Karya Oleh Elimanson
sipayung
Pada suatu pagi seorang pria bernama
Arda yang berumur 20 tahun ,dia sangat suka berpetualangan dengan mendaki
gunung dan dia merupakan seorang yang suka dengan kesendirian dan menikmati
kesunyian di kala dia mendaki gunung. Pada pagi itu dia bersiap-siap untuk
bergegas pergi ke gunung Rinjani untuk mendaki gunung tersebut, setelah dia
beres-beres dia berpamitan pada orang tuanya dan memulai perjalanannya dengan
sepeda motornya selang waktu berjalan setelah perjalanan 2 jam dari rumahnya
diapun tiba di kaki gunung Rinjani tersebut, dia menitipkan sepeda motornya di
warung di kaki gunung tersebut dan dia pun memluai perjalanan untuk mendaki
gunung tersebut dan membawa semua peralatan yang telah dia persiapkan.
Selang waktu
berjalan diapun sampai di 2 km pertama
gunung tersebut dan bertepatan pada jam 18.00. Ardapun mulai membenahi
tenda untuk istirahat, disana diapun mencari kayu bakar untuk membuat api
unggun. Tiba-tiba dia mendengar suara yang mengatakan "tolong
tolong", dia mengira suara tersebut hanya imajinasinya tetapi suara
tersebut terus berkumandang di telinganya dan diapun mencari suara tersebut.
Suara itu merupakan seorang wanita yang terjatuh ke lubang sumur di pegunungan
tersebut tak pikir lama Arda pun berlari ke tendanya untuk mengambil tali untuk
menolong wanita tersebut. Setelah dia berhasil mengeluarkan wanita tersebut
diapun berkata.
“Kamu gak papa
kan?"
"Nggak papa kok
cuma kaki kiri ku sepertinya terkilir,” saut wanita tersebut.
Lalu Arda pun mengajak perempuan tersebut ke
tenda yang telah di siapkan sebelumnya dan dia pun mengobati kaki wanita
tersebut dan mereka saling berbincang, sahut Arda.
"Ngomong-ngomong namaku Arda,” sambil
mengulurkan tangannya untuk berkenalan
dan saut wanita tersebut .
"Ooh aku Dinda,"
sambil membalas jabatan tangan Arda.
"Kok bisa sih kamu terjebak di lubang
sumur itu,"
"Ceritanya gini, tadikan
aku sempat kebingungan arah jalan gunung ini, terus aku lihat ada petunjuk
jalan yang melekat di pohon karna saking fokusnya melihat petunjuk yang di
pohon itu aku nggak lihat ada sumur yang tertutupi dedaunan terus nyungsep deh
ke dalam,”
"Ooh makanya kalo eksplor
sendirian kudu hati hati neng," ucap Arda dengan logat jawanya.
Setelah Arda mengobati kaki Dinda diapun
memasang tenda Dinda untuk tempat Dinda tidur dan beristirahat, selang waktu
berjalan mereka pun bergegas untuk tidur di tenda masing masing dan melanjutkan
perjalanan mereka di pagi hari mereka berdua merupakan pendaki yang memiliki
tujuan yang sama yaitu menuju puncak dari gunung Rinjani tersebut. Keesokan
harinya merekapun terbangun di pagi hari ditemani dengan dingin nya pagi itu
dan Sunrise, Ardapun membuat sarapan untuk mereka berdua sebelum memulai
perjalanannya lagi. Arda bertanya kepada
Dinda,
"Kaki kamu udah baikan
kan?"
"Udah baikan kok udah
bisa jalan juga ,"
"Ohh kalo gitu kita siap siap aja dulu
terus kita lanjut perjalanan kita,"
"Okeh," saut wanita
tersebut dengan penuh semangat.
Merekapun
melanjutkan perjalanan mereka, di sepanjang perjalanan merekapun saling membantu
masing-masing dalam melawati rintangan gunung tersebut di perjalanan tersebut
mereka mengobrol untuk memperdalam hubungan mereka. Disana mereka tertawa dan
bercanda gurau sambil menikmati perjalanan mereka, setelah 7 jam perjalanan
mendaki gunung tersebut mereka akhirnya samapai di puncak gunung Rinjani,
disana mereka tersenyum lega dan menikmati keindahan sunset di sore itu. Disana
Arda mulai merasakan mulainya tumbuh perasaan suka pada wanita yang bernama
Dinda tersebut, disana jantungnyq berdebar Karena itu merupakan suasana pertama
untuknya dia berkata pada dirinya.
"Wah perasaan apa ini
jantung ku serasa berdetak kencang ketika berada di dekatnya, apakah ini yang
di maksud dengan emosional cinta."
Kemudian Dinda menarik tangan
Arda dan Mereka berfoto bersama sebagai kenangan bahwa mereka pernah melakukan perjalanan bersama.
Selang waktu berjalan waktu mulai gelap
merekapun mendirikan tendanya masing masing dan mulai mencari kayu bakar untuk
membuat api unggun, setelah api menyala merekapun duduk bersama dan menikmati
secangkir teh dan keindahan bintang dan sinar cakrawala di malam hari itu, Arda
merasa bahwa wanita yang berada di sampingnya tersebut merupakan seorang yang
cocok dengannya karena ketika berada di sampingnya Arda merasa nyaman.
Sebelumya Arda merupakan seorang pria yang tidak suka pergaulan dia lebih suka
menyendiri dengan menikmati alam namun kini dia sudah merasakan tentang
indahnya jika memiliki seorang teman yang benar dia inginkan. Dia berancana
ingin mengungkapkan perasaannya kepada Dinda di pagi hari.
Sesampai di pagi hari dia mulai
mengumpulkan keberaniannya untuk mengungkapkan perasaannya, tetapi dia terus
berpikir bahwa ketika dia mengungkapkannya dia takut untuk ditolak diapun
mengurungkan niatnya untuk mengungkapkan perasaannya tersebut. Selang waktupun
Meraka bergegas untuk berangkat pulang dan menuruni gunung tersebut, selama
perjalanan Arda terus bertanya tanya dalam hatinya.
"Pria seperti saya mana
mungkin layak untuk wanita secantik dia,saya hanya seorang yang memiliki
keluarga sederhana sedangkan dia merupakan seorang yang berasal dari keluarga
ternama,"
Dia mengatakan tersebut karena mereka
telah berbincang satu sama lain tentang status dan keluarga mereka masing
masing meskipun Arda tau bawha Dinda merupakan seorang wanita yang singel,
tetapi Arda merasa malu untuk mengungkapkan perasaannya akibat status mereka
yang berbeda jauh, selama perjalanan Arda hanya terdiam dan merenung tentang
perasaan yang iya rasakan dia terus bertanya dalam hatinya apakah dia akan
mengungkapkannya atua hanya memendamnya sampai perpisahan yang akan mereka
jalani, sedangkan Dinda terus bercerita tentang masa smanya dulu yang penuh
dengan kenangan. Arda hanya menganggukk dan merespon cerita Dinda dengan
singkat.
Setelah perjalanan selama 6 jam merekapun tiba di kaki gunung Rinjani
tersebut, tetapi hari mulai gelap dan merekapun berencana mendirikan tendanya
masing masing di samping warung yang berada di kaki gunung tersebut setelah
mereka menyiapkan tendanya tersebut merekapun beristirahat dan melanjut
perjalanan di pagi hari. Keesokan paginya Mereke berencana untuk pulang ke
rumah masing-masing, suasana Dinda menunggu kakaknya untuk menjemput, kakaknya
merupakan pemilik sebuah penginapan di daerah pegunungan tersebut.
Ardapun melihat Dinda sendiri
menunggu kakaknya, diapun menemani sang wanita yang dia sukai tersabut, diasana
mereka saling mengucapkan kata perpisahan sebelum mereka pulang ketujuannya
masing masing. Diasana Arda benar benar ingin mengutarakan perasaannya dia
mengumpulkan semua niatnya dan mengatakan dalam hatinya.
"Akan kulakukan sekarang
atau tidak sama sekali."
Diapun berjalan ke arah Dinda dengan perasaan
grogi dan mengucapkan,
"Dinda aku menyukaimu aku
memendam perasaan ini sejak kita berada di puncak gunung itu. Ini merupakan
kali pertamanya aku mengutarakan perasaan kepada seorang wanita, aku hanya
ingin mengutarakan apa yang ada dalam hatiku kalopun kau tidak membalasnya
tidak apa apa kok itu keputusanmu sendiri. Sekian dan terima kasih atas hal yang
telah kita lakukan bersama selama 2 hari terakhir ini, pengalaman ini merupakan
hal yang berarti untukku akan ku ingat ini selamanya."
Ardapun menjabat tangan Dinda
dan mengucapkan selamat tinggal kepadanya , diapun menuju sepeda motornya dan
bergegas untuk pulang. Tak lama kemudian Arda merasa ada yang memegang
punggungnya dan dia menoleh ke belakang dan itu merupakan Dinda yang tersenyum
manis kepadanya dan mengucapkan
"Aku terima kok perasaan
kamu lagian kamu itu orangnya asik meskipun kamu itu lugu, dan hal lain yang
aku sukai dari kamu itu adalah kamu itu pria yang suka dengan kesunyian kan
kita sama sama memiliki kebiasaan yang sama tersebut mulai sekarang kita akan menikmati suasan
tersebut bersama."
Arda pun tersenyum dan memeluk Dinda dengan
erat dan tertawa dengan lega dan di penuhi perasaan gembira. Sejak saat itu
merekapun menjalin hubungan sebagai pacar dan mereka sering melakukan pendakian
bersama sama.
Ada dua hal yang dapat kita simpulkan dari
cerita tersebut yang pertama yaitu,
"Bahwa kesendirian itu
terkadang menyenangkan dan damai tetapi terkadang juga dapat menimbulkan
kesepian, untuk itu kita perlu seseorang yang benar benar mau menemani kita di
kesunyian tersebut."
Yang kedua adalah
"Jika kamu memendam
perasaan kepada seseorang ungkapkan saja karena jika tidak maka kamu akan
bertanya tanya selamanya."
Editor: Jhon Hermanto Purba
Penulis adalah siswa SMA N 1 PURBA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar