karya
oleh Juwelli hutabalian
Suatu pagi, ada seorang gadis yang sedang sarapan namanya adalah Sari. Dengan tenang dia memakan sarapannya tanpa mengingat waktu, tiba-tiba dia dengan tidak sadar memakan cabai dan diapun kepedasan lalu meminum air hangat untuk mengatasi kepedasan itu. Diapun tersadar, lalu melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 07.00. Dia berangkat dengan tergesa-gesa, dan lupa bahwa tugasnya tertinggal diatas meja belajarnya. Karena jarak sekolah yang dekat ia berangkat dengan berjalan kaki, dan disebabkan orangtuanya yang sudah berangkat terlebih dahulu karna itulah dia lupa dengan waktunya
Setikanya
disekolah, dia tidak beruntung karena gerbang sekolahnya sudah ditutup oleh
penjaga sekolah, dengan wajah yang merasa bersalah penjaga gerbang sekolah Pak
satpam pun bilang bahwa dia harus menunggu sebentar diluar sampai siswa yang
masih baris bubar dari barisannya.
"Kok tumben kamu terlambat?" Ucap pak satpam.
"Maaf pak aku tadi lupa waktu saat aku sarapan."
"Emang orangtua kamu gak menghimbau kamu?"czx
"Orangtua saya tadi sudah berangkat duluan pak dari rumah."
"Brarti kalau gak dikasih tau orangtuamu kamu tidak akan pergi ya,
memang anak gadis sekarang banya sekali yang seperti kamu itu harus disuruh
baru pergi."
"Ya... pak, kasihlah aku masuk pak." Dengan wajah yang harus
dikasihani.
"Sudah kamu tunggu dulu disitu karna teman-teman kamu sedang baris
dilapangan."
"Baik pak, tapi nanti langsung masuk ya pak."
"
Lihat saja nanti mungkin kamu akan kena
hukuman membersihkan lapangan. Ehhh udah saya mau keliling dulu kamu terus aja
ngajak saya bicara disini."
Satpamnya pun pergi untuk memantau yang
lainnya.Setelah yang lain bubar dari barisan, maka Pak satpam datang
menghampirinya lalu membuka gerbang. Akan tetapi, dia diberikan hukuman
membersihkan lapangan, karena banyaknya dedaun ditengah lapangan. Lalu dia
pergi membersihkan lapangan dan teman-temannya datang menghampiri dia
berinisiatif untuk membantunya. "
"Sari, sini kami akan membantumu membersihkan lapangan, ucap
temannya."
"Baiklah, makasih ya teman-teman kalian mau membantuku."
"
Gak papalah kita kan sahabat jadi kalau satu orang lagi kena masalah maka
semuanya akan membantu, dan juga nanti kalau hanya kamu yang membersihkan
lapangan ini kamu akan ketinggalan pelajaran."
"Okelah makasih ya, semuanya."
Lama
setelah itu dia semakin akrab dengan saptam itu, yang bernama Pak Doyok. Dia
selalu baik padanya dan selalu ramah padanya. Pernah suatu saat Pak Satpam itu
memberikan nasehat pada Sari dengan teman-temannya.
"Saya juga pernah sama seperti kalian, jadi kalian harus fokus dan
selalu giat belajar supaya kalian tidak jadi seperti saya hanya sebagai satpam
saja. Kalau kalian sekarang rajin maka kalian akan menerimanya nanti. Saya
menyesal sekali saat sekolah bermalas-malasan, dalam hati saya, saya ingin
sekali kembali lagi menjadi siswa seperti kalian, maka saya akan serius untuk
belajar. Makanya kalian harus bisa memanfaatkan kesempatan untu menimmba ilmu
disini. Maka dari itu bapak agak sedikit kecewa dengan orang-orang yang terlambat
kesekolah." Sambungnya,
"Sudahlah kalian pergilah pulang nanti kalian dicariin
orang tua kalian, lagipula emang kalian tidak membantu orang tua apa?
"Baik pak, kami akan pulang untuk membantu orang tua kami"
Mulai
saat itu, mereka semakin tertib dan semakin disiplin lagi kesekolah. Setiap
paginya mereka selalu menyapa pak Doyok. Semakin hari mereka semakin rajin
belajar, dan setiap ulangan guru-gurupun bingung dengan perubahan mereka. Pada
saat itu mereka akan menghadapi ujian semester, yakni mereka akan mendekati
pernaikan kelas. Dan guru-guru sudah sibuk membuat soal-soal untuk ujian.
Diwaktu ada waktu kosong mereka atau Freeles mereka selalu pergi menghampiri
pak satpam itu.
"Siang pak, apakah bapak sedang sibuk?
"Tidak emang kenapa, mengapa kalian keluar dari kelas, apakah guru
kalian tidak masuk?
"Kami sedang freeles pak, karena guru-guru sedang sibuk membuat
soal untuk ujian minggu depan."
"Jadi mengapa kalian kesini, kenapa kalian tidak belajar kan kalian
akan menghadapi ujian."
Mereka
bertiga tersenyum, dan masih ingin mendengar cerita dari pak satpam itu. Lalu
mereka meminta agar bapak satpam itu menceritakan gimana kelanjutan ceritanya
yang belum selesai kemarin.
"
Pak, kami ingin mendengarkan cerita bapak yang belum selesai kemarin."
"Untuk apa kalian mendengarkan ceritu itu kembali? Apakah kalian
suka dengan cerita itu, atau ekalian memiliki perubahan setelah mendengarkan
ceritaku itu?
"Ya pak, setalah kami mendengarkan cerita bapak kemarin, kami
tambah semangat untuk sekolah dan semakin memiliki harapan."
Semakin
kesini mereka semakin giat belajar dan selalu belajar bersama, sewaktu jam
istirahat mereka tidak lagi buang-buang waktu, mereka pergi keperpustakaan
untuk belajar dan meminjam buku untuk dipelajari karena akan menghadapi ujian.
Waktu
untuk ujianpun tiba, merekapun mengerjakan ujiannya dengan tenang dan dapat
mengerjakan ujiannya dengan baik. Waktu ujian hari pertamapun selesai. Hari
kedua ujian tiba mereka bertiga selalu tenang dalam mengerjakan ujiannya itu
karena mereka bertiga sudah belajar dahulu sebelum ujian. Setelah selesai ujian
mereka bertiga selalu pergi menghampiri pak satpam tersebut.
"Siang pak, ternyata kalau belajar dahulu sebelum ujian itu enak ya
pak." (Ujar lastri dengan sari dan putri).
"
Ya memang seharusnya seperti itu. Sudah kalian pulang saja karena besokkan
kalian masih ujian jadi belajarlah".
"Baik pak, setiap kami mendengar nasihat bapak kami selalu murasa
lega".
Lalu
mereka pergi pulang, setiba dirumah mereka selalu belajar. Mereka tidaklagi mengulur-ulur
waktu dalam setiap pekerjaan mereka. Orangtua mereka juga merasa kebingungan
melihat tingkah mereka bertiga yang dulunya bermalas-malasan dan sekarang sudah
berubah menjadi orang yang rajin dan selalu ingat waktu, dan selalu
mendengarkan nasihat. Dalam hati orang tua mereka selalu bertanya-tanya, tapi
tidak menanyakannya.
Beberapa bulan kemudian, akhir semesterpun
tiba, mereka akan menerima raport. Mereka bertiga sedikit khawatir akan nilai
mereka, karena dari awal masuk semester mereka bermalas-malasan dan sering
sekali terlambat kesekolah. Karena baru beberapa bulain ini mereka rajin
belajar dan tidak terlambat kesekolah. Dan pada penerimaan raport itu, orang
tua siswa diutus agar ikut serta dalam pengambilan raport tersebut. Sari,
Lastri, putri sedikit takut untuk memberitahu pada orang tua mereka untuk
penerimaan raport itu. Tapi mereka memberanilan diri untuk memberitahu kepada
orangtua mereka. Sari memberitahu kepada orangtuanya pada saat mereka makan
malam.
"
Ma..... Pa..... besok penerimaan raport, jadi orangtua juga ikut untuk menerima
raport. Apakah papa sama mama akan datang untuk menerima raportku? Tapi kalau
papa sama mama sibuk gak papa kok."
"
Tidak nak, ucap papanya, Besok papa akan datang kesekolah untuk peneriamaan
raport itu".
"
Apakh mama juga akan datang kesekolah besok?
"
Ya nak, mama juga akan datang kesekolah besok". Karena mama melihat
perkembangan kamu pada akhir-akhir ini. Kamu memiliki banyak sekali perubahan
dari yang dulunya agak sedikit susah untuk menerima nasehat orang tua".
"
Oklah pa.. ma... aku mau tidur dulu".
"
Iya nakk, (ucap papa dan mamanya).
Diapun pergi kekamarnya, didalam kamar dia
memainkan hpnya, dan saling curhat dengan putri dan lastri, melalui hp atau
video call. Karena mereka bertiga memiliki ketakutan yang sama.
"
Sari.... apakah orangtua akan datang besok? (Ucap lastri).
"
Ya, papa sama mama ku akan datang besok menerima raport, tapi aku merasa takut
loo, karena kitakan rajin sejak beberapa bulan ini".
"
Sama papa dan mama ku, juga akan datang besok kesekolah".(Ucap putri).
"
Aku juga, tapi masih merasakan yang sama seperti sari, rasanya degdegan banget
loo, karena takut kalau nilai besok tidak memuaskan gitu loo".(Ucap
lasri).
"
Udahlah kita tidur aja dulu, kita tengok besok aja gimana nilai kita".
kolahkan
kita semua.
Mereka bertiga lalu tertidur.
Pagipun tiba mereka terbangun, dan bersiap-siap untuk berangkat
kesekolah. Setiba disekolah mereka bertiga bersama. Dan orangtua pun sudah
mulai berdatangan, penerimaan raportpun akan dimulai. Orang tua mereka
bertigapun tiba disekolah.
Penerimaan raportpun dimulai semua orang tua
sudah duduk diaula sekolah, begitu juga dengan siswa semua. Kepala sekolah
membaca pidato dan memberikan motivasi pada siswa-siswi disekolah. Setelah
kepala sekolah selesai berpidato dan memberi motivasi, salah satu orangtua
siswa juga memberikan kata sambutan, begitu juga dengan salah satu siswa.
Setelah selesai acara diaula lalu pembagian raportpun sudah dimulai. Nama
mereka bertigapun dipanggil bahwasanya mereka menjadi siswa berprestasi
dikelas.Dan orang tuanya bangga dengan mereka. Terima kasih.
Pesan: marilah selalu belajar dan belajar,
karena dari hal-hal kecil makan akan menjadi besar dan selalu ingat waktu,
karena waktu itu sungguh berharga dan jangan menyianyiakan perjuangan orangtua
untuk menye
Editor : sabrina saragih
Penulis siswa SMA N 1 PURBA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar