Kamis, 20 Oktober 2022

RINDUKU

 


Karya :   Virton Chengly Sidabutar.

 

     Pada malam itu di bawah sinar Rembulan dan Kerlip-kerlipnya Bintang-bintang aku duduk dibawah pohon yang ada di dekat rumahku.aku teringat di bawah pohon itu ada kenangan dan rindu yang aku ingin kan kembali tapi.itu hanya sebuah kenangan. Dan di Bawah pohon itu aku memainkan gitar ku yang sangat aku sayangi di setiap syair lagu yang aku nyanyikan, aku merindukan gadis yang pernah hadir di dalam hidupku.

Gadis itu Anggun dan Ayu  dia adalah seorang wanita yang cantik.Semakin aku menyanyikan lagi itu semakin aku terhanyut dalam rinduku, senyuman gadis itu yang selalu menyemangatiku dan sekarang hanya kenangan saja.

"Aku sangat merindukanmu"

dan kala itu aku teringat masa - masa bersama dia yang sangat indah.Dan tak terasa malam semakin larut dan aku kembali ke kamarku. Dan aku tidak bisa tidur aku mengingat suatu hari kamu ingin bertemu di tempat yang sama yaitu pohon ini.Dan kamu berkata kepadaku.

"Aku sudah dijodohkan oleh orang tua ku"

seketika Kata- kata yang kamu ucapkan membuat hatiku hancur berkeping keping dan aku tidak tahu bagaimana lagi aku hidup tanpa mu dan kini aku hanya bisa mengingat masa-masa kita bersama untuk menghilangkan sedikit rasa rindu ini.Sekarang kamu bukan milikku lagi semoga kamu hidup bahagia bersama nya biarlah aku dan rindu yang mengingat kenangan kita. Selama-lamanya.

Hari demi hari aku lalui dengan Rindu dan kesakitan.

"Kamu kenapa kayak ada yang di pikirkan." tanya Doni

"tidak apa-apa badanku hanya terasa lemas aja"

dan aku berjalan tanpa tujuan semua badan ku terasa mati rasa.aku tidak bisa melupakan seseorang yang sangat aku cintai.Aku bagaikan burung yang tidak punya sangkar dan tak tau arah jalan pulang. Pada Suatu malam aku merenung di bawah pohon itu lagi dan dan berfikir

"Apakah aku akan terus seperti ini?"

dan aku bertekad untuk melupakannya. Dan pada tanggal 30 November 2030. aku pergi merantau Keluar pulau Sumatera dan seorang temanku ikut dengan ku untuk merantau

sesampainya di kota Jakarta temanku berkata

"Bah ai songonon do hape kota ate" ujarnya dengan bahasa batak.

"On ma "

Dan ketika aku menginjak kan kaki ku di jakarta aku harus bisa sukses agar bisa mengangkat derajat Ku.Dan lambat laun aku bisa melupakannya, Setiap pekerjaan aku lakukan untuk memperjuangkan tekad ku kalo aku Bisa hidup tanpa dia dan bisa bahagia tanpanya lambat laun aku, mulai Membangun bisnis ku hingga Suatu saat perusahaan ku menjadi berkembang dan menjadi besar dan mempunyai cabang di seluruh Indonesia.

Pada Suatu malam aku  tertidur dan aku bermimpi tentang dia dan di dalam mimpi itu dia berbicara kepadaku

"Kamu baik-baik saja sayang?"

" Aku baik-baik saja tidak perlu khawatir dengan ku" sambil tersenyum

dan aku terbangun, dan tanpa terasa air mataku menetes.

dan aku memikirkan nya dan rindu yang telah tertimbun jauh oleh sakit dan perjalanan yang panjang timbul kembali, suatu ketika aku iseng" pergi pulang ke Medan dan aku iseng" pergi ke mall yang sering kami kunjungi dulu walau kami hanya mampir melihat-lihat saja karna aku bukan orang yang berada dulu nya.dan terlintas di benakku andaikan kamu masih bersama ku saat ini, apa yang kamu minta pasti aku belikan dan sekarang aku teringat janji kami dulu

"Suatu saat nanti kita akan membelinya yah”                                                                                            "Kamu harus sukses baru beli bajunya untukku" Ujarnya dengan senyuman

seakan memberikan harapan  untukku,dan sekarang aku menepati janjiku dan kamu pergi entah kemana dan lebih memilih pilihan orang tuamu.Seketika itu air mataku jatuh lagi dan aku menyekanya dengan kerinduan ingin bertemu dengan mu sekali saja, dan aku berjalan menyusuri mall tersebut  dan Tuhan mengabulkan doa ku aku melihat seseorang yang tampak tak asing bagiku.Dia adalah wanita yang pernah hadir di hidup ku ,dan aku memberanikan diri untuk bertemu dengannya selama bertahun-tahun tidak pernah bertemu .

" Hai Dwi apa kabar lama tak bertemu  "

" Hai Budi baik" aja kamu gimana?"

" Baik "

Dan seorang Anak berjalan memeluknya dan memanggil  Ibu kepadanya.

aku tersadar bahwa dia bukan milikku lagi, aku bertanya kepada Anak yang memanggilnya ibu

"Nama kamu siapa?"

"Nama aku rini Om"

"Rini cantik ya sama seperti mama kamu" Jawabku dengan senyuman

" Iya dong Om anak siapa dulu"

"Ohh iya Om siapanya mama ya?"

"Teman mama Kamu waktu dulu"

" Ohh iya om kemarin aku liat ada foto di dompet mama mirip sama om tapi di foto itu gk ada kumisnya."

" Ahh masa sihhh "

" Mah sini pinjam dompet mama"

Dia memberikan dompetnya kepada anaknya

" Ini dia om mirip sama om tapi om kumisan sementara disini gk punya kumis"

IDan aku melihat Foto kami waktu kami bersama dulu dia masih menyimpan masa- masa indah kami.dan aku tersenyum Melihatnya dan Dwi langsung mengambil nya dari tangan ku dia mengatakan .

" Hanya kebetulan saja "

" Ohh maaf "

" Iya udah om pergi duluan yahh rini rini cepat gede ya biar bisa kayak mama rini pekerja keras "

"Iya om  hati-hati ya om"

dan aku pergi meninggalkan mereka berdua dan sesampainya di dalam mobil aku menangis lagi

dan mulai saat itu aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Hanya Rindu yang bisa menemukan ku dengan nya.

                                  

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...