Rabu, 19 Oktober 2022

CINTA DAN PETUALANGAN

 


Karya Oleh Elimanson sipayung

 

       Pada suatu pagi seorang pria bernama Arda yang berumur 20 tahun ,dia sangat suka berpetualangan dengan mendaki gunung dan dia merupakan seorang yang suka dengan kesendirian dan menikmati kesunyian di kala dia mendaki gunung. Pada pagi itu dia bersiap-siap untuk bergegas pergi ke gunung Rinjani untuk mendaki gunung tersebut, setelah dia beres-beres dia berpamitan pada orang tuanya dan memulai perjalanannya dengan sepeda motornya selang waktu berjalan setelah perjalanan 2 jam dari rumahnya diapun tiba di kaki gunung Rinjani tersebut, dia menitipkan sepeda motornya di warung di kaki gunung tersebut dan dia pun memluai perjalanan untuk mendaki gunung tersebut dan membawa semua peralatan yang telah dia persiapkan.

      Selang waktu berjalan diapun sampai di 2 km pertama  gunung tersebut dan bertepatan pada jam 18.00. Ardapun mulai membenahi tenda untuk istirahat, disana diapun mencari kayu bakar untuk membuat api unggun. Tiba-tiba dia mendengar suara yang mengatakan "tolong tolong", dia mengira suara tersebut hanya imajinasinya tetapi suara tersebut terus berkumandang di telinganya dan diapun mencari suara tersebut. Suara itu merupakan seorang wanita yang terjatuh ke lubang sumur di pegunungan tersebut tak pikir lama Arda pun berlari ke tendanya untuk mengambil tali untuk menolong wanita tersebut. Setelah dia berhasil mengeluarkan wanita tersebut diapun berkata.

 “Kamu gak papa kan?"

 "Nggak papa kok cuma kaki kiri ku sepertinya terkilir,”  saut wanita tersebut.

 Lalu Arda pun mengajak perempuan tersebut ke tenda yang telah di siapkan sebelumnya dan dia pun mengobati kaki wanita tersebut dan mereka saling berbincang, sahut Arda.

 "Ngomong-ngomong namaku Arda,” sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan  dan saut wanita tersebut .

"Ooh aku Dinda," sambil membalas jabatan tangan Arda.

 "Kok bisa sih kamu terjebak di lubang sumur itu,"

"Ceritanya gini, tadikan aku sempat kebingungan arah jalan gunung ini, terus aku lihat ada petunjuk jalan yang melekat di pohon karna saking fokusnya melihat petunjuk yang di pohon itu aku nggak lihat ada sumur yang tertutupi dedaunan terus nyungsep deh ke dalam,”

"Ooh makanya kalo eksplor sendirian kudu hati hati neng,"  ucap Arda dengan logat jawanya.

       Setelah Arda mengobati kaki Dinda diapun memasang tenda Dinda untuk tempat Dinda tidur dan beristirahat, selang waktu berjalan mereka pun bergegas untuk tidur di tenda masing masing dan melanjutkan perjalanan mereka di pagi hari mereka berdua merupakan pendaki yang memiliki tujuan yang sama yaitu menuju puncak dari gunung Rinjani tersebut. Keesokan harinya merekapun terbangun di pagi hari ditemani dengan dingin nya pagi itu dan Sunrise, Ardapun membuat sarapan untuk mereka berdua sebelum memulai perjalanannya lagi.  Arda bertanya kepada Dinda,

"Kaki kamu udah baikan kan?"

"Udah baikan kok udah bisa jalan juga ,"

 "Ohh kalo gitu kita siap siap aja dulu terus kita lanjut perjalanan kita,"

"Okeh," saut wanita tersebut dengan penuh semangat.

        Merekapun melanjutkan perjalanan mereka, di sepanjang perjalanan merekapun saling membantu masing-masing dalam melawati rintangan gunung tersebut di perjalanan tersebut mereka mengobrol untuk memperdalam hubungan mereka. Disana mereka tertawa dan bercanda gurau sambil menikmati perjalanan mereka, setelah 7 jam perjalanan mendaki gunung tersebut mereka akhirnya samapai di puncak gunung Rinjani, disana mereka tersenyum lega dan menikmati keindahan sunset di sore itu. Disana Arda mulai merasakan mulainya tumbuh perasaan suka pada wanita yang bernama Dinda tersebut, disana jantungnyq berdebar Karena itu merupakan suasana pertama untuknya  dia berkata pada dirinya.

"Wah perasaan apa ini jantung ku serasa berdetak kencang ketika berada di dekatnya, apakah ini yang di maksud dengan emosional cinta."

Kemudian Dinda menarik tangan Arda dan Mereka berfoto bersama sebagai kenangan bahwa mereka  pernah melakukan perjalanan bersama.

       Selang waktu berjalan waktu mulai gelap merekapun mendirikan tendanya masing masing dan mulai mencari kayu bakar untuk membuat api unggun, setelah api menyala merekapun duduk bersama dan menikmati secangkir teh dan keindahan bintang dan sinar cakrawala di malam hari itu, Arda merasa bahwa wanita yang berada di sampingnya tersebut merupakan seorang yang cocok dengannya karena ketika berada di sampingnya Arda merasa nyaman. Sebelumya Arda merupakan seorang pria yang tidak suka pergaulan dia lebih suka menyendiri dengan menikmati alam namun kini dia sudah merasakan tentang indahnya jika memiliki seorang teman yang benar dia inginkan. Dia berancana ingin mengungkapkan perasaannya kepada Dinda di pagi hari.

      Sesampai di pagi hari dia mulai mengumpulkan keberaniannya untuk mengungkapkan perasaannya, tetapi dia terus berpikir bahwa ketika dia mengungkapkannya dia takut untuk ditolak diapun mengurungkan niatnya untuk mengungkapkan perasaannya tersebut. Selang waktupun Meraka bergegas untuk berangkat pulang dan menuruni gunung tersebut, selama perjalanan Arda terus bertanya tanya dalam hatinya.

"Pria seperti saya mana mungkin layak untuk wanita secantik dia,saya hanya seorang yang memiliki keluarga sederhana sedangkan dia merupakan seorang yang berasal dari keluarga ternama,"

       Dia mengatakan tersebut karena mereka telah berbincang satu sama lain tentang status dan keluarga mereka masing masing meskipun Arda tau bawha Dinda merupakan seorang wanita yang singel, tetapi Arda merasa malu untuk mengungkapkan perasaannya akibat status mereka yang berbeda jauh, selama perjalanan Arda hanya terdiam dan merenung tentang perasaan yang iya rasakan dia terus bertanya dalam hatinya apakah dia akan mengungkapkannya atua hanya memendamnya sampai perpisahan yang akan mereka jalani, sedangkan Dinda terus bercerita tentang masa smanya dulu yang penuh dengan kenangan. Arda hanya menganggukk dan merespon cerita Dinda dengan singkat.

Setelah perjalanan selama 6 jam merekapun tiba di kaki gunung Rinjani tersebut, tetapi hari mulai gelap dan merekapun berencana mendirikan tendanya masing masing di samping warung yang berada di kaki gunung tersebut setelah mereka menyiapkan tendanya tersebut merekapun beristirahat dan melanjut perjalanan di pagi hari. Keesokan paginya Mereke berencana untuk pulang ke rumah masing-masing, suasana Dinda menunggu kakaknya untuk menjemput, kakaknya merupakan pemilik sebuah penginapan di daerah pegunungan tersebut.

 Ardapun melihat Dinda sendiri menunggu kakaknya, diapun menemani sang wanita yang dia sukai tersabut, diasana mereka saling mengucapkan kata perpisahan sebelum mereka pulang ketujuannya masing masing. Diasana Arda benar benar ingin mengutarakan perasaannya dia mengumpulkan semua niatnya dan mengatakan dalam hatinya.

"Akan kulakukan sekarang atau tidak sama sekali."

 Diapun berjalan ke arah Dinda dengan perasaan grogi dan mengucapkan,

"Dinda aku menyukaimu aku memendam perasaan ini sejak kita berada di puncak gunung itu. Ini merupakan kali pertamanya aku mengutarakan perasaan kepada seorang wanita, aku hanya ingin mengutarakan apa yang ada dalam hatiku kalopun kau tidak membalasnya tidak apa apa kok itu keputusanmu sendiri. Sekian dan terima kasih atas hal yang telah kita lakukan bersama selama 2 hari terakhir ini, pengalaman ini merupakan hal yang berarti untukku akan ku ingat ini selamanya."

Ardapun menjabat tangan Dinda dan mengucapkan selamat tinggal kepadanya , diapun menuju sepeda motornya dan bergegas untuk pulang. Tak lama kemudian Arda merasa ada yang memegang punggungnya dan dia menoleh ke belakang dan itu merupakan Dinda yang tersenyum manis kepadanya dan mengucapkan

"Aku terima kok perasaan kamu lagian kamu itu orangnya asik meskipun kamu itu lugu, dan hal lain yang aku sukai dari kamu itu adalah kamu itu pria yang suka dengan kesunyian kan kita sama sama memiliki kebiasaan yang sama tersebut  mulai sekarang kita akan menikmati suasan tersebut bersama."

 Arda pun tersenyum dan memeluk Dinda dengan erat dan tertawa dengan lega dan di penuhi perasaan gembira. Sejak saat itu merekapun menjalin hubungan sebagai pacar dan mereka sering melakukan pendakian bersama sama.

     Ada dua hal yang dapat kita simpulkan dari cerita tersebut yang pertama yaitu,

"Bahwa kesendirian itu terkadang menyenangkan dan damai tetapi terkadang juga dapat menimbulkan kesepian, untuk itu kita perlu seseorang yang benar benar mau menemani kita di kesunyian tersebut."

Yang kedua adalah

"Jika kamu memendam perasaan kepada seseorang ungkapkan saja karena jika tidak maka kamu akan bertanya tanya selamanya."

 

Editor: Jhon Hermanto Purba

Penulis adalah siswa SMA N 1 PURBA

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...