Rabu, 19 Oktober 2022

ANAK YATIM PIATU SUKSES JADI JURAGAN PERKEBUNAN / PERTANIAN



*Karya: ANGELINE TURNIP

     Sore hari di sebuah rumah ada kedengaran teriakan ibu yg berteriak meminta tolong karena ingin melahirkan tetapi tidak ada yg mendengar teriakan Ibu tersebut sampai ibu tersebut pingsan, dan tak lama kemudian anaknya pulang dari sekolah. Kemudian anak tersebut Ibu mencuri Ibu dari  pintu masuk dan melihat semua kamar dan tidak menemukan ibunya.

      Karena anak tidak melihat ibunya dikamar dan diruang tamu, anak itu masuk kamarnya dan mengganti pakaiannya. Setelah mengganti pakaiannya anak merasa kelaparan ia pergi ke dapur untuk makan. Kemudian ia medlihat ibunya dilantai Tina berteriak, menangis, dan berlari memanggil orang-orang agar menolong Ibunya tetapi saat itu orang-orang tidak ada satupun di kompleksnya karena semua sedang bekerja di kebun dan kantor.

     Oleh karena itu anak berlari kekebun dan mencari ayahnya, setelah ia menemukan ayahnya sambil menangis. Tina menceritakan kejadian tersebut kepada ayahnya, ayah langsung bergegas berlali dan meninggalkan pekerjaannya ayah-Nya menitip pekerjaan itu kepada orang kepercayaannya lalu pergi. Karena terlalu hawatir ayah-Nya tidak memperhatikan jalannya hingga terjatuh dan meninggalkan anakny dibelakang.

     kemudian ia bangkit lagi dari jatuhnya dan terus berlari. Sesampainya dirumah ayahnya menuju dapur dan mengending Istrinya keluar dari rumah sambil menunggu taksi, anaknya dititip pada tetangganya karena ia tidak mungkin membawa anaknya kerumah sakit. Tak lama kemudian sampailah mereka di rumah sakit suaminy berteriak minta tolong ,suster dan dokter  berlari bergegas menuju mereka, dan sambil membawa kursi roda.

     Mereka langsung membawa pasiennya keruangan uGD & Suaminya tidak diperbolehkan masuk kedalam ruangan tersebut. Salah satu perawat  keluar dari ruangan meminta agar istrinya segera operasi, karena istrinya mengalami Pendarahan yg sangat membahayakan. Sang suami langsung menyetujuinya dan suster masuk kedalam ruangan.

      Dokter beserta perawat lainnya langsung menyiapkan alat di ruang operasi dan mereka mengoper ibu itu keruangan operasi. Setelah sampai diruangan operasi merekan langsung memulainya. Detik detik dan jam yg menegangkan.  Setelah 3 Jam operasi akhirnya selesai. Suaminya  medapat kabar buruk dan baik dari Dokter itu kabar baiknya anaknya lahir dengan selamat tanpa ada kekurangan dan kabar buruknya istrinya meninggal karena terlambat di bawa kerumah sakit.

      Mendengar kabar istri sudah tiada dia Langsung menangis histeris karena tidak terima kehilangan istrinya yang dia sayangi. Dan harus merawat dua orang putri tanpa istrinya. Dokter menyuruh agar jenajahnya segera di urus dan dikemumikan agar  arwah istrinya tenang. Bapak langsung mengurus atsimitrasinya dan langsung mencari pembantu buat mengurus kedua anaknya.

Setelah selesai acaranya,  ada seorang nenek datang dari pedesaan yg ingin  melamar menjadi pembantu namanya  Minah usia 49 tahun. Sang ayah langsung menerima pembantu itu dan membawanya kerumah. Langsung  memberi tanggung jawab buat mengurus anak-anaknya dan mengurus pekerjaan rumah.

    Tiga minggu kemudian ayah sudah mulai, terbiasa dan menerima keadaan itu. Beriringan waktu berjalan ayahnya mulai mencari pendamping baru dan Ibu sambung buat kedua putrinya. Setelan 5 bulan ayah menemukan wanita baru dan menikahi wanita yang bernama Sinta dan memiliki anak yang bernama  Rina.

      Didepan sang ayah ibu bersikap baik didepan Tina dan Cintia.Ibu tiri selalu mengurus mereka saat ayah ada dan membiarkan mbi Inah bekerja. Ayah Lendo Ijin pergi kekebun untuk melihat dan memeriksa kekebun. Tak lama setelah ayah pergi Ibu tiri berteriak memanggiI Tina dengan nada marah. Kemudian Tina  datang karena ibu tiri memamnggil dia. Ibu tiri menyuruh Tina mengerjakan tugas rumah dan Ibu Tiri menyuruh mbi Inah mengurus Cintia dikamar dan tidak mengijinkan mbi inah membantu Tina.

     Pada saat Tina mencuci piring dia tidak sengaja menjantuhkan mangkok hingga pecah. kemudian Ibu Sinta datang dan melihatnya, dia langsung memarahi Tina dan memukul Tina kemudian dia menyuruh Tina membersihkan pecahan kaca /beling itu.

     Tak lama kemudian Ayah ingin pulang dari kebun. Ditengah perjalan ayah tidak berkonsertrasi saat menyetir.Sebab ayah tidak berkonsentrasi ayah  tabrakan dengan mobil pengangkut barang, sehingga membuat kendaraan ayah hancur lebur Dan membuat ayahmeninggal dunia di tempat.

     Saat  Ibu mendengar kabar itu, dia langsung sedih tetapi juga memiliki perasaan yg sangat senang. Ibu tiri memberitahu kabar itu, pada Tina, Tina langsung syok dan pingan.Jenajah ayah datang, Tina Langsung memeluk ayahnya. Saat jenajah ingin dikubur Tina selalu memandang kuburan ayah sambil menangis.

     Setelah jenazah ayah dikubur, mereka semua pulang dari makam. Tetapi Tina tidak mau pulang, mbi lnah membujuk Tina agar mau pulang. Sesampainya di rumah, mbi lnah langsung disuruh Ibu sinta untuk memasak, dan mengurus anak almarhum. Ibu Sinta tidak mengijinkan Tina makan kalau dia tidak bekerja, ibu Sinta memaksa Tina kekebun buat bekerja.

      Pembagian harta warisan pun dibacakan pada malam hari setelah ayahnya meninggal. Semua warisan jatuh pada Tina dan Cintia adeknya. Ibu tirinya tidak terima, dan marah marah. Setelah sekretaris ayahnya pergi Ibu tiri dan anaknya memaksa Tina mengalihkan atas nama mereka. Karna paksaan dari ibu tiri Tina terpaksa mengatas namakan atas ibu Sinta. Karena semua sudah atas nama ini Shinta dia selalu meksisa dan menyakiti Tina. Mbi Inah takut membantu dia karena mbi Inah takut dipecat.

      Tak lama kemudian saat Rina wengajak Rina mengajak Tina bermain dan Tina pada saat itu harus kekebun kalau tidak dia akan diusir dari rumah. Tetapi Rina  selalu memaksa sampai vas bunga kesayangan ibu tirinya pecah. Karena cas  bunga pecah ibu tiri datang dan langsung  menyalankan Tina tanpa mendengar penjelasan Tina. Tina diusir dari rumah itu dan membawa adiknya pergi.

       Mbi Inah berusaha membujuk ibu tiri agar tidak mengusir mereka. Sampai mbi Inah dipecat dan di usir juga. Mbi Inah mengejar mereka mengajak mereka tinggal dikontrakan. Pada saat mencari kontrakan Hunan deras mengguyur mereka, mereka bertiga langsung berteduh di posko dipinggir jalan.Mereka  menunggu hujan reda sampai mereka ketiduran. Pagi harinya mbi Inah sakit, tetapi mbi Inah selalu berusaha mencari kontrakan buat mereka sampai ketemu. Pada saat kontrakan ketemu Tina langsung memberi obat dan bubur buat bibinya dan buat Cintia. Tanpa memikirkan dirinya saat Tina sudah memberikan makan dan minum obat dia langsung mencari kerajaan karena mbi Inah sedang sakit. Tak lama kemudian dia berjumpah dengan pak Wasman dan meminta tolong agar menerima dia bekerja.

      Dia rela berhenti sekolah demi kehidupnya dan buat mengurus mbi Inah serta adiknya. Lima hari kemudian mbi Inah meninggal dunia. Sekarang Tina dan Cintia hidup berdua tanpa orang tuan. Tina selalu tahun bekerja dan mengurus adiknya,pada saat Tina pulang dari kebun dia berjumpah dengan ibu tirinya dan ibunya langsung menuduh Tina mencuri dari kebunya. Lalu ingin membawa Tina ke kantor polisi, untungnya pak Wasman lewat kemudian membantu Tina karena dia anak yg baik dan jujur. Kemudian pak Wasman mengangkat mereka jadi anak angkatnya dan membesarkan mereka berdua, kemudian membawa mereka kekota.

Sepuluh tahun sudah berlalu Tina dan Cintia sudah besar.Tina kembali ke kampung halaman ingin melihat ibu tiri yg sedang sakit-sakitan tanpa ada yg mengurus dia. Karena keadaan tersebut Tina bepura-pura menjadi pembatu agar merawat ibu tirinya. Ibu tiri ingin mengucapkan terima kasih pada Rina karena sudah mengirim pembatu yg sangat baik, tetapi anaknya memberitahu bahwa dia belum mengirim pembatu buat ibunya. Saat Tina berdoa ibu tiri mendengar semuanya dan langsung mengusir Tina dari rumah itu, saat ini tiri sendiri dirumah dia pingsan dan terang hanya melihat ibu Sinta sudah jauh dari kursi roda.

      Saat dirumah sakit Tina mendengar penyakit ibunya dan membutuhkan donor hati secepatnya, dokter menelepon Rina. Saat Rina mendengar kabar itu dia langsung bergegas pulang dari kota, Tina mendonorkan harinya buat ibu Sinta. Dokter langsung memulai operasinya, setelah 2 jam operasi semuanya berjalan dengan lancar, ibu tiri dibiarkan buat istirahat karena belong sadar. Setelah ibu Sinta sadar ia bertanya pada anaknya siapa yg mendonorkan hati buat dia, tetapi anaknya tidak tau siapa yg mendonorkan hati buat ibu tiri. Saat dokter masuk keruangan ibu Sinta, ibu Sinta langsung bertanya pada dokter siapa yg mendonorkan hati buat dia siapa, dokter menjawab dan memberitahu bahwa Tina lah yang mendonorkan hati buatnya lalu memberitahu bahwa kamarnya ada disebelah. Dokter pun pergi dan ibu Sinta langsung menyuruh Rina membawa dia melamar Tina, saat menuju kamar Tina mereka melihat Tina dan orang kepercayaannya berbicara tentang perkebunannya yg dikota.

     Ibu Sinta bangga dan senyum karena Tina sudah sukses dan bisa menjadi juragan perkebunan dikota. Saat orang kepercayaannya pergi ibu Sinta dan Rina masuk ke dalam kamar Tina dan meminta maaf atas kesehatan mereka selama ini. Tanpa berfikir panyang Tina langsung memafkan mereka, karena kebajikan hati Tina ibu Sinta mengembalikan semua harta warisan kepada Tina dan adiknya. Tina mengajak ibu tiri dan adiknya tinggal dirumahnya yg ada dikota, ibu Sinta dan Rina setuju mereka semua pergi kekota dan memiliki kehidup yang sangat harmonis.

 

                                                                 "TAMAT"

*Penulis adalah siswa SMA NEGRI 1 PURBA*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...