*Karya: ANGELINE TURNIP
Sore hari di sebuah rumah ada kedengaran teriakan ibu yg berteriak meminta tolong karena ingin melahirkan tetapi tidak ada yg mendengar teriakan Ibu tersebut sampai ibu tersebut pingsan, dan tak lama kemudian anaknya pulang dari sekolah. Kemudian anak tersebut Ibu mencuri Ibu dari pintu masuk dan melihat semua kamar dan tidak menemukan ibunya.
Karena anak tidak melihat ibunya dikamar
dan diruang tamu, anak itu masuk kamarnya dan mengganti pakaiannya. Setelah
mengganti pakaiannya anak merasa kelaparan ia pergi ke dapur untuk makan.
Kemudian ia medlihat ibunya dilantai Tina berteriak, menangis, dan berlari
memanggil orang-orang agar menolong Ibunya tetapi saat itu orang-orang tidak ada
satupun di kompleksnya karena semua sedang bekerja di kebun dan kantor.
Oleh karena itu anak berlari kekebun dan
mencari ayahnya, setelah ia menemukan ayahnya sambil menangis. Tina
menceritakan kejadian tersebut kepada ayahnya, ayah langsung bergegas berlali
dan meninggalkan pekerjaannya ayah-Nya menitip pekerjaan itu kepada orang kepercayaannya
lalu pergi. Karena terlalu hawatir ayah-Nya tidak memperhatikan jalannya hingga
terjatuh dan meninggalkan anakny dibelakang.
kemudian ia bangkit lagi dari jatuhnya dan
terus berlari. Sesampainya dirumah ayahnya menuju dapur dan mengending Istrinya
keluar dari rumah sambil menunggu taksi, anaknya dititip pada tetangganya
karena ia tidak mungkin membawa anaknya kerumah sakit. Tak lama kemudian
sampailah mereka di rumah sakit suaminy berteriak minta tolong ,suster dan
dokter berlari bergegas menuju mereka,
dan sambil membawa kursi roda.
Mereka langsung membawa pasiennya
keruangan uGD & Suaminya tidak diperbolehkan masuk kedalam ruangan
tersebut. Salah satu perawat keluar dari
ruangan meminta agar istrinya segera operasi, karena istrinya mengalami Pendarahan
yg sangat membahayakan. Sang suami langsung menyetujuinya dan suster masuk
kedalam ruangan.
Dokter beserta perawat lainnya langsung
menyiapkan alat di ruang operasi dan mereka mengoper ibu itu keruangan operasi.
Setelah sampai diruangan operasi merekan langsung memulainya. Detik detik dan
jam yg menegangkan. Setelah 3 Jam
operasi akhirnya selesai. Suaminya
medapat kabar buruk dan baik dari Dokter itu kabar baiknya anaknya lahir
dengan selamat tanpa ada kekurangan dan kabar buruknya istrinya meninggal
karena terlambat di bawa kerumah sakit.
Mendengar kabar istri sudah tiada dia
Langsung menangis histeris karena tidak terima kehilangan istrinya yang dia
sayangi. Dan harus merawat dua orang putri tanpa istrinya. Dokter menyuruh agar
jenajahnya segera di urus dan dikemumikan agar
arwah istrinya tenang. Bapak langsung mengurus atsimitrasinya dan
langsung mencari pembantu buat mengurus kedua anaknya.
Setelah selesai
acaranya, ada seorang nenek datang dari
pedesaan yg ingin melamar menjadi
pembantu namanya Minah usia 49 tahun.
Sang ayah langsung menerima pembantu itu dan membawanya kerumah. Langsung memberi tanggung jawab buat mengurus
anak-anaknya dan mengurus pekerjaan rumah.
Tiga minggu kemudian ayah sudah mulai,
terbiasa dan menerima keadaan itu. Beriringan waktu berjalan ayahnya mulai
mencari pendamping baru dan Ibu sambung buat kedua putrinya. Setelan 5 bulan
ayah menemukan wanita baru dan menikahi wanita yang bernama Sinta dan memiliki
anak yang bernama Rina.
Didepan sang ayah ibu bersikap baik
didepan Tina dan Cintia.Ibu tiri selalu mengurus mereka saat ayah ada dan
membiarkan mbi Inah bekerja. Ayah Lendo Ijin pergi kekebun untuk melihat dan
memeriksa kekebun. Tak lama setelah ayah pergi Ibu tiri berteriak memanggiI
Tina dengan nada marah. Kemudian Tina
datang karena ibu tiri memamnggil dia. Ibu tiri menyuruh Tina
mengerjakan tugas rumah dan Ibu Tiri menyuruh mbi Inah mengurus Cintia dikamar
dan tidak mengijinkan mbi inah membantu Tina.
Pada saat Tina mencuci piring dia tidak
sengaja menjantuhkan mangkok hingga pecah. kemudian Ibu Sinta datang dan
melihatnya, dia langsung memarahi Tina dan memukul Tina kemudian dia menyuruh
Tina membersihkan pecahan kaca /beling itu.
Tak lama kemudian Ayah ingin pulang dari
kebun. Ditengah perjalan ayah tidak berkonsertrasi saat menyetir.Sebab ayah
tidak berkonsentrasi ayah tabrakan
dengan mobil pengangkut barang, sehingga membuat kendaraan ayah hancur lebur
Dan membuat ayahmeninggal dunia di tempat.
Saat
Ibu mendengar kabar itu, dia langsung sedih tetapi juga memiliki
perasaan yg sangat senang. Ibu tiri memberitahu kabar itu, pada Tina, Tina
langsung syok dan pingan.Jenajah ayah datang, Tina Langsung memeluk ayahnya.
Saat jenajah ingin dikubur Tina selalu memandang kuburan ayah sambil menangis.
Setelah jenazah ayah dikubur, mereka semua
pulang dari makam. Tetapi Tina tidak mau pulang, mbi lnah membujuk Tina agar
mau pulang. Sesampainya di rumah, mbi lnah langsung disuruh Ibu sinta untuk
memasak, dan mengurus anak almarhum. Ibu Sinta tidak mengijinkan Tina makan kalau
dia tidak bekerja, ibu Sinta memaksa Tina kekebun buat bekerja.
Pembagian harta warisan pun dibacakan
pada malam hari setelah ayahnya meninggal. Semua warisan jatuh pada Tina dan
Cintia adeknya. Ibu tirinya tidak terima, dan marah marah. Setelah sekretaris
ayahnya pergi Ibu tiri dan anaknya memaksa Tina mengalihkan atas nama mereka.
Karna paksaan dari ibu tiri Tina terpaksa mengatas namakan atas ibu Sinta.
Karena semua sudah atas nama ini Shinta dia selalu meksisa dan menyakiti Tina.
Mbi Inah takut membantu dia karena mbi Inah takut dipecat.
Tak lama kemudian saat Rina wengajak Rina
mengajak Tina bermain dan Tina pada saat itu harus kekebun kalau tidak dia akan
diusir dari rumah. Tetapi Rina selalu
memaksa sampai vas bunga kesayangan ibu tirinya pecah. Karena cas bunga pecah ibu tiri datang dan langsung menyalankan Tina tanpa mendengar penjelasan
Tina. Tina diusir dari rumah itu dan membawa adiknya pergi.
Mbi Inah berusaha membujuk ibu tiri agar
tidak mengusir mereka. Sampai mbi Inah dipecat dan di usir juga. Mbi Inah
mengejar mereka mengajak mereka tinggal dikontrakan. Pada saat mencari
kontrakan Hunan deras mengguyur mereka, mereka bertiga langsung berteduh di
posko dipinggir jalan.Mereka menunggu
hujan reda sampai mereka ketiduran. Pagi harinya mbi Inah sakit, tetapi mbi
Inah selalu berusaha mencari kontrakan buat mereka sampai ketemu. Pada saat
kontrakan ketemu Tina langsung memberi obat dan bubur buat bibinya dan buat
Cintia. Tanpa memikirkan dirinya saat Tina sudah memberikan makan dan minum
obat dia langsung mencari kerajaan karena mbi Inah sedang sakit. Tak lama
kemudian dia berjumpah dengan pak Wasman dan meminta tolong agar menerima dia
bekerja.
Dia rela berhenti sekolah demi kehidupnya
dan buat mengurus mbi Inah serta adiknya. Lima hari kemudian mbi Inah meninggal
dunia. Sekarang Tina dan Cintia hidup berdua tanpa orang tuan. Tina selalu
tahun bekerja dan mengurus adiknya,pada saat Tina pulang dari kebun dia
berjumpah dengan ibu tirinya dan ibunya langsung menuduh Tina mencuri dari
kebunya. Lalu ingin membawa Tina ke kantor polisi, untungnya pak Wasman lewat
kemudian membantu Tina karena dia anak yg baik dan jujur. Kemudian pak Wasman
mengangkat mereka jadi anak angkatnya dan membesarkan mereka berdua, kemudian
membawa mereka kekota.
Sepuluh tahun sudah
berlalu Tina dan Cintia sudah besar.Tina kembali ke kampung halaman ingin
melihat ibu tiri yg sedang sakit-sakitan tanpa ada yg mengurus dia. Karena
keadaan tersebut Tina bepura-pura menjadi pembatu agar merawat ibu tirinya. Ibu
tiri ingin mengucapkan terima kasih pada Rina karena sudah mengirim pembatu yg
sangat baik, tetapi anaknya memberitahu bahwa dia belum mengirim pembatu buat
ibunya. Saat Tina berdoa ibu tiri mendengar semuanya dan langsung mengusir Tina
dari rumah itu, saat ini tiri sendiri dirumah dia pingsan dan terang hanya
melihat ibu Sinta sudah jauh dari kursi roda.
Saat dirumah sakit Tina mendengar
penyakit ibunya dan membutuhkan donor hati secepatnya, dokter menelepon Rina.
Saat Rina mendengar kabar itu dia langsung bergegas pulang dari kota, Tina
mendonorkan harinya buat ibu Sinta. Dokter langsung memulai operasinya, setelah
2 jam operasi semuanya berjalan dengan lancar, ibu tiri dibiarkan buat
istirahat karena belong sadar. Setelah ibu Sinta sadar ia bertanya pada anaknya
siapa yg mendonorkan hati buat dia, tetapi anaknya tidak tau siapa yg
mendonorkan hati buat ibu tiri. Saat dokter masuk keruangan ibu Sinta, ibu
Sinta langsung bertanya pada dokter siapa yg mendonorkan hati buat dia siapa,
dokter menjawab dan memberitahu bahwa Tina lah yang mendonorkan hati buatnya
lalu memberitahu bahwa kamarnya ada disebelah. Dokter pun pergi dan ibu Sinta
langsung menyuruh Rina membawa dia melamar Tina, saat menuju kamar Tina mereka
melihat Tina dan orang kepercayaannya berbicara tentang perkebunannya yg
dikota.
Ibu Sinta bangga dan senyum karena Tina
sudah sukses dan bisa menjadi juragan perkebunan dikota. Saat orang
kepercayaannya pergi ibu Sinta dan Rina masuk ke dalam kamar Tina dan meminta
maaf atas kesehatan mereka selama ini. Tanpa berfikir panyang Tina langsung
memafkan mereka, karena kebajikan hati Tina ibu Sinta mengembalikan semua harta
warisan kepada Tina dan adiknya. Tina mengajak ibu tiri dan adiknya tinggal
dirumahnya yg ada dikota, ibu Sinta dan Rina setuju mereka semua pergi kekota
dan memiliki kehidup yang sangat harmonis.
"TAMAT"
*Penulis adalah siswa SMA NEGRI 1
PURBA*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar