Karya: Ryan
Anggi D simbolon
Sejak mengenal
wanita itu dia menjadi seorang pria yang sangat ceria. Dia pun sering
bertanya-tanya kepada teman sekelas yang satu desa dengan harapan agar lebih
mengetahui tentang gadis .
"Gimana
nya si gres itu dikampung..??" Tanya Fael sambil tersenyum .
"Baiknya
dia rajin pula keladang..!!!" Jawab temanku.
Dia sangat sengat senang saat mendengar jawaban itu.Dia
sangat ingin tahu dari keseharian wanita
itu.
Pada saat berbaris
di lapangan pun dia sering melihat-lihat kearah barisan kelas 10.Bukan hanya
itu pada saat ke kantin pun dia selalu
memperhatikan sekeliling dengan harapan dia dapat melihat wanita itu.Ketika dia
sudah menemukan wanita itu dia pun menunjukkan kepada ku dengan berkata:
"Hadai do
Bana dah," dengan logat bahasa Simalungun.
Ketika dia melihat wanita itu dia mau senyum-senyum sendiri.
Saya pun mau memberinya sebuah lelucon berupa sebuah ejekan kepadanya.
"Magila
rahokan," ucap ku kepadanya sambil tertawa bersama.
Dari peristiwa itu dapat dipastikan bahwa dia sangat
menyukai wanita itu.
Pada satu
kesempatan pada saat ada event lari maratondi SMA N 1 PURBA. Yang pada saat itu
startnya berada di puncak Simarjarunjung dan finishnya di lapangan SMA. Kami
berkesempatan menjadi panitia pada saat event tersebut berlangsung. Kami pada
saat itu menjadi juri lintasan. Setelah pemenang sampai kami ditugaskan untuk
menjemput peserta yang tidak kuat lagi berlari. Pada saat yang sama kebetulan
teman saya ini bertemu dengan wanita itu di jalan. Dia pun mengajak wanita itu
agar dia menaiki kereta si Fael ini dan mengantarnya kesekolah. Pada saat waktu
di jalan aku pun melihat dia. Diapun tersenyum kepadaku. Pada saat sudah
selesai kami jemput peserta yang lain kami kembali ke kelas.
Pada saat
perjalanan menuju ke kelas dia tersenyum kembali kepada ku. Pada saat dikelas
dia ketawa sangat keras, hingga teman ku yang lain yang berada di kelas
memarahinya. Tapi dia malah tidak perduli sama sekali.
Setelah event itu berakhir kami tidak
langsung pulang. Tetapi kami masih berada di sekolah untuk beristirahat. Tapi
juga pada saat itu ada latihan marching
band kami sekalian melihat-lihat mereka latihan. Dan juga gadis itu ikut
dalam marching band itu sebagai mayorit. Teman saya ini sangat bersemangat
melihat mereka. Dan sesekali saya memanggil wanita itu agar dia melihat kami.
Bertepatan pada
saat HUT RI yang ke 77 dia berkeinginan untuk mengajak wanita itu berfoto
bersama. Tapi, kami tidak dapat menemukan gadis itu. Kami mencari dari siang
sampai sore hari kami masih belum dapat menemukan gadis itu.Sepertinya dia
telah pulang. Tapi kami tidak mau menyerah untuk terus mencarinya. Saya pun
menyuruhnya agar menelepon, tapi sangat
disayangkan nomornya tidak aktif. Saya juga menanyakan kepada temannya yang
saya kenal. Tapi, sayang sekali mereka juga tidak melihatnya. Fael pun merasa
kecewa. Tapi, saya menghibur dia agar dia tidak sedih dengan mengajaknya
berkeliling di lapangan SMA itu.
Pada saat dua
hari setelah itu, saya dan teman-teman yang lain memaksanya agar dia menemui
gadis itu di kelas nya. Yang diamana kelasnya pada saat itu di kelas 10-4.
"Ayok
lah kita jumpai dia biar gak penasaran kau sama nya," ucapku dengan
sedikit menguatkan volume suara.
"Ayoklah,"
ucapnya sambil tersenyum.
Pada saat mereka bertemu saya tidak mengetahui apa yang dia
bicarakan pada saat itu, karena kami sengaja menunggu di depan kelas. Pada saat
itu mereka hanya berbicara sebentar karena dia cepat keluar dari kelas
tersebut. Dan pada akhirnya kami pun pulang ke kelas kami.
Setelah
beberapa hari setelahnya terdengar sebuah berita bahwa gadis yang sedang
disukai teman saya ini sedang menyukai cowo lain. Dia pun merasa sangat kecewa
dan terlihat sangat murung. Tidak sampai disitu saja entah apa yang terjadi
pada saat itu dia pada saat di kelas sering berkata,
"Taik lah
kau Gresss..!"
Dia selalu mengucapkan kata-kata itu pada saat jam istirahat maupun pada saat jam
kosong. Sontak saja kami sering menertawainya dan memberikan dia ejekan. Tapi
ada juga baik nya dia mengetahui hal itu. Karena kami teman sekelas nya sering
dibuat nya tertawa karena perkataan yang dia uccapkan. Kami pun jadi bingung
samanya karena dari kisah percintaan nya,
kami harus senang atau sedih melihatnya. Karena dia itu menjadi sering
membuat lelucon yang membuat kami teman sekelas nya tertawa. Setelah beberapa
lama setelah dia mengetahui gadis sedang menyuka lelaki yang lain. Dia akhirnya
berusaha untuk melupakan wanita itu.
Editor : Josua Reinhard Sinaga
Penulis adalah: siswa SMA N1 PURBA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar