Sabtu, 22 Oktober 2022

CERITA DALAM KEHENINGAN

 

                                                           


                                             

                                                           Karya: Cetrin Pebiola Haloho

 

Saat kelas 5 SD, guruku pernah mengajarkan cara menulis cerita dan esai. Katanya, kita harus mulai dengan apa yang disebut ‘fondasi’. Ibaratnya membangun sebuah rumah. Kita mulai dengan menyiapkan tanah sebagai ide cerita, lalu membangun cabang-cabang yang merambat keatas seperti dinding-dinding tembok yang menopang rumah. Cabang inilah yang menjadi alur cerita. Selanjutnya, dibagian puncak kita tutup dengan atap yang merupakan klimaks dan akhir kisah kesimpulan dari tulisan kita

Wujudan Talenta


 

Karya: Desni Permata Yani Sipayung

 

Katanya tempat berpulang dan istirahat yang paling tepat adalah rumah. “Iya itu benar”.Disaat lelah dan fikiran yang terasa konyol, keinginanku pulang semakin erat,Aku masih memiliki dua orang tua mereka sangat sayang kepada ku. Dengan sifat bapak yang selalu mencariku disaat dia tidak melihatku dirumah. Sedangkan mama,dia adalah sosok tempat sandaran segala keluh kesahku. Aku sering mendengar pertanyaan yang dipertanyakan Bapak ke mama yang berbunyikan “Dimana si Desni?”, kalimat itu selalu kudengar saat aku kembali ke rumah apalagi kalau aku tidak ijin dari bapak

Zoe dan Jelajah Waktu



Karya : Selin Simarmata

     Zoe adalah seorang gadis berparas bule yang cantik. Ia masuk golongan anak yang spesial karena punya mata biru yang indah. Di turunan keluarga nya baik dari ayah maupun ibunya tidak ada yang berdarah bule. Itu yang membuat dia spesial. Ditambah dengan alisnya yang terukir indah dan kulitnya yang putih bening.

    Menjelang hari ulang tahunnya yang ke-17 yang bertepatan di liburan akhir semester,    Zoe pengen liburan ke rumah kakeknya. Dia pengen ulang tahunnya dirayakan di sana. Zoe begitu senang berada di desa kakeknya. Bagaimana tidak pemandangan di desa begitu menenangkan jiwa jauh dari riuh kicuh kehidupan di kotanya.

Gunakan Waktumu Untuk Bekerja

 


 

Karya:Mila Sarintan Simarmata

      Pagi begitu cerah,bagi anak muda tentunya akan menghabiskan waktu untuk pergi ke luar.Namun tidak dengan saya dan sahabat saya Clara,kami menghabiskan waktu di pagi hari dan di malam hari dengan bekerja,karena kalau kami bekerja kami dapat meringankan beban orang tua kami dan kami bisa dapat membeli apa yg kami mau tanpa memintanya kepada kedua orang tua

ZERO O’CLOCK

 



Karya : Elys Calistya Silalahi

            Hari mulai sore matahari mulai terbenam, aku berjalan menuju halte bus. Nomor bus 313 telah tiba. Itu adalah bus menuju rumahku. Saat menaiki bus mataku hanya tertuju keluar jendela kaca mobil sambil melihat matahari yang semakin lama semakin menghilang. Perasaan yang begitu aneh. Aku merasa sangat sedih tanpa alasan, tubuhku terasa sangat berat. Rasanya aku hanya ingin hidup dalam ketenangan. Sesaat aku mengalihkan pandanganku ke dalam bus. Aku melihat orang-orang dalam bus hanya diam. Tidak ada tawa atau ucapan yang keluar dari mulut mereka satu persatu. Bus itu sangat sunyi, seperti tidak ada penghuninya.

Jumat, 21 Oktober 2022

Ruang Dan Waktu

 

                     

                                                                          


Karya : Rafael Pradana Saragih

 

Pada Hari sabtu Yg indah Ada satu keluarga yg baru pindah rumah, Rumah tersebut seperti memiliki aura yg Seram Karena sudah lama tidak ditinggali Oleh manusia.Setelah beberapa Hari berlalu 4 orng bersaudara, anak pertama yg bernama Adam, kedua Clara, ketiga Claude, ketempat Nana. Nana pun mengajak ketiga saudara nya untuk bermain petak umpet lalu Adam yg menjadi penjaga nya Dan yg lain bersembunyi Adam pun memulai menghitung Dari Angka satu, Claude pun bersembunyi diatas genteng, Clara bersembunyi dibawah kasur ,Dan Karena tidak Ada lgi tempat yg cocok menurut Nana ia pun memutuskan untuk pergi kerungan yg memiliki lemari, setelah bersembunyi dilemari tersebut Dan menutup pintu nya Nana pun ingin meraih belakang Dari lemari  tersebut Dan tersandung diatas salju Karena pemandangan yg Indah ia pun memutuskan untuk berjalan-jalan Dan Tanpa sengaja dia bertemu dengan manusia setengah domba yg bernama Statyr, Statyr pun mengajak Nana ketempatnya untuk minum teh, setibanya disana Statyr pun memulai perbincangan.

SETELAH MENGENALNYA

                                  Karya : Tomi Michael Sebayang

 

Di SMA N 1 PURBA awal saya memasuki gerbang tampak sekilas  saya melihatnya berjalan dengan senyumnya yang indah itu, bagaikan hal yang menakjubkan bagi saya melihatnya bahkan terpikir Olehku  apakah dia Berpaling melihat ku ketika aku melihatnya, apakah yang saya rasakan bisa ia Rasakan.

Mungkin itu tidak akan bisa namun setiap hal yang diinginkan pasti terwujudkan, guru menyuruh baris dilapangan sontak terpikir olehku “Dia baris di kelas berapa yah?”

Tempat Pulang


      Karya : Rifael Damanik

 

       Bel berbunyi menandakan pulang sekolah, aku langsung bergegas menyusun buku ku dan memasukkannya kedalam tas dan keluar dari kelas, berlari menuju parkiran dan segera  menaiki kereta. Karena hari ini adalah jadwal saya les.Saya pun berangkat dari sekolah menuju tempat bimbel lamanya ke tempat bimbel sekitar 20 menitan. Selama di perjalanan aku terus kepikiran karena di les aku tidak memiliki teman, padahal ini sudah kedua kalinya aku mengikuti les.

Si Remaja Nakal


                 

  

 Karya oleh : Jhon hermanto purba

  

       Kringg....

Bunyi  bel pertanda bahwa proses belajar mengajar di SD Maju Bersama telah usai. Siswa-siswi langsung berhamburan keluar bagaikan mengejar sesuatu yang sangat berharga. Tak kalah juga kepada komplotan boys yang lumayan nakal itu. Mereka adalah siswa kelas 5 di SD Maju Bersama, yaitu : Sani, Bima, dan Surya.Ya nama yang sangat indah tapi mungkin bukan dengan sifatnya.

Awal Kehancuran Bumi Dari Inveksi Bumi





Karya:Nataniel Santos Purba

 

             Di awali dari sebuah virus yang menginveksi bumi,orang yang terkena virus ini akan menjadi tidak waras.Virus ini dapat mengendalikan pikiran seseorang,orang yang terinfeksi pertama akan mengalami kejang-kejang dan pingsan selama beberapa menit setelah itu akan sadar kembali.Akan tetapi orang tersebut bukanlah dirinya lagi,melainkan virus yang mengendalikan pikirannya.Setiap orang yang sudah terinfeksi dan berubah ini akan di namakan sebagai zombie.Zombie dapat menularkan virusnya dengan menggigit makhluk yang berada di dekatnya.Sekarang bumi penuh Dengan zombie yang penuh dengan darah di sekujur tubuhnya.Manusia bekerja sama membuat pertahanan untuk bertahan dan melawan dari para zombie.

Bukan Perkara Perbedaan


  Karya:Natasya purba

 

      Putri adalah seorang yang baik,setia dan tidak bermuka dua, hampir semua cerita hidupnya dan hidupku kami saling mengetahuinya satu sama lain. Sejak SD sampai SMP kami sudah berteman baik. Sewaktu SMP kami satu kelas, apabila ada tugas yang terlalu banyak kami akan mengerjakan di rumah bersama-sama,karna kebetulan rumah kami saling berdekatan. Ketika kami tidak bersama 1 hari saja akan banyak yang bertanya kenapa kami tidak bersama seperti biasanya, bisa di katakan kami seperti kakak dan adik.

Gadis Pujaan Hati


                            Karya: Ryan Anggi D simbolon

      Pagi, itu dengan sangat bersemangat temanku yang bernama Fael  bercerita kepada kami  tentang seorang wanita yang dia kenal melalui Instagram tapi, kami masih satu sekolah. Dia sangat bersemangat menunjukkan sebuah foto yang diambil dari Instagram wanita itu. Fael pun mengatakan wanita itu sangat manis dengan kulit hitam manis, rambut lurus dan postur tubuh yang ideal pada hari itu temanku sangat bersemangat bercerita kepada ku.Dengan wajah yang memerah karena saya memberi ejekan kepada dia, diapun tersipu malu dengan ejekan yang saya lontarkan kepadanya.

Kamis, 20 Oktober 2022

Sembunyi Dalam Senyum


                                                        karya : Tita Princesva Damanik 

       Hari yang cerah menyambut hari bahagiaku hari ini. Diselimuti embun pagi dan kehangatan dari mentari yang sangat menawan. Bagiku, sekolah adalah tempat ternyaman setelah rumah. Selain mendapat teman yang ceria, aku juga bisa melihat dan berinteraksi langsung dengan seseorang yang berhasil mengisi kekosongan di hati kecilku. Parasnya yang menawan, hatinya yang baik, dan rasa nyaman setiap kali aku berbicara dengannya. Mungkin itu adalah alasan mengapa aku memiliki perasaan yang lebih kepada dirinya.

RUMAH BAMBU DARA.


                                                    Karya :Melisa sinaga

 

   Pagi yang cerah dengan kicauan burung-burung yang bersiul di dahan pohon yang hijau nan rindang. Tampak sinar matahari yang masuk lewat celah ding-ding rumah yang terbuat dari bambu itu. Seorang gadis yang baru saja terusik dari tidur nya, bergegas merapikan tempat tidurnya dan hendak siap-siap menuju sekolah yaitu SMA N 1 Sukadame.

cat curse



                                                                  Karya Elly Saragih

                                                   

"Krinngggggg"

          Bunyi alarmku berbunyi,tandanya aku harus bangun untuk beraktivitas.Tapi dengan rasa kantuk yang masih sangat mendominasi aku mematikan alarm itu.Lalu ku lanjutkan tidurku dan menyelam kembali ke dalam dunia mimpiku.

Tak lama Ibuku mengetuk pintu kamarku.

"Sayang bangun, liat sudah jam berapa, nanti kamu terlambat berangkat ke sekolahnya." Ujar ibuku dengan suaranya yang khas lemah lembut.

Belajar dari keterlambatan

  


karya oleh Juwelli hutabalian

  Suatu pagi, ada seorang gadis yang sedang sarapan namanya adalah Sari. Dengan tenang dia memakan sarapannya tanpa mengingat waktu, tiba-tiba dia dengan tidak sadar memakan cabai dan diapun kepedasan lalu meminum air hangat untuk mengatasi kepedasan itu. Diapun tersadar, lalu melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 07.00. Dia berangkat dengan tergesa-gesa, dan lupa bahwa tugasnya tertinggal diatas meja belajarnya. Karena jarak sekolah yang dekat ia berangkat dengan berjalan kaki, dan disebabkan orangtuanya yang sudah berangkat terlebih dahulu karna itulah dia lupa dengan waktunya

RINDUKU

 


Karya :   Virton Chengly Sidabutar.

 

     Pada malam itu di bawah sinar Rembulan dan Kerlip-kerlipnya Bintang-bintang aku duduk dibawah pohon yang ada di dekat rumahku.aku teringat di bawah pohon itu ada kenangan dan rindu yang aku ingin kan kembali tapi.itu hanya sebuah kenangan. Dan di Bawah pohon itu aku memainkan gitar ku yang sangat aku sayangi di setiap syair lagu yang aku nyanyikan, aku merindukan gadis yang pernah hadir di dalam hidupku.

KAMIS FIRASYA

 


Karya : Ruth Mayoni Purba

 

    Hari ini adalah hari kamis. Fyuhhh. Hari yang penuh dengan tugas.Aku, Firasya Ardhita beranggapan bahwa hari kamis adalah hari yang menyebalkan.Hari ini adalah hari persatuan dari mata pelajaran matematika, fisika, kimia, ekonomi. Pusing? Itu pasti. Tapi kalau kita menikmati proses, pasti hari-hari kita menyenangkan.

    Sekedar info, aku adalah salah satu siswa kelas 11, SMA BANGKIT BERSAMA. Salah satu SMA swasta di kota ini.Pagi ini aku sudah rapi dengan seragam putih abu-abuku.Aku pun hendak keluar rumah,belum sampai ke depan rumah.Aku mendengar teriakan adikku.

APPARATION : MENUJU DUNIA PARALEL

 


Karya : Ruth Aurel Saragih

Seorang lelaki tengah berlari tergesa-gesa dengan sebuah paper bag di tangannya. Dua menit lalu ia sedang berada di sebuah toko buku dan tanpa sengaja telinganya menangkap pembicaraan pengunjung lain yang mengatakan bahwa toko mainan di seberang memiliki stok action figure Harry Potter keluaran terbaru, berukuran 30 cm yang memang sedikit produksinya. Dapat dipastikan, action figure itu memiliki harga yang tidak murah. Lelaki itu adalah Meteor Damar Langit. Entah apa maksud orang tuanya memberikan nama 'meteor' padanya. Namun kata ayahnya, lahirnya Teo bertepatan dengan fenomena bintang jatuh.

SAHABATKU SANG DERMAWAN

  


Karya: Joko R. Girsang     

         Saya mempunyai teman bernama Tommy Sebayang dia orang yang sangat, bandal, bodoh, jorok, bau, dan selalu bikin onar, dia tidak mempunyai banyak teman kecuali saya itu pun saya berteman karna kasihan kepadanya.                                                                                          

Sebenernya dia sangat memprihatinkan keadaannya di dunia ini seperti hama bagi orang lain, tepat nya pada hari Jumat saya melihat nya termenung sendiri kemudian saya menjumpai dia, dan mengajak dia berbicara dia pun bercerita keluh kesah nya yang sangat di kucilkan oleh orang lain,aku pun merasakan derita yang dialami nya, dan aku mencoba memberi dia semangat.

LANGIT LAILI


       Karya: Sabrina Octavia Saragih

   Nama ku Laili Anasera, seorang pelajar kelas dua belas di SMA Garuda Bangsa. Aku adalah anak tunggal dari pasangan Riyan Saputra dan Annisa Amalia. Ayahku merupakan CEO dari PT Transjakarta Jaya, sedangkan Ibuku adalah seorang dokter di Rumah Sakit ternama di kotaku.

  Sekilas orang lain menganggap hidupku sempurna. Orang tua yang mapan, kehidupan serba cukup, terlebih lagi orang tuaku selalu menyempatkan waktunya untukku. Namun di samping itu aku sangat ingin memiliki seorang adik. Seorang adik yang akan ku ajak bermain nantinya.

Rabu, 19 Oktober 2022

Sudahkah kamu bersyukur hari ini?

 


                                                  Oleh: Astrid Maynatasyha purba

 

Kringggg...

Suara alarm begitu memekakan telingaku, dengan nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul aku berusaha menggapai benda menyebalkan itu.

Hari ini jadwal ku penuh dengan aktivitas wajib seperti sekolah, mengikuti bimbel, dan juga harus pergi ke sanggar tari, memang sungguh membosankan.

Aku dan Duka Kehilangan-Ku.

 


Karya Josua Reinhard Sinaga

Sudah 2 tahun lamanya dia pergi untuk selamanya dari hidupku.Dia dulunya adalah lelaki tua dengan rambut putih yang berusia 84 tahun,sebelum dia kembali ke tangan Sang Kuasa.Kami memiliki banyak cerita masa lalu,mulai dari dia yang tak sedikit umurnya dihabuskan bersama ku sejak aku kecil,hingga usiaku 16 tahun,dan dia pergi untuk selamanya.Aku masih belum bisa menerima kenyataan bahwa dia kami tak akan pernah bisa bertemu lagi.Sekarang aku harus bisa berusaha keras dengan bantuan motivasi dari orang-orang terdekatku,termasuk kakekku dulu.Itu semua adalah kenangan,sekarang aku hsrus bisa mewujudkan sejuta harapan yang kubuat di alam benakku,Namaku Jocuel Karl,aku berusia 19 tahun sekarang,mahasiswa di Universitas Brawijaya,dalam jurusan Astrofisika.Sinositis sudah melekat dalam perjuanganku,tapi itu harus bisa kuterima.

Awal Mula Cinta



Karya: Adelia Evi Vani Sidauruk

 

 

Hallo aku  Aca Emanuel dipangil Aca, usiaku 15 tahun dan aku anak tunggal. Ayahku bernama Jodi, usianya 40 tahun berkerja sebagai pengusaha elektronik. Ibuku Bernama Jihan berusia 38 tahun bekerja sebagai pengusaha kue yang dibuka di samping rumah. Puji Tuhan keluargaku sangat sejahtra dan harmonis. Sekarang aku duduk di kelas X MIPA 1, aku bercita-cita sebagai Dokter, aku mendapatkan dukungan penuh dari kedua orangtuaku.

 Pukul 05:30 aku bangun pagi lalu aku menuju dapur, ya seperti biasa aku sudah melihat ibuku melakukan aktivitas rutinnya yaitu memasak.

"Selamat pagi bu," ucapku sambil memeluk ibuku.

"Selamat pagi sayang (mencium kepala) ini minum dulu," ucap ayahku sambil menyodorkan minumku.

" Terimakasih bu," ucapku dan meminum susu yang diberikan ibu kepadaku.

"Langsung siap-siap ya Ca, jangan sampai kamu telat ke sekolah."

"Iya bu, aku mandi dulu."

 

Dipagi hari aku memang tidak pernah diperbolehkan ibuku untuk membantunya, dia ingin aku fokus pada persiapanku kesekolah. Pukul 6:20 aku sudah selesai dengan pakaian sekolahku, kubawa tasku kemeja makan supaya tidak lagi ke kamar sebelum berangkat sekolah. Dimeja makan sudah kulihat ayahku duduk dengan secangkir kopi dengan laptop, iya ayahku dipagi hari memang sudah sibuk dengan perkerjaannya. Kulihat ayahku sedang melihat investasinya di laptop. Ya ayahku senang sekali melakukan investasi, katanya sangat banyak keuntungannya, mungkin ayahku sudah ahli makanya ayahku mengatakan hal tersebut.

"Selamat pagi ayah," ucapku sambil memeluk ayahku.

"Selamat pagi putriku yang cantik," balas ayah sambil mencium kepalaku.

"Yah, mau kopi ayah boleh?"

"Tidak boleh nak kenapa kamu ingin kopi? Apakah kamu mengantuk?"

"Tidak ayah, aku hanya ingin mencicipi saja."

"Tidak nak, kamu minum susu saja, ini ibumu sudah buat."

"Terimakasih ibu, ayah."

"Ca, kamu kan udah seminggu jadi kelas X SMA gimana seru gak di sekolahnya?"

"Seru bu, semua teman-temanku sangat antusias belajar."

"Apakah kamu melihat pria tampan di sekolahmu?" (menutup laptop)

"Tidak ayah, karna laki-laki tampan ada di rumah ini." (sambil tertawa kecil)

Ibu dan ayah hanya mengganguk setelah mendengar perkataanku, kami menikmati sarapan dengan obrolan kecil.

 "Ini bekal nya ca, buku dan tugas jangan ada yang ketingalan ya."

"Iya bu.."

"Ayo brangkat nak, ayah ke garasi dulu buat ngeluarin mobil, kamu pakai sepatu."

"Okey ayah."(memakai sepatu)

"Ca, kalo ada apa-apa di sekolah kabarin ibu atau ayah ya."

"Pasti ibuku sayang.. Aca brangkat sekolah ya bu." ( memeluk dan menyalam ibu)

"Semangat sekolahnya sayang, hati-hati." (mencium kepala dan menyalam)

Aku berangkat kesekolah diantar oleh ayah, perjalanan dari rumah kesekolah memakan waktu 25-30 menit. Di perjalanan kami selalu mengobrol dengan ayah.

"Aca."

"Iya ayah."

"Apakah ada pria tampan di sekolahmu?"

"Ayah ini pertanyaan yang sama  kedua kali ayah tanyakan, kenapa ayah menanyakan hal ini?"

"Kamu sangat cantik, baik dan juga cerdas Ca. Ayah yakin pasti ada yang menyukai kamu dan mencoba mendekati kamu."

"Ayah ayah…."  ( sambil tertawa terbahak-bahak)

"Kenapa tertawa ca?"

"Setiap hari ayah dan ibu cek hp Aca, apakah ada yang dekatin Aca yah? Ada-ada saja ayah."

"Diusia segini sangat wajar jika menyukai lawan jenis, Itu hal menyenangkan Ca. percaya deh sama ayah. Tapi jika memang tidak ada sekarang ayah juga senang, tapi nanti jika sudah ada Aca harus janji bakal cerita sama  ayah."

"Siap ayahku."

Tak terasa udah sampai di sekolah, kupeluk ayahku.

"Aca sekolah ya yah."

"Semangat sayang, kalo ada apa-apa kabarin ayah atau ibu."

"Iya ayah."

 

Aku turun dari mobil lalu masuk ke dalam sekolah, kelasku ada di lantai dua. Aku naik tangga dengan tas bekal di tangan kiriku. Ada beberapa anak laki-laki yang turun tangga dengan berlari dan mereka menyengolku sampai aku terjatuh. Mereka kabur tanpa merasa bersalah. Laki-laki yang berjalan di belakangku membantu ku. "Kakimu luka, ayo ke UKS", ujar laki-laki itu.

Aku hanya menangis karna aku merasa kakiku sangat sakit. Aku semakin syok Ketika dia mengendongku ke UKS. Laki-laki itu meletakkanku di bed UKS lalu mengambil P3K. dia mengobati luka dikakiku, walaupun aku terus menangis dia hanya terus diam sambil mengobati kakiku.

"Sudah selesai, jangan terus menangis,” ujarnya, aku masih terus menangis.

"Apakah masih sangat sakit?” aku hanya mengganguk.

Dia meniup kakiku yang sudah diperbannya.

"Tunggu sebentar ya,” dia keluar dari UKS, dia meniggalkan ku sendiri. Sangat tega pria itu yang ada dipikiranku.

 Aku ingin menelpon ibuku tapi aku takut mereka sangat khawatir. Tapi Kalo tidak memberitahu  aku akan sendiri di UKS ini, aku tidak tau pria itu datang lagi atau tidak. Aku sangat binggung akan keputusan yang akan kuambil. Tiba-tiba pria itu datang dengan 3 pria yang menyengolku itu.

"Ini pria yang menyengolmu tadi?” tanyanya padaku, dan aku mengganguk.

"Kami minta maaf, kami gak sengaja," ujar ketiga pria yang menyengolku.

"Tidak sengaja tapi kalian kabur, apakah kalian pria? tanya pria yang menolongku “Kami minta maaf, kami salah,” ujar ketiga pria itu Kembali.

"Udah gapapa,lain kali di tangga jangan lari-lari,” kataku.

"Baik, sekali lagi kami minta maaf,”  ujar ketiga pria itu.

"Keluar,” ujar pria yang menolongku.

Ketiga pria itu keluar dari UKS.

"Aku aca, terimakasi telah membantuku,” ucapku pada pria itu.

"Aku daniel, iya sama-sama."

"Apakah kamu sangup untuk berdiri menuju kelasmu?"

" Tidak, aku merasa kakiku sangat sakit."

"Apakah kamu ingin pulang? Dimana rumahmu?"

"Aku ingin menelepon orangtuaku tapi aku takut mereka pasti sangat kawatir. Ayah ibuku pasti sangat marah besar pada orang yang mebuat kakiku luka."

"Sini aku hubungi."

"Gausah, aku takut."

"Bukan kamu yang menghubungi, tapi aku."

"Gausah Daniel."

"Trus kamu mau gak pulang? Mau gak mau pasti orangtuamu bakal tau,sini aku yang hubungi orangtuamu."

"Yasudah." (mengambil hp dari tas dan memberikan kepada Daniel)

 

Daniel mengetik dan mencoba menghubungi ayahku,dia keluar dari uks saat menghubugi ayahku. Aku tidak tau apa yang dikatakan Daniel ke ayahku. Daniel menyerahkan hpku lalu dia duduk di kursi di samping Bedku tempat aku di baringkan. Daniel hanya diam setelah menghubungi ayahku.

"Apa yang kamu katakana pada ayahku?"

"Aku hanya mengatakan kamu jatuh dari tanggga."

"Lalu apa kata ayahku."

"Ayahmu sedang menuju kesini."

"Tapi kenapa wajahmu tiba-tiba pucat?"

"Gapapa."

 

Aku sangat khawatir,kulihat Daniel sangat pucat. Kami berdua menunggu kedatangan ayah dan ibuku.

"Acaaaaaa, kamu gapapa nak? Mana yang sakit sayang?" ( menangis)

"Udah gapapa bu, udah di obatain kok."

"Kita kerumah sakit ya nak."

"Iya bu."

Aku melihat ayah menatap Daniel,dan Daniel menunduk saat ayahku sudah sampai. Aku tidak mengerti mengapa ayah menatap Daniel dangan tatapan marah.

"Ayo yah.. kita harus bawa Aca kerumah sakit."

"Aca sabar ya nak… sakit sekali ya?"

"Gak ko yah, udah diobatin."

 

Ayah mengendongku, lalu Daniel ikut dibelakang ayahku. Aku dimasukkan ke mobil dibelakang Bersama ibu. Aku kaget Daniel ikut di depan Bersama ayahku. Kami menuju rumah sakit dengan keadaan hening di mobil dan tatapan ayahku sesekali kepada Daniel. Apa sebenarnya yang dikatakan Daniel pada ayahku sampai Daniel ditatap begitu oleh ayahku. Kami sampai dirumah sakit ayahku mengendongku sampai aku dicek dokter. Dokter mengatakan kakiku hanya luka kecil dan Tidak ada yang perlu di khawatirkan. Kulihat wajah ayah ku yang sudah mulai senyum.

"Aca, selain kakimu adakah yang sakit?"

"Tidak ada ayah."

"Sebelum sampai ke sekolah ibu gabisa mikir Ca, ibu takut kamu kenapa napa nak."

"Gapapa bu, udah di obatin tadi di UKS."

"Kamu 1 bulan home school aja ya nak."

"Gausah bu, Aca masih bisa sekolah di sekolah,aca gapapa bu. Hanya luka sikit ini."

"Yah.. liat Aca, gamau home school."

"Acaaa, kamu home school aja ya, ayah sama ibu gak tenang kondisi kamu begini kamu ke sekolah."

"Aca gapapa bu,yah.. Aca bisa jalan kok."

"Kamu lain kali kalo jalan jangan buru-buru, lihatkan akibatnya sampai ke anak saya." (menatap Daniel)

"Saya minta maaf om,tante. Saya salah. Gara-gara saya kakinya Aca luka."

"Daniel.. kamu ngomong apa?"

"Kamu kelas berapa Daniel?"

"X MIPA II om."

"Saya bakal bilang ke kepala sekolah supaya lebih memperhatikan kamu, kamu sudah membuat anak saya celaka. Saya mengatakan kepada kepala sekolah supaya mengantisipasi kejadian begini lagi di sekolah kalian."

"Ayah… tapi bukan Daniel yang buat kaki Aca luka."

"Ca… maafin aku. Jangan tutupi hal ini dari ayah kamu. Memang aku yang buat kaki kamu jadi luka begitu."

"Kamu ngomong apa sih, yakan memang bukan kamu."

"Sudah Aca, kamu gak usah belain dia."

"Ayah.. percaya sama Aca. Bukan Daniel yang buat Aca jatuh dan buat kaki Aca luka. Kamu lagi Daniel, ngapain kamu ngakuin kesalahan yang bukan kamu yang buat?"

"Sebenarnya yang benar siapa Ca?"

"Bu, Yah… justru Daniel lah yang nolongin Aca pas di senggol 3 laki-laki di tangga. Daniel juga yang bawa aca ke UKS, Daniel juga yang perban kaki Aca sebelum ayah dan ibu datang. Awalnya Aca gak berani hubungi Ayah dan Ibu. Tapi Daniel bilang gapapa dan hubungi ayah dan ibu."

"Lalu kenapa Daniel bilang ke ayah bahwasannya dia tidak sengaja senggol kamu karena dia buru-buru."

"Daniel, kalo bukan kamu pelakunya kamu gak perlu mengakuinya nak. Ini akan membuat kerugian pada diri kamu. Mengorbankan yang bukan kamu lakukan."

"Lagian ngapain kamu ngakuin itu Daniel, padahal bukan kamu."

"Maaf tante om. Saya pikir ini akan memperbaiki keadaan, supaya om dan tante tidak sangat kawatir dan emosi melihat Aca terluka. Jadi tidak masalah saya rasa yang menjadi korban emosi itu. Maka saya melakukan hal itu."

"Daniel.. harusnya kamu tidak melakukan hal itu. Akuilah apa yang kamu perbuat. Terimakasih ya  nak. Kamu udah nolongin Aca. Kamu sangat baik hati nak."

"Terimakasih Daniel, kamu sudah nolongin Aca."

"Sama-sama om,tante."

"Daniel kita makan siang di rumah ya."

"Gausah om, saya pulang saja."

"Ayolah nak."

"Daniel ayo, ayah dan ibuku udah ajak loh."

"Baiklah om,tante."

 

Kamipun menuju rumah, di perjalanan  kami mengobrol.

"Daniel kamu berapa bersaudara?"

"Saya anak tunggal om."

"Sama seperti Aca ya."

"Aca anak tunggal ya om"

"Iya Daniel. Ayah, ibu kerja apa?"

"Ayah polisi dan Ibu bidan om."

"Wah wah.. berarti kamu juga pasti ingin seperti ayahmu kan?"

"Iya om."

"Iya nak, kejarlah cita-cita agar orangtua gembira. Kamu mau gak jadi sahabat Aca?"

"Ayah… ayah nanya apa sih?"

"Keknya benar Ca, kamu perlu sahabat buat jagain kamu di sekolah."

"Iya tante boleh."

"Aku gamau." (dengan wajah usil)

"Acaaaa… "

"Bercanda yah.."

 

Kamipun sampai di rumah dan menikmati makan siang bersama, setelah makan bersama ayahku mengantar Daniel kerumahnya. Ayahku bertemu dengan orangtua Daniel dan mengobrol dengan orang tua Daniel. Mulai saat itu, Daniel resmi menjadi sahabat laki-laki yang di setujui ayahku. Di sekolah Daniel sangat memperhatikan ku mulai dari sampai sekolah hingga aku pulang di jemput Ayahku. Daniel juga selalu mengobrol dengan ayahku saat mengantarku maupun saat menjemputku.

Daniel sangat menjagaku setiap waktu yang dia miliki di sekolah. Kami pun mulai sering Bersama saat istirahat. Tak sedikit yang mengatakan kami pacaran. Kami juga dicalonkan sebagai ketua dan wakil ketua Osis. Itu yang membuat kami semakin dekat. Saat sudah menjabat sebagi ketua dan aku wakil, aku merasakan bahwasannya perasaan ini bukan sahabat lagi. Ya aku mulai menyukai Daniel, aku tidak tau apakah Daniel juga menyukai ku. Ataukah dia hanya menggapku sahabat. Aku mulai salting saat Daniel selalu menjagaku seperti pesan ayahku. Aku memberanikan diri untuk menanyakan Daniel saat jam istirahat di taman sekolah.

"Daniel kamu anggap aku apa?"

"Sahabat."

"Hanya sebatas itu?"

"Kenapa kamu menanyakan ini?"

"Ya gapapa nanya aja, takutnya kamu suka dan jatuh cinta sama aku."

"Kalo iya apa yang bisa kuperbuat, ini perasaan."

"Kamu ngomong apa?"

"Apa yang bisa kuperbuat, aku memang suka dan sayang?"

"Sejak kapan kamu mulai suka dan sayang?"

"Sejak  di rumah sakit saat kakimu terluka."

"Oh itu yang buat kamu mau jadi sahabat aku?"

"Kalo iya kenapa?"

"Kamu kok baru ngomong."

"Aku sangat menghargai apa yang diharapkan ayahmu kepadaku, aku harus menepatinya."

"Sampai kapan kamu ingin menjadi sahabatku dengan perasaanmu ini?"

"Sampai selamanya jika itu yang ayahmu inginkan."

"Apakah kamu tidak ingin menjelaskan kepada Ayahku?"

"Tidak, Ayahmu pasti tau sendiri nantinya."

Mulai saat itu aku dan Daniel sama sama menjalani persahabatan dengan perasaan yang bener benar saling suka dan menyayangi. Akupun tak tau sampai kapan. Semoga ayahku memahami perasaanku dan perasaan Daniel.

    

 

                                                                                                 Editor: Tita Princesva Damanik

                                                                                                Penulis: Siswa SMA N 1 PURBA  2022

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...