Karya : Rifael Damanik
Bel berbunyi menandakan pulang sekolah,
aku langsung bergegas menyusun buku ku dan memasukkannya kedalam tas dan keluar
dari kelas, berlari menuju parkiran dan segera menaiki kereta. Karena hari ini adalah jadwal
saya les.Saya pun berangkat dari sekolah menuju tempat bimbel lamanya ke tempat
bimbel sekitar 20 menitan. Selama di perjalanan aku terus kepikiran karena di
les aku tidak memiliki teman, padahal ini sudah kedua kalinya aku mengikuti
les.
Aku berjalan menuju ruangan E dilantai
tiga dimana ruangan itu tempat ku mengikuti bimbingan. Sembari berjalan yang
ada di benak ku hanyalah “Siapa ya teman ku nanti?”A ku sangat takut ketika
tidak ada seorang pun yang mau berteman dengan ku. Saat memasuki ruangan aku
merasa senang karena teman chat ku mendaftarkan dirinya ikut les bimbel itu dan
ternyata dia seruangan dengan ku. Namanya adalah Candra, sebelumnya kami hanya
chattingan di WA tak ku duga kami jadi teman baik di dunia real.
'"Haiii...Faell!”
"Haiii juga Candra!Senang
sekali bisa bertemu dengan mu. Btw, kamu duduk disini saja disampingku."
"Ide baguss tu,eh btw aku
beruntung sekali kamu mendaftar disini , aku jadi punya teman.”
"Lah Emang kenapaa
fael?"
"Sudah dua hari aku les,
tetap saja tidak ada yang mau berteman dengan ku."
"Mungkin mereka masih
merasa asing dengan mu bro, santai saja kan sekarang ada aku."
"Makasihh bang."
Aku sebenarnya memanggil dia dengan bang
karena saya asal berteman dengan orang baru, pasti panggil bang, karena Masih
sangat segan.
Dia juga mengajari dan meminjam
buku catatan nya pada ku karena saya terlambat jadi ke tinggalan materi lah.
“Ini
mbia buku catatan ku, ku tengok udah ketinggalan materi kau," ucapnya
.
"Ehhh makasih ya
bang."
Bel pun tiba dan waktunya break
selama 15 menit.
"Fael ayok keluar, bosan
ma dah mbia ibagas ruangan on, panas tumang," ucapnya dengan bahasa
Simalungun.
Dikarenakan dia juga dia adalah
orang Simalungun asli.
Kami pun pergi
keluar, di loteng lantai tiga kami saling bertukar cerita.
"Jangan
malu kau berkawan samaku ya mbia, aku orang nya ga terlalu pintar dan ga
terlalalu bodoh si wkwkwk, dan
aku orangnya nolep di sekolah, ga punya kawan gitu la," ucapnya.
"Ngapain aku malu
berkawan sama mu, kau pun baik nya," ujarku.
"Asal la dah,"
ucapnya.
Setelah itu dia bercerita, dimana tempat
kost nya, ternyata tempat kost nya berada hampir di belakang tempat les,
sekitar 300 meter dari tempat les. Dan ternyata dia bukan orang asli
seribudolok, dia orang tua nya tinggal di Pekanbaru tetapi dia sekolah di
Sumatra Utara. Ternyata mulai SMP sudah bersekolah di Sumatra Utara.
Pulang les pun tiba, kami sama turun ke
bawah, setelah sampai dirumah akupun chat dia lewat WhatsApp, dan aku chat dia
dengan ucapan,
"Makasih ya bang udah mau
kawani aku di tempat bimbel, ku kira aku ga akan punya kawan hehe."
Balas nya "Oke mbia."
"Besok aku kosong nih
ayok jalan-jalan? "
"Gas tapi kita pergi
sepulang gereja ya," balas nya dengan fast respon dia membalas chat ku.
Besoknya pun tiba kira - kira sekitar jam satu
dia pun men chat aku dengan typingnya
"Gas hari ini jam dua," dan
balasan ku "Oke." Ternyata sudah hampir jam dua, akupun langsung
bergegas, lalu aku mendengar notif hp ku, ternyata itu pesan dari Candra.
"Hujannya di sini mbia,
kita tunggu dulu reda hujan ini ya," ucapnya dengan pesan WhatsApp.
"oh oke."
Ternyata sudah
sampai jam 3 hujan tak kunjung berhenti lalu Candra chat aku dan isi chatnya.
"Lain kali lah kita jalan
jalan, karna hujannya nanti basah kita."
"Kita tunggu aja reda
hujannya, kalo semisal sore reda, liat sunset lah kita, pokoknya kabari aja
kalo udah reda Yaa."
Selang waktu satu jam Candra pun
telfon aku.
"Datang lah kau udah reda
hujannya," ucap Candra lewat telfon
"Oke otw tunggu ya."
"Hmm okeeee," ucapnya.
Akupun langsung bergegas cuci
wajah dan ganti baju dan pergi ke seribudolok dan akhirnya tiba di tempat kost
nya. Pada saat itu aku membawa dia ke suatu tempat, Sippan nama tempatnya.
"Dimananya Sippan pel,"
ucapnya.
Lantas ku jawab "Ehe
ayola seloo kau."
Dan akhirnya pun kami sampai.
Paling janggal yang aku rasa dia
nanya "Kau mau minum apa? Biar ku pesan."
"Terserah apa yang kau
pesan sama mu itu juga sama ku," ucapku.
"Oke," sahutnya.
Ehhhh ternyata dia mesan Energen,
padahal aku sebenarnya tidak menyukai Energen, karena pikiran ku "Apa itu
nongkrong minum Energen?" Karena minuman kesukaan ku sewaktu nongkrong
adalah kuku Bima susu. Aku merasa jengkel, tapi aku maklum karena dia itu
jarang nongkrong, tapi sangat lucu rasaku nongkrong minum susu Energen, tapi ya
sudahlah yang paling penting itu mensyukuri apa yang ada. Kami pun minum dan
bercerita random tentang pahitnya kehidupan ini.
Lalu aku bertanya “Apa nya
cita cita mu Can?"
“Mau jadi angkatan," ucapnya
dengan tegas.
“Wess..... Keren cokk.
Pokoknya semangat la banyak banyak berusaha dan berdoa ya wkwkwl."
“Siap laksanakan," ucapnya.
"Kau Pel cita- cita mu jadi apa?"
Tanyanya.
"Kalo aku cita-cita ku mau jadi pegawai
bank."
"Lah,,,,, kau kan jurusan IPA nya
ngapain kau ngambil jurusan itu," ucapnya dengan tertawa.
"Kan gaada
salah nya mencoba hehe."
"Iya
si,.pokoknya semangat la juga kau biar sukses kita di kemudian hari," ucapnya
dengan tersenyum.
Setelah
kami siap minum dan bercerita kami pun pergi kebawah untuk menikmati keindahan
alam yang ada disana pada sore hari itu pemandangannya sangat indah, apalagi
sunsetnya yang begitu indah memanjakan penglihatan dan kami pun kebawah
berfoto-foto.
Mulai saat itu
kami semakin akrab, saling bertukar cerita, saling mendukung dan menjadi tempat
pulang dan menjadi teman sekaligus tempat bergantung, teman yang harus kita
cari kapanpun dan dimana pun.
Hahahaha, begitulah cerita ku, aku hanya memberikan pesan
untuk kita semua bahwa sahabat merupakan orang yang memiliki kedekatan emosional
dengan kita. Sahabat bisa menjadi teman yang paling setia di saat suka dan
duka. Tentunya sangat beruntung bagi siapa pun yang memiliki teman baik atau
sahabat yang bisa menemani kamu dalam kondisi apapun. Begitulah sejatinya
seorang sahabat, meski mereka tidak bisa membuat semua masalah yang kita hadapi
menghilang, namun mereka tak akan pernah menghilang di saat kita memiliki
masalah. Mereka akan mendukung dan membantu sebisa mungkin.
Editor : Astrid M Purba
Penulis Siswa SMA N 1 Purba 2022

Tidak ada komentar:
Posting Komentar