Karya :
Virton Chengly Sidabutar.
Gadis itu Anggun dan Ayu dia adalah seorang wanita yang cantik.Semakin
aku menyanyikan lagi itu semakin aku terhanyut dalam rinduku, senyuman gadis
itu yang selalu menyemangatiku dan sekarang hanya kenangan saja.
"Aku sangat merindukanmu"
dan kala itu aku teringat masa - masa
bersama dia yang sangat indah.Dan tak terasa malam semakin larut dan aku
kembali ke kamarku. Dan aku tidak bisa tidur aku mengingat suatu hari kamu
ingin bertemu di tempat yang sama yaitu pohon ini.Dan kamu berkata kepadaku.
"Aku sudah dijodohkan oleh orang tua
ku"
seketika Kata- kata yang kamu ucapkan
membuat hatiku hancur berkeping keping dan aku tidak tahu bagaimana lagi aku
hidup tanpa mu dan kini aku hanya bisa mengingat masa-masa kita bersama untuk
menghilangkan sedikit rasa rindu ini.Sekarang kamu bukan milikku lagi semoga
kamu hidup bahagia bersama nya biarlah aku dan rindu yang mengingat kenangan
kita. Selama-lamanya.
Hari demi hari aku lalui dengan Rindu dan
kesakitan.
"Kamu kenapa kayak ada yang di
pikirkan." tanya Doni
"tidak apa-apa badanku hanya terasa
lemas aja"
dan aku berjalan tanpa tujuan semua badan
ku terasa mati rasa.aku tidak bisa melupakan seseorang yang sangat aku
cintai.Aku bagaikan burung yang tidak punya sangkar dan tak tau arah jalan
pulang. Pada Suatu malam aku merenung di bawah pohon itu lagi dan dan berfikir
"Apakah aku akan terus seperti
ini?"
dan aku bertekad untuk melupakannya. Dan
pada tanggal 30 November 2030. aku pergi merantau Keluar pulau Sumatera dan
seorang temanku ikut dengan ku untuk merantau
sesampainya di kota Jakarta temanku berkata
"Bah ai songonon do hape kota
ate" ujarnya dengan bahasa batak.
"On ma "
Dan ketika aku menginjak kan kaki ku di
jakarta aku harus bisa sukses agar bisa mengangkat derajat Ku.Dan lambat laun
aku bisa melupakannya, Setiap pekerjaan aku lakukan untuk memperjuangkan tekad
ku kalo aku Bisa hidup tanpa dia dan bisa bahagia tanpanya lambat laun aku,
mulai Membangun bisnis ku hingga Suatu saat perusahaan ku menjadi berkembang
dan menjadi besar dan mempunyai cabang di seluruh Indonesia.
Pada Suatu malam aku tertidur dan aku bermimpi tentang dia dan di
dalam mimpi itu dia berbicara kepadaku
"Kamu baik-baik saja sayang?"
" Aku baik-baik saja tidak perlu
khawatir dengan ku" sambil tersenyum
dan aku terbangun, dan tanpa terasa air
mataku menetes.
dan aku memikirkan nya dan rindu yang telah
tertimbun jauh oleh sakit dan perjalanan yang panjang timbul kembali, suatu
ketika aku iseng" pergi pulang ke Medan dan aku iseng" pergi ke mall
yang sering kami kunjungi dulu walau kami hanya mampir melihat-lihat saja karna
aku bukan orang yang berada dulu nya.dan terlintas di benakku andaikan kamu
masih bersama ku saat ini, apa yang kamu minta pasti aku belikan dan sekarang
aku teringat janji kami dulu
"Suatu saat nanti kita akan membelinya yah”
"Kamu harus sukses baru beli bajunya untukku"
Ujarnya dengan senyuman “
seakan memberikan harapan untukku,dan sekarang aku menepati janjiku dan
kamu pergi entah kemana dan lebih memilih pilihan orang tuamu.Seketika itu air
mataku jatuh lagi dan aku menyekanya dengan kerinduan ingin bertemu dengan mu
sekali saja, dan aku berjalan menyusuri mall tersebut dan Tuhan mengabulkan doa ku aku melihat
seseorang yang tampak tak asing bagiku.Dia adalah wanita yang pernah hadir di
hidup ku ,dan aku memberanikan diri untuk bertemu dengannya selama
bertahun-tahun tidak pernah bertemu .
" Hai Dwi apa kabar lama tak
bertemu "
" Hai Budi baik" aja kamu
gimana?"
" Baik "
Dan seorang Anak berjalan memeluknya dan
memanggil Ibu kepadanya.
aku tersadar bahwa dia bukan milikku lagi,
aku bertanya kepada Anak yang memanggilnya ibu
"Nama kamu siapa?"
"Nama aku rini Om"
"Rini cantik ya sama seperti mama kamu" Jawabku
dengan senyuman
" Iya dong Om anak siapa dulu"
"Ohh iya Om siapanya mama ya?"
"Teman mama Kamu waktu dulu"
" Ohh iya om kemarin aku liat ada foto
di dompet mama mirip sama om tapi di foto itu gk ada kumisnya."
" Ahh masa sihhh "
" Mah sini pinjam dompet mama"
Dia memberikan dompetnya kepada anaknya
" Ini dia om mirip sama om tapi om kumisan sementara
disini gk punya kumis"
IDan aku melihat Foto kami waktu kami bersama dulu dia masih menyimpan
masa- masa indah kami.dan aku tersenyum Melihatnya dan Dwi langsung mengambil
nya dari tangan ku dia mengatakan .
" Hanya kebetulan saja "
" Ohh maaf "
" Iya udah om pergi duluan yahh rini rini cepat gede
ya biar bisa kayak mama rini pekerja keras "
"Iya om
hati-hati ya om"
dan aku pergi meninggalkan mereka berdua
dan sesampainya di dalam mobil aku menangis lagi
dan mulai saat itu aku tidak pernah bertemu
dengannya lagi. Hanya Rindu yang bisa menemukan ku dengan nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar