Jumat, 21 Oktober 2022

SETELAH MENGENALNYA

                                  Karya : Tomi Michael Sebayang

 

Di SMA N 1 PURBA awal saya memasuki gerbang tampak sekilas  saya melihatnya berjalan dengan senyumnya yang indah itu, bagaikan hal yang menakjubkan bagi saya melihatnya bahkan terpikir Olehku  apakah dia Berpaling melihat ku ketika aku melihatnya, apakah yang saya rasakan bisa ia Rasakan.

Mungkin itu tidak akan bisa namun setiap hal yang diinginkan pasti terwujudkan, guru menyuruh baris dilapangan sontak terpikir olehku “Dia baris di kelas berapa yah?”

   

        Melihat senyumnya sangat candu dikarenakan itu bagai hal yang sangat cepat berlalu, kapan saya Bisa melihat itu kembali mungkinkah secepat ini atau bakal lama agar itu kembali terulang "Akupun Mulai penasaran siapa dia sebenarnya." Hari demi hari terpikir dalam benakku dan sewaktu istirahat Temanku mengajak ku pergi ke kantin .

"Yok ke kantin dah lapar nih," ujar temanku kepadaku.

"Ya udah ayok biar gak lapar lagi."

   Dan sesaat di kantin akupun kembali melihatnya, ketika aku menatapnya ia langsung menatapku Balik jantungku  pun langsung berasa deg deg kan saat dia mentapku kembali, mengapa hal ini Dapat terjadi, mengapa aku tidak kuat mentap matanya itulah dalam hatiku ketika melihatnya.

Tatapannya memang begitu indah, senyumnya sangat mempesona, akupun mulai terpikat olehnya. Sedikit demi sedikit akupun mengetahui tentangnya tak berfikir panjang aku pun menyusun kata-Kata untuk memikat hatinya seperti yang dilakukan. Banyak orang agar lebih dekat awal awalnya Chatingan di WhatsApp. Memang sangat gugup bahkan deg-degkan dikarenakan berfikir apakah chatku bakal  di balas, apakah bakal diabaikan, selalu terpikir olehku namun aku menghiraukannya aku memberanikan diri untuk duluan chat.

Disaat itu juga teman ku berkata kepada ku.

"Sudah .......  Jangan di paksa jika dia nanti memang tidak membalas chatmu itu."

"Oke kawan apa pun nanti jawabannya itulah hasilnya," ujarku kepada temanku.

Akupun mulai chat dia tak lama menunggu diapun membalasnya, tak terasa 3 Minggu pun berlalu di hari-hari chat dengannya akupun mempunyai rasa padanya,  2 Minggu terpendam serasa sulit ku rasakan karena menyimpan rasa itu sangat berat,  kata demi kata terkumpul untuk mengungkapkan perasaan padanya.

 Setelah mengetahui hal itu semua temanku pun berkata padaku.

"Sudahlah simpan saja dulu perasaanmu itu jangan terlalu terburu-buru untuk mengungkapkan nya."

Aku pun berfikir sedemikian apa yang di Katakan oleh temanku dan kembali menunggu waktu yang tepat Untuk mengungkapkan perasaan kepadanya.

 Beberapa hari berlalu akupun selalu menatapnya tak di sangka ia langsung menatapku balik, serasa terkejut Ia langsung menatapku, indahnya tatapannya bahkan dalam hatiku ingin sekali memilikinya .

Sama seperti lagu sempurna ia sangat sempurna dimataku, dengan tatapan matanya yang indah, dan Senyumnya yang mempesona hingga paras cantiknya.

"Dia adalah adek kelas senyumnya yang indah yang membuat aku terpikat olehnya."

 Sangking penasaran aku dengannya akupun selalu bertanya tentangnya dengan temanku yang satu kelas dengannya, memang dia sangat baik, senyumnya yang manis,  bahkan dia sangat rajin belajar itulah tentangnya yang dikatakan oleh temanku .

 Ntah mengapa aku sangat menyukainya bukan karena paras cantiknya, namun perasaan itu tumbuh karna baiknya dirinya.

Aku pun berfikir jika aku menunggu lama maka bakal ada seseorang yang duluan memiliki nya, namun aku Juga merasakan, jika aku mengungkapkan perasaan dengannya aku harus siap untuk bersaing mendapatkan hatinya.

 Hari demi hari berlalu aku semakin terpikir tentang perasaanku yang terpendam padanya, sungguh berat menahan perasaan ini, ingin sekali mengungkapkan namun berat jika di abaikan. di tengah perjalanan Sewaktu bercerita pada temanku dia memberikan saran untuk ku.

"Jika kamu gak sanggup lagi menahan perasaan itu lebih baik katakan saja padanya."

"Karna semakin lama kamu menahannya maka semakin berat kamu rasakan," lanjut ujarnya padaku.

Akupun mengikuti saran dari temanku dan memulai memikirkan kata demi kata untuk meluluhkan hatinya. Tak lama kemudian sampailah 1 Minggu, temanku menemuiku dan dia bertanya kepadaku,

"Domma i patugah ho hu bana perasaan mai?"

"Unang holi adong na parlobe da mbia," lanjut ujarnya dengan logat bataknya.

 Aku juga berfikir sedemikian seperti yang dikatakan temanku, tak lama untuk menunggu, akupun mengumpulkan segala kata - kataku dan aku tidak berfikir panjang lagi.

Karna apa pun hasilnya nanti itulah perjuangan ku, dan itulah jawaban dari segala perasaan yang kupendam padanya.

Akupun memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanku untuknya.

Kata demi kata diberikan.

Lalau dia menjawab semua kata - kata yang kuberikan, dia menyuruhku untuk memberikan waktu berfikir agar memberitahu jawabannya. lanjut chat seperti biasa dan tak terasa 3 hari berlalu, dan saat nya Menunggu jawabannya, begitu lamanya dia mengetik namun pesan yang diberikan bertuliskan.

"Maaf aku fokus belajar dulu dan aku belum pengen pacaran." Ujarnya padaku.

  Bingung, hampa yang kurasakan. Ku kira seperti yang ku harapkan mendapatkannya, namun sangat sulit sehingga aku berfikir apakah ada sainganku, sehingga dia berkata seperti itu.

Apakah mungkin dia memang ingin lebih fokus belajar .

Tak terasa 1 bulan berlalu selalu terpikir tentangnya, setiap baris di lapangan selalu melihatnya hingga dalam hatiku berkata.

"Mengapa sulit mendapatkan mu, andaikan aku disampingmu, mungkin aku juga bakal ikut tersenyum bersamamu."

“Namun aku juga menyadari semuanya hanya harapan dan harus dilupakan, apalagi masih memiliki perasaan. " Bulan demi bulan , hari demi hari pun berlalu.

Tak disangka aku melihatnya bersama pria lain, jalan ke sekolah tertawa bersama hingga dia memasangkan dasi cowoknya itu.

 Berat memang dulunya dia berkata ingin fokus belajar namun buktinya dia bersama pria lain.

Dia sendiri yang mengatakan tidak ingin pacaran namun dia sendiri yang menjalani hubungan dengan pria tersebut.

"Sakit tapi tak berdarah."

Emosi namun harus memendamnya, sungguh kejam sangat menyiksa perasaan ketika melihatnya Bersama cowok tersebut.

Beralasan seperti itu namun nyatanya hanya sebuah kata , bukanlah hal yang nyata.

Mengetahui hal itu temanku pun berkata kepadaku bahwa percintaan itu memang memiliki 2 Pilihan .

"Berani mengungkapkan perasaan."

"Atau berani melihatnya dengan yang lain," lanjut ujarnya padaku.

 Aku juga berfikir sedemikian yang hanya ku lakukan mengikhlaskan saja, mungkin itulah jawaban dari segalanya.

Dan dalam hatiku pun berkata mungkin belum takdirnya, hanya harapan saja untuk semuanya .

Serta mungkin saja dia belum takdirnya untuk bersamaku.

 "Tidak apa-apa bersamanya engkau lebih baik."

Kata terakhir yang bisa ku sampaikan ialah.

Rasa sayang itu ibaratkan dinasourus

Pernah ada tapi sudah punah.

Dan waktu itu aku memang menyukaimu namun sekarang aku tersadar bahwa dia yang kau pilih menjadi pelengkap hidupmu.

 

 

EDITOR :  NATANIEL SANTOS PURBA

PENUlIS SISWA SMA NEGERI 1 PURBA

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...