*Karya: Febiyola Haloho*
Ia memberi nama anaknya Kesya. Kesya kini berumur sepuluh tahun, tapi sayangnya, ia sering di ejek oleh teman-temannya di sekolah, karena tidak punya ibu. Hal itu membuat mental Kesya terganggu, saat di sekolah. Karena tidak ingin terus-memerus di ejek oleh teman temannya, Kesya memberi tahu pada ayahnya. Ayah kesya merasa sedih mendengar ucapan anaknya, karena kasiahan kepada Kesya, ia memutus kan untuk menikah lgi dengan gadis yg rupawan, yg bekerja di kantor nya. Akan tetapi gadis rupawan itu tidak mencintai suaminya,
Ia menikah dengan suaminya itu, hanya karna menginginkan hartanya saja. Saat suaminya berangakat ke kantor, ia menyiksa Kesya dan mencaci maki sampai suaminya pulang. Tetapi ketika suaminya pulang, ia sangat manjakan Kesya. Ayah Kesya sangat senang melihat istrinya menganggap Kesya sebagai anak nya sendiri. Tetapi apa yang di lihat oleh ayah Kesya itu salah, justru sebaliknya, isrtrinya sangat benci pada Kesya.Malam pun tiba, ibu tiri sudah menyiapkan makanan di
atas meja makan. Mereka makan malam bersama, dan ibu tiri melayani suami dan
anaknya makanan. Tetapi di dalam makanan suaminya, ia sudah campurkan racun
saat di dapur. Saat makan, tiba-tiba
kepala ayah Kesya pusing, kemudian terjatuh saat berjalan menuju ke kamar.
Kesya yang melihat ayah nya terjatuh, langsung berlari menuju ayah nya. Ia
menagis dan teriak minta tolong. "Tolonggg... tolong...," ucap Kesya
berusaha minta bantuan. "Ayahhhh bangunn ayahhh," ucap Kesya berusaha
membangun kan ayah nya. Tetapi ibu tirinya malah tertawa, dalam hatinya,
"akhirnya misi ku berhasil." Kesya pun minta bantuan tetangga untuk
membawa ayah nya ke rumah sakit, tetapi tetangganya mengatakan, kalau ayah nya sudah meninggal. Mendengar
ucapan itu, Kesya sangat hancurr, untuk
kedua kalianya ia harus kehilangan seseorang yang sangat iya sayangi.
"Tidakkk....., ayah jangan tinggalkan Kesya sendiri, Kesya gk bisa tanpa
ayah," ucap Kesya dengan penuhh tangiss .
Seminggu setelah ayahnya meninggal, ibu tirinya
menikah lagii dengan duda tampan yg ia cintai. Tetapi, duda tampan itu tidak
menginginkan kehadiran Kesya di rumah itu. Akhirnya, ibu tiri nya mengusir
Kesya dengan senang hati. Kesya sangat sedih,
karena di usir dari rumah nya sendiri. Ia harus meninggalkan rumah,
satu-satunya peninggalan orang tuanya. kini dia tidak punya apa-apa, dia harus
tinggal di kolong jembatan di jalanan. Setiap hari ia mulung agar bisa bertahan hidup. Siang itu, pada
saat Kesya mulung di jalanan, ia menemukan sebuah dompet. Di bukanya dompet yg
ukurannya lumayan besar itu, ia terkejut melihat isi dompet tersebut, banyak
berkas dan surat-surat penting di dalamnya, KTP, HP, dan uang 10 juta. Kesya
sangat takut, ia bingung harus kemanakan dompet itu. Tiba-tiba telepon dalam
dompet itu berbunyi, Kesya langsung mengangkat telepon tersebut, dan ternyata,
yang menelepon adalah pemilik dompet. Kesya mengatakan ia menemukan nya di
pinggir jalan, kemudia Kesya memberi tahu lokasinya saat ini, dan pemilik
dompet segera datang.
Setelah 15 menit menunggu, akhirnya pemilik dompet
datang dengan istrinya. Mereka sangat berterimakasih pada Kesya, ia mengatakan
bahwa ia hanya perlu berkas dan telepon nya saja. Semua uang yang ada dalam
dompet ia berikan pada Kesya, sebagai tanda trimakasihnya. Tetapi Kesya
menolak, ia tidak berani menerima uang sebanyak itu, ia mengatakan bahwa ia
menolong dengan tulus. Kemudian Kesya pamit pulang kepada pemilik dompet dan
juga istrinya, karena hari sudah mulai gelap. Pemilik dompet bertanya kepada
Kesya hendak pulang ke mana, Kesya memberitahu bahwasanya ia pulang ke kolong
jembatan. Ia sedikit menceritakan kisahnya, kepada pemilik dompet dan juga
istrinya. Mendengar ucapan Kesya, pemilik dompet itu sangat sedihh dan kasihan,
anak sekecil itu harus bertahan hidup tanpa belas kasih dari orang tua nya.
Akhirnya pemilik dompet itu sepakat dengan istrinya, akan mengangkat Kesya
sebagai anak mereka. Mereka tidak tega melihat anak berhati mulia itu, tinggal
di jalanan. Kemudian pemilik dompet,
mengajak Kesya untuk tinggal di rumah nya. Tentu saja Kesya tidak
menolak, karena jika tinggal bersama mereka, kesya bisa bersekolah lagi.
Kesya sagat bahagia bersama orangtua barunya, yg
menyayangi dia dengan sepenuh hati. Berbeda dengan ibu tirinya, tidak mendapatkan
kasih sayang sedikit pun dari suaminya. Setiap hari suaminya mabuk-mabukan
bersama perempuan lain di diskotik. Menghambur-haburkam duit, terkadang sampai
tidak ingat pulang ke rumah. Ibu tiri Kesya sudah tidak tahan lagi dengan
tingkah suaminya, bahkan saat ia sakit pun suaminya tidak peduli. Sudah 5 hari
ia terbaring di tempat tidur, mau berobat ke dokter pun ia sudah tidak sanggup
berjalan. Tiba-tiba ia ingat kepada anak nya Kesya, ia mulai sadar bahwasanya
selama ini Kesya dan ayahnya lah yg paling peduli kepadanya. Menyayangi, dan
mencintai nya dengan tulus. Tapi ia malah menyianyiakan nya, dan kini ia
menyesali perbuatannya. Ia sangat merindukan Kesya, dengan kondisi fisik yg
kurang stabil, ia berusaha mencari Kesya
ke mana-mana, tetapi tidak ketemu.
Ternyata, Kesya hidup bahagia bersama orangtua
barunya. Sekolah tinggi, dan berhasil mencapai cita-citanya. Kini Kesya menjadi
seorang dokter, di salah satu rumah sakit,
di jaksel. Sudah hampir 10 tahun,
ibu tiri Kesya berpisah dengan anaknya. Ibu tiri Kesya terus berusaha
mencari anaknya, karena ia ingin meminta
maaf kepada Kesya, atas apa yang sudah ia lakukan kepada Kesya. Tetapi saat
mencari Kesya, ia malah pingsan di pinggir jalan. Setelah sadar, ia sudah
berada di rumah sakit, Ternyata ia di rawat di rumah sakit, di mana Kesya
bekerja sebagai dokter. Selang beberapa waktu, akhirnya kesya masuk ke dalam
ruangan ibunya, Ia memeriksa pasien,
yang merupakan ibunyatiri nya sendiri. Kesya belum menyadari, kalau yang ia
periksa itu adalah ibu tirinya. "Ibu hanya kecapen, butuh istirahat, dan
jgn terlalu banyak berfikir," ucap Kesya. Mendengar suara itu, ibu tirinya
langsung menoleh, sudah lama ia tak mendengar suara itu, ini adalah suara yg
sudah lama ia cari-cari. Ternyata benar, suara itu adalah suara anak nya Kesya.
"Kesya anakku," ucap ibunya sambil memeluk kesya dengan erat, Ia
menangis dan minfa maaf menyesali semua perbuatan nya. Kesya tersenyum bisa
bertemu dengan ibu tirinya itu, ia tidak dendam sedikit pun kepada ibutirinya. "Kesya
sudah lama memaaf kan ibu," ucap nya penuh senyuman. Mendengar ucapan
Kesya, ibunya tersenyum dan memeluk Kesya. Ia hembus kan nafas terakhirnya di
pelukan anaknya. "Ibu!," ucap Kesya dengat penuh ketakutan, melihat
tubuh ibunya yang sudah tak berdaya lagi. Ia baringkan tubuh ibunya, dan
memeriksa detak jantung nya. "Tidakkkk...." Air mata pun menetes di
pipinya, iya sudah kehilangan 3 orang yang ia sayangi, ibunya, ayahnya, dan ibu
tirinya. Tetapi Kesya tidak putus asa, ia tetap semangat menjalani hari-harinya.
Kini Kesya berusia 23 tahun, ia tumbuh menjadi gadis
yang cantik jelita. Hari ini adalah hari ulang tahun nya yang ke 24, acaranya
begitu meriahh. Pada saat acara berjalan, seorang lelaki pengusaha terkenal dan
berwajah tampan melamar kesya dengan cincin yang sangat indah. Lelaki itu
mengungkapkan perasaannya kepada Kesya di hadapan banyak orang. Kesya menerima
cincin itu, tanda ia menerima lelaki tampan itu.
Sampai saat ini, duda tampan suami ibu tiri Kesya tidak mengetahui kalau istrinya sudah
meninggal. Ia hanya sibuk mabuk-mabukan
dengan wanita lain di diskotik. Malam ini ia ingin pulang ke rumah, karena uang
yg ia pegang sudah habis. Dalam keadaan mabuk, ia tetap memaksakan untuk
menyetir mobil. Karena tidak fokus menyetir, akhirnya ia menabrak mobil fuso
dan meninggal.
Seminggu setelah Kesya di lamar, akhirnya lelaki
tampan itu menikahi Kesya, dan mereka pun hidup bahagia di Jerman.
TAMAT.
*Penulis adalah siswa SMA NEGRI 1 PURBA.*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar