Jumat, 05 November 2021

BERKEMAH DI RUMAH BOLON PEMATANG PURBA

    


Karya Suryati Sanita Sinaga*

    

     Pagi yang cerah matahari bersinar seperti biasanya ayam berkokok menandakan hari sudah pagi, saya bangun dari tempat tidur dan melakukan aktivitas mengerjakan kegiatan dirumah, setelah selesai tiba tiba hp saya berdering bertanda bahwa ada yang sedang menelepon, ternyata itu adalah salah satu teman saya yang bernama Aldo.

 “Halo,” ucap Sani.

 “Halo Sani apakah kamu ingat hari ini adalah hari ulang tahun Rina?” ucap Aldo.

 “Benarkah? aku benar benar melupakanya.”

 “Sani apakah kamu benar benar sahabatnya? kamu bahkan tidak tahu kapan dia berulang tahun.”

 “Maafkan saya, akhir akhir ini saya disibukkan dengan tugas sekolah.”

 “Tidak apa apa em...... bagaimana kalo kita merayakannya, kita akan merayakan dengan berkemah di Rumah Bolon Pematang Purba, kita akan mengajak teman kita yang lainnya.”

 “Baiklah kalau begitu saya akan menghubungi teman kita yang lainnya.”

     Setelah itu saya menghubungi teman teman saya yang lainnya (Rani, Dina, Nana, Angela, Dedi, Chou, Lucard, Adi dan Rina) setelah menghubungi teman teman saya ternyata semua bersedia ikut untuk merayakan ulang tahun Rina lalu kami memutuskan, saya dan Aldo akan membeli keperluan untuk kemah.

     Setelah semua keperluan dibeli kami pun menuju tempat tujuan. sesudah sampai kami membagi tugas agar semua pekerjaan cepat di selesaikan. selesai memasang tenda saya baru menyadari ternyata Rumah Bolon yang di pematang begitu indah.

 “Wah...... ternyata disini cukup indah.”

 “Benarkah?” ucap Rina.

 “Ya, disini udaranya sangat sejuk lihat saja pohon pohon itu berbatang besar dan berdaun hijau.”

 “Hahahaha, udaranya disini memang sejuk, terimakasih Sani karena kamu sudah mau marayakan ulang tahun ku.”

 “Ini bahkan belum dimulai kamu sudah berterimakasih terlebih dahulu.”

 “Kalau begitu aku akan berterima kasih setelah ulang tahun ku selesai.”

“Hahahaha,” tawa kami semua meledak.

     Setelah berbincang bincang ternyata kami melupakan satu hal kami belum membeli kue ulang tahunnya kerena terlalu banyak perlengkapan yang harus dibeli, lalu kami memutuskan Angela dan Dedi yang akan membeli kue tersebut.

     Sesampainya di toko kue mereka memutuskan untuk membeli kue yang berasa coklat kerena mereka tau Rina menyukai segala makanan yang berasa coklat lalu mereka kembali ke Rumah Bolon yang berada di Pematang Purba karena hari mulai gelap.

 “Wah kalian sudah datang?” ucap Rina.

 “Tentu saja Dedi membawa sepeda motornya dengan sangat cepat,” ucap Angela.

 “Kamu terus saja menyalahkanku,” ucap Dedi.

 “Hentikan pertengkaran kalian yang kekanak Kanakan mari kita merayakan ulang tahunnya sekarang, sepertinya Mala ini akan turun hujan.” ucap Angela.

 “Baiklah.” ucap Chou.

     Karena matahari sudah terbenam kami pun menyalakan api unggun dan mulai merayakan ulang tahun Rina, Rina meniup lilinnya, lalu bersama sama memakan kuenya, bernyanyi bersama, dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada Rina.

     Karena merasa lapar Kemi pun memutuskan untuk memasak Indomie. setelah mamasak kami pun langsung memakannya karena akan lebih enak dinikmati di cuaca dingin seperti ini.

 “Memang peling enak makan mie di saat cuaca dingin seperti ini.” ucap Lucard

 “Benar ini akan terasa hangat di tenggorokan,” ucap Dedi.

     Selesai makan kami pun kembali bernyanyi. menceritakan masa lalu, tertawa terbahak bahak seperti kehilangan beban hidup. lelah setelah tertawa semua sadar behwa sekarang sudah jam 11 malam karena lelah semua merasa ngantuk termasuk saya. kami pun memutuskan untuk tidur.

     Setelah memasuki tenda masing masing tidak terasa 10 menit berlalu yang tadinya suasana ceria tawa sana sini sekarang menjadi sunyi.

     Seperti yang dikatakan Angela hujan benar benar turun ini membuat saya sedikit takut karena suara hujan dan petir, ada dua orang yang berada bersamaku di dalam tenda (Rani dan Dina) merekasudah pergi ke alam mimpi atau tertidur dengan lelap sedangkan saya masih dihantui rasa takut, karena merasa takut saya pun mencoba membangunkan Rani.

 “Rani bangunlah saya merasa takut temani saya Rani... Rani... Rani...”

 “ Ada apa, apa kamu tidak merasa mengantuk?” ucap Rani.

 “ Maaf, apa saya mengganggu tidurmu?”

 “Tidak apa apa. apa kamu merasa takut? tangan mu bergetar.”

 “Ya, sedikit. aku merasa takut.”

“Tidurlah terlebih dahulu saya akan menemanimu.”

 “Baiklah.”

     Sesudah berusaha untuk tidur selama 30 menit aku tetap tidak bisa tertidur lalu saya memanggil Rani, ternyata Rani sudah tertidur kembali.

Saya pun mencoba membangunkan Dina dan hasilnya sama saja, tidak terbangun.

     Dan akhirnya saya pun dihantui oleh pikiran saya sendiri, berpikir bahwa saya akan didatangi sesuatu. Karena terlalu lelah dengan pikiran sendiri saya pun mulai tertidur. dan pada saat itu sudah jam 3. Jam 6 pagi semua teman temanku sudah bangun kecuali saya.

 “Apakah Sani belum bangun?” ucap Aldo.

 “Belum dia sedikit terlambat tidur tadi malam atau mungkin sedikit kelelahan.” ucap Rani.

 “Oh baiklah kalau begitu.”

     Jam 07:30 saya pun sudah terbangun dan melihat teman teman saya sudah beres beres untuk pulang.

 “Cepat beres beres lah aku akan mengantarmu pulang.” ucap Aldo.

 “Mm.... baiklah.” ucap Sani.

     Satelah selesai kamipun pulang kerumah kami masing masing. sesampainya dirumah saya langsung mandi selesai itu saya memutuskan untuk tidur, sebelum tidur saya berjanji pada sisi saya sendiri bahwa saya tidak akan pernah pergi berkemah lagi karena itu sedikit menakut kan, setelah itu saya langsung tidur.

 

*Penulis adalah siswa SMA Negeri 1 Purba

Kelas XII MIA 3 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...