
Tahun Ajaran : 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar