Kamis, 20 Oktober 2022

KAMIS FIRASYA

 


Karya : Ruth Mayoni Purba

 

    Hari ini adalah hari kamis. Fyuhhh. Hari yang penuh dengan tugas.Aku, Firasya Ardhita beranggapan bahwa hari kamis adalah hari yang menyebalkan.Hari ini adalah hari persatuan dari mata pelajaran matematika, fisika, kimia, ekonomi. Pusing? Itu pasti. Tapi kalau kita menikmati proses, pasti hari-hari kita menyenangkan.

    Sekedar info, aku adalah salah satu siswa kelas 11, SMA BANGKIT BERSAMA. Salah satu SMA swasta di kota ini.Pagi ini aku sudah rapi dengan seragam putih abu-abuku.Aku pun hendak keluar rumah,belum sampai ke depan rumah.Aku mendengar teriakan adikku.

"Ma,Ka Asya belum sarapan," lapor adikku pada mamaku. Asya nama panggilan spesial keluargaku padaku.

" Asya, kenapa belum sarapan? Nanti perutnya keroncongan, jadi nggak fokus belajar loh.Minimal makan sedikit nak, ingat sebelum melakukan sesuatu usahakan isi tenaga dulu. Supaya ada tenaga, sarapan. Nanti supaya kuat sekolahnya," Ucap mamaku menasehati.

"Iya ma, "balasku.Kemudian aku sarapan, dan beberapa saat kemudian aku sudah menyelesaikan sarapanku.

" Ma, udah. Aku berangkat ya,"pamitku pada mamaku.

"Iya, hati-hati, ".

Saat aku ingin keluar dari rumahku, ada pesan masuk. "Fira,nanti aku lihat jawaban matematika y?" Pesan itu dikirim oleh Nana, teman sekelasku. Aku mengabaikan pesan tersebut. Jawaban?Bahkan aku saja tidak tahu bahwa ada tugas matematika untuk hari ini. Saat ini aku begitu panik karena belum menyelesaikan tugas itu.

Aduhh gimana ini, bisa kena hukuman nanti pikirku, saat menuju depan rumah.Di mana motor yang akan kupakai terparkir. Aku menaiki motor dan memakai helm lalu melajukan motorku. Di tengah perjalanan menuju sekolah, Aku hampir menabrak seekor kucing, dikarenakan kepikiran dengan tugasku. Aku berhenti sejenak, dan menenangkan hati dan pikiran.Setelah itu aku kembali melajukan motorku dengan kecepatan 30Km/Jam.

     Setelah memasuki area sekolah, aku memarkirkan motorku ditempat biasa motorku kuparkirkan. Aku turun dari motor,membuka helm dan merapikan seragam serta rambutku yang kurang rapi. Aku memperhatikan sekitar ternyata sudah banyak siswa yang tiba di sekolah.Hari ini aku memang lebih lama sampai di sekolah dibandingkan hari-hari sebelumnya.Dikarenakan hari ini aku telat bangun tidur. Aku memasuki sekolah melalui gerbang utama.Di piket aku melihat beberapa guru. 

"Pagi bu, " ucap Firas pada Bu Lesley, guru piket pagi ini.

"Pagi, " balas Bu Lesley.Aku bersalamam dengan Bu Lesley.

      Bersalaman dengan guru piket adalah budaya positif yang baru-baru ini diterapkan di sekolah ini.Bukan hanya salam tetapi juga senyum dan sapa, atau seringnya disebut dengan 3s.

    Aku pun kemudian berjalan melewati koridor. Kelasku terletak di ujung, sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak untuk sampai ke kelasku. Sesampainya di kelas, aku melihat beberapa teman sekelasku yang sedang membersihkan kelas.

"Hai Fir," sapa Nana.

"Hai," ucapku datar.

"Ada apa? Kenapa wajahnya murung gitu?"

"Aku belum selesain tugas Na."

"Tugas mata pelajaran apa? "

"Matematika."

"Yahh padahal tadi niatnya aku  mau minta jawaban ny sama kamu, Far, "seketika raut wajah Nanda berubah menjadi lesu.

"Aduh gimana dong.Aku lupa ngerjainnya "

"Tumben, biasanya nggak pernah tuh nggak ngerjain."

"Iya, semalam aku ngantuk dan cape banget. "

"Kok bisa? "

"Kemaren setelah pulang ekskul, mamaku menyuruh aku belanja sesuatu dan aku sampai di rumah malam sekitar jam 20:00. Setelah itu aku langsung tidur. Aku kelupaan sama tugas matematika itu."

"Jadi tugas yang lain gimana? Aman? "

"Tugas yang lain aman, karena aku udah ngerjain kimia, ekonomi, fisika 2 hari yang lalu.  Kalau Nana gimana? "

"Kalau aku tugas matematika dan kimia nggak selesai. Aku ngerjain tugas dari google,jadi kalau mbak google nggak bisa jawab,tugas atau pr nggak kukerjain. Jawaban untuk soal-soal kimia kemaren juga kan nggak ada di google. Jadi kimia nggak kukerjain. Kalau tugas matematika mah nggak usah ditanyain. Biasanya juga kalau tugas matematika aku lihat jawabanmu Fir."

"Iya juga sih."

"Gapapa Fir, kalau tugas matematika lupain aja. Biasanya juga kan,nggak diperiksa juga. Gapapa itu. . Hukumannya juga pasti nanti nggak berat. "

"Tapi.. "

"Nggak ada tapi-tapian,sekarang berikan aku buku kimiamu " Sela Nana.

"Iyaa."

Aku pun mengambil buku kimiaku dari dalam tas. Setelah mendapatkannya aku memberikan buku itu pada Nana.

"Ini Na," ucapku.

"Iya, makasih ya, " balas Nana.

"Sama-sama."

Nana pun memindahkan jawaban itu kebukunya. Aku melihat jam di hpku. Astaga 4 menit lagi bel akan berbunyi pikirku.

"Oke, selesai," ucap Nana dengan wajah bahagia.

Kringgg.... (bel berbunyi, sekarang waktunya jam pertama dimulai)

Guru matematika memasuki ruang kelas kami.

"Selamat pagi bu," sapa kami pada Bu Mia.

"Selamat pagi, " balas Bu Mia.

   Bu Mia kemudian duduk di kursi di bagian paling depan.

"Baik untuk memulai aktivitas, ada baiknya kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa menurut agama atau kepercayaan masing-masing , berdoa dimulai. Berdoa selesai," ucap Bu Mia.

Sebelum memulai pembelajaran, Bu Mia mengabsen kami.

"Hari ini kita akan melanjutkan materi kita.Sekarang kita lanjut materi ke bab selanjutnya, "ucap bu Mia.

"Untung tugas itu nggak diperiksa,"bisik Nana padaku.

" Iya."sahutku.

"Sekarang kita masuk ke materi matriks. Disini siapa yang tau apa itu matriks?Tanya Bu Mia.

 Semua siswa diam membisu.

"Tidak ada? Baik sekarang saya akan menjelaskan apa itu matriks dan pembagiannya. Dengarkan",ucap Bu Mia dengan tegas.

"Baik bu."ucap kami serempak.

Bu Mia pun menerangkan materi.Bu Mia juga menyertakan beberapa pertanyaan dalam pengajarannya. Ada beberapa orang yang menjawab. Aku hanya bisa mendengar penjelasan Bu Mia.

" Baik sekian pembelajaran matematika hari ini.Untuk tambahan kerjakan Latihan 3.1 halaman 65,"ucap Bu Mia.

"Baik bu" sahut siswa kelas 11 IPA 4.

 Saat Bu Mia sudah  keluar kelas,anak berandalan kelas kami melakukan aksinya. Mengganggu orang lain. Yang menimbulkan keributan.

Lucard, ketua kelas kami maju ke depan.

"Woii, perhatian,"teriak Lucard.

"Apaan Luc?"Tanya Kagura.

"Pak Willy berhalangan hari, ada kepentingan katanya, jadi kita belajar mandiri. "

"Jarang-jarang ni kita free less ekonomi, "ucap Zilo.

"Bisa konser dadakan nih," ujar Angela,si artis kelas.

     Dan sekarang terjadilah beberapa kegiatan yg berbeda di kelas ini. Ada konser dadakan, acara gosip-menggosip, foto-foto,dan lain-lain. Kelas ini begitu ribut, tetapi tidak ada guru piket  yang menegur. Karena kelas kami jauh dari ruang piket.

Kringgg..... (Bel berbunyi, sekarang waktunya istirahat)

Semua orang berhamburan ke kantin. Ingin mengisi perut mereka yang kelaparan, mungkin. begitu juga dengan aku dan teman-temanku. Kami ke kantin untuk membeli beberapa makanan ringan, untuk dimakan di ruang kelas saat bercerita.

2 menit lagi akan bel jam pelajaran selanjutnya, aku dan teman-temanku memutuskan untuk ke kamar mandi.Sesampainya di kamar mandi. Aku melihat betapa banyaknya orang mengantri. Aku dan teman-temanku menunggu.

 

Kringgggg.... (Bel berbunyi, pertanda masuk jam pelajaran selanjutnya)

Aku begitu panik, tetapi masih ada 2 orang lagi masih berada di balik bilik kamar mandi. Jadi kami menunggu. Setelah mereka keluar, kami langsung berlari menuju kelas. Sesampainya di depan kelas, kami takut. Pembelajaran sudah dimulai. Aku dan temanku sailing menoleh.Dan kami memberanikan diri untuk mengetuk pintu.

Tok tok tok

Kami pun melangkahkan kaki kami ke dalam ruang kelas

"Permisi pak, ijin masuk,"ucapku .

"Keluar, " ucap Pak Lucion, salah satu guru fisika di SMA ini.

Kami pun keluar

5 menit kemudian Pak Lucion keluar ruangan

"Kalian tau kesepakatan yang sudah dibuatkan? " Tanya Pak Lucion.

    Dulu awal Pak Lucion masuk ke kelas kami, Pak Lucion tidak mengajar materi. Tetapi dia membuat kesepakatan bersama, contohnya jika tugas tidak dikerjakan diberi hukuman push up. terlambat masuk kelas atau bolos,lari keliling lapangan atau nilai rapor di bawah kkm dan masih banyak lagi. Setiap pelanggaran akan diberi hukuman sesuai dengan kesepakatan. Hukumannya begitu berat,ditetapkan dengan alasan agar siswa tidak melanggar suatu aturan yang dibuat.

"Tau pak, " ucap kami serempak.

"Apa?"

"Jika terlambat memasuki ruang kelas saat jam pelajaran, nilai kimia di rapor di bawah kkm, atau lari keliling lapangan sesuai menit keterlambatan pak."

"Bagus kalian masih mengingat kesepakatannya. Kalian pilih mana?"

Kami saling menoleh, dan sudah mendapatkan keputusan.

"Kami lari keliling lapangan pak," ujar Meysha.

"Kalian terlambat 6 menit. Lakukan hukuman kalian.6 putaran lapangan depan. Lakukan dengan baik. Pak satpam akan mengawasi kalian," jelas Pak Lucion.

"Tapi pak. Kami terlambatnya 6 menit doang pak. Tidak ada dispensasi pak? Bapak kan baik," tawar Melitha.

"Kesepakatan tetap jadi kesepakatan, tidak ada penambahan atau pengurangan dalam sebuah kesepakatan. Cepat lakukan hukuman kalian."

"Baik, permisi Pak, " ucap kami bersamaan.

Kami pun menuju lapangan depan, kami melihat disana sudah ada pak satpam.

"Bisa pingsan kita, kalau lari 6 putaran, " ucapku pada teman-temanku.

"Iya juga sih, tapi kan ini hukuman, kita harus lakukan, " ucap Nana.

"Tapi ini hukuman terlalu berat."

"Kan udah kesepakatan, ayoklah. "

    Kami pun mulai berlari memutari lapangan ini. Di putaran pertama sampai putaran ketiga semua baik-baik saja. Tetapi pada putaran keempat, Aku merasa mulai pusing. Tetapi aku tetap berlari untuk menuntaskan hukuman ini. Pada putaran kelima aku merasa kakiku tidak mampu lagi untuk menopang tubuhku,dan aku merasa kegelapan mulai meliputiku.

Setelah beberapa waktu

Kubuka mataku, sekarang aku berada di sebuah ruangan, disampingku ada Nana.

"Lama banget bangunnya," ujar Nana.

"Memangnya sekarang jam berapa?" Tanyaku.

"Jam 13:30."

"Hah? Apa iya? "

"Iya tuh lihat jam, " ujar Nana menunjuk jam dinding uks.

Selama itu batinku.

"Ayoklah ke kelas," ucapku pada Nana.

"Nggak usah, aku tadi udah izin sama Bu Merlin," sahut Nana.

"Okedeh."

Seandainya tadi kami nggak telat masuk kelas ini semua pasti nggak terjadi pikirku

     Dari hari ini aku belajar, bahwa kita tidak bisa menyepelekan hal-hal kecil,karena hal kecil itu dapat berdampak bagi kita. Terlambat masuk kelas, karena ke toilet itu sepertinya masalah kecil bagiku.Tetapi karena aku dan teman-temanku menyepelekan hal kecil tersebut, aku mendapat hukuman yang membuatku menjadi seperti sekarang.

    Setelah kupikir pikir, mungkin Pak Lucion sangat menghargai waktu. Jadi satu menit aja terlambat, itu sudah menjadi masalah. Jadi untuk kedepannya aku akan sangat memperhatikan hal-hal kecil yang ada di sekitarku.

Demikianlah ceritaku di hari kamis. Semoga kamisku selanjutnya tidak seburuk hari ini.

**SELESAI**

                        

      Penulis adalah siswa SMA Negeri 1 Purba

Editor:Natasya Purba

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...