Karya Juni Suprianto Damanik
Saya tau hidup ini sangat keras. Saya tau hidup ini
menginginkan perjuangan yang sangat keras. Bahkan saya sadar hidup ini menuntut
agar setiap manusia mampu memperkuat perjuangannya masing masing. Hidup ini
sangat sangat keras. Siapa yang tidak berjuang dalam mencapai suatu kebutuhan
hidup nya maka dia akan menderita. Maka untuk itu saya menuliskan suatu
karangan saya yang tidak begitu sempurna ini dan saya akan memulainya.
Pada awalnya saya menceritakan kehidupan saya yang sederhana.
Pada setiap hari saya harus membantu orang tua saya. Orang tua saya adalah petani.
Saya anak pertama dari lima bersaudara. Setiap hari saya bangun pagi dengan
cepat. Pada dasarnya saya setiap hari sekolah. Pada suatu hari saya berbincang dengan
orang tua saya yaitu ayah saya. Saya pun bertanya.
"Pak.. Bagaimana sih kebijakan yang harus kita perbuat agar perekonomian kita berubah?"
Ayah saya pun menjawab.
"Gini nak. Ya kita harus bekerja
keras. Nanam tanamanan yang banyak dan kita kelola dan urus bersama dengan baik
nak."
"Wah ide bagus tuh pak. Saya
setuju pak."
"Nah... Kalo gitu nak mulai
sekarang bantu bapak kerja agar impian kita itu dapat terkabulkan "
"Baik pak.tapi adakah modal kita
pak?"
"Ada nak. "
"Oke pak... " sambil saya
tersenyum bersemangat.
"Kamu hari ini sekolah ngak?
"
"Sekolah dong Pak. "
"Lok kok lama? Pigi lah."
"Iya pak."
Disaat saya diperintahkan untuk berangkat sekolah saya pun
langsung bergegas. Saya mandi. Lalu saya perpakaian seragam sekolah yang rapi.
Saya serapan dan saya pun berangkat kesekolah. Saya pun pergi kesekolah dengan
mengendarai sepeda motor. Ya walaupun masih sepeda motor orang tua saya. Tapi
saya bangga karna saya masih diberi kepercayaan untuk membawa sepeda motor
tersebut ke sekolah. Sesampainya di sekolah saya belajar dengan biasanya
bersama sama dengan teman teman saya.lalu sepulangnya sekolah saya langsung
meluncur pulang menuju rumah. Sesampainya dirumah saya langsung merganti
pakaian. Saya lihat ke lemari makanan ternyata nasi dan lauk dibawa semua
keladang. Lalu saya langsung meluncur menuju ladang. Karna laparnya saya
langsung makan. Karna ayah ibu dan adik saya sudah Makan semua. Hanya saya yang
belum makan. Karna laparnya saya pun menghabiskan semua nasi dan lauk nya. Ya
karna nasi dan lauknya memang sudah sedikit yang mereka sisai pada saya.
Lalu setelah selesai makan saya pun
langsung menghampiri ayah dan ibu saya.
"Pak. Apa kerja ku? "
"Itu nak, yang itu pinggiran
ladang kita ini tolong bersihkan dulu. Kerjakan dengan baik agar ladang kita
ini bersih."
"Loh, buat apa pak?"
"kamu ngak tau apa memang bodoh?
"Ya dua duanya pak.. Heheheh."
"Itu lo, agar ngak masuk tikus
nanti dimakani tanaman kita ini"
"O... Gitu ya pak. "
"Iya."
"Oke pak.... Akan saya
laksanakan."
Saya pastinya bersemangat agar pekerjaan saya itu dapat cepat
selesai. Saya sangat berambisi agar saya dan keluarga saya dapat cepat keluar
dari zona kemiskinan. Saya tetap berambisi dan berambisi. Karna kami telah lama
banget di landas oleh kemiskinan. Saya selalu berharap agar kami tidak di
kucilkan dalam suatu kelompok masyarakat.
Lalu dengan tidak terasanya karna terlalu bersemangat dalam
menyelesaikan pekerjaan yang di suruh orang tua saya itu pun langsung saya siapkan
dengan baik. Waktu pun menunjukkan waktu untuk pulang ke rumah. Saya pun
langsung mengajukan perkataan agar kami pulang ke rumah.
"Pak.. Ayok lah pulang.udah sore
nih!"
"Sabar nak. Kerjaan bapak ada
sikit lagi nih."
"Iya yah... "
"Bantukan lah dulu ini. Agar
cepat kita pulang. "
"Iya pak! "
Setelah selesai pekerjaan ayah dan
ibu saya. Kami pun pulang kerumah dengan baik dan damai. Sekian dan terima
kasih.
Penulis dari SMAN 1 Purba
Kelas XII MIA 2

Tidak ada komentar:
Posting Komentar