Karya: Desni Permata Yani Sipayung
Katanya tempat berpulang dan istirahat yang paling tepat adalah rumah. “Iya itu benar”.Disaat lelah dan fikiran yang terasa konyol, keinginanku pulang semakin erat,Aku masih memiliki dua orang tua mereka sangat sayang kepada ku. Dengan sifat bapak yang selalu mencariku disaat dia tidak melihatku dirumah. Sedangkan mama,dia adalah sosok tempat sandaran segala keluh kesahku. Aku sering mendengar pertanyaan yang dipertanyakan Bapak ke mama yang berbunyikan “Dimana si Desni?”, kalimat itu selalu kudengar saat aku kembali ke rumah apalagi kalau aku tidak ijin dari bapak
. Dikeluarga yang
diberikan Tuhan ini kepadaku, memang hidupku hanya berkecukupan namun kalimat berkecukupan
itu mampu membangun kedewasaanku lebih cepat. Dulu aku memiliki cita-
cita menjadi kowad ya itu semasa SMP adanya cita itu aku bertanya kepada
kedua orang tuaku aku mencoba meluapkan isi hati dan fikiranku kepada mereka
Pak,
Mak gimana kalau aku jadi kowad?”.
“Apa
yang membuatmu tergoda akan profesi itu nang? “ tanya bapak.
“Aku
udah niat pak, suka aku nengok karakter busananya rambutnya ditata cantik meski
bondol mereka tetap cantik, yang penting pengen seperti mereka.” jawabku.
Namun aku heran
melihat mimik bapak yang hanya sedikit tersenyum dan hanya diam dan disisi
lainnya mama hanya memberi sedikit komentar.
“Nang,
bisanya bermimpi setinggi-tingginya namun perlu juga kita lihat kesiapan tubuh
kita, apalagi mau jadi kowad giginya harus rapi, tinggi,nggak penakut!”.
Shittt spontan saja aku sadar itu
benar, rasa penasaranku atas kalimat yang dilontarkan mamaku itu semakin hari
semakin dapat aku membenarkannya atas ketentuan dari internet.
“Huhhhh
Tuhan kenapa aku memiliki cita-cita seperti ini, cita-cita ini sangat
berbanding jauh tinggi dengan apa yang aku miliki “ aku
bersungut-sungut sendirian sambil menatap langit-langit kamarku.
Bertambahnya umur aku menduduki kelas SMA kekurangan
yang aku miliki sangat nyata di fisikku pernyataan saat SMP itu
sangat tepat di jenjang SMA aku tidak lagi menjadi seorang
penakut, di jenjang SMA kedewasaan ternyata membuahi
keberanian dan ketegasan ditambah adanya ekskul Pramuka di
sekolah Sedikit cerita tentang masa SMP ketika disuruh ke kedai.
“Des,
beli dulu rokok bapak!”
“Gak
berani aku pak”(dengan wajahku yang kasihan).
“kenapa gak berani kau? “bapakku bingung.
![]() |
“Udah gelap Pak takut aku hantu! ” jawapku.
Secepat kilat kalimat takut itu berubah setelah bertambah
dewasanya dan umurku yang semakin tua dan ketika aku mengikuti kegiatan pramuka
pengalamanku bertambah akan hal sejarah sekolah.
“Minggu
depan kita akan melaksanakan pelantikan untuk sangker serta pengurus sangker!”ujaran
pengumuman dari guru pembina Pramuka.
“baik
pak!”sahut kami.
Sesampai di rumah aku menyampaikannya kepada orang tua
ku,aku meminta ijin pada mereka.
“Pak,Mak, Minggu depan kami akan mengadakan
pelantikan sangker sama pengurus sangkernya di sekolah, dilaksanakan malam
hari”ujarku.
“Berarti
tidurnya di sekolah juga?”tanya mamak.
“Iya
Mak!”jawabku.
Seiring aku memperhatikan mimik wajah mereka,namun mimik
wajah mereka kelihatan sangat khawatir dan bingung.
“Gausahlah
ikut kau,gak aman nang!”sahut bapak.
“Ngapainlah
ikut kau kegiatan itu, seramnya dulu kisah-kisah di sekolah itu Des, banyak
gaibnya!”ujar mamak.
“Iya
Mak?”tanyaku.
“Iya,
dulu terusnya ada yang kesurupan disana!”seru mamak menceritakan nya.”Dulu
anjingpun sering mengaung disana larut malam.”
Tepat sekali rumah Mamakku berdekatan dengan sekolah itu
berdekatan dengan sekolah itu hanya ada perantara sedikit ladang dan beton sekolah,
sehingga zaman dulu dia mengetahui apa saja yang telah ia rasakan semenjak
berdirinya sekolah itu
”Kan
sekarang enggak gitu lagi Mak,lagiankan tergantung orangnya nya itu,kalau lemah
imannya masuklah roh-roh jahat itu, apalagi sembarangan ngomong gak ada etika,manusia
aja marah nengok yang kek gitu!”.ujarku dengan lantang, sehingga membuat mamak
menjawabnya dengan pasrah aja.
“Terserahlah,bapaklah
tanya”.
“Ya
Pak,ikut aku ya?”rayuku dengan wajah kasihan”jaga dirinya aku”rengek-ku.Terlihat
wajah yang masih ragu namun keputusannya sesuai dengan yang ku inginkan,
seiring Bapak mengiayakan dengan bahasa Batak.
“Hati-hati
ma holi dah Unang lasak, unang sipanggaron, Unang hetel!”.
“Eak
Pak,era homani hetel.” jawabku dengan tegas.
Aku
sangat senang akan hal itu.Tibalah dimana hari kami melaksanakan kegiatan itu .pertama
kami di uji mental aku hanya berdoa dalam hati agar tidak terjadi suatu hal
yang tidak di inginkan.Memang kenyataannya aku sedikit terbayang akan ucapan
mama di hari itu.Namun semua baik-baik saja.Ada kabar baik juga untukku atas
resminya menjadi sangker aku terpilih juga sebagai pengurus inti di Pramuka.
Tempat wisata adalah
tempat yang aku suka, entah bagaimana penyatuan keindahan dan ketenangan aku
temukan di tempat -tempat wisata yang berbaurkan dengan alam.ketika mengunjungi
tempat wisata pastinya ada fotografer, sehingga tidak sia-sia jika aku
mengunjungi tempat wisata aku memiliki kenangan di setiap wisata yang ku
kunjungi.
Fotografernya ramah-ramah “Tentu sihh kan mereka
kerjanya dibayar!”mereka langsung menyapa dan
menawarkan kepada setiap pengunjung untuk mengambil beberapa foto.Langkah demi
langkah aku berjalan ternyata si Abang fotografernya sudah memotret ku tanpa
aku ketahui.
“Selamat
datang kakak!”sapa mereka.
“Iya
bang!”sahutku
“kak,ini
nih foto kakak kalau minat boleh kok kak kita foto lebih banyak!” rayunya.
“Berapa
bang?” tanyaku.
“Jadi
gini kak,kita ambil fotonya terus nanti kakak pilih foto yang mana yang kakak
suka hitungannya gitu kak!” jawabnya.
Siapa sih yang tidak tertarik tawaran seperti itu
“Oke
bang!” sambungku
Sesudah di potret aku memilih fotoku sambil berucap dalam
hati “ Wah
keren, pemandangannya juga bagus” sesampai dirumah aku menunjukkan gambarku
itu kepada mereka di rumah (Bapak,Mamak, Abang,Adek)
“Dari
mana ini?” tanya mereka
“Dari
sipiso-piso tadi!”
“Ehhh dah bagus yah, dulu waktu Mamak kesitu
belum ada tiang pelanginya.” sahut mamak
“Iya Mak ,udah bagusnya
Sembari aku berjalan menuju kamarku,kelesuan kembali
menguasai imajinasiku aku terus menerus memikirkan masa depanku tidak lama lagi
aku sudah selesai dalam pendidikan sekolah menengah atas ini.Kata demi kata
terucap dalam hati “Huh,aku mau jadi apa?bisa gak aku sukses? Sanggup
gak yah orang tua ku membiayai pendidikan selanjutnya?” (sangat lelah memikirkan yang
namanya masa depan).
Setelah lulus
SMA aku banyak menghadapi kebingungan hidup,namun aku melanjutkan pendidikanku
sebagai mahasiswa baru,aku memilih kejuruan Hukum.semester per semester kulalui
sungguh memang melelahkan.Namun aku terus dikuatkan oleh Bapak&Mamak dalam
masa pendidikan mereka selalu ada mendukungku.Hingga saat ini sampai seumur
hidupku aku terus mengingat effort dari mereka sungguh itu memang benar menjadi
motivasi terkuat hingga aku dapat menyelesaikan kuliahku,benar aku bisa menjadi
sarjana hukum. “Tidak ada alasan untuk menyerah sebab selalu ada jalan peluang menuju
kesuksesan,jika kamu lelah istirahatlah.Jangan takut akan hal yang belum tentu
terjadi.Jalani alurnya,jangan takut pada gelap sebab disana kamu tidak akan
melihat apa-apa.Tingkatkan kemampuanmu sebab setiap orang memiliki talenta masing-masing!”.
Motivasi itu kuat sekali mendorong semangatku sehingga aku
mampu kuat teguh dalam proses menggapai cita.”Kamu tidak memiliki
kesalahan atas kekurangan fisik dan kesempurna di hidupmu sebab itulah yang
diberi Tuhan,jangan terlarut dalam perdebatan hati masalah ketidaksempurnaan
yang kamu dapat !”Benar sekali ucapan itu,Aku tidak
perlu menghawatirkan hal-hal sesuatu yang masih menjadi harapan, namun aku
harus mampu mengembangkan sesuatu yang ada pada diriku,berharap itu menyiksa
dan melelahkan dibandingkan mengemban
gkan
talenta yang sudah menjamin.Tetap semangat jalan hidup tidak buntu
PENULIS:SISWA
SMA N 1 PURBA TIGARUNGGU 2022
KELAS:XII
MIA II
EDITOR:MILA
SIMARMATA







Tidak ada komentar:
Posting Komentar