By: Jenrio Pakpahan
Ibuku merupakan tulang punggung bagi hampir disetiap keluarga. Di usianya yang sudah senja ibuku tetap mencari nafkah bagi aku, kakek dan nenekku. Ibuku merupakan seorang kowad (Tentara wanita), namun tidak seperti kebanyakan yang kowad lakukan, seperti menjaga perdamaian, menjaga perbatasan, dan bahkan dikirim ke daerah yang sedang terjadi konglik, ibuku bekerja di bagian jasmani tentara yang biasanya melatih para tentara agar dapat naik pangkat dan juga mengurusi kegiatan tersebut, nyatanya tidak, kadang ibuku sering melakukan kegiatan yang menguras waktu dan tenaga sehingga harus kerja lembur yang akhirnya ibuku tidak dapat pulang ke "rumah ", karena aku dan kakek, nenekku dipisahkan oleh jarak, aku dan kakek, nenekku tinggal di Huta tongah dan ibu tinggal di siantar. Cukup sekian bagian dari orientasi, dari sini saya akan bercerita tentang perjalanan hidup ibu saya dimulai dari sekolah hingga sekarang menjadi perwira Karir, dan kata "Ibu" diganti menjadi "Aku".
dari
SMA NEGERI 1 PURBA. Karena dari kecil aku sudah bercita - cita jadi TNI, aku
mencoba masuk ke seleksi pertama kali
Akmil setelah lulus SMA namun aku gagal menjalankan seleksi dengan baik. Satu
tahun kemudian aku mencoba perutunganku lagi untuk ikut serta seleksi AKMIL, puji Tuhan lolos seleksi.
Setelah lolos aku langsung di bawa ke Rindam siantar untuk tahap selanjutnya.
Tahap demi tahap aku lewati dengan penuh derai air mata karena tidak berfikir
olehku bisa sampai di Rindam Siantar dan tinggal selangkhah lagi aku dapat di
bina di AKMIL ini. Setelah semua tahap aku lalui bersama peserta lain akhirnya
datang juga momen yang kami tunggu yaitu pengumuman siapa saja yang lolos,
sayangnya aku tidak lolos, disitu saya sedih karena belum bisa selangkah lebih
maju untuk menjadi TNI. Aku tidak berlarut dalam kesedihan karena aku berfikir mungkin
TUHAN YESUS punya rencana yang lebih baik buat ku, ternyata benar aku langsung
ditawarkan untuk Pantokirpus secaba AD di Bandung namun aku menolak karena aku
memilih untuk kuliah agar dekat dengan orang tuaku.
Setelah dipertimbangkan dengan matang akhirnya aku mengambil
jurusan FKIP UNS, walaupun saat itu agak terlambat untuk registrasi namun aku
diperbolehkan dengan syarat hanya bisa mengambil 10 SKS. Di tahun berikutnya
baru saya ambil 26 SKS. Puji Tuhan bisa
lulus dan mengejar SKS yang tertinggal.
Tanggal 12 Desember 2027 saya resmi di wisuda. Sesuai wisuda saya diberi
kesempatan untuk mengajar di STM yayasan perguruan murni di Medan .pada tahan 2030 saya ikut
SEPA PK di panda kodam jaya tanpa harus mengorbankan waktu mengajar. Puji Tuhan
seleksi pertama lulus di lanjut tes kurang lebih satu setengah bulan di Siantar
dan diumumkan lulus. Pendidikan berlangsung selama kurang lebih satu setengah
tahun di lanjut tiga bulan masa orientasi. Setelah saya melakukan masa
orientasi, saya langsung ditugaskan selama 10 tahun di Jambi.Tuntunan pekerjaan
membuat saya selalu berpindah pindah tempat tinggal, yang sampai sekarang di siantar.
Mungkin kita jarang melihat jasa Ibu,
karena tertutup sebuah tirai besar yaitu "Jasa Kakek dan Nenek" sebelum
saya menulis teks sejarah ini saya bertanya terlebih dahulu kepada narasumber
yang tidak lain Ibu saya dan setelah saya membaca cerita hasil wawancara saya
berasumsi bahwa terdapat nilai yang dapat saya ambil yaitu,"Jika kau
memiliki keinginan jangan pernah patah semangat karna usaha tidak pernah
menghianati hasil."
Penulis siswa SMAN 1 PURBA 2021

Tidak ada komentar:
Posting Komentar