Jumat, 21 Oktober 2022

Si Remaja Nakal


                 

  

 Karya oleh : Jhon hermanto purba

  

       Kringg....

Bunyi  bel pertanda bahwa proses belajar mengajar di SD Maju Bersama telah usai. Siswa-siswi langsung berhamburan keluar bagaikan mengejar sesuatu yang sangat berharga. Tak kalah juga kepada komplotan boys yang lumayan nakal itu. Mereka adalah siswa kelas 5 di SD Maju Bersama, yaitu : Sani, Bima, dan Surya.Ya nama yang sangat indah tapi mungkin bukan dengan sifatnya.

                Prak.. Prokk bunyi suara sepatu dari komplotan boys yang sedang membagi dua jalan Raya itu. Namanya anak nakal, memborong jalan adalah hobi mereka seakan-akan mereka mempunyai cadangan nyawa yang bisa diganti dikala sudah habis.

                 Di setengah perjalanan mereka melihat sebuah sepeda butut, mungkin itu sepeda zaman penjajahan pada masanya.

  "Ehh, wee coba kalian lihat itu!!," ujar Bima sambil menunjuk.

"Apaan Bim," ucap Sani.

"Ituloh, yang didepan rumah itu," ucap Bima.

"Ohh, sepeda emang mau kita apain sepeda itu...?," kata Sani menimpali.

"Ya elahhh broo, ngelag aja sih otakmu. Ya dipakelah masa digoreng," ujar Bima dengan geram.

    "Oii Bim, jangan bilang kita mau mencurinya ya, kita udah sering membuat masalah masa mau kau tambahi lagi," ucap Surya menasehati.

  "Stop... Stopp dulu broo, Aku pertegaskan  kita bukan mencuri tapi kita memakainya.oke!!," ujar Bima menyakinkan.

 "Memakai tanpa izin itu sama dengan mencuri loh Bim,"ucap Surya.

" Iyalah, suka mu saja. Emang kau nggak mau pulang cepat apa?, "tegas Bima.

" Iya juga sih Bim, tapi gimana kalo kita ketahuan nanti??," ucap Surya.

  "Tenang aja, kita nggak ketahuan kok."ucap Bima.

" Yoklahh, kita gaskan,"ucap Surya dengan rasa yang bimbang.

    

                 Bima langsung mengambil kendali, pelan-pelan dia masuk kedalam pekarangan rumah itu, sementara kedua temannya tadi berada di pinggir jalan sekaligus melihat situasi disana.

 Hanya dalam hitungan detik sepeda ontel itu sudah raip ditangan Bima sianak jalang itu. Dihampirinya kedua temannya yang berada disisi jalan yang sedang menunggu kedatangannya.

 "Yok, cepatan naik, nanti keburu kakeknya datang," ucap Bima terengah-engah.

"Tapi aku takut Bim, nanti kita ketahuan." ucap Sani dengan wajah cemas.

"Ya elahh, kamu mau naik gak, " ucap Bima.

 

                 Mendengar adanya suara  berbisik diluar si kakek terbangun dari tidurnya. Dan karena penasaran, Dia bergegas keluar dan mengecek kondisi diluar rumahnya itu.

"Woii...,malingg," ucap sang Kakek dengan suara lantang. Tapi apalah daya sepeda ontel sudah melaju kencang tepat didepan penglihatannya.

 "Dasar, anak nakal. Tunggu besok habis kalian kubuat," batin kakek dengan marah.

Kemudian sangat Kakek masuk kembali kedalam rumah dengan wajah kesal, sambil berpikir gimana caranya Dia dapat bertemu kembali dengan para bocil itu.

 "Hmmm, awas besok kalian, " gumam kakek yang sepertinya telah mendapatkan ide baru untuk menangkap para bocah itu.

Ditempat lain, tampak ada tiga orang anak yang sedang menaiki sepeda yang kelebihan beban, sampai-sampai terdengar suara gesekan antara jalan dengan ban sepeda ontel itu.

"Wehh, Bim. Gimana kalau besok pagi kita dihadang kakek itu dijalan, " ucap Surya.

"Nggak usah takut serahin aja padaku, " ucap Bima sambil menggoyah sepeda ontel itu.

      Tak berselang beberapa lama, mereka pun sampai dirumahnya masing-masing dan Bima mengambil alih kendali untuk membawa sepeda itu ke rumahnya.

Keesokan paginya mereka berangkat bersama-sama ke sekolah tentunya dengan menaiki sepeda ontel itu. Tiba-tiba, saat diperjalanan sepeda itu rusak.

"Yah, astaga sepeda butut tak ada guna, " ucap Bima dengan kesal.

"Sudah yang dicuri, rusak lagi. " ucap Sani menambahi.

"Ya sudah, kita tinggalin saja sepedanya disini, " kata Surya.

                 Kemudian mereka bertiga pun pergi meninggalkan sepeda itu. Tak berapa lama berjalan mereka   akhirnya melewati rumah kakek itu. 

"Heyy, anak nakal. " ujar sang Kakek.

"Aihh, gawat nih. " ucap Bima.

"Waduh, mampus kita kali ini, " ucap Surya dengan datar.

"Haaa, mau lari kemana kalian. Habis kali ini kalian kubuat, " kata Kakek dengan geram.

"Ma.. maafkan kami kek, kami tidak sengaja. " ucap Surya ketakutan.

"Kami diajak Bima kek, "ucap Sani sambil menunjuk.

"Iya kek, Bima yang mengajak kami membawa lari sepeda kakek, " ucap Surya menimpali.

   "Maafkan aku teman-teman, aku yang salah." ucap Bima sambil menunduk.

"Iyaa Bim, ini bukan salah kamu juga kok. Tapi salah kita semua. Aku juga minta maaf karna udah memojokkan mu tadi, " ucap Surya dengan bersalah.

"Udah.. udah, sekarang bukan saatnya saling menuduh. Apa yang telah kalian perbuat, harus kalian pertanggungjawabkan, " ucap kakek menasehati.

 "Iya kek, kami minta maaf. " ucap Sani.

"Ya udah, kalo kalian mau kakek maafkan, besok pagi kalian harus bawa balik sepeda itu kesini tanpa ada sedikitpun yang rusak!!!"

"Baik kek, kami akan memperbaikinya, " ucap Bima.

"Iya kek, kami janji akan bawa sepeda itu besok pagi kesini, " kata Surya.

"Iya, udah.. udah. Kakek udah maafin kalian. Sekarang cepat sana nanti kalian telat sekolahnya. " Iya kek, kami pergi dulu ya kek. "ucap Bima.

  " Iya, Hati-hati dijalan ya nak.

"Baik Kek, " ucap mereka serentak.

         Setelah berpamitan, mereka bertiga kembali melanjutkan perjalanannya ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Mereka pun berencana setelah pulang sekolah nanti akan langsung memperbaiki sepeda ontel tersebut.Bertanggung jawab atas perbuatan sendiri adalah tindakan yang sangat tinggi nilainya. Kemudian mereka akhirnya sampai disekolah yang bertepatan juga dengan bunyi bel masuk kelas. Mungkin itu suatu berkat bagi mereka karna hari ini mereka tidak telat seperti biasanya. Dengan kecepatan dan percepatan maksimal mereka langsung berlari kencang sebelum guru les pertama masuk ke kelas mereka.

          Tak terasa, matahari sudah mulai terik, jarum jam sudah menunjuk angka dua belas yang waktunya pembelajaran di sekolah itu akan segera usai. Setelah itu mereka bertiga pun  langsung pergi ke tempat sepeda yang mereka tinggalkan tadi pagi itu. Mereka langsung membawa sepeda itu ke bengkel dan langsung memperbaikinya. Tidak hanya memperbaiki mereka juga memodifikasi sepeda itu menjadi lebih keren agar siKakek nanti senang melihat sepedanya yang sudah bagus,"batin mereka.

            Setelah usai, mereka langsung membawa sepeda ontel kerumah kakek itu dengan suasana hati yang bahagia. Mereka pun langsung memberikan sepeda itu kepada kakek  yang sudah renta itu. Dengan wajah yang berseri-seri Sikakek pun sangat senang menerima balik sepedanya yang sudah lebih bagus dari sebelumnya. Sebagai ucapan terimakasihnya Kakek pun memberikan uang jajan dan mengajak mereka untuk makan kerumahnya. Disela-sela sedang makan mereka berempat pun berbincang-bincang dan bersenda gurau.Tak hanya itu, sebelum mereka pulang siKakek pun berpesan agar mereka tidak melakukan kesalahan seperti itu lagi dan dapat menjadi orang yang bisa membahagiakan kedua orangtuanya masing-masing.

   "Ternyata, seberat apapun masalah dan seburuk apapun perbuatan kita kalau kita mau mempertanggungjawabkan dan mengakuinya pasti akan selalu ada jalan keluarnya," Batin tiga orang sahabat karib itu.

 

Editor : Elimanson Sipayung

Penulis adalah siswa SMA N 1 PURBA 2022

                 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...