Karya : Ruth
Mayoni Purba
Hari ini adalah
hari kamis. Fyuhhh. Hari yang penuh dengan tugas.Aku, Firasya Ardhita
beranggapan bahwa hari kamis adalah hari yang menyebalkan.Hari ini adalah hari
persatuan dari mata pelajaran matematika, fisika, kimia, ekonomi. Pusing? Itu
pasti. Tapi kalau kita menikmati proses, pasti hari-hari kita menyenangkan.
Sekedar info, aku adalah salah satu siswa kelas 11, SMA BANGKIT BERSAMA. Salah satu SMA swasta di kota ini.Pagi ini aku sudah rapi dengan seragam putih abu-abuku.Aku pun hendak keluar rumah,belum sampai ke depan rumah.Aku mendengar teriakan adikku.
"Ma,Ka Asya belum sarapan," lapor adikku pada
mamaku. Asya nama panggilan spesial keluargaku padaku.
" Asya, kenapa belum sarapan? Nanti perutnya
keroncongan, jadi nggak fokus belajar loh.Minimal makan sedikit nak, ingat
sebelum melakukan sesuatu usahakan isi tenaga dulu. Supaya ada tenaga, sarapan.
Nanti supaya kuat sekolahnya," Ucap mamaku menasehati.
"Iya ma, "balasku.Kemudian aku sarapan, dan
beberapa saat kemudian aku sudah menyelesaikan sarapanku.
" Ma, udah. Aku berangkat ya,"pamitku pada mamaku.
"Iya, hati-hati, ".
Saat aku ingin keluar dari rumahku, ada pesan masuk. "Fira,nanti aku lihat jawaban
matematika y?" Pesan itu dikirim oleh Nana, teman sekelasku. Aku
mengabaikan pesan tersebut. Jawaban?Bahkan aku saja tidak tahu bahwa ada tugas
matematika untuk hari ini. Saat ini aku begitu panik karena belum menyelesaikan
tugas itu.
Aduhh gimana ini, bisa kena hukuman nanti pikirku,
saat menuju depan rumah.Di mana motor yang akan kupakai terparkir. Aku menaiki
motor dan memakai helm lalu melajukan motorku. Di tengah perjalanan menuju
sekolah, Aku hampir menabrak seekor kucing, dikarenakan kepikiran dengan
tugasku. Aku berhenti sejenak, dan menenangkan hati dan pikiran.Setelah itu aku
kembali melajukan motorku dengan kecepatan 30Km/Jam.
Setelah memasuki
area sekolah, aku memarkirkan motorku ditempat biasa motorku kuparkirkan. Aku
turun dari motor,membuka helm dan merapikan seragam serta rambutku yang kurang
rapi. Aku memperhatikan sekitar ternyata sudah banyak siswa yang tiba di
sekolah.Hari ini aku memang lebih lama sampai di sekolah dibandingkan hari-hari
sebelumnya.Dikarenakan hari ini aku telat bangun tidur. Aku memasuki sekolah
melalui gerbang utama.Di piket aku melihat beberapa guru.
"Pagi bu, " ucap Firas pada Bu Lesley, guru piket
pagi ini.
"Pagi, " balas Bu Lesley.Aku bersalamam dengan Bu
Lesley.
Bersalaman
dengan guru piket adalah budaya positif yang baru-baru ini diterapkan di
sekolah ini.Bukan hanya salam tetapi juga senyum dan sapa, atau seringnya
disebut dengan 3s.
Aku pun kemudian
berjalan melewati koridor. Kelasku terletak di ujung, sehingga membutuhkan
waktu dan tenaga yang lebih banyak untuk sampai ke kelasku. Sesampainya di
kelas, aku melihat beberapa teman sekelasku yang sedang membersihkan kelas.
"Hai Fir," sapa Nana.
"Hai," ucapku datar.
"Ada apa? Kenapa wajahnya murung gitu?"
"Aku belum selesain tugas Na."
"Tugas mata pelajaran apa? "
"Matematika."
"Yahh padahal tadi niatnya aku mau minta jawaban ny sama kamu, Far, "seketika
raut wajah Nanda berubah menjadi lesu.
"Aduh gimana dong.Aku lupa ngerjainnya "
"Tumben, biasanya nggak pernah tuh nggak
ngerjain."
"Iya, semalam aku ngantuk dan cape banget. "
"Kok bisa? "
"Kemaren setelah pulang ekskul, mamaku menyuruh aku
belanja sesuatu dan aku sampai di rumah malam sekitar jam 20:00. Setelah itu
aku langsung tidur. Aku kelupaan sama tugas matematika itu."
"Jadi tugas yang lain gimana? Aman? "
"Tugas yang lain aman, karena aku udah ngerjain kimia,
ekonomi, fisika 2 hari yang lalu. Kalau
Nana gimana? "
"Kalau aku tugas matematika dan kimia nggak selesai.
Aku ngerjain tugas dari google,jadi kalau mbak google nggak bisa jawab,tugas
atau pr nggak kukerjain. Jawaban untuk soal-soal kimia kemaren juga kan nggak
ada di google. Jadi kimia nggak kukerjain. Kalau tugas matematika mah nggak
usah ditanyain. Biasanya juga kalau tugas matematika aku lihat jawabanmu
Fir."
"Iya juga sih."
"Gapapa Fir, kalau tugas matematika lupain aja.
Biasanya juga kan,nggak diperiksa juga. Gapapa itu. . Hukumannya juga pasti nanti
nggak berat. "
"Tapi.. "
"Nggak ada tapi-tapian,sekarang berikan aku buku
kimiamu " Sela Nana.
"Iyaa."
Aku pun mengambil buku kimiaku dari dalam tas. Setelah
mendapatkannya aku memberikan buku itu pada Nana.
"Ini Na," ucapku.
"Iya, makasih ya, " balas Nana.
"Sama-sama."
Nana pun memindahkan jawaban itu kebukunya. Aku melihat
jam di hpku. Astaga 4 menit lagi bel akan berbunyi pikirku.
"Oke, selesai," ucap Nana dengan wajah bahagia.
Kringgg.... (bel berbunyi, sekarang waktunya jam pertama
dimulai)
Guru matematika memasuki ruang kelas kami.
"Selamat pagi bu," sapa kami pada Bu Mia.
"Selamat pagi, " balas Bu Mia.
Bu Mia kemudian
duduk di kursi di bagian paling depan.
"Baik untuk memulai aktivitas, ada baiknya kita berdoa
terlebih dahulu. Berdoa menurut agama atau kepercayaan masing-masing , berdoa
dimulai. Berdoa selesai," ucap Bu Mia.
Sebelum memulai pembelajaran, Bu Mia mengabsen kami.
"Hari ini kita akan melanjutkan materi kita.Sekarang
kita lanjut materi ke bab selanjutnya, "ucap bu Mia.
"Untung tugas itu nggak diperiksa,"bisik Nana
padaku.
" Iya."sahutku.
"Sekarang kita masuk ke materi matriks. Disini
siapa yang tau apa itu matriks?Tanya Bu Mia.
Semua siswa diam
membisu.
"Tidak ada? Baik sekarang saya akan menjelaskan apa itu
matriks dan pembagiannya. Dengarkan",ucap Bu Mia dengan tegas.
"Baik bu."ucap kami serempak.
Bu Mia pun menerangkan materi.Bu Mia juga menyertakan
beberapa pertanyaan dalam pengajarannya. Ada beberapa orang yang menjawab. Aku
hanya bisa mendengar penjelasan Bu Mia.
" Baik sekian pembelajaran matematika hari ini.Untuk
tambahan kerjakan Latihan 3.1 halaman 65,"ucap Bu Mia.
"Baik bu" sahut siswa kelas 11 IPA 4.
Saat Bu Mia
sudah keluar kelas,anak berandalan kelas
kami melakukan aksinya. Mengganggu orang lain. Yang menimbulkan keributan.
Lucard, ketua kelas kami maju ke depan.
"Woii, perhatian,"teriak Lucard.
"Apaan Luc?"Tanya Kagura.
"Pak Willy berhalangan hari, ada kepentingan katanya,
jadi kita belajar mandiri. "
"Jarang-jarang ni kita free less ekonomi, "ucap
Zilo.
"Bisa konser dadakan nih," ujar Angela,si artis
kelas.
Dan sekarang
terjadilah beberapa kegiatan yg berbeda di kelas ini. Ada konser dadakan, acara
gosip-menggosip, foto-foto,dan lain-lain. Kelas ini begitu ribut, tetapi tidak
ada guru piket yang menegur. Karena
kelas kami jauh dari ruang piket.
Kringgg..... (Bel berbunyi, sekarang waktunya istirahat)
Semua orang berhamburan ke kantin. Ingin mengisi perut
mereka yang kelaparan, mungkin. begitu juga dengan aku dan teman-temanku. Kami
ke kantin untuk membeli beberapa makanan ringan, untuk dimakan di ruang kelas
saat bercerita.
2 menit lagi akan bel jam pelajaran selanjutnya, aku dan
teman-temanku memutuskan untuk ke kamar mandi.Sesampainya di kamar mandi. Aku
melihat betapa banyaknya orang mengantri. Aku dan teman-temanku menunggu.
Kringgggg.... (Bel berbunyi, pertanda masuk jam pelajaran
selanjutnya)
Aku begitu panik, tetapi masih ada 2 orang lagi masih berada
di balik bilik kamar mandi. Jadi kami menunggu. Setelah mereka keluar, kami
langsung berlari menuju kelas. Sesampainya di depan kelas, kami takut.
Pembelajaran sudah dimulai. Aku dan temanku sailing menoleh.Dan kami
memberanikan diri untuk mengetuk pintu.
Tok tok tok
Kami pun melangkahkan kaki kami ke dalam ruang kelas
"Permisi pak, ijin masuk,"ucapku .
"Keluar, " ucap Pak Lucion, salah satu guru fisika
di SMA ini.
Kami pun keluar
5 menit kemudian Pak Lucion keluar ruangan
"Kalian tau kesepakatan yang sudah dibuatkan? "
Tanya Pak Lucion.
Dulu awal Pak
Lucion masuk ke kelas kami, Pak Lucion tidak mengajar materi. Tetapi dia
membuat kesepakatan bersama, contohnya jika tugas tidak dikerjakan diberi
hukuman push up. terlambat masuk kelas atau bolos,lari keliling lapangan atau
nilai rapor di bawah kkm dan masih banyak lagi. Setiap pelanggaran akan diberi
hukuman sesuai dengan kesepakatan. Hukumannya begitu berat,ditetapkan dengan
alasan agar siswa tidak melanggar suatu aturan yang dibuat.
"Tau pak, " ucap kami serempak.
"Apa?"
"Jika terlambat memasuki ruang kelas saat jam
pelajaran, nilai kimia di rapor di bawah kkm, atau lari keliling lapangan
sesuai menit keterlambatan pak."
"Bagus kalian masih mengingat kesepakatannya. Kalian
pilih mana?"
Kami saling menoleh, dan sudah mendapatkan keputusan.
"Kami lari keliling lapangan pak," ujar Meysha.
"Kalian terlambat 6 menit. Lakukan hukuman kalian.6
putaran lapangan depan. Lakukan dengan baik. Pak satpam akan mengawasi
kalian," jelas Pak Lucion.
"Tapi pak. Kami terlambatnya 6 menit doang pak. Tidak
ada dispensasi pak? Bapak kan baik," tawar Melitha.
"Kesepakatan tetap jadi kesepakatan, tidak ada
penambahan atau pengurangan dalam sebuah kesepakatan. Cepat lakukan hukuman
kalian."
"Baik, permisi Pak, " ucap kami bersamaan.
Kami pun menuju lapangan depan, kami melihat disana sudah
ada pak satpam.
"Bisa pingsan kita, kalau lari 6 putaran, " ucapku
pada teman-temanku.
"Iya juga sih, tapi kan ini hukuman, kita harus
lakukan, " ucap Nana.
"Tapi ini hukuman terlalu berat."
"Kan udah kesepakatan, ayoklah. "
Kami pun mulai
berlari memutari lapangan ini. Di putaran pertama sampai putaran ketiga semua
baik-baik saja. Tetapi pada putaran keempat, Aku merasa mulai pusing. Tetapi
aku tetap berlari untuk menuntaskan hukuman ini. Pada putaran kelima aku merasa
kakiku tidak mampu lagi untuk menopang tubuhku,dan aku merasa kegelapan mulai
meliputiku.
Setelah beberapa waktu
Kubuka mataku, sekarang aku berada di sebuah ruangan,
disampingku ada Nana.
"Lama banget bangunnya," ujar Nana.
"Memangnya sekarang jam berapa?" Tanyaku.
"Jam 13:30."
"Hah? Apa iya? "
"Iya tuh lihat jam, " ujar Nana menunjuk jam
dinding uks.
Selama itu batinku.
"Ayoklah ke kelas," ucapku pada Nana.
"Nggak usah, aku tadi udah izin sama Bu Merlin,"
sahut Nana.
"Okedeh."
Seandainya tadi kami nggak telat masuk kelas ini semua
pasti nggak terjadi pikirku
Dari hari ini aku belajar, bahwa kita tidak
bisa menyepelekan hal-hal kecil,karena hal kecil itu dapat berdampak bagi kita.
Terlambat masuk kelas, karena ke toilet itu sepertinya masalah kecil
bagiku.Tetapi karena aku dan teman-temanku menyepelekan hal kecil tersebut, aku
mendapat hukuman yang membuatku menjadi seperti sekarang.
Setelah kupikir
pikir, mungkin Pak Lucion sangat menghargai waktu. Jadi satu menit aja
terlambat, itu sudah menjadi masalah. Jadi untuk kedepannya aku akan sangat
memperhatikan hal-hal kecil yang ada di sekitarku.
Demikianlah ceritaku di hari kamis. Semoga kamisku
selanjutnya tidak seburuk hari ini.
**SELESAI**
Penulis adalah siswa SMA Negeri 1 Purba
Editor:Natasya
Purba

Tidak ada komentar:
Posting Komentar