Rabu, 19 Oktober 2022

Penyesalan Ibu Tiri



*Karya: Febiyola Haloho*

                                                               

         Di sebuah rumah sakit Jakarta selatan, seorang ibu sedang berjuang melahirkan, di temani oleh suaminya."Ueeee ueeee." Suara tangisan bayi pun terdengar, tapi sayangnya, nafas ibunya berhenti sampai di situ. Suaminya sangat terpuruk kehilangan istri kesayangannya, dia harus membesarkan anaknya dengan sendirian.

        Ia memberi nama anaknya Kesya. Kesya kini berumur sepuluh tahun, tapi sayangnya, ia sering di ejek oleh teman-temannya di sekolah,  karena tidak punya ibu. Hal itu membuat mental Kesya terganggu, saat di sekolah. Karena tidak ingin terus-memerus di ejek oleh teman temannya, Kesya memberi tahu pada ayahnya. Ayah kesya merasa sedih mendengar ucapan anaknya, karena kasiahan kepada Kesya, ia memutus kan untuk menikah lgi dengan gadis yg rupawan, yg bekerja di kantor nya. Akan tetapi gadis rupawan itu tidak mencintai suaminya,

Ia menikah dengan suaminya itu, hanya karna menginginkan hartanya saja. Saat suaminya berangakat ke kantor, ia menyiksa Kesya dan mencaci maki sampai suaminya pulang. Tetapi ketika suaminya pulang,  ia sangat manjakan Kesya. Ayah Kesya sangat senang melihat istrinya menganggap Kesya sebagai anak nya sendiri. Tetapi apa yang di lihat oleh ayah Kesya itu salah, justru sebaliknya,  isrtrinya sangat benci pada Kesya.

Malam pun tiba, ibu tiri sudah menyiapkan makanan di atas meja makan. Mereka makan malam bersama, dan ibu tiri melayani suami dan anaknya makanan. Tetapi di dalam makanan suaminya, ia sudah campurkan racun saat di dapur. Saat makan,  tiba-tiba kepala ayah Kesya pusing, kemudian terjatuh saat berjalan menuju ke kamar. Kesya yang melihat ayah nya terjatuh, langsung berlari menuju ayah nya. Ia menagis dan teriak minta tolong. "Tolonggg... tolong...," ucap Kesya berusaha minta bantuan. "Ayahhhh bangunn ayahhh," ucap Kesya berusaha membangun kan ayah nya. Tetapi ibu tirinya malah tertawa, dalam hatinya, "akhirnya misi ku berhasil." Kesya pun minta bantuan tetangga untuk membawa ayah nya ke rumah sakit, tetapi tetangganya mengatakan,  kalau ayah nya sudah meninggal. Mendengar ucapan itu,  Kesya sangat hancurr, untuk kedua kalianya ia harus kehilangan seseorang yang sangat iya sayangi. "Tidakkk....., ayah jangan tinggalkan Kesya sendiri, Kesya gk bisa tanpa ayah," ucap Kesya dengan penuhh tangiss .

Seminggu setelah ayahnya meninggal, ibu tirinya menikah lagii dengan duda tampan yg ia cintai. Tetapi, duda tampan itu tidak menginginkan kehadiran Kesya di rumah itu. Akhirnya, ibu tiri nya mengusir Kesya dengan senang hati. Kesya sangat sedih,  karena di usir dari rumah nya sendiri. Ia harus meninggalkan rumah, satu-satunya peninggalan orang tuanya. kini dia tidak punya apa-apa, dia harus tinggal di kolong jembatan di jalanan. Setiap hari ia mulung  agar bisa bertahan hidup. Siang itu, pada saat Kesya mulung di jalanan, ia menemukan sebuah dompet. Di bukanya dompet yg ukurannya lumayan besar itu, ia terkejut melihat isi dompet tersebut, banyak berkas dan surat-surat penting di dalamnya, KTP, HP, dan uang 10 juta. Kesya sangat takut, ia bingung harus kemanakan dompet itu. Tiba-tiba telepon dalam dompet itu berbunyi, Kesya langsung mengangkat telepon tersebut, dan ternyata, yang menelepon adalah pemilik dompet. Kesya mengatakan ia menemukan nya di pinggir jalan, kemudia Kesya memberi tahu lokasinya saat ini, dan pemilik dompet segera datang.

Setelah 15 menit menunggu, akhirnya pemilik dompet datang dengan istrinya. Mereka sangat berterimakasih pada Kesya, ia mengatakan bahwa ia hanya perlu berkas dan telepon nya saja. Semua uang yang ada dalam dompet ia berikan pada Kesya, sebagai tanda trimakasihnya. Tetapi Kesya menolak, ia tidak berani menerima uang sebanyak itu, ia mengatakan bahwa ia menolong dengan tulus. Kemudian Kesya pamit pulang kepada pemilik dompet dan juga istrinya, karena hari sudah mulai gelap. Pemilik dompet bertanya kepada Kesya hendak pulang ke mana, Kesya memberitahu bahwasanya ia pulang ke kolong jembatan. Ia sedikit menceritakan kisahnya, kepada pemilik dompet dan juga istrinya. Mendengar ucapan Kesya, pemilik dompet itu sangat sedihh dan kasihan, anak sekecil itu harus bertahan hidup tanpa belas kasih dari orang tua nya. Akhirnya pemilik dompet itu sepakat dengan istrinya, akan mengangkat Kesya sebagai anak mereka. Mereka tidak tega melihat anak berhati mulia itu, tinggal di jalanan. Kemudian pemilik dompet,  mengajak Kesya untuk tinggal di rumah nya. Tentu saja Kesya tidak menolak, karena jika tinggal bersama mereka, kesya bisa bersekolah lagi.

Kesya sagat bahagia bersama orangtua barunya, yg menyayangi dia dengan sepenuh hati. Berbeda dengan ibu tirinya, tidak mendapatkan kasih sayang sedikit pun dari suaminya. Setiap hari suaminya mabuk-mabukan bersama perempuan lain di diskotik. Menghambur-haburkam duit, terkadang sampai tidak ingat pulang ke rumah. Ibu tiri Kesya sudah tidak tahan lagi dengan tingkah suaminya, bahkan saat ia sakit pun suaminya tidak peduli. Sudah 5 hari ia terbaring di tempat tidur, mau berobat ke dokter pun ia sudah tidak sanggup berjalan. Tiba-tiba ia ingat kepada anak nya Kesya, ia mulai sadar bahwasanya selama ini Kesya dan ayahnya lah yg paling peduli kepadanya. Menyayangi, dan mencintai nya dengan tulus. Tapi ia malah menyianyiakan nya, dan kini ia menyesali perbuatannya. Ia sangat merindukan Kesya, dengan kondisi fisik yg kurang stabil, ia berusaha  mencari Kesya ke mana-mana, tetapi tidak ketemu.

Ternyata, Kesya hidup bahagia bersama orangtua barunya. Sekolah tinggi, dan berhasil mencapai cita-citanya. Kini Kesya menjadi seorang dokter, di salah satu rumah sakit,  di jaksel. Sudah hampir 10 tahun,  ibu tiri Kesya berpisah dengan anaknya. Ibu tiri Kesya terus berusaha mencari anaknya,  karena ia ingin meminta maaf kepada Kesya, atas apa yang sudah ia lakukan kepada Kesya. Tetapi saat mencari Kesya, ia malah pingsan di pinggir jalan. Setelah sadar, ia sudah berada di rumah sakit, Ternyata ia di rawat di rumah sakit, di mana Kesya bekerja sebagai dokter. Selang beberapa waktu, akhirnya kesya masuk ke dalam ruangan ibunya, Ia  memeriksa pasien, yang merupakan ibunyatiri nya sendiri. Kesya belum menyadari, kalau yang ia periksa itu adalah ibu tirinya. "Ibu hanya kecapen, butuh istirahat, dan jgn terlalu banyak berfikir," ucap Kesya. Mendengar suara itu, ibu tirinya langsung menoleh, sudah lama ia tak mendengar suara itu, ini adalah suara yg sudah lama ia cari-cari. Ternyata benar, suara itu adalah suara anak nya Kesya. "Kesya anakku," ucap ibunya sambil memeluk kesya dengan erat, Ia menangis dan minfa maaf menyesali semua perbuatan nya. Kesya tersenyum bisa bertemu dengan ibu tirinya itu, ia tidak dendam sedikit pun kepada ibutirinya. "Kesya sudah lama memaaf kan ibu," ucap nya penuh senyuman. Mendengar ucapan Kesya, ibunya tersenyum dan memeluk Kesya. Ia hembus kan nafas terakhirnya di pelukan anaknya. "Ibu!," ucap Kesya dengat penuh ketakutan, melihat tubuh ibunya yang sudah tak berdaya lagi. Ia baringkan tubuh ibunya, dan memeriksa detak jantung nya. "Tidakkkk...." Air mata pun menetes di pipinya, iya sudah kehilangan 3 orang yang ia sayangi, ibunya, ayahnya, dan ibu tirinya. Tetapi Kesya tidak putus asa, ia tetap semangat menjalani hari-harinya.

Kini Kesya berusia 23 tahun, ia tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita. Hari ini adalah hari ulang tahun nya yang ke 24, acaranya begitu meriahh. Pada saat acara berjalan, seorang lelaki pengusaha terkenal dan berwajah tampan melamar kesya dengan cincin yang sangat indah. Lelaki itu mengungkapkan perasaannya kepada Kesya di hadapan banyak orang. Kesya menerima cincin itu, tanda ia menerima lelaki tampan itu.

Sampai saat ini, duda tampan suami ibu tiri Kesya  tidak mengetahui kalau istrinya sudah meninggal.  Ia hanya sibuk mabuk-mabukan dengan wanita lain di diskotik. Malam ini ia ingin pulang ke rumah, karena uang yg ia pegang sudah habis. Dalam keadaan mabuk, ia tetap memaksakan untuk menyetir mobil. Karena tidak fokus menyetir, akhirnya ia menabrak mobil fuso dan meninggal.

Seminggu setelah Kesya di lamar, akhirnya lelaki tampan itu menikahi Kesya, dan mereka pun hidup bahagia di Jerman.

TAMAT.

 

*Penulis adalah siswa SMA NEGRI 1 PURBA.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...