Rabu, 10 November 2021

CERITA IBUKU


Karya: Grace Christine Malau

 

Zahra POV

  Disuatu sore, aku dan adikku sedang duduk di teras depan rumah. Kami berbincang-bincang dengan ibu, sambil menunggu ayah pulang dari tempat kerjanya. Kami bersama sama memandang indahnya langit sore yang berwarna jingga. Aku berfikir, betapa beruntungnya aku mempunyai keluarga yang bahagia serta harmonis. Ah andai ayah sudah ada disini. Akupun jadi teringat dan berfikir bagaimana dulu hubungan ayah dengan ibu. Oh ya, sebelumnya perkenalkan, namaku Zahra, aku mempunyai adik bernama Zahwa dan mempunyai orang tua yang sangat menyayangi kami. Ayahku bernama Zaidan dan ibuku bernama Zahara. Yahh inisial nama kami dari huruf Z semua hehe.

"Ibu, ayo ceritakan bagaimana kisah ibu dengan ayah dulu. Bagaimana kalian bisa berhubungan sampai menikah saat ini?" pintaku  pada ibu.

Berhubung adikku masih berumur 5 tahun, jadi dia hanya diam memperhatikan kami saja. Maklum, dia belum terlalu mengerti.

"Hmm baiklah.... tapi ibu mulai dari mana ya?" kata ibu sambil berfikir.

Dan akhirnya mengalirlah cerita ibu.

"Sebelumnya, ibu akan cerita sedikit. Jadi pada saat itu, sekitar tahun 1993, saat dimana ibu berumur 18 tahun dan duduk di bangku SMA kelas 3. Ibu menyukai salah seorang pria. Dia tinggi, tampan dan suka menebar senyum. Dia juga seorang kapten futsal di sekolah ibu, itu sebabnya dia selalu bermain bola saat pulang sekolah. Selain itu, dia juga seorang pria yang di gemari oleh banyak perempuan. Hal itulah yang membuat ibu tidak berani mengungkapkan perasaan ibu kepadanya. Dan yang bisa ibu lakukan hanya diam diam memperhatikannya, sampai kami lulus sekolah."

"Hmm seperti pengagum rahasia ya." ucapku sambil menaruh jari di dagu. Seakan akan sedang berfikir.

"Yahh kira-kira begitulah," jawab ibu.

Singkat cerita, setelah lulus sekolah. Ibu dan laki-laki yang ibu sukai berpisah. 5 tahun pun berlalu. Diumur 23 tahun, ibu bekerja disalah satu kantor dan menjabat sebagai salah satu karyawan disana.

"Dan awal ketika ibu kembali bertemu ayah kalian dan kami menjadi dekat adalah..."

Flashback on

Zahara POV

Disuatu pagi, aku sudah berpakaian dan akan berangkat ke kantor untuk bekerja. Setibanya di kantor, aku meletakkan barang-barangku di meja.

"Hai Zah." sapa temanku.

Dia Ratna, teman dekat ku dari SMA hingga sekarang. Yahh kami memutuskan bekerja di tempat yang sama. Meja kami pun bersebrangan.

"Hai juga Rat, sudah sarapan?" 

"Sudah dong."

Kami berbincang-bincang sedikit sampai akhirnya jam kerja dimulai. Seperti biasanya kami akan menyelesaikan pekerjaan kami. Pukul 12.30 pun tiba, yang artinya waktu jam istirahat. Aku dan Ratna pergi ke kantin untuk makan siang.

"Eh Zah, tau ga kal..."

"Ngga." ucapku menyela.

Sengaja biar dia kesal haha.

"Yee denger dulu, aku kan belum selesai cerita." ucapnya menahan kesal. Tuhkann dia kesal.

"Yaudah lanjut!" ucap ku.

"Denger-denger nih kan, katanya Pak Joko bakal digantikan sama anaknya dan kamu tau? Katanya anaknya ganteng loh dan anaknya akan datang besok pagi." cerita Ratna excited.

Aku cerita sedikit, Pak Joko itu adalah pemimpin perusahaan ini. Dia adalah pemimpin yang baik, ramah, tegas, dan tentunya berkharisma. Dia juga masih terlihat tampan diumurnya yang menginjak kepala lima alias 50 tahun.

"Kamu tau darimana? Kali aja ga bener." ucapku tak percaya.

Aneh saja, pak Joko masih cukup muda untuk memimpin perusahaan ini, kenapa malah digantikan anaknya.

"Dari teman-teman yang lainlah."

"Aku belum percaya, tapi kita lihat besok sajalah." ucapku sambil menghabiskan makananku.

Waktu berlalu, keesokan paginya kami semua berkumpul di lobi perusahaan. Seperti kata Ratna semalam bahwa pak Joko akan digantikan oleh anaknya itu benar dan sekarang Pak Joko dengan seorang pria bermasker berdiri disampingnya. Namun, ketika pria bermasker itu membuka maskernya, aku terkejut.

"Zaidan." batinku.

Mau tau siapa dia? Dia adalah pria yang aku sukai ketika SMA dulu, dan rasa suka itu masih ada sampai sekarang.

"Zah, itu bukan nya laki laki-laki yang kamu suka dulu ya?" tanya Ratna berbisik.

"Iya." ucapku  berbisik juga.

Takut mereka dengar.

Akhirnya setelah acara perkenalan selesai,Pak Joko mengumumkan bahwa dia akan digantikan oleh anaknya, kami pun bubar dan mulai bekerja seperti biasa.

"Zah, kamu dipanggil Pak Zaidan tuh ke ruangannya." ucap Dimas.

Aku kembali terkejut ketika Dimas, sekretaris Pak Joko dulu datang dan memanggilku untuk menemui Pak Zaidan.

"Mau ngapain ya pak?" tanyaku  heran.

Ratna pun hanya bisa diam memandang kami.

"Gatau, kamu kesana aja gih."

Akupun berjalan keruangan Pak Joko dulu yang sekarang sudah ditempati oleh Zaidan.

Sambil mengetok pintu, aku berujar, "Permisi pak, ini saya Zahara. Boleh saya masuk?"

"Masuk." ucap suara dari dalam.

Membuka pintu, akupun masuk dan melihat Zaidan duduk di kursi sambil berkutat dengan berkas-berkasnya.

"Ada apa ya pak?" tanyaku sambil menunduk.

Mendengar suaraku, dia pun mendongak melihatku.

"Hai. Apa kabar?"

Apa-apaan itu? Pertanyaan ku malah dibalas dengan pertanyaan.

"H-hai, baik Pak." Tak urung, aku pun akhirnya membalas sapaannya.

"Gausah panggil Pak, kayak sama siapa aja. Duduk dulu sini."

Akupun duduk, tak lupa mengucapkan terimakasih.

"Terimakasih."

Lama kami terdiam dengan suasana canggung, sampai akhirnya Zaidan memecahkan kesunyian itu.

"Zah, mungkin ini terlambat, dan aku cukup bersyukur ternyata kita masih bertemu kembali. Aku mau jujur sama kamu."

"Maksudnya?" tanyaku keheranan.

"Aku suka sama kamu."

Terkejut. Itu yang aku rasakan.

"Hah?"

Hufftt. Zaidan menghela nafas.

"Sebenarnya, mulai dari SMA aku sudah menyukai mu. Dan kamu tau kenapa aku selalu bermain bola dan pulang terlambat sepulang sekolah? Itu karena aku ingin melihat mu yang sedang menunggu jemputan."

Aku terdiam. Menunduk. Memikirkan setiap kata yang keluar dari mulut Zaidan. Aku masih tidak menyangka bahwa Zidan ternyata juga menyukai ku. Jadi, rasa cintaku tidak bertepuk sebelah tangan kan?

"J-jadi k-kamu juga menyukaiku?" ucapku terbata.

"Iya. Jadi, maukah kamu menjadi pendamping hidupku?"

Lagi dan lagi aku dibuat terkejut oleh perkataan nya. Aku bimbang. Walaupun aku masih memiliki perasaan kepadanya, bukan kah ini terlalu cepat? Apalagi kami baru pertama kali bertemu setelah 5 tahun lamanya tidah berjumpa.

"Kalau kamu masih ragu, gapapa. Aku bakal nunggu kamu kok. Kita temenan dulu, untuk saling mendekatkan diri."  ujar Zaidan lagi.

"Iya." ucapku.

Flashback Off

"Nahh semenjak percakapan singkat kami waktu itu, ayah dan ibu pun semakin dekat. Kami berpacaran. 2 tahun kemudian, kami pun memutuskan untuk menikah dan membangun rumah tangga lalu lahirlah kalian anak-anak ibu yang super cantik."  ucapku mengakhiri cerita.

"Lah sudah tidur ternyata." gumamku.

Tamat

 

 

BIONARASI

Grace Christine Malau. Kelahiran P. Siantar tahun 2004. Tercatat sebagai siswa di SMAN 1 Purba. Domisili Tigarunggu, Kec. Purba.

Terimakasih ❤️

 

5 November 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...