Rabu, 10 November 2021

"PERJALANAN MENJANDI TENTARA"

 By: Jenrio Pakpahan

 


 

Ibuku merupakan tulang punggung bagi hampir disetiap keluarga. Di usianya yang sudah senja ibuku tetap mencari nafkah bagi aku,  kakek dan nenekku. Ibuku merupakan seorang kowad (Tentara wanita), namun tidak seperti kebanyakan yang kowad lakukan, seperti menjaga perdamaian, menjaga perbatasan, dan bahkan dikirim ke daerah yang sedang terjadi konglik, ibuku bekerja di bagian jasmani tentara yang biasanya melatih para tentara agar dapat naik pangkat dan juga mengurusi kegiatan tersebut, nyatanya tidak, kadang ibuku sering melakukan kegiatan yang menguras waktu dan tenaga sehingga harus kerja lembur yang akhirnya ibuku tidak dapat pulang ke "rumah ", karena aku dan kakek, nenekku dipisahkan oleh jarak, aku dan kakek, nenekku tinggal di Huta tongah dan ibu tinggal di siantar. Cukup sekian bagian dari orientasi, dari sini saya akan bercerita tentang perjalanan hidup ibu saya dimulai dari sekolah hingga sekarang menjadi perwira Karir, dan kata "Ibu" diganti menjadi "Aku".

       Namaku Jenrio Pakpahan lahir di Huta tongah 12 september 2003 biasa dipanggil Rio. Aku merupakan anak semata wayang, keluarga merupakan keluarga yang sederhana walaupun aku hidup dengan kakek, nenekku aku nggak pernah merasa kekurangan sama sekali dan juga mendapat pendidikan minimal sampe sarjana. Aku merupakan lulusan angkatan 2022

dari SMA NEGERI 1 PURBA. Karena dari kecil aku sudah bercita - cita jadi TNI, aku mencoba  masuk ke seleksi pertama kali Akmil setelah lulus SMA namun aku gagal menjalankan seleksi dengan baik. Satu tahun kemudian aku mencoba perutunganku lagi untuk ikut serta  seleksi AKMIL, puji Tuhan lolos seleksi. Setelah lolos aku langsung di bawa ke Rindam siantar untuk tahap selanjutnya. Tahap demi tahap aku lewati dengan penuh derai air mata karena tidak berfikir olehku bisa sampai di Rindam Siantar dan tinggal selangkhah lagi aku dapat di bina di AKMIL ini. Setelah semua tahap aku lalui bersama peserta lain akhirnya datang juga momen yang kami tunggu yaitu pengumuman siapa saja yang lolos, sayangnya aku tidak lolos, disitu saya sedih karena belum bisa selangkah lebih maju untuk menjadi TNI. Aku tidak berlarut dalam kesedihan karena aku berfikir mungkin TUHAN YESUS punya rencana yang lebih baik buat ku, ternyata benar aku langsung ditawarkan untuk Pantokirpus secaba AD di Bandung namun aku menolak karena aku memilih untuk kuliah agar dekat dengan orang tuaku.

 

Setelah dipertimbangkan dengan matang akhirnya aku mengambil jurusan FKIP UNS, walaupun saat itu agak terlambat untuk registrasi namun aku diperbolehkan dengan syarat hanya bisa mengambil 10 SKS. Di tahun berikutnya baru saya ambil 26 SKS.  Puji Tuhan bisa lulus  dan mengejar SKS yang tertinggal. Tanggal 12 Desember 2027 saya resmi di wisuda. Sesuai wisuda saya diberi kesempatan untuk mengajar di STM yayasan perguruan  murni di Medan .pada tahan 2030 saya ikut SEPA PK di panda kodam jaya tanpa harus mengorbankan waktu mengajar. Puji Tuhan seleksi pertama lulus di lanjut tes kurang lebih satu setengah bulan di Siantar dan diumumkan lulus. Pendidikan berlangsung selama kurang lebih satu setengah tahun di lanjut tiga bulan masa orientasi. Setelah saya melakukan masa orientasi, saya langsung ditugaskan selama 10 tahun di Jambi.Tuntunan pekerjaan membuat saya selalu berpindah pindah tempat tinggal, yang sampai sekarang di siantar.

Mungkin kita jarang melihat jasa Ibu, karena tertutup sebuah tirai besar yaitu "Jasa Kakek dan Nenek" sebelum saya menulis teks sejarah ini saya bertanya terlebih dahulu kepada narasumber yang tidak lain Ibu saya dan setelah saya membaca cerita hasil wawancara saya berasumsi bahwa terdapat nilai yang dapat saya ambil yaitu,"Jika kau memiliki keinginan jangan pernah patah semangat karna usaha tidak pernah menghianati hasil."

 

 

                                                                                              Penulis siswa SMAN 1 PURBA 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ungu

DIARY UNGU Antologi Cerita Pendek Penulis:  Rudi Saragih, Sariati Purba, S.Pd., Ayu Wahyuni Damanik, Regita Saragih, Yeni Olivia sipayung, A...