Rabu, 19 Oktober 2022

Pemuda Kaya Yang Tinggi Hati

 


Karya: Reza Imelia Simbolon.

 

"Nak,sedekah nak..."

"Sedekah kamu bilang,kamu kirain cari uang itu gak payah? Seenaknya aja kamu minta sedekah, kerja lah, biar bisa makan, bukan tau nya hanya minta minta aja."

"Nenek sudah tidak makan 1 minggu ini nak, berilah nenek sedikit sedekah nak, biar nenek tidak kelaparan lagi."

"Itu bukan urusan saya, biar nenek rasain dulu gimana susahnya cari uang. ucap si pemuda kaya."

Si pemuda pun langsung pergi meninggalkan nenek yang meminta sedekah sama dia, Dan si nenek pun berkata :

"Semoga kelak, kamu akan merasakan apa yang saya rasakan saat ini."

Si pemuda kaya pun tidak mendengarkan ucapan si nenek dan melanjutkan perjalanan nya saja, tanpa rasa kasihan sedikit pun.

 

Sesampainya di rumah...

 

"Pa, gedung dan toko kita mengalami kebakaran, ucap karyawan kepercayaan si pemuda kaya."

"Apa? Kenapa gudung dan toko bisa kebakaran?"

"Terjadi karena salah satu kelalaian karyawan kita yang sedang mengantuk dan tidak sengaja menjatuhkan air dan terkena kabel pa."

"Dasar kalian, memang sangat ceroboh saat bekerja."

Si pemuda dengan rasa cemas, dia dan karyawan kepercayaan nya  berlari menuju toko dan gedung nya yang mengalami kebakaran, kebutulan  toko dan gedung nya dekat dengan rumah si pemuda tersebut.

 

Sesampainya di tempat kejadian...

"Kenapa nasip ku harus seperti ini? Mengapa engkau berikan cobaan seberat ini kepada saya tuhan? Apa kesalahan saya?"

"Sabar pa, sabar, ini mungkin ujian yang tuhan berikan kepada bapak."

"Semua nya hangus, hangus semua harta saya"

"Harta dan kekayaan bisa di cari pa, asalkan kita semua selamat dari kejadian ini, Ucap karyawan kepercayaan si pemuda."

 

Setelah kejadian tersebut si pemuda hanya terdiam dan menatapi nasipnya seperti apa kedepanya, karena aset aset yang dia punya sudah dijaminkan ke BANK untuk modal usahanya.  Dan dalam situasi duka tersebut seorang penagih utang datang dan mendatangi si pemuda itu.

 

"Permisi pak.."

"Iya ada apa ya pa?"

"Begini pa, setelah 5 bulan bapak menunggak pinjaman BANK, maka rumah, mobil akan kami sita! Jadi kami berikan waktu kepada bpk agar segera membereskan pakaian dan angkat kaki dari rumah ini."

"Baik pa, berikan saya waktu sebentar untuk membereskan pakaian saya."

 

Setelah selesai membereskan pakaian, dia pun pergi dari rumahnya dan terlantang di jalanan ,karna uang yang dia punya tidak mencukupi untuk menyewa kost"an. Akhirnya dia memutuskan untuk tinggal d jalan saja.

 

Karna pas di samping nya ada seorang pengemis yang bisa makan walaupun dengan seadanya, dia memutuskan untuk mengemis agar dia bisa makan.

 

"Sedekah pa, bu."

"Masih muda kok ngemis, dasar pemalas."

"Benar juga apa kata mereka, seharusnya aku nggak nyerah dan berputus asa dan mengemis dijalanan seperti ini. Aku harus bekerja, kerja apa pun itu akan ku lakukan."

"Tapi, berikan lah saya sedikit uang bu, agar saya bisa makan dan mencari pekerjaan bu, biar tenaga saya ada mencari pekerjaan bu."

"Itu bukan urusan saya."

Dan dengan sesat dia memikirkan sesuatu,

"Dulu, waktu seorang nenek minta sedekah sama saya, saya memperlakukan dia sama seperti yang saya alami sekarang ini. Berarti seperti ini rasanya mengemis.? Ucap si pemuda itu.

 

Setelah kejadian itu, dia mencari kerja. Kerja apapun saja itu, dia akan melaksanakannya.

Dan waktu dia mencari perkerjaan di salah satu toko yang sangat besar, kebutulan toko itu membutuhkan salah satu karyawan sebagai seorang kuli. Dan tidak berpikir panjang, dia langsung menerima pekerjaan itu.

 

"Kapan saya bisa mulai bekerja pa?"

"Kamu boleh bekerja mulai hari ini y."

"Oh, baik pa."

Setelah si pemuda beberapa lama si pemuda miskin itu bekerja di toko yang mau menerima dia, dan disaat itu juga pemilik toko memikirkan sesuatu tentang dia...

 

"Ternyata gak salah saya memperkerjakan dia sebagai karyawan saya, kerja nya rapi dan bagus, juju lagi, dan sopan terhadap para pembeli  di toko saya. Ucap si penjaga toko."

Setelah beberapa bulan bekerja, si pemilik toko sangat puas dengan kerjaan si pemuda itu. Dan karna si pemilik  toko sudah tua, dan dia juga tidak mempunyai anak dia ingin memutuskan memberi kepercayaan kepada si pemuda untuk meneruskan toko nya itu.

 

"Hei kamu.."

"Saya pa??"

"Iya kamu, kemari sebentar."

"Ada apa pa?"

"Jadi begini, setelah saya lihat cara bekerja kamu sangat memuaskan, dan kamu jujur, saya memtuskan kamu yang akan melanjutkan toko saya ini."

"Apa pa? Saya bekerja baru beberapa bulan di sini pa, dan bapak langsung mempercayakan saya untuk meneruskan toko bapak ini."

"Saya tau itu, tapi kamu sangat jujur dalam bekerja, dan cara kamu kerja kamu itu sangat bagus, dan kamu selalu ramah kepada para pembeli karna itu saya memberi kepercayaan ini kepada kamu.

" Tapi pa, saya baru bekerja di sini masih berapa bulan pa, dan bapak langsung memberikan kepercayaan sebesar ini kepada saya."

"Tidak ada tapi tapi lagi, mulai sekarang saya serahkan toko ini kepada kamu."

"Apa bapak yakin dengan keputusan bapak ini dengan memberikan toko sebesar ini kepda saya pa.?"

"Iya, saya sangat yakin kepada kamu dan mempercayai kamu. Dan saya sudah menganggap kamu seperti anak saya sendiri. Jadi, kamu jaga baik baik toko kita ini."

" Mm... Baik pa, terima kasih banyak pa, karna bapak sudah mempercayai saya untuk meneruskan tokon usaha bapak ini."

"Iya sama sama, kamu urus dengan benar toko ini ya.!"

"Baik pa, akan saya jaga semampu saya pa."

 

Setelah beberapa bulan berlangsung, si pemilik toko itu pun meninggal. Dan si pemuda itu pun melanjutkan usaha bapak itu seperti yg sudah ia katakan beberapa bulan lalu.

Setelah kejadian itu, toko itu pun sangat berkembang dan sampai membuka 3 cabang.

Dan disuatu saat ada seorang anak kecil..

 

"Pa, sedekah pa..."

"Kamu belum makan yah nak?"

"Belum pa, mulai 3 hari yang lewat saya belum makan pa."

"Tunggu sebentar yah, Ucap pemuda tersebut."

"Baik pa."

Pemuda itu pun pergi sebentar ke toko nya untuk mengambil makanan dan uang.

"Nak, ini ada makanan. Makan aja biar kamu gak kelaparan."

"Terima kasih banyak pa."

"Emang orang tua kamu dimana nak, kok kamu hanya sendirian aja.?

"Orang tua saya sudah meninggal dunia pa sejak saya umur 2 tahun pa. Dan beginilah kehidupan saya mengemis di jalanan agar saya bisa makan."

"Kasihan sekali kamu nak, y udah kamu makan aja biar kamu gak kelaparan nak."

"Makasih pak, akhirnya saya bisa makan juga."

"Iya nak, sama sama, dan ini ada sedikit tambahan uang agar kamu bisa makan untuk besok."

"Tidak, tidak usah pa. Makanan yang bapa beri kepada saya ini, saya sudah sangat beruntung dan berterima kasih, karna saya sudah bisa makan berkat makanan yang bapak beri ini."

"Tidak nak, lagian bapak hari ini mendapatkan rezeki lebih, dan bapak dengan iklas memberikan uang ini kepada kamu. Anggap aja kamu mendapatkan rezeki hari ini nak."

"Terimah kasih banyak pa, semoga tuhan melancarkan rezeki bapak."

"Amin amin makasih ya nak."

"Baik pa, saya pergi dulu y pak, dan terima kasih sekali lagi saya ucapkan pa".

 

Si anak pun pergi dengan senang karna telah mendapat makanan dan uang.

"Setelah semua kejadian yang saya lewati,akhirnya saya mersakan kehidupan saya yang dulu lagi,dan terima kasih kepada bapak toko yang telah memberi saya toko ini untuk melanjutkannya,semoga bapak tenang di alam sana ya pak. Ucap pemuda itu..."

 

                   TAMAT

 

Di buat oleh : SISWA SMA N.1.PURBA

Tahun Ajaran : 2020

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...