Kamis, 20 Oktober 2022

Belajar dari keterlambatan

  


karya oleh Juwelli hutabalian

  Suatu pagi, ada seorang gadis yang sedang sarapan namanya adalah Sari. Dengan tenang dia memakan sarapannya tanpa mengingat waktu, tiba-tiba dia dengan tidak sadar memakan cabai dan diapun kepedasan lalu meminum air hangat untuk mengatasi kepedasan itu. Diapun tersadar, lalu melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 07.00. Dia berangkat dengan tergesa-gesa, dan lupa bahwa tugasnya tertinggal diatas meja belajarnya. Karena jarak sekolah yang dekat ia berangkat dengan berjalan kaki, dan disebabkan orangtuanya yang sudah berangkat terlebih dahulu karna itulah dia lupa dengan waktunya

 Setikanya disekolah, dia tidak beruntung karena gerbang sekolahnya sudah ditutup oleh penjaga sekolah, dengan wajah yang merasa bersalah penjaga gerbang sekolah Pak satpam pun bilang bahwa dia harus menunggu sebentar diluar sampai siswa yang masih baris bubar dari barisannya.

  "Kok tumben kamu terlambat?" Ucap pak satpam.

  "Maaf pak aku tadi lupa waktu saat aku sarapan."

  "Emang orangtua kamu gak menghimbau kamu?"czx

  "Orangtua saya tadi sudah berangkat duluan pak dari rumah."

  "Brarti kalau gak dikasih tau orangtuamu kamu tidak akan pergi ya, memang anak gadis sekarang banya sekali yang seperti kamu itu harus disuruh baru pergi."

  "Ya... pak, kasihlah aku masuk pak." Dengan wajah yang harus dikasihani.

  "Sudah kamu tunggu dulu disitu karna teman-teman kamu sedang baris dilapangan."

  "Baik pak, tapi nanti langsung masuk ya pak."

  " Lihat saja  nanti mungkin kamu akan kena hukuman membersihkan lapangan. Ehhh udah saya mau keliling dulu kamu terus aja ngajak saya bicara disini."

                Satpamnya pun pergi untuk memantau yang lainnya.Setelah yang lain bubar dari barisan, maka Pak satpam datang menghampirinya lalu membuka gerbang. Akan tetapi, dia diberikan hukuman membersihkan lapangan, karena banyaknya dedaun ditengah lapangan. Lalu dia pergi membersihkan lapangan dan teman-temannya datang menghampiri dia berinisiatif untuk membantunya. "

  "Sari, sini kami akan membantumu membersihkan lapangan, ucap temannya."

  "Baiklah, makasih ya teman-teman kalian mau membantuku."

  " Gak papalah kita kan sahabat jadi kalau satu orang lagi kena masalah maka semuanya akan membantu, dan juga nanti kalau hanya kamu yang membersihkan lapangan ini kamu akan ketinggalan pelajaran."

  "Okelah makasih ya, semuanya."

                  Lama setelah itu dia semakin akrab dengan saptam itu, yang bernama Pak Doyok. Dia selalu baik padanya dan selalu ramah padanya. Pernah suatu saat Pak Satpam itu memberikan nasehat pada Sari dengan teman-temannya.

  "Saya juga pernah sama seperti kalian, jadi kalian harus fokus dan selalu giat belajar supaya kalian tidak jadi seperti saya hanya sebagai satpam saja. Kalau kalian sekarang rajin maka kalian akan menerimanya nanti. Saya menyesal sekali saat sekolah bermalas-malasan, dalam hati saya, saya ingin sekali kembali lagi menjadi siswa seperti kalian, maka saya akan serius untuk belajar. Makanya kalian harus bisa memanfaatkan kesempatan untu menimmba ilmu disini. Maka dari itu bapak agak sedikit kecewa dengan orang-orang yang terlambat kesekolah." Sambungnya,

  "Sudahlah kalian pergilah pulang nanti kalian dicariin orang tua kalian, lagipula emang kalian tidak membantu orang tua apa?

  "Baik pak, kami akan pulang untuk membantu orang tua kami"

                 Mulai saat itu, mereka semakin tertib dan semakin disiplin lagi kesekolah. Setiap paginya mereka selalu menyapa pak Doyok. Semakin hari mereka semakin rajin belajar, dan setiap ulangan guru-gurupun bingung dengan perubahan mereka. Pada saat itu mereka akan menghadapi ujian semester, yakni mereka akan mendekati pernaikan kelas. Dan guru-guru sudah sibuk membuat soal-soal untuk ujian. Diwaktu ada waktu kosong mereka atau Freeles mereka selalu pergi menghampiri pak satpam itu.

  "Siang pak, apakah bapak sedang sibuk?

  "Tidak emang kenapa, mengapa kalian keluar dari kelas, apakah guru kalian tidak masuk?

  "Kami sedang freeles pak, karena guru-guru sedang sibuk membuat soal untuk ujian minggu depan."

  "Jadi mengapa kalian kesini, kenapa kalian tidak belajar kan kalian akan menghadapi ujian."

                 Mereka bertiga tersenyum, dan masih ingin mendengar cerita dari pak satpam itu. Lalu mereka meminta agar bapak satpam itu menceritakan gimana kelanjutan ceritanya yang belum selesai kemarin.

  " Pak, kami ingin mendengarkan cerita bapak yang belum selesai kemarin."

  "Untuk apa kalian mendengarkan ceritu itu kembali? Apakah kalian suka dengan cerita itu, atau ekalian memiliki perubahan setelah mendengarkan ceritaku itu?

  "Ya pak, setalah kami mendengarkan cerita bapak kemarin, kami tambah semangat untuk sekolah dan semakin memiliki harapan."

                 Semakin kesini mereka semakin giat belajar dan selalu belajar bersama, sewaktu jam istirahat mereka tidak lagi buang-buang waktu, mereka pergi keperpustakaan untuk belajar dan meminjam buku untuk dipelajari karena akan menghadapi ujian.

                 Waktu untuk ujianpun tiba, merekapun mengerjakan ujiannya dengan tenang dan dapat mengerjakan ujiannya dengan baik. Waktu ujian hari pertamapun selesai. Hari kedua ujian tiba mereka bertiga selalu tenang dalam mengerjakan ujiannya itu karena mereka bertiga sudah belajar dahulu sebelum ujian. Setelah selesai ujian mereka bertiga selalu pergi menghampiri pak satpam tersebut.

  "Siang pak, ternyata kalau belajar dahulu sebelum ujian itu enak ya pak." (Ujar lastri dengan sari dan putri).

  " Ya memang seharusnya seperti itu. Sudah kalian pulang saja karena besokkan kalian masih ujian jadi belajarlah".

  "Baik pak, setiap kami mendengar nasihat bapak kami selalu murasa lega".

                 Lalu mereka pergi pulang, setiba dirumah mereka selalu belajar. Mereka tidaklagi mengulur-ulur waktu dalam setiap pekerjaan mereka. Orangtua mereka juga merasa kebingungan melihat tingkah mereka bertiga yang dulunya bermalas-malasan dan sekarang sudah berubah menjadi orang yang rajin dan selalu ingat waktu, dan selalu mendengarkan nasihat. Dalam hati orang tua mereka selalu bertanya-tanya, tapi tidak menanyakannya.

                Beberapa bulan kemudian, akhir semesterpun tiba, mereka akan menerima raport. Mereka bertiga sedikit khawatir akan nilai mereka, karena dari awal masuk semester mereka bermalas-malasan dan sering sekali terlambat kesekolah. Karena baru beberapa bulain ini mereka rajin belajar dan tidak terlambat kesekolah. Dan pada penerimaan raport itu, orang tua siswa diutus agar ikut serta dalam pengambilan raport tersebut. Sari, Lastri, putri sedikit takut untuk memberitahu pada orang tua mereka untuk penerimaan raport itu. Tapi mereka memberanilan diri untuk memberitahu kepada orangtua mereka. Sari memberitahu kepada orangtuanya pada saat mereka makan malam.

  " Ma..... Pa..... besok penerimaan raport, jadi orangtua juga ikut untuk menerima raport. Apakah papa sama mama akan datang untuk menerima raportku? Tapi kalau papa sama mama sibuk gak papa kok."

  " Tidak nak, ucap papanya, Besok papa akan datang kesekolah untuk peneriamaan raport itu".

  " Apakh mama juga akan datang kesekolah besok?

  " Ya nak, mama juga akan datang kesekolah besok". Karena mama melihat perkembangan kamu pada akhir-akhir ini. Kamu memiliki banyak sekali perubahan dari yang dulunya agak sedikit susah untuk menerima nasehat orang tua".

  " Oklah pa.. ma... aku mau tidur dulu".

  " Iya nakk, (ucap papa dan mamanya).

                Diapun pergi kekamarnya, didalam kamar dia memainkan hpnya, dan saling curhat dengan putri dan lastri, melalui hp atau video call. Karena mereka bertiga memiliki ketakutan yang sama.

  " Sari.... apakah orangtua akan datang besok? (Ucap lastri).

  " Ya, papa sama mama ku akan datang besok menerima raport, tapi aku merasa takut loo, karena kitakan rajin sejak beberapa bulan ini".

  " Sama papa dan mama ku, juga akan datang besok kesekolah".(Ucap putri).

  " Aku juga, tapi masih merasakan yang sama seperti sari, rasanya degdegan banget loo, karena takut kalau nilai besok tidak memuaskan gitu loo".(Ucap lasri).

  " Udahlah kita tidur aja dulu, kita tengok besok aja gimana nilai kita".

   kolahkan kita semua.

 

Mereka bertiga lalu tertidur.

                  Pagipun tiba mereka terbangun, dan bersiap-siap untuk berangkat kesekolah. Setiba disekolah mereka bertiga bersama. Dan orangtua pun sudah mulai berdatangan, penerimaan raportpun akan dimulai. Orang tua mereka bertigapun tiba disekolah.

  Penerimaan raportpun dimulai semua orang tua sudah duduk diaula sekolah, begitu juga dengan siswa semua. Kepala sekolah membaca pidato dan memberikan motivasi pada siswa-siswi disekolah. Setelah kepala sekolah selesai berpidato dan memberi motivasi, salah satu orangtua siswa juga memberikan kata sambutan, begitu juga dengan salah satu siswa. Setelah selesai acara diaula lalu pembagian raportpun sudah dimulai. Nama mereka bertigapun dipanggil bahwasanya mereka menjadi siswa berprestasi dikelas.Dan orang tuanya bangga dengan mereka. Terima kasih.

Pesan: marilah selalu belajar dan belajar, karena dari hal-hal kecil makan akan menjadi besar dan selalu ingat waktu, karena waktu itu sungguh berharga dan jangan menyianyiakan perjuangan orangtua untuk menye

Editor : sabrina saragih

Penulis siswa SMA N 1 PURBA

 

 

  

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...