By: Adeliani Purba
Seorang gadis ini memiliki impian untuk
mencapai gelar Sarjana. Gadis ini bernama Alya, dia anak semata wayang, dan dia
hanya mempunyai kedua orang tuanya itu pun orang tuanya udah tua, Sekarang Alya
sedang menduduki bangku SMA.
Dengan adanya niat, Alya tak pernah mengeluh tentang masalah yg pernah dihadapi dalam belajar, Ia terus berjuang dan belajar dengan giat sehingga Ia memperoleh kejuaraan di kelasnya namun di sisi lain, temannya tak menyukai dia. Terkadang Alya sering di hina dan dijuluki sebagai cewek caper dikelasny namun dia tidak peduli dengan omongan teman-temannya.
Burrrrrrrr,
pur-pak, pur-pak, angin pun berhembus kencang dan menghancuri rumah-rumah warga
termasuk rumah Alya. Pulang dari sekolah seorang gadis ini terkejut melihat rumahnya
yang hancur dan berantakan.
"Ya Tuhan kenapa nasib keluargaku harus
begini?" teriak seorang gadis ini sambil menangis.
Tak
satu pun temanny peduli dengan musibah yang menghampiri keluargany. Hari
berlalu, seorang warga berpartisipasi untuk memperbaiki rumah si Alya.
Seorang
gadis ini bernama ternyata memiliki tabungan untuk biaya sekolahnya. Namun uang
tabungannya ini harus habis untuk memperbaiki rumah nya kembli. Tak Di duga uang
seorang gadis ini mampu memenuhi dan memperbaiki rumahnya walaupun rumah itu
sederhana.
Seiringnya berjalannya waktu ternyata dia tak lupa belajar, dia tetap mempunyai
semangat tinggi untuk belajar. Dengan adanya musibah itu, Alya semakin yakin
dengan impiannya ini dapat merubah nasib keluargany. Uhhuk, uhhuk batuk bapaknya kumat dan membuat
Alya khawatir dengan kondisi bapaknnya sekarang. Alya bergegas membawa bapaknya
ke klinik terdekat.
"Aku tak punya uang lagi untuk menebus obatnya
ayah." kata Alya Kepada ibunya.
"Ga usah khawatir
nak, ibu masih punya tabungan." kata ibu.
Seorang gadis ini masih sempat-sempatnya
belajar dalam kondisi yang sangat menghiraukan. Dia tetap mengwujudkan cita-citanya
walaupun kondisi ekonomi mereka belum stabil.
Tak diduga, bapaknya meninggal dunia. TetesanAir
mata kembali membasahi pipinya. Kini Alya
hanya punya ibu. Ibunya selalu memberi motivasi untuk anaknya supaya Alya tidak
terbeban dengan musibah yang telah menghampiri keluarganya.
Kini Alya menduduki di bangku kelas 3,
ujian-ujian sudah di depan mata. Semangat belajar nya tetap ada malahan semakin
ngelunjak demi meraih impiannya itu. Dia berusaha belajar semaksimal kemampuannya
tanpa adanya beban musibah-musibah yang telah terjadi. Ibunya tak pernah lupa
memberi motivasi belajar demi si buah hatinya. Ujian-ujian kini udah dihadapi si
Alya tak disangka usaha tak menghianati hasil. Semua ujian-ujiannya bernialai bagus,
dan membuat ibunya bangga dengan hasil ujiannya.
Kini pendaftaran SNMPTN telah dibuka, si
Alya bergegas membereskan berkas-berkas dan langsung ngasih berkas itu ke gurunya
supaya dia tidak ketinggalan mendaftar. Kini sukacita itu segera menghampiri seorang
gadis itu.
Akhirnya
Alya lulus di tingkat SMA dan dia akan melanjuti sekolahny lagi dan dia tinggal
nunggu pengumuman SNMPTN itu. Ternyata
hasilnya membuat semangat Alya ngelunjak dan akhirnya dia lolos.
Hari berlalu tahun berganti, seorang gadis
ini kini menjadi mahasiswa di Universitas Medan, ia mencoba ujian-ujian untuk dapat
beasiswa, dan akhirnya dia mendapatkan beasiswa itu. Dengan adanya beasiswa ini,
ekonomi mereka mulai bangkit dan ibuny terharu dengan putri semata wayangny ini.
Putrinya tidak pernah menyerah dalam menghadapi masalah.
Seiring berjalannya waktu si Alya sudah memasuki
menyusun skripsi. Dia berusaha semaksimal kemampuannya agar impiannya tercapai.
Dalam menyusun skripsi banyak cobaaan yang akan lewati, namun dia tetap berusaha.
Dan akhirnya seorang gadis ini tinggal menunggu waktu yang tepat untuk wisuda.
Ibunya kini merasa bahagia dengan putrinya, ternyata
putrinya itu orang yang mampu melewati masalah, dan ibunya tak pernah lupa
kepada sang pencipta, kini ekonomi mereka sudah membaik.
Akhirnya
tepat tanggal 20 oktober 2010, impian seorang gadis itu tercapai, dan ia wisuda
juga. Banyak musibah yang telah dihadapi seorang gadis ini, namun dia mampu
melewati cobaan-cobaan yang sadis itu dan akhirnya dia mempunyai gelar S.Pd dan
Ipk tertinggi dan lulusan tercepat.
Namun dihari itu kebahagian nya menjadi tangisan
darah bagi dia. Dimana seorang gadis ini berharap ibunya datang kewisudanya tetapi
ibunya tak bisa datang karna beliau sedang berbaring di rumah. Tak lama
kemudian, Alya mendapat kabar duka cita dari
tetanggany bahwa ibunya telah meninggal. Lalu Alya tak menyangka secepat itu
ibunya meninggalkan dirinya disaat hari kebahagiannya tiba.
Penulis dari SMAN
1 Purba
Kelas
Xll

Tidak ada komentar:
Posting Komentar