Oleh: Astrid Maynatasyha purba
Kringggg...
Suara alarm begitu memekakan telingaku, dengan nyawa yang belum
sepenuhnya terkumpul aku berusaha menggapai benda menyebalkan itu.
Hari ini jadwal ku penuh dengan aktivitas wajib seperti sekolah, mengikuti bimbel, dan juga harus pergi ke sanggar tari, memang sungguh membosankan.
Jadwal penuh, orangtua yang selalu menuntut, kehidupan yang
monoton, rasanya aku ingin pergi dari dunia yang memuakkan ini.
"Hufttt" aku menghela nafas sejenak dan
bersiap untuk pergi ke sekolah, kakiku melangkah
dengan cepat, saat ini jam telah menunjukkan pukul 07.25 tak disangka aku sudah
telat.
"Shittt aku terlambat pagi ini?" Ungkap ku dalam hati dengan rasa kesal.
Tak lama kemudian, salah seorang guru datang menghampiri ku,
beliau adalah guru olahraga yang sangat ditakuti para siswa, tegas dan disiplin
merupakan karakteristik dari beliau.
"Kenapa kamu terlambat? Kamu masih niat sekolah atau
tidak?" Sontak beliau dengan tegas.
Akupun hanya dapat terdiam dan menunduk.
"Kenapa kamu diam saja? Sekarang sebagai hukumannya kamu bersihkan seluruh toilet sebersih mungkin, 10
menit lagi bapa kembali kesini, Jika kamu tidak selesai bapa akan menambah
hukuman mu!" sontak beliau dengan
tegas.
"Sialllll........ Ini hari yang sangat menyebalkan,
tau gini aku tidak usah sekolah tadi," ungkapku dalam hatii sembari membersihkan
toilet tersebut.
(5 menit kemudian)
"Huhhhff akhirnya selesai juga, ohh iya aku harus
masuk kelas yang membosankan itu jika tidak aku akan di hukum lagi nanti" ungkap ku dalam hatii .
Setiba dikelas aku mengetok pintu,
"Tok..tok..tok, Permisi Bu ijin masuk."
"Darimana kamu kenapa baru masuk? Kenapa bajumu
sangat lusuh?" Sontak ibu guru.
"Anu bu.. tadii saya bangun nya lama jadinya saya telat
bu jadinya saya dihukum." ungkapku dengan rasa malu.
Beberapa temanku menertawakan ku dan bersorak "huuuuuuu...kasian
sekali kamu, pasti itu sangat melelahkan bukan hahahahah" sontak salah seorang dari teman ku .
Menjengkelkan sekali bukan.
" Yasudahhh duduk sana, lain kali jangan
begitu ya!"
"Baik Buu," ujarku.
Ning ning ningg..... Bel istirahat.
Seketika ruangan terasa hampa dan sunyi, semua siswa berlarian
pergi menuju kantin tapi tidak dengan ku, aku hanya terdiam dikursi ku. Tak lama
kemudian kedua teman ku menghampiri ku sebut saja namanya Zea dan Dira.
"Apa yang kamu lakukan disini, kenapa kamu diam saja. ayoo pergi ke kantin!"
Omongan mereka tadi gosah diperduliin, biasa sih orang kukerr sukanya ngurusin
hidup orang" ungkap diraa dengan rasa jengkel.
Seusai dari kantin aku dan kedua teman ku kembali ke kelass.
tak lama kemudian bel berbunyi yang menadakan istirahat telah selesai. "Kami
harapkan kepada seluruh siswa kami masuk kedalam kelas, jam ke delapan akan segara
dimulai," suara yang bersumber
dari kantor guru. Semua siswa berlarian menuju kelas nya masing masing. Kelas XllA
adalah kelas ku dan kedua teman ku Zea dan Dira.
(Didalam kelas)
"Selamat siang, baiklah kita lanjutkan pembelajaran
semalam, Ada tugass???" Ungkap ibu guru.
"Ada buuu"
"Siapa yang belum selesai??yang belum selesai maju
kedepan."
Aku yang belum menyelesaikan tugass majuu dan menghadap guru.
lagi dan lagi akuu dihukum. hari ini hari yang sangat menyebalkan bukan.
"Buat apa belajar, emang dengan belajar aku akan dapat
banyak duit gitu?apa dengan belajar kehidupan ku akan terjamin, huhh sangat membosankan
" ungkap kudalam hatii dengan rasa jengkel.
Beberapa menit kemudian bel pulang berbunyi.
Ning Ning ningg.....
Pulangg adalah hal yang paling ditunggu tunggu setiap siswa.semua
siswa bergegas memasukan buku buku mereka kedalam tas. Sebelum meninggalkan
kelas seperti biasa ibu guru memberikan pr atau pekerjaan rumah kepada siswa.
"Baiklah, PR nya dirumah kerjakan evaluasi bab 4
halaman 75. Jangan lupaa ya anak anak, selamat Siang!" Ungkap ibu guru sembarii keluarr kelas.
Kemudian teman ku menghampiri kursi ku dan mengajak ku pulang.
"Ayooo mari kita pulangg!" ujar Dira.
Kami berjalan menuju koridor sekolah dan berpisah di
parkiran. Aku mengambil helm ku dan menaiki Scoopy kesayangan yang biasa kubawa
ke sekolah.
Setibanya di rumah, aku langsung kekamar ku dan membaringkan
diri di ranjang ku.Tak lama kemudian ibuku menghampiri ku kekamar dan menyuruh
ku segera bergegas untuk mengikuti les bimbel ku.
"Nakk..ayo bangun, makan dan siap siap.setelah makan
kan kamu harus pergi les tambahan bimbel, jangan sia sia in uang yang telah
kami keluarkan buat mu, liat Rere anak tetangga kita, Dia anak pintar dan rajin
kamu harus bisa seperti dia." ujar ibu ku.
Siapa yang senang dengan tuntutan seperti itu, orang tua ku selalu
menuntutku jadi ini lah itulah, dan selalu membandingkan ku dengan anak tetangga
ku. huttfff aku menghela nafas dan bersiap siap
pergi les bimbel ku.
Okeyy fine, Sekarang aku harus pergi les walaupun itu sangat
membosankan tetapi aku harus les jika tidak orangtuaku akan mencap ku sebagai
anak yang pemalas.
Ditengah perjalanan, aku menghentikan Scoopy kesayangan ku. Aku
memandang 'remaja' itu dengan raut wajah penasaran. Tampak remaja kumuh itu,
sebut saja namanya Nasya. Ia menangis
sembari memegang lembaran kertas yang terlihat lusuh terkena lumpur, setalah
aku bertanya dan berbincang dengannya akhirnya aku mengetahui penyebab remaja
itu bersedih. Yapp benar, remaja yang tadi itu ternyata menangis karena buku
pelajaran yang didapatkannya Minggu lalu dari seorang pemulung tua, terjatuh
tepat kedalam lumpur, akibat ada pengendara yang menyenggol tangannya ketika
berjalan ditrotoar.
Aku terpaku mendengar penjelasan remaja itu, ternyata dia
seorang pemulung yatim piatu yang hidup sebatang kara,yang terpaksa tidak
melanjutkan sekolahnya karena keterbatasan ekonomi.
Seketika aku bersyukur karena ternyata diluar sana banyak orang
yang kurang beruntung dibandingkan diriku sekarang.
Terimakasih Nasya, karena kejadian hari ini, aku menjadi
lebih bersyukur atas apa yang kumiliki sekarang.
Penulis : Siswa SMA N 1 PURBA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar